
Dari dalam ruang keluarga sudah menunggu sedari tadi Larissa. Larissa sudah pulang dari sekolahnya lima belas menit yang lalu.
"Ayah dan ibu kok tidak ada dirumah.Kemana mereka ya?" Tanya Larissa dalam hati.
Tok,,, Tok,,,, Tok,,,, Tok
Ketukan pintu mulai beradu kini Larissa mulai membukakan pintu untuk kedua orang tuanya . Ayah yang tertatih-tatih dalam berjalan mulai menuju ruang keluarga. Di sana Ayah memainkan ponselnya untuk berkomunikasi dengan Tuan Azka. Ibu pun pergi ke dapur untuk memasak menu makan malam yang akan disediakan untuk jemuan terhadap Tuan Azka.
Makan malam dadakan yang diadakan keluarga Larissa membuat Larissa bingung dengan kedua orang tuanya yang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
"Larissa jangan lupa memakai baju yang bagus dan bermake up lah karena kita akan kedatangan tamu dari ayahmu". Ucap ibu dengan Lembut.
"Iya betul sekali nak. Berpakaian yang baik dan tampillah lebih baik dan cantik dari biasanya jangan lupa memakai polesan make up tipis agar terlihat natural kecantikanmu ". Ucap Ayah berkomentar dan menyetujui ucapan dari Ibu.
Larissa yang kebingungan pun nampak terheran-heran dengan ucapan kedua orang tuanya. Tidak biasanya Larissa disuruh seperti ini. Larissa hanya menganggukkan sebagai tanda Iya. Pikiran Larissa mungkin
"Ayah dan ibu akan mendatangkan tamu Dokter atau Perawat yang akan merawatnya dan mengobatinya dirumah. Ibu dan Ayah tidak ingin terlihat aku lesu meski dalam keadaan sakit .Sehingga aku harus terlihat sehat agar Dokter tidak banyak menarik biaya ketika melihat aku dengan penampilan sehat meski ada keluahan sakit". Pikiran Larissa dengan polos.
Uang yang telah diberikan Abrian sangat cukup untuk pengobatanya dirumah. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 16:01 Sore. Larissa yang telah siap untuk berangkat kerja .Tak lupa untuk berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Larissa habis mengajar pulangnya jangan kemana-mana langsung pulang ya nak". Ucap ibu dengan lembut.
"Baiklah ibu". Ucap Larissa Yang berpikir ibunya pasti menghawatirkan anak semata wayangnya sehingga mewajibkan pulang setelah mengajar selesai.
Larissa mulai berpamitan dan melajukan sepeda motor metiknya .Alamat yang diberikan oleh Tante Ana sudah benar ini memang benar rumahnya. Rumah ini nampak besar dan tidak kalah besar dari anak murid Larissa sebelumnya .Nampaklah disana ada penjaga yang berlalu lalang disitu. Larissa mulai mendatangi penjaga .
"Benarkan ini rumah dari Nauren Anak dari Nyonya Sintia kusuma putri" Tanya Larissa kepada penjaga.
"Iya benar ini rumah Nona Nauren anak dari Sintia kusuma putri ada keperluan apa nona datang kemari". Ucap Satpam
"Begini saya datang kemari untuk mengajar Les nona Nauren ini alamat yang ditunjukan Oleh atasan saya dan ini sertifikat dari usaha Les tersebut". Larissa menunjukan dokument dari handphonenya agar penjaga percaya bahwa Larissa adalah Guru bimbel Nauren.
__ADS_1
Penjaga mulai berkomunikasi melalaui Ht untuk info lebih lanjut. Penjaga mulai membukakan pintu dan mengantarkan Larissa sampai masuk kedalam rumah .Penjaga kembali ke pos satpam. Lariss mulai diarahkan oleh orang dalam rumah untuk menuju ruang belajar nona Nauren.
Nampak indah rumah tersebut. Kini seorang anak kecil yang berusia lima setengah tahun menghampiri Larissa dan menyapanya.
Hallo ucapnya
Larissa yang mulai tadi melirik ke arah kiri dan kanannya tersadar ketika anak kecil ini menyapanya. Kini Larissa dan Naure belajar bersama .mereka bercengkrama dengan santai karena ini baru pertemuan pertama .Tak terasa Larissa telah selesai dalam mengajar Nauren. Larissa mulai berpamitan dengan orang dalam rumah
Larissa mulai pergi dan menuju pulang. Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai menuju rumah. Tak terasa Larissa telah sampai didepan pintu rumah.
"Assalamualakum" Ucap Larissa yang sedang membuka pintu.
"Walaikusalam ". Sahut Ibu yang sedari tai menunggu kedatangan Larissa.
"Larissa jangan lupa apa yang dikatakan oleh ibu dan ayah tadi apa kamu masih ingat ?". Tanya Ayah berucap.
"Tentu ,Larissa akan melakukanya Ayah". Ucap Larissa teringat dengan ucapan ayah dan ibunya siang tadi.
Tak terasa waktu menunjukan pukul 19:05 kini Ayah dan ibu telah siap menyambut tamunya. Masakan yang harum dan nikmat telah berada dari dalam meja makan dapur .
Satu jam kemudian,,,,
Keluarga muzahidin kini telah siap untuk menerima tamu spesialnya. Waktu berputar sangat begitu cepat. Ayah yang memberikan pesan singkat melalui pesan via WhatsApp diantaranya saling berkomunikasi. Kini nampaklah mobil mewah yang digunakan Tuan Azka untuk menuju rumah Mujahidin telah sampai didepan rumahnya .
Tuan Azka sendiri menyetir untuk menemui jamuan makan malam kepada keluarga mujahidin. Dari sana keluarga Mujahidin telah menunggu- nunggu kedatangan tuan Azka. Ayah tertatih-tatih menyambut kedatanga tuan Azka. Mujahidin mulai membuka ganggang pintu rumahnya. Nampaklah sederhana rumah mujahidin sangat jauh berbeda dengan rumah tuan Azka.
Kedatangan Tuan Aska disambut hangat oleh keluarga Mujahidin. Larissa yang melihat kedatangan Tuan Azka sekilas melihat laki-laki terawat meski tidak berbeda jauh dari umur Ayahnya. Seseorang yang berumur dengan kulit putih terawat nampak tampan karena perawatannya yang digunakan oleh Tuan Azka .
Mujahidin dan Tuan Aska pun mulai bercengkrama diruang tamu. Nampaklah cemilan dan beberapa buah-nuahan sebagai menu pembuka menyambut tuan Azka. Tuan Azka sangat menikmati jemuan dari keluarga Mujahidin. Kini tiba saatnya Tuan Azka dipersilakan masuk untuk makan malam bersama dimeja makan dapur keluarga mujahidin.
Tuan Azka dan mujahidin nampak bercengkrama kembali. Larissa dan ibu mulai menjamu tuan Azka dengan hidangan masakan kampung rasa gedung. Tuan azka sangat lahap memakan masakan ibu Larissa . Tuan Azka sudah lama tidak makan masakan kampung. Tuan azka bercengkrma kembali dengan Mujahidin sesekali Larissa memperhatikan mereka berdua.
__ADS_1
Larissa tidak pernah melihat ayahnya sesenang ini dengan tertawa lepas ketika berada dalam rumah ini. Ini adalah kali pertama Larissa melihat ayahnya tertawa lepas. Melepas penat kehidupan duniawi. Sejak empat bulan lalu Ayah yang terkena penyakit stroke tidak bersemangat lagi akan hidupnya .Banyak keputusasaan yang dirasakan ayah Larissa.
Kini Larissa pun tersenyum dengan gembira. Karena atas kemurahan hati Tuhan kehadiran Tuan Azka yang membuat ayahnya mulai bisa tertawa lepas dan tidak memikirkan beban hidup lagi saat ini.Sudah hampir dua jam mereka bercengkrama memulai membahas masa kecil di antara mereka. Membahas tentang anak-anak mereka, Membahas tentang cucu Tuan Azka.
Larissa hanya menghiraukan percakapan di antara dua orang sahabat ini. Tuan Azka dan Mujahidin asyik bercerita satu sama lain Larissa mulai membersihkan sisa makanan yang ada di atas meja makan.Mujahidin mulai membawa tuan Azka untuk menuju ruang tamu. Sesekali mereka membahas masa lalu mereka yang sangat menyenangkan disana.
Larissa tersenyum tipis terhadap Tuan Azka ketika membawa piring-piring kotor. Tuan Azka bahkan masih ingat dengan hutang Budi dari kedua orang tua mujahidin yang telah membiayai hidupnya dan orang tuanya untuk pergi berangkat menjadi TKI di Prancis. Di sanalah keluarga Tuan Azka memulai hidup hingga akhirnya bisa sampai seperti ini. Tuan Azka pun mulai menawarkan diri untuk membalas Budi yang telah diberikan kebaikan terhadap keluarga orang tua Bapak Mujahidin.
"Putri bapak sudah umur berapa". Tanya Tua Azka.
" Sekitar delapan belas tahun".
"Wah sudah lulus SMA ya". Tanya Tuan Azka.
"Belum Mungkin sebentar lagi akan lulus SMA". Mujahidin
"Oh begitu". Sahut Tuan Azka
"Bagaimana dengan putramu? Apakah dia sudah berkeluarga?". Tanya Mujahidin
" Tentu. Dia sudah berkeluarga dan mempunyai satu orang anak. Tapi sayang keluarganya tidak utuh. Karena istrinya telah meninggal saat melahirkan cucu saya". Ucap Tuan Azka dengan wajah sedih menceritakan kehidupan rumah tangga putranya.
"Bersabarlah. Nanti pasti akan menemukan menantu yang lebih baik lagi setelah ditinggal pergi menantunya. Setiap musibah pasti ada hikmahnya ". Ucap mujahidin menenangkan pikiran Azka.
Tuan Azka mulai berpikir untuk menjodohkan Putri Mujahidin dan anaknya. Karena pikiran Pak Azka hanya dengan cara itu dia mampu membalas kebaikan kedua orang tua mujahidin di waktu dahulu.
" Bagaimana kalau putrimu aku jodohkan dengan Putraku? Aku akan menjamin kehidupannya kelak. Aku akan membalas Budi terhadap kedua orang tuamu di waktu dulu. Jika tidak karena kebaikan kedua orang tuamu diwaktu dulu . Tidak mungkin kami seluarga akan sampai seperti ini".Ucap Tuan Azka yang menyentuh pundak Mujahidin untuk memberikan kesempatan membalas Budi di antara mereka.
Mujahidin tersenyum dan mulai memikirkan masa depan putrinya. Kesehatan yang tidak didapatnya. Keuangan yang tidak dipunyainya membuat Mujahidin ingin mengiyakan Perjodohan itu. Tuan Azka pun memberikan waktu tiga Hari Untuk mendapatkan jawaban dari Mujahidin.
Kini tuan Azka mulai berpamitan karena waktu sudah larut malam. Suara mobil tuan Azka kini mulai hilang dari pandangan Tuan Mujahidin. Kini pikiran mujahidi terpikir atas tawaran tuan Azka. Ucapan itu mulai menari-nari di atas pikirannya. Pak Mujahidin pun mulai masuk kamar dan memikirkan tawaran Tuan Aska. Apakah mujahidin mau untuk mengiyakan tentang Perjodohan putri semata wayangnya ataukah Mujahidin hanya menolak secara halus tentang tawaran Tuan Azka.
__ADS_1
Bagaimanakah jawaban yang akan diberikan mujahidin kepada Tuan Azka?
Hallo Guys jangan lupa support like dan doanya. Semoga karya Nurlia Rahmah trending. Aamiin