
Di sisi lain kini Larissa berada di ruang keluarganya. Larissa sedang menonton televisi. Di televisi Larissa nampak melihat samar-samar tentang wanita yang pernah dia lihat. Tapi, entah di mana wanita itu ternyata menjadi bintang iklan di salah satu tayangan televisi yang ditonton oleh Larissa.
" Aku serasa pernah melihat orang ini . Tapi di mana ya". Gumam hati Larissa.
Larissa memikirkan tapi tak sampai di mana pikiran Larissa tidak menemukan siapa orang tersebut.
"Teng,,, Teng,,,, Teng,,, Teng.". Tampaklah notifikasi dari via WhatsApp Tante Ana Handphone Larissa.
" Apa kamu ada punya waktu di hari Senin dan hari Kamis. Ada orang yang ingin belajar les sama seperti kamu mengajarkan Yumna seperti itu". Tanya Tante Ana.
Hati Larissa begitu bahagia mendengar pekerjaan tambahan dari tante Ana . Sungguh sangat antusias Larissa menerima Pesan Via WhatsApp Tante Ana.
Larissa mulai membalas chat pesan dari Tante Ana.
"Tante jam kerjanya dari jam berapa sampai jam berapa ?" Tanya Larissa.
"Jamnya enggak ribet terhadap anak ini . seperti biasa Larissa seperti kamu mengajarkan Yumna. Jamnya juga seperti itu". Jawab Tante Ana.
"Usianya juga sama seperti Yumna tante?. Larissa mengajarnya laki-laki atau perempuan perempuan?". Tanya Larissa.
"Usianya sama dengan Yumna .Perempuan Larissa. Namanya Naura Kusuma Alexander ". Jawab Tante Ana
" Wah nama yang bagus". Atur saja tante jadwal les Aku untuk kedua siswaku". Ucap Larissa.
"Baiklah Jadi sekarang Mulai hari Senin besok kamu bisa mengajar Naura. Ini alamatnya dan nomor handphonenya. Kamu bisa survei dulu jika ada waktu untuk hari ini". Sahut Tante Ana.
"Baik Tante terima kasih atas pekerjaan tambahannya". Ucap Larissa.
Tante Ana mulai mengirimkan lokasi rumah yang akan diajarkan oleh Larissa. Begitupun foto anak tersebut dan nomor handphone dari orang tuanya tersebut. Larissa menerima pesan dan melihatnya.
" Masya Allah cantik sekali anak ini " . Gumam Larissa dalam hati.
Larissa tersenyum dan mulai membuka lokasi yang telah dikirimkan. Ternyata jaraknya sungguh sangat dekat dengan rumahnya Larissa . Hanya berjarak delapan menit dari rumah Larissa . Lagi-lagi senyum mengembang pun terlukis di wajah cantik Larissa .
Larissa memberikan kabar bahagia ini kepada Dita . Nampak notifikasi dari handphone Dita melalui pesan via Whatsapp dari Larissa.
" Dita aku dapat kerjaan lagi nih dari Tante Ana ". Alhamdulillah mengajar les lagi.lni Alamat rumahnya juga tidak jauh dari rumahku". Ucap Larissa dengan penuh semangat.
Pesan itu pun langsung dibalas oleh Dita
" Wah Alhamdulillah ya Larissa sudah rezeki Kamu l. Semoga kamu betah dalam mengajarnya". Ucap Dita.
__ADS_1
"Doain ya Dita semoga aku betah bekerja di sini". Sahut Larissa
"Baiklah. Semoga kebaikan dan keberkahan selalu tercurah untukmu Larissa. Semangat dan semoga betah Larissa". Ucap Dita.
Pesan via chat WhatsApp Mereka pun terputus ketika Ayahnya Larissa mulai mendekati Larissa di ruang tamu. Ayah Larissa secara tertatih-tatih h mulai mendekat .
" Apa kamu bisa membuatkan ayah kopi?". Tanya Ayah terhadap Larissa .
"Tentu Ayah. Larissa akan membuatkan kopi untuk ayah". Ucap Larissa.
Larissa pun menuju dapur tak lama Larissa mulai membawa secangkir kopi untuk ayahnya .
"Ini Ayah. Minum kopi buatan Larissa". Ucap Larissa
" Ibu di mana Ayah? Ibu sedang berada di tempat tetangga . Karena ada hajatan yang dilakukan tetangga di sebelah sana". Ucap Ayah.
Ayah menunjuk sebelah kanan. Itu artinya mungkin rumah pak RT yang dimaksud oleh ayah. Sebab Pak RT sering sekali memanggil Ibuku untuk bekerja paruh waktu.
"Mungkin Ibu sedang membersihkan rumahnya yang sedang Hajatan". Gumam Hati Larissa.
Seketika Larissa mulai melamun memikirkan kebahagian yang akan ada pekerjaan diberikan Tante Ana. Itu artinya Larissa akan menambah penghasilan .
"Nak kamu kenapa". Tanya Ayah. Seketika lamunan itu membuyarkan pandangan Larissa.
"Alhamdulillah semoga usaha kamu berkah Larissa". Ucap Ayah
"Aamiin". Sahut Larissa
"Larissa jauh enggak rumah anak murid Kamu rumahnya dari rumah kita". Tanya Ayah.
" Tidak Ayah, Hanya delapan menit ketika dari rumah ini menuju lokasi yang telah dikirim oleh Tante Ana. Atasan Larissa yang telah menerima pekerjaan Larissa ayah". Jawab Larissa.
"Syukurlah jika tidak jauh dari rumah kita ". Sahut Ayah.
"Ayah dengar di dekat rumah kita ada pembangunan rumah besar juga di sebelah sana". Ucap Ayah .
Ayah menunjuk dua arah berbeda .
"Kata siapa ayah?". Tanya Larissa
" Ya kata sahabat Ayah. Kemarin bertemu . Dia mampir ke rumah kita. Jadi kami bercengkrama masalah daerah ini". Jawab Ayah
__ADS_1
"Oh ya". Sahut Larissa.
" Sepertinya dia pendatang". Jawab Ayah
" Oh begitu ya Ayah". Sahut Larissa.
" Rumahnya nampak bagus. Jadi di daerah kita ini sudah ada dua rumah yang besar, bagus dan tidak jauh dari rumah kita. Satu rumah itu yang akan kamu ajarkan anaknya. Yang satu yang lagi sebelah sana. Tapi itu masih dalam tahap pembangunan tidak rampung seratus persen .Ada yang bilang kata masyarakat sudah ditempatin juga sih". Ucap Ayah.
" Oh begitu ya Ayah. Ya sudah nanti Larissa mau lihat-lihat jalan dan men sholawati itu rumah. Semoga suatu hari nanti Larissa bisa memiliki rumah demikian". Jawab Larissa.
Aamiin". Ucap Ayah dan Larissa
"Semoga anak saya cepat sukses bisa mengangkat derajat kehidupan keluarga kita Aamiin". Ucap Ayah sekali lagi .
Larissa kini beranjak pergi dan meninggalkan Ayah untuk menuju kamarnya. Di kamar Larissa mulai menghempaskan tubuh di atas ranjang. Larissa menikmati rasanya bersantai di atas ranjang dengan menghadap plafon rumah yang mulai nampak kusam akan catnya .
" Suatu hari nanti aku pasti memiliki rumah yang layak yang besar dan bisa mengangkat derajat kedua orang tuaku". Gumam hati Larissa bersemangat.
" Aamiin". Ucap Larissa dalam hati.
Seketika Larissa jadi terpikir akan pesan dari Tante ana. Anak ini namanya sangat indah. Mungkin orangnya cantik anak siapakah gerangan .Hati Larissa bertanya-tanya
Entah siapakah anak ini berasal. Larissa jadi penasaran dan tidak sabar untuk menunggu hari esok. Hingga akhirnya Larissa saat ini terbawa dalam larut nya tidur siangnya. Sudah hampir satu setengah jam Larissa tertidur di atas ranjangnya. Kini Larissa mulai bangun Tak terasa hari sudah mulai senja. Larisa terbangun dan mengucek matanya .
"Astaghfirullah aku belum beribadah kepada Tuhanku". Ucap Larissa dengan suara pelan.
Larissa buru-buru untuk bangun dari atas ranjangnya dan mengambil air wudhu untuk beribadah kepada Tuhannya .Kini hari sudah mulai senja dan malam pun sudah mulai tiba. Tak terasa azan maghrib mulai berkumandang. Larissa mulai melanjutkan ibadahnya kepada Tuhannya.
Setelah beribadah, Larissa mulai menuju dapur. Karena, suara perut yang kini mulai beradu. Larissa mulai memakan makanan yang telah dibawakan oleh ibu dari sisa hajatan di rumah Pak RT. Nampak makanan enak yang telah berada di atas meja makan sangat menggugah selera.
Larissa makan dengan lahap hingga akhirnya kenyang. Ibu melihat Larissa makan dari balik pintu dapur dan meneteskan air mata. Karena, mengingat Larissa Sudah lama tidak makan Makanan lezat. Hal ini karena, Keadaan ekonomi keluarga Larissa. Ibu terharu ketika melihat putri semata wayangnya makan dengan lahap.
"Ibu sedang apa di sana. Larissa sedang makan ayo ibu makan bersama". Ajak Larissa kepada Ibunya
Tiba-tiba ibu mengusap air mata dan menghampiri Larissa. Larissa mengambil satu piring untuk mengajak ibunya makan bersama. Tidak lupa dari arah belakang ayah menghampiri mereka berdua menuju dapur. Kini mereka bersatu untuk makan bersama satu keluarga dari dalam dapur .
Larissa sangat bersemangat dalam memberikan hidangan menu sisa dari yang dibawa oleh Ibunya . Ayah , Ibu,, Larissa, Menatap Larissa dengan bahagia. Putri semata wayangnya sangat bahagia atas makanan enak yang telah diberikan keluarga pak RT.
Senyum mengembang terlukis pada wajah keluarga Larissa. Tak lupa mereka bersyukur kepada Tuhannya .Atas nikmat hidup yang telah diberikan. Sesekali. Larissa menatap mata kedua orang tuanya. Dalam batinnya berkata
" Terima kasih Tuhan meski dalam keadaan seperti ini. Tapi engkau utuh kan keluargaku ". Gumam dalam hati Larissa.
__ADS_1
Tiba-tiba Larissa jadi teringat akan anak muridnya yang bernama Yumna. Keluarganya tidak utuh tapi penuh dengan bergelimang harta benda duniawi. Lagi-lagi Larissa sangat mengucap syukur kepada Tuhannya dimalam hari.