
"Terima kasih Rika atas tumpangannya". Suara itu menghantarkan Larissa sampai ke depan halaman rumah kedua orang tuanya .
Larissa yang sudah sampai di depan pintu rumah mulai mengetuk pintu secara perlahan
Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,,.
Ketukan pintu mulai beradu. Ayah mulai membuka gagang pintu.
" Larissa ". Ucap Ayah yang menyambut kedatangan putrinya dan memeluk ayahnya. Larissa memberikan kabar bahagia akan hasil ulangan ujian nasional yang telah dilaksanakan oleh Larissa dengan mudah. Larissa Mulai mengambil Amplop yang berisi hasil dari ujian nasional dari dalam ranselnya untuk memberitahukan ayahnya akan kelulusannya dan menjadikannya sebagai peringkat satu diantara banyak siswa dan siswi.
"Ini ayah Coba lihat". Larissa mulai memberikan secarik amplop kepada ayahnya. Ayah mulai membuka secara perlahan dan ayah terkejut dengan hasil yang dipersembahkan oleh putrinya. Lagi-lagi Larissa membuat Ayah menjadi senang dan bangga.
" Kamu memang Putri Ayah yang pintar dan berprestasi". Ayah mulai mengelus kepala dan mendoakan Larissa di sana.
"Semoga kamu bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi. Pandai, Cerdas dan mengangkat kehidupan Drajat keluarga ini Aamiin". Ucap Ayah mendoakan Larissa.
Ayah mulai memeluk Larissa dan menghempaskan rasa rindu diantara ayah dan anak semata wayangnya Mereka saling berpelukan satu sama lain.
Larissa yang mulai lelah dan beranjak pergi dari hadapan Ayah. Larissa pergi menuju kamarnya karena, Sudah lama Larissa tidak menghempaskan tubuh di atas ranjangnya. Larissa sangat rindu dengan semua ini .mengingat semua yang ada banyak aktivitas Larissa sedari dalam kamarnya.
Kasur ini sudah sangat lama tidak direbahkan oleh tubuh Larisa. Larissa Mulai mengambil handphone dari dalam ranselnya. Larissa mulain menghubungi Revan. Larissa mengetik kata untuk Revan.
"Sayang aku berada di rumah orang tua. Aku pulang lebih awal dari sekolah. Terserah kamu ingin menjemput atau membiarkanku di sini". Pesan via WhatsApp Larissa pun terkirim kepada Revan .
Revan yang sedang online langsung membuka pesan dari istrinya.
" Baiklah aku akan menjemputmu. Bagaimana hasilnya?". Tanya Revan
Revan ingin mengetahui akan jawaban dari hasil ujian nasional Larissa.
" Alhamdulillah aku peringkat satu dari sekian banyak siswa". Sahut Larissa.
"Syukurlah kalau begitu. Selanjutnya kamu ingin apa?". Tanya Revan kepada Larissa.
" Entahlah aku tidak tahu. Kalau Menurutmu bagaimana?". Tanya Larissa
" Kalau kamu mau kuliah atau tetap di rumah saja?" Tanya Revan kepada Larissa.
__ADS_1
" Aku harap aku akan bisa kuliah". Karena aku tidak ingin menjadi wanita rumahan seutuhnya. Aku ingin berkarir dan menjadi wanita yang pintar dan berprestasi dalam bidang yang ingin aku geluti" Sahut Larissa kepada Revan.
Revan hanya dapat memberikan ucapan selamat dan emoticon rasa kasih sayang diantara mereka. Sudah sangat lama Revan tidak dihubungi oleh Amira. Karena Amira sangat sibuk Akan pekerjaannya. Rasa kasih sayang Revan terhadap Amira mulai luntur karena keadaan Larissa yang dihiasi oleh setiap harinya.
Revan terbiasakan akan kehadiran Larissa. Rasanya jika Larissa tidak ada di sampingnya dunia sangat sepi dan hampa
"Sayang Kemarin kan sudah janji untuk mengizinkanku untuk menginap di rumah orang tua ku. Sepertinya mulai hari ini aku menginap di rumah orang tua aku saja. Nanti Minggu depan kamu bisa menjemputku Bagaimana? ". Tanya Larissa kepada Revan.
Revan mulai bingung untuk menjawab apa? Karena mengingat Revan ternyata telah berjanji untuk mengizinkan Larissa menginap di rumah kedua orang tuanya. Hatinya berat untuk melepas rasa ingin berpisah sejenak.
Revan ketika ingin berucap Iya tapi rasanya sangat berat. Revan hanya dapat mengetik kata terserah dengan penuh berat hati. Larissa pun membalas pesan via WhatsApp dari Revan.
"Baiklah aku akan menginap di sini selama satu minggu". Larissa mengirim pesan dengan emoticon yang memohon akhirnya Revan mengizinkan Larissa untuk menginap di rumah kedua orang tuanya.
Di sudut lain Revan sedang berbincang dengan ayahnya. Tuan Azka banyak membahas tentang hal pembicaraan yang dilakukan oleh antara seorang ayah dan anak. Mulai dari pekerjaan, Masa depan anaknya , dan Anaknya cuma semata wayang dari Revan. Sudah hampir 2 bulan Revan tidak pulang ke rumah. Yumna pasti menanyakannya . Tapi hal itu bisa diantisipasi oleh orang rumah.
" Bagaimana keadaan anak saya Yumna ayah? ". Tanya Revan terhadap ayahnya
"Baik-baik saja". Sahut Tuan Azka.
"Hem,,,."
Revan hanya dapat menganggukkan sebagai tanda mengiyakan apa yang diperintahkan oleh ayah. Padahal hatinya sedang berperang
"Bagaimana aku ingin membuat cucu. Disentuh saja dia selalu marah dan menangis. Apa aku harus berucap kepada dia untuk cepat memiliki anak? Karena Ayah sedang menunggu cucu dari keluarga Wijaya". Lagi-lagi Revan mulai memikirkan Larissa.
Larissa yang sangat senang berada di rumah kedua orang tuanya membuat hati Revan ingin menginap di sana. Revan mulai menyuruh pak Robi untuk menuju rumah dan membawakan perlengkapan pakaiannya menuju rumah Larissa.
Semua perlengkapan yang telah diminta telah dipersiapkan Pak Robi untuk menuju rumah Larissa.
"Semua sudah siap tuan. Saya akan mengantarnya kerumah lrang tua Larissa".
Pesan Via What App berhasil terkirim.
Revan yang melihat isi pesan pak Robi nampak tersenyum dengan penuh kemenangan.
Revan meminta abrian untuk menghandle pekerjaannya selama satu minggu. Sebab Revan ingin bersantai dengan pekerjaannya. Sekaligus Revan ingin liburan surga duniawi bersama Larissa. Revan mulai menyeringakasih senyum yang akan menerkam mangsanya.
__ADS_1
Tok, Tok,,, Tok
Ketukan pintu mulai beradu dari pintu rumah Larissa. Ternyata itu adalah pak Robi yang mengantarkan pakaian Tuan Revan.
"Assalamualaikum".Ucap Pak Robi
"Waalaikumsalam. Eh, pak Robi sopirnya Tuan Aska ya .Ayo masuk-masuk pak ". Sahut Ayah yang membukakan pintu dan menyambut tamu yang datang.
" Iya Pak saya disuruh Tuan Revan Untuk mengantarkan ini". Pak Robi membawakan satu koper pakaian milik Revan.
" Wah begitu ya. Ya sudah saya panggilkan dulu Larissa. Larissa,,,, Larissa,,, Larissa,,".
Ucap Ayah yang berteriak memanggilnya .
Larissa mulai keluar dari dalam kamar dan melihat keberadaan pak Robi memegang satu buah koper. Larissa nampak bingung dengan isi koper tersebut. Apakah laris akan dikembalikannya kepada keluarganya? Hingga rasa bayang-bayang menjadi janda muda mulai terlintas di pikirannya.
"Astaga Apa yang kamu lakukan Revan? Kamu Memang Jahat. Kamu jahat dan memilih wanita simpanan itu dibandingkan aku". Gumam hati Larissa bergemuruh.
Pak Robi mulai memasuki rumah dan mengantarkan koper Tuan Revan untuk menginap selama satu minggu di rumah ini. Larissa yang mendengar penjelasan Pak Robi mulai bernapas lega. Ternyata pikiran Larissa tidak seburuk itu.
Larissa mulai membawa koper untuk masuk ke dalam kamarnya . Sudah hampir setengah jam pak Robi berada dari dalam rumah Larissa. Pak Robi yang telah lama bercengkrama dengan ayah mulai mengundurkan diri untuk pergi pulang ke rumah tuan AZka.
Satu jam Setelah dari kepergian pak Robi. Revan mulai datang dan menghampiri rumah Larissa.
Tok,,,, Tok,,, Tok,,, Ketukan pintu mulai beradu. Pak Mujahidin mulai membukakan pintu. Ternyata Revan telah banyak membawa paper bag dari kedua tangannya. Revan mulai masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum". Ucap Revan dan mencium tangan ayah mertuanya.
" Waalaikumsalam". Sahut Ayah yang menyambut kedatangan Revan.
Revan mulai memasuki kamar Larissa dan beristirahat di sana. Larissa yang telah selesai mandi dan mulai memasuki kamar mulai bingung melihat Revan telah berada di atas ranjang miliknya. Nampaklah senyum sinis menatap Larissa dengan lilitan handuk yang menonjolkan kedua balon indah yang sudah lama tidak dinikmati Revan.
Revan mulai memberikan isi paper bag yang telah dibawanya sedari tadi. Larissa membuka isi paper bag dan bingung dengan benda itu.
" Apa ini Ini mas?" Tanya Larissa
"Ini ada lingeria pakailah" Ucapan Revan dengan lembut
__ADS_1
Larissa yang mulai membuka lingeria dan melihatnya. Nampak malu dan bingung jika memakai benda ini. Revan mulai tersenyum menang dan ingin memakan Larissa dengan cepat. Hal apakah yang akan terjadi diantara mereka? Hanya Revan yang tahu tentang acara malam ini di antara Larissa dan Revan????