Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 50 Hasil UN


__ADS_3

Revan mulai melajukan mobilnya dan menuju rumah. Mereka yang telah sampai dari dalam rumah mulai membawa barang-barang yang telah dibeli dari pasar swalayan. Larissa nampak bersemangat memasukan bahan makanan kedalam kulkas.


Larissa mulai menyiapkan makanan masakan untuk makan malam di antara mereka. nampak lah Larissa sedang mengulek bumbu sayur asem,dan Ikan peda, dan Ikan Gabus, tempe untuk digoreng. Larissa juga membuat sambal terasi yang nikmat. Menu makanan kampung untuk makan malam hari ini adalah menu andalan mereka.


Revan yang menunggu masakan Larissa di atas meja makan mulai mencium rasa harum aroma dari masakan Larissa yang sangat menggugah perut. Revan yang lapar mulai menikmati masakan Larissa. Sungguh nikmat masakan Larissa.


Ada sayur asem, Tempe, Ikan peda, dan Ikan gabus Goreng. Tak lupa sambal terasi yang sangat nikmat untuk menu makan malam ini. Sungguh menggugah selera menu masakan Larissa. Revan makan dengan lahap masakan Larissa, Begitupun dengan Larissa. menu makan malam Mereka pun berlalu dengan sangat indah yang telah di masakan oleh istri Revan Kurniawan Wijaya.


Hari demi hari telah berganti. Minggu demi minggu telah berlal. Kini bulan telah berganti bulan. Sudah lebih dari dua bulan pernikahan Larissa dan Revan. Setiap hari keseharian Revan dihiasi oleh kehadiran Larissa. Rasanya sungguh sepi jika tidak ada Larissa disetiap hari Revan.


Hari ini Larissa sudah siap untuk berangkat sekolah. Karena hari ini adalah hari di mana nilai ujian nasional Larissa telah keluar. Lariasa yang sudah menunggu untuk bersiap menuju sekolah hanya bisa mengutak-atik handphonenya dari dalam ruang tamu.


Revan yang ditunggu tak kunjung keluar dari dalam kamar. Sudah sangat lama Larissa menunggu kedatangan Revan. Hati Larissa begitu gelisah memikirkan akan hasil Ujian Nasional disekolah. Revan yang baru keluar dari dalam kamar dengan pakaian yang begitu rapi.


Larissa mulai mendekati Revan dan mulai membetulkan dasi yang miring. Hampir saja Revan ingin ******* bibir Larissa. Tapi Larissa justru memundurkan langkahnya dengan siap. Revan yang melihat perilaku Larissa hanya dapat tersenyum tipis melihat istrinya.


"Semoga hasilnya memuaskan". Ucap Revan kepada istrinya.


" Aamiin". Sahut Larissa.


Revan dan Larissa mulai menuju mobil. Di sepanjang jalan tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua. Larissa hanya membalikkan pandangannya untuk melihat pemandangan semesta alam dari balik jendela kaca mobil.


Tak terasa Larissa telah sampai di depan pintu gerbang sekolah. Larissa mulai berpamitan dan Revan secara spontan mencium kening Larissa. Revan hanya dapat tersenyum dan bersikap biasa saja karena menganggap hubungan ini adalah yang hal yang lumrah bagi seorang istri dan suami.


Larissa mulai menuruni mobil dan melangkahkan kaki meninggalkan Revan untuk menuju kelas. Sesampainya Larissa di kelas. Kehadirannya telah disambut oleh Dita, Rika, Diva, dan Adit, Sahabat dari Larissa

__ADS_1


Banyak pembicaraan yang mereka bicarakan dari dalam kelas. Dimulai dari Adit yang akan kuliah di luar negeri. Dita yang akan ikut ayahnya untuk pindah ke luar pulau. Rika yang mulai ingin berwirausaha untuk melanjutkan bisnis wedding ibunya. dan Diva dia akan berkuliah disekitaran sini. Lantas bagaimana dengan Larissa?


Sahabatnya mulai bertanya akan Larissa.


"Larissa setelah selesai ujian Nasional ini kamu mau apa saja?" Tanya Diva dengan antusias.


Larissa yang mendengar pertanyaan dari Diva nampak kebingungan untuk menjawabnya. Mengingat keluarga Larissa bukan dari kalangan orang mampu. Ingin Rasanya Larissa berucap aku akan kuliah. Tapi faktanya ayah dan ibu tidak mempunyai cukup uang untuk hal itu.


Larissa ingin mengatakan Yang Sejujurnya kepada sahabatnya bahwa dia telah berkeluarga. Pasti akan membuat banyak sahabat yang terkejut akam kejujuran Larissa.


Tapi tidak terkecuali dengan Dita. Karena Dita telah mengetahui Larissa yang telah menikah bersama dengan Revan Kurniawan Wijaya. Larissa hanya dapat berucap


"Tidak tahu. Bisa dilihat nanti ayah dan ibu yang akan menentukan masa depanku". Sahut Larissa dan tersenyum diantara mereka .


Karena Rika merasa sahabatnya bagaikan saudaranya sendiri.


Rika adalah anak satu-satunya. Dia tidak memiliki saudara. Hanya sahabatnya yang mengisi hari-hari Rika ketika bersekolah. Mereka berlima pun mulai saling menguatkan satu sama lain. Setelah melaksanakan Ujian Nasional ini. Perpisahan itu sudah jelas di depan mata.


Rasa yang tidak terelakan mengingat kenangan-kenangan lama yang telah sangat nyata semua hanya akan menjadi bayang-bayanga diantara mereka. Mereka pasti akan merindukan segalanya yang terjadi diputih abu-abu. Sudah banyak cerita yang telah mereka bahas.


Tak terasa Ibu guru datang membawakan selembaran Amplop yang akan memberikan mereka hasil Ujian Nasional. Lulus atau tidak hanya dua hal itu yang dipikirkan siswa siswi disana.Namun Larissa terus berdoa untuk mendapatkan hasil yang baik dan bisa menunjang mas depannya.


Satu persatu Amplop telah dibagikan diatas meja. Ibu guru meminta untuk jangan dibuka terlebih dahulu. Sebelum membuka isi Amplop Ibu guru mengarahkan siswa siswinya untuk berdoa dan membaca bissmilah dengan harapan mendapat nilai sesuai yang diharapkan


Siswa siswi mulai membuka isi Amplop dan melihat hasilnya. Nampaklah suara detag jantung yang tidak beraturan disemua siswa. Rasa panas dingin juga menyucuri keringat ditubuhnya. Mereka membuka isi amplop secara perlahan dan melihat hasilnya.

__ADS_1


Sontak suara sorak gembira dan saling berpelukan satu sama lain diantara teman sebangku. Dan membuat siswa-siswi merasa riang dan gembira karena telah mendapatkan niat yang baik. Larissa beryukur karena dia mendapat peringkat teratas dari sekian banyak siswa. Disusul lagi oleh Dita dan sahabatnya yang lain yang mendapatkan peringkat.


Begitu indah kebersamaan diantara mereka. Sekolah bersama lulus juga bersama dan mendapatkan peringkat juga sama-sama. Kawan yang baik akan mendapatkan hasil yang baik. Begitulah Larissa memiliki sahabat yang baik dan juga pintar akan mendapatkan hasil demikian.


"Ayah dan ibu pasti senang akan kebahagian hari ini". Gumam Hati Larissa berbicara dengan bahagia yang ada dijiwanya.


"Larissa bagaimana hasilmu?". Tanya Diva terhadap Larissa.


"Allahamdulillah hasilnya teratas". Sahut Larissa dengan bahagia


"Kalau kalian bagaimana?".Tanya Diva


"Allhamdulillah aku juga teratas" sahut Dita yang diikuti oleh Rika, dan juga Adit.


"Allhamdulillah, Semoga dengan hasil kita ini. Bisa menjadikan diri kita menjadi orang sukses dan tidak sombong". Ucap Diva


"Aamiin". Sahut Larissa,Dita, Rika dan Adit.


"Bagaimana kalau merayakan hal ini kita makan-makan di Cafe aku traktir " Ucap Adit yang mengajak sahabatnya.


Oke baiklah sahut Dita sengan antusias


Rika dan Diva hanya dapat menganggukan yang artinya mengiyakan untuk menyetujui ajakan Adit.Tapi beda halnya dengan Larissa. Lagi-Lagi Larissa menolaknya dengan berbagai macam alasan .


Dita yang bisa memahami Larissa hanya dapat tersenyum . Begitupun dengan Adit yang mulai curiga dengan Revan. Kini mereka mulai beranjak pergi dari kelas dan menuju parkiran untuk menuju pulang kerumah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2