Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 43. Keseharian Larissa


__ADS_3

Empat hari kemudian,,,,.


Hari ini adalah jadwal Larissa untuk memberi pembelajaran les kepada Nauren. Sudah selama empat belas hari belakangan jadwal Larissa tidak mengajar les Nauren.Tapi Larissa tetap meminta izin kepada miss Ana dan digantikan kepada yang lain. .


Hari ini Adalah Jadwal Larissa untuk mengajar Nauren.Selama menikah dengan Revan Larissa tetap melakukan aktifitasnya seperti biasa.Larisda tetap meles anak muridnya Yumna walau tidak mengajar. Pekerjaan itu dilakukan hanya di atas kertas yang mengabsen dirinya meski tidak hadir dalam mengajar.


Hal itu telah disepakati oleh Revan. Revan tidak ingin Larissa satu rumah dengan orang rumah selagi Larissa masih bersekolah.


"kamu tidak sekolah hari ini?". Tanya Revan .


kepada Larissa.


" Tidak mas, Hari ini kan hari Sabtu. Aku mau mengajar anak muridku yang satunya saja, Yang bernama Nauren". Ucap Larissa menjelaskan aktifitasnya sore hari ini.


"Kamu masih mengajajar les?". Tanya Revan


" Ya begitulah". Jawab Larissa.


" Lebih baik kamu berhenti mengajar les. Aku tidak ingin kamu bekerja di luaran dan orang mengetahui aktivitas kita". Ucap Revan dengan penuh penekanan.


" Oke Baiklah, Aku akan berhenti mengajar les ketika dua kali pertemuan mendatang. Jadi aku bertemu selama dengannya 4 kali dalam satu bulan. Aku akan mengundurkan diri setelah itu". Jawab Larissa menjelaskan.


"Oke Baiklah, Aku harap kamu akan secepatnya mengambil keputusan untuk tidak mengajar les lagi". Sahut Revan.


" Lalu bagaimana dengan anakmu Yumna? Bukankah dia membutuhkanku untuk mengajar nya kembali?" Tanya Larissa


" Kamu tidak usah mengajarnya. Biar nanti setelah kamu selesai ujian nasional kita akan pindah ke rumah mama. Kamu bisa mengajarnya sesuai yang engkau mau". Ucap Revan.


"Baiklah". Sahut Larissa.


"Aku tidak ingin orang rumah tahu banyak mengenai masalah kita". Ucap Revan dengan penuh penekanan.


"Oke baiklah aku mengerti akan hal itu. Ehm,,, Kamu kenapa tidak pergi ke kantor kamu?". Tanya Larissa.


"Aku sedang tidak enak badan". Larissa mulai meletakkan telapak tangannya kepala Revan.


Ternyata suhu tubuh Revan cukup tinggi. Revan sedang sakit demam.

__ADS_1


" Astaga kamu panas sekali. Tunggu aku ambilkan obat dulu. Tapi dimana letak tempat obat?" Tanya Larissa.


" Kamu bisa mengambilkannya dari dalam lemari kuning itu". Revan menunjuk lemari kuning.


Larissa mengambil obat dari dalam lemari kuning. Di sana Larissa mencari-cari obat tersebut . Tak lupa Larissa mengambilkan roti untuk makan Revan.Ini Ambil dan makanlah kamu memerlukannya. Larissa meletakkan obat, Roti dan segelas air putih kepada Revan.


Revan mulai meminum obat pemberian dari Larissa. Larissa mulai beranjak dari atas ranjang untuk menuju kamar mandi. tapi hal itu judstru dihentikan Revan. Revan menarik lengannya.


" Kau mau ke mana?". Tanya Revan.


" Aku mau mandi Hari sudah pagi mas". Jawab Larissa


"Tidak usah kamu mandi. Kamu temani aku tidur saja disini". Larissa hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan kepada Reva. Kini mereka saling berpelukan untuk menghangatkan tubuh satu sama lain. Tubuh Revan sangat panas. Larissa hanya mampu menenggelamkan pandangannya dari bidang dadanya.


Mereka pun tertidur kembali di atas ranjang mereka. Sudah hampir tiga puluh menit suara dengkuran keras dari Revan membuat Larissa terbangun secara perlahan dari Tidurnya. Larissa mulai melangkahkan kaki untuk menuju kamar mandi. Revan yang tertidur dengan pulas tidak mengetahui hal itu.


Larissa membersihkan tubuhnya dari dalam kamar mandi. Lima belas menit telah berlalu Larissa yang telah selesai dari dalam kamar mandi mulai menuju lemari untuk mengambil pakaianya. Revan melihat samar-samar wanita yang sedang menggunakan baju dihadapan matanya. Lagi-lagi pikiran jahat mulat melintas dipikiran Revan


"Kamu sedang apa?" Tanya Revan yang mulai terbangun dari tidurnya.


"Aku ingin berpakaian karena sudah selesai mandi". Sahut Larissa


" Belum karena aku tidak lapar. Aku sudah makan selai roti itu saja". Larissa menunjuk roti yang berada dari dalam kamar.


" Baiklah kalau begitu temani aku di sini. Kamu jangan kemana-mana". Ucap Revan yang tidak ingin ditinggalkam Larissa.


Akankah tumbuh sempurna bening -benih cinta diantara mereka? Atau jangan-jangan Revan hanya memanfaatkan kebaikan Larissa karena di tinggal Amira pergi keluar negri. Perasaan ini hanya Revan yang tahu dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Baiklah". Larissa menggaguk pertanda dia mengiyakan keinginan Revan. Larissa mulai beranjak dari lemari dan menuju atas ranjang untuk menemani Revan kembali. Disana Larissa hanya menonton televisi.


Revan mulai ingin tertidur kembali dengan melingkarkan lengannya ke pinggul Larissa yang terduduk di tepi ranjang. Badan Revan yang masih hangat membuat Larissa tidak enak dengan perilaku Revan yang melingkarkan lengannya ke pinggulnya.


Sesekali tangan Revam dengan jahil mulai menyelinapkan tanganya memegang dua balon yang indah milik Larissa. Revan memainkan pucuk balon itu dengan bergantian.


" Jangan seperti ini mas geli". Ucap Larissa yang memberontak . Revan hanya dapat tersenyum dan tertawa kecil mengingat apa yang telah dilakukannya kepada Larissa.


Revan dalam keadaaan sakit saja masih bisa berprilaku demikian. Bagaimana jika Revan dalam keadaan sehat? Mungkin Revan akan terus ketagihan dengan tubuh Larissa yang seperti gitar spanyol. Oh Revan pikiran Jahatmu selalu menghantui bayang-bayang pikiran Larissa.

__ADS_1


"Kamu kapan lulus sekolah Larissa?". Revan membuka pembicaraan diantara mereka.


"Selama dua belas harian mendatang aku akan melaksanakan ujian nasional. Munkin untuk hasilnya Ya sekitar satu atau dua bulanan mendatang aku akan mendapatkan hasil Lulus atau tidak".Jawab Larissa.


"Oh begitu, Semoga hasil baik dan memuaskan". Doa Revan kepada Larissa


"Aamiin ucap Larissa.


Ternyata dari sisi Revan yang jahil dan pemarah dia juga punya Sisi yang perhatian, Ramah dan Baik.


"Aku mau mengajar les Nauren hari ini. Tapi kamu lagi deman. Bagimana ini ya?". Larissa mulai kebingungan dengan keadaan yang mengharuskan Larissa merawat Revan atau Larissa harus pergi mengajar les.


" Larissa , Larissa,". Suara Revan mulai memangiil Larissa. Larissa yang terbangun dari lamunannya mulai menyadari Revan yang memanggilnya


" Aku ingin berbicara dengan Miss Anna. Karena sudah dua kali pertemuan Nauren aku tidak bisa mengajar. Ucap Larissa dengan sedih dan tidak ingin lepas tanggung jawab begitu saja.


"Tenang saja kamu. Aku akan menghubungi miss Ana. Biarlah pekerjaanmu akan dihandal oleh rekan kerjanya. Larissa hanya bisa mengangguk sebagai menyatakan tanda iya.


Waktu berputar dengan sempurna. Siang ini bunyi perut Larissa mulai terdengar samar-samar oleh Revan yang terduduk di tepi ranjang. Revan yang memegang ponselnya mulai melirik Larissa.


"Apa itu suara perutmu? Kamu lapar ya ? Tanya Revan dengan beradu pandang pada Larissa.


"Iya aku lapar mas". Sahut Larissa


"Ya sudah kita beli makan menggunakan ojek online aja". Ucap Revan


" Baiklah mass". Sahut Larissa.


Revan mulai memesan makanan dari ojek onlinenya. Sudah dua puluh menit berlalu. Mereka berdua menunggu ojek online dengan bunyi perut yang saling beradu.


"Larissa besok hari Minggu aku akan mengajakmu jalan-jalan ". Ajak Revan kepada Larissa.


"Mau pergi ke mana mas?" Tanya Larissa.


" Ikuti saja aku". Jawab Revan ".


Larissa hanya dapat mengangguk sebagai pertanda mengiyakan akan perintah Revan. lima menit lagi ojek online akan datang. Kamu siap-siaplah untuk mengambil makanan.

__ADS_1


Makanan yang telah datang tak lupa Larissa menyiapkan dua piring kosong untuk menaruh makanan yang telah dibeli oleh Revan. Mereka makan bersama dari atas meja makan yang berada didapur. Hari Larissa berlalu dengan begitu sempurna akan sikap kebaikan Larissa kepada Revan


__ADS_2