Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 17Perjalanan


__ADS_3

Kini Larissa mulai mengayuh sepedanya. Disepanjang jalan Larissa menuju rumah pikiran Larissa memikirkan ibunya yang sedang menunggu kedatangan Larissa dirumah. Hari ini Larissa pulang dengan tepat waktu. Ayah dan ibu Larissa telah menunggu diruang tamu.


Tik,,, Tok,,,, Tok.


"Assalamualaikum". Ucap Larissa.


Suara ketukan pintu dan salam Larissa terdengar. Ayah yang tertatih Ratih dalam melangkah karena stroke berusaha membukakan pintu untuk anak semata wayangnya. Kedatangan Larissa disambut oleh kedua orang tuanya .


"Nak mandi dulu jangan lupa makan.makanan kesukaan kamu telah ibu siapkan diatas meja makan dapur". Ucap Ibu.


"Ibu masak apa". Tanya Larissa


"Ibu masak ayam serundeng kesukaanmu dan juga sambal lalapan terasi goreng ada sayur capcay juga disana". Sahut Ibu


Mendengar menu makan enak suara perut Larissa mulai berbunyi. Bunyian itu nampak samar sama terdengar oleh ayah. Kini Larissa menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi Larissa mengenakan pakaian santai . Larissa berlalu dari orang tuanya dan menuju dapur. Disana tampaklah menu makanan enak sudah tertata .


"Menu makanan enak ini dari mana ya?. Apa ibu dapat uang lebih hingga menyiapkan makanan kesukaan ku" . Gumam hati Larissa.


"Nak kok melamun saja. Ayo dimakan makanannya jangan dipandang saja". Ucap Ibu Larissa.


"Bu makanannya banyak banget nih . Larissa jadi ingin makan lahap saja makanan ini". Tanya Larissa.


"Itu makanan sisa diberi ibu haji sebelah. Habis hajatan dirumah beliau. Ibu habis bekerja dari sana dan disuruhnya membungkus untuk membawa pulang ke rumah. Ibu ingat kamu suka sekali menu makan ini". Jawab Ibu


"Oh begitu baik sekali ya bu , Ibu Hajinya". Ucap Larissa.


Larissa mulai makan dengan lahap. Larissa sudah lama tidak memakan makanan lezat seperti ini. Setiap harinya semenjak ayah sudah tidak bisa bekerja akibat stroke . Larissa hanya bisa memakan telur dan tempe sebagai menu andalan kesehariannya.


Makanan Larissa telah habis. Kini Larissa sedang mencuci piring. Setelah selesai mencuci piring kini Larissa menuju kamar .Dari Handphone Larissa ada via WhatsApp sudah ada notifikasi dari Dita.


"Larissa gimana kerjanya dihari kedua". Tanya Dita Sahabat Larissa.


"Alhamdulillah sudah tidak canggung lagi. Anaknya sangat baik dan mudah menangkap pembelajaran yang aku jelaskan". Ucap Larissa.


"Larissa kita ke mall yuk aku mau membeli mainan ponakan ku untuk ulang tahunya dua hari lagi dan aku ingin mengajak kamu makan malam aku traktir deh . Aku mulai bosan nih dirumah aku jemput yah Larissa".Ajak Dita kepada Larissa.


"Aku izin dulu sama orang tua ku ya Dita". Sahut Larissa


"Baiklah kabarin secepatnya ya Larissa,". Timpal Dita.


Larisa mulai membuka pintu kamar . Tampaklah kedua orang tua Larissa sedang bercengkrama di ruang tamu sedari menonton televisi.


"Ibu, Ayah apa Larissa boleh keluar sebentar untuk menemani Dita membeli kado ulang tahun ponakannya . Dua hari lagi ponakan dita akan berulang tahun". Tanya Larissa


Hari sudah menunjukan puku 18:20


"Boleh nak. Asalkan Jangan kemalaman pulangnya dan jangan lupa sholat magrib dulu. Baru boleh keluar untuk menemani Dita membeli kado ulang tahun ". Ucap ayah.


Suara tanda diperbolehkannya membuat hati Larissa senang .


"Dita aku diperbolehkan oleh kedua orang tuaku jemput aku ya Dita!". Pesan Larissa melalui via whatsapp.


Baiklah lima belas menit lagi akan aku jemput Larissa. Larissa mulai melaksanakan ibadah magribnya. Tak terasa kini Larissa sudah siap untuk menunggu jemputan Dita. Larissa nampak anggun dengan make up tipis yang sudah siap untuk berangkat.


Tok,Tok. Suara pintu terketuk


Dita sudah ada didepan rumah


"Assalamualaikum". Ucap Dita.


"Walaikumsalam". Ucap kedua orang tua Larissa.


"Om, Tante . Dita mau ajak Larissa ke mall dulu ya untuk menemani Dita berbelanja ".

__ADS_1


"Iya silahkan pulangnya jangan kemalaman ya Dita". Ucap ibu Larissa.


Larissa dan dita mulai melajukan kendaraanya . Tak perlu menunggu waktu lama .Sekitar dua puluh lima menit tibalah mereka diparkiran. Dita sangat bersemangat untuk memasuki mall.


"Sudah adem banget disini kan Larissa ". Tanya Dita


"Iya adem banget Dita". Jawab Larissa.


Larisa mulai memasuki beberapa buah toko. Hingga akhirnya Larissa menemukan toko mainan yang pas untuk membeli mainan ponakan Dita. Dita terkejut melihat lelaki yang samar samar dilihatnya sedang membeli mainan pada toko yang sama. Dita mulai meninggalkan Larissa .


Dibuntutinya lah lelaki itu. Ternyata lelaki itu membelikan mainan untuk anaknya. Anaknya sangat cantik dan anggun bersama baby susternya . Beberapa menit Dita melangkahkan kakinya Dita melihat wanita cantik dan body gol serta perhiasan yang sangat melekat di tubuhnya sungguh anggun wanita itu. Mereka sekeluarga sepadan terlihat sangat serasi . Dipandang mata bagaikan keluarga bahagia .


Anak kecil itu mulai berlari dan menabrak seseorang. Mulai berbalik tubuh Larissa dan terjatuh benda yang sedari tadi dipegang oleh Larissa. Ternyata Yumna. Larissa sangat kaget melihat Yumna menabraknya dan berada pada toko mainan yang sama.


" Ibu Guru sedang apa disini?". Ucap Yumna


"Ibu Guru sedang membeli mainan untuk ponakan teman ibu guru. Kamu kenapa terburu-buru dan berlari Yumna?". Tanya Larissa.


"Yumna benci nenek sihir itu ibu guru tolong Yumna". Rengek Yumna kepada Larissa.


"Larissa nampak bingung dengan ucapan Yumna. Nenek sihir siapa nenek sihir itu". Tanya Larissa.


"Wah disini kamu rupanya. Aku mencari- cari kamu dimana-mana ternyata disini rupanya kamu . Sudah aku bilang jangan nakal dan jangan jauh dari ku". Ucap seorang wanita yang melotot matanya menghadap Yumna .


Nama wanita ini Amira . Kekasih Revan selama setahun belakang .Yumna sangat ketakutan melihat reaksi Amira ketika marah dengan Yumna. Amira menarik dengan kasar lengan Yumna. Yumna kesakitan .


"Tolong pelan-pelan bu kasian dia kesakitan" . Ucap Larissa Yumna mulai merengek.


"Tolong Ibu Guru". Ucap Yumna.


Larissa mulai mengambil alih lengan Yumna dari Amira. Merekapun bertengkar kecil .


Dita yang melihat kegaduhan itu mencoba melerai mereka.


"Ibu guru tolong Nenek sihir itu menakutkan". Ucap Yumna


"Ibu guru apa ini anak murid Larissa". Pikir Dita


"Iya tenang-tenang ya sayang". Ucap Larissa.


Sikap arogan Amira kepada Yumna membuat hati Larissa iba. Tiba-tiba langkah kaki mulai terdengar . Buru-buru Amira mengambil alih Lengan Yumna dari genggaman Larissa.


"Awas kamu menangis aku akan antar kamu pada penculik biar kamu mati gak bisa ketemu papah lagi". Ucapan berbisik Amira itu kepada Yumna membuat nyalinya Yumna ketakutan .Yumna hanya bisa diam ketika ditakuti oleh Amira.


"Maaf-maaf nona anak kami memang jalannya tidak bisa hati-hati sehingga menabrak mainan yang nona pegang".


Amira melirik mainan yang terjatuh dan pecah karena ulah Yumna menabrak Larissa.


Larissa bingung dengan ulah Amira yang berubah. Tadi marah-marah sekarang malah minta maaf dengan lembut.


Langkah kaki terdengar ternyata Bu Najwa dan Revan mulai mendekati Amira.


"Larissa". Ucap Bu Najwa"


"Eh Bu Najwa disini juga". Jawab Larissa.


"Oh ibu guru Yumna. Ada apa ini". Ucap Revan dengan penuh kebingungan.


Larissa hanya terdiam ketika melihat Amira melingkarkan tangannya ke lengan Revan dan Yumna digendong oleh Bu Najwa.


"Ini sayang anak kita menabrak wanita ini dan terjatuh barangnya. Tolong dibayarkan pada kasir ya sayang". Ucap Amira.


"Bukan seperti itu Ceritanya". Ucap Dita

__ADS_1


Larissa menatap tajam Dita untuk berhenti bicara.


"Ayo sayang kita pergi ke kasir. Ajak Amira kepada Revan".


"Ibu guru yumna . Maaf sudah membuat kegaduhan disini atas perlakuan anak saya". Ucap Revan .


Revan sangat terkesima dengan penampilan Larissa yang elegan dan make up tipisnya. Sungguh dewasa penampilannya malam ini. Revan tidak berkedip melihat Larissa. Larissa hanya menganggukkan kepala sebagai tanda memaafkan kesalahan Yumna.


"Kami permisi dulu ibu guru Yumna".Ucap Revan .


Revan membawa mainan rusak itu menuju kasir. Amira dengan manja melilitkan lengannya kepada Revan tampak mesra diantara mereka berdua.


"Ibu guru maafkan Yumna. Maafkan yumna telah menabrak ibu guru". Ucap Yumna dengan penuh rengek.


Larissa mulai mengelus kepala anak ini . Yumna mulai berkata


"Dia jahat ibu guru". Ucap Yumna dengan ketus.


Bu Najwa dan Yumna mulai berlalu dari pandanganya .


Kata kata itu membuat Larissa marah


" Dasar wanita ular ". Ucap Larissa.


"Hah siapa yang ular Larissa" . Ucap Dita


"Itu wanita tadi". Sahut Larissa dengan kesal.


"Yang mana Larissa. Apa yang gendong anak atau yang bergandengan tangan tadi " Tanya Dita.


"Yang bergandengan tangan lah Dita". Jawab Larissa


"Ohh....". Sahut Dita.


Dita mulai pergi ke kasir dan membayar barangnya . Disana mereka bertemu dengan tuan Revan lagi . Nampak jenuh Amira melihat wajah Larissa. Larissa hanya menunggu Dita untuk membayar barangnya. Ternyata barang Dita telah dibayar oleh tuan Revan sekalian. Tak lupa Dita juga berterima kasih kepada tuan Revan . Tuan revan berpamitan dan berlalu dari pandangan Dita dan Larissa .


Larissa hanya melihat pemandangan ini dari kejauhan. Lambaian tangan Yumna nampak jelas terlihat . Larissa memikirkan keadaan Yumna .


"Bagaimana kalau bertemu Amira secara arogan seperti ini lagi. Bisa- bisa Yumna trauma berkepanjangan". Gumam hati Larissa berbicara dengan penuh Lirih.


"Larissa,,, Larissa,,,,Larissa.". Ucap Dita


Dita sudah beberapa kali memanggil Larissa dan Larissa baru mendengarnya.


"Ayok kita pulang" Ucap Larissa


"Ayok Larissa". Jawab Dita.


Dita dan Larissa mulai melajukan sepeda motornya untuk pulang.Tak terasa kini mereka telah sampai dihalaman rumah Larissa. Dihalaman rumah tampaklah Dita menanyakan kejadian tadi. Larissa tidak ingin menjawabnya . Larissa akan menjelaskan besok .


" Terima kasih atas waktunya Dita". Ucap Larissa


" Maaf Larissa tidak sempat mengajakmu makan malam. Kita bisa makan malam besok atau dilain hari sebagai gantinya aku janji".Ucap Dita.


Mood Larissa berubah ketika melihat insiden tadi. Larissa buru-buru mengajak Dita untuk pulang saja.


"Aku pulang dulu yah Larissa ". Ucap Dita.


Dita melajukan motornya.


Bye,,,, Bye. Lambaian tangan itu sebagai tanda berakhirnya pertemuan dua sahabat ini. Larissa mulai menuju rumah.


"Assalamualaikum". Ucap Larissa

__ADS_1


Rumah tidak terkunci dan Larissa mulai menaiki dalam rumah dan langsung menuju kamar . Tak lupa Larissa mengunci pintu rumah . Larissa menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas ranjang . Larissa memikirkan keadaan Yumna hingga akhirnya rasa ngantuk menghampiri dan membuat Larissa tertidur dengan pulas.


__ADS_2