Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 63. Keadaan Amira


__ADS_3

Pagi hari Amira mulai terbangun dari tidurnya. Amira membuka kedua kelopaknya secara perlahan. Matahari telah menyambut paginya dengan penuh Indah akan pesonanya. Amira mulai merasakan ingin buanga air kecil dipagi hari.Amira membuka toilet dan mengambil satu gelas kosong untuk dijadikan bahan uji coba tes kehamilannya.


Amira secara perlahan membuka bungkus tespek yang telah diberinya melalui ojek online. Jantung Amira nampak berdetak secara tidak beraturan. Amira mulai mencelupkan tespek ke dalam cangkir yang telah berisi air seninya.


Tidak perlu menunggu waktu lama untuk mengetahui hasil dari tespek tersebut. Cukup menunggu tiga menit tespek telah menunjukkan hasilnya. Betapa terkejutnya Amira dan menjatuhkan tespek tersebut. tespek tersebut memperlihatkan garis dua yang menandakan Amira telah mengandung anak dari Richard .


Sudah hampir tiga minggu Amira telat haid dari perkenalannya yang hampir menjelang dua bulan setelah Amira berada di Perancis. Amira ingat betul betapa indahnya malam yang bergejolak dengan bujuk rayuan Richard yang beradu dengan sangat nikmat.


Amira nampak sedih dengan peristiwa hidup yang mulai mempertanyakan masa depan dan karirnya? Bukankah sudah berbagai macam wacana dari Amira yang akan menandatangani kontrak untuk karir cemerlangnyadimasa mendatang. Harus lenyap di depan mata ketika buah cinta Richard yang tumbuh dari dalam rahimnya.


Amira yang mulai gemetar Mulai mengambil handphone untuk menghubungi Richard. Bagaimanakah hubungan selanjutnya antara Amira dengan Richard? Apakah Richard akan bertanggung jawab dengan perbuatannya? Atau justru Richard sama seperti laki-laki brengsek yang ada di luar sana?


Sudah beberapa kali Amira menelpon Richard namun tak juga diangkat Richard. Amira nampak gemetar ditambah lagi hasil tespek yang ada di depan matanya. Amira mulai terbayang akan hasil tespack yang mengganggu pikirannya. Amira yang berjalan secara tatih-tatih menuju atas ranjang mulai merebahkan tubuhnya di sana.


Kepala Amira terasa berat dan pingsan seketika diatas ranjang karena beban hidupnya yang akan hancur atau Entahlah Apa yang akan terjadi selanjutnya. Hanya Amira yang dapat menangani Hidupnya sendiri.


Dilain tempat Richard yang telah selesai bekerja mulai memainkan Handphonenya. Richard melihat notifikasi dari handphone yang ternyata sudah beberapa kali Amira menelphonenya namun tidak diangkat oleh Richard . Hal ini karena Richard sedang sibuk bekerja.


Richard mulai menghubungi Amira. Tapi Amira tidak mengangkat telephonenya ketika dipanggil oleh Richard. Hal ini karena Amira sedang pingsan di atas ranjang. Richard yang khawatir akan keadaan Amira mulai mendatangi apartemen Amira yang tidak jauh dari Lokasi tempatnya bekerja hari ini.

__ADS_1


Sudah hampir sepuluh menit perjalanan Richard menuju apartemen hingga sampailah di apartemen tempat Amira tinggal. Richard langsung masuk melalui pintu yang telah diketahui tentang PIN dari ganggang pintu tersebut.


Richard telah emmasuk apartemen Amira. Richard memanggil-manggil nama Amira. Namun tidak ada sahutan dari dalam ruangan.Secara perlahan Richard mamasuki kamar dan melihat Amira terbaring diatas ranjang.


Richard pikir Amira kelelahan dan merebahkan tubuhnya disana. Richard yang mulai ingin membuang air kecil melangkahkan kaki menuju toilet. Richard melihat bungkusan tespek dan mulai melihatnya.


Betapa terkejutnya Richard akan hasil dari tespek tersebut. Richard sudah berpikir akan kehamilan Amira. Dia telah menggoyang tubuh Amira selamat berhari-hari disetiap minggunya tanpa ampun. Hingga Richard dan Amira menghasilkan buah cinta diantara mereka.


Akan Richard lari dari tanggung jawab? Atau Richard akan mempertanggung jawabkan perbuatanya? Hanya Richard yang mampu menjawabnya. Richard mulai mendatangi Amira dan menuju atas atas ranjang.


Richard yang melihat Amira yang bercucuran keringat panas dingin membuat Richard khawatir. Richard mulai menghubungi ambulans dan membawa Amira ke rumah sakit terdekat. Richard nampak khawatir akan kesehatan sang kekasih.


Nampak mulai membuka kedua kelopak mata secara perlahan. Tubuhnya masih sangat lemah. Amira shock akan kejadian pagi tadi karena melihat hasil tespek. Matanya melirik Richard yang benar-benar ada di depan matanya. Richard menggenggam erat tangan Amira. Amira mulai meneteskan air mata akan kebaikan Richard.


Pikiran Amira mulai terbayang akan kehamilanya. Amira sekuat tenaga ingin menjelaskan kepada Richard . Tapinjustru Richard menyuruhnya untuk diam. Richard mengetahui semuanya. Bahkan membawa tespek yang ada di tangannya tanpa perlu menjelaskan tentang apa yang telah terjadi.


Akan Richard bertanggung jawab dengan perbuatannya? Atau justru sebaliknya?


Amira menatap dengan penuh iba kepada Richard. Richard hanya dapat melihat dan merasa kasian akan keadaan Amira. Dua mata pandangan saling beradu. Richard mulai berbicara panjang lebar kepada Amira. Richard berusaha menenangkan pikiran Amira.

__ADS_1


Seberkah cahaya yang bersinar telah hidup kembali. Ini adalah kesempatan Amira untuk memperbaiki semua. Bayang-bayang Richard yang akan pergi dari tanggung jawabnya justru berbanding terbalik dari pikiran Amira yang membuatnya sampai pingsan. Richard adalah laki-laki yang masih mempunyai hati nurani.


Richard bersedia dengan sepenuh hati untuk menanggung beban tanggung jawab dan menikahi Amira secara agama. Richard sangat bersedia untuk menikahi Amira meski hanya secara agama. Karena mengingat kontrak kerjaan Richard yang masih ada terikat dengab kerjaan di perusahaan lain.


Hal ini Jika tidak dilanjutkan kontrak mengakibatkan karir Richard harus hancur dan membuat Richard mengganti rugi berbagai macam kontrak diperusahan. Amira yang memahami tentang keadaan Richard hanya mampu menganggukkan kepala sebagai tanda iya.


Dari pada anak ini lahir tanpa seorang Ayah. Mau tidak mau Amira harus mengalah dan membuang egonya untuk memutuskan masa depannya. Amira yang masih memiliki hubungan asmara dengan Revan mulai memikirkan hubungan mereka berdua.


Amira harus berpikir secara jernih untuk memutuskan Revan secara baik-baik. Mengingat Revan telah berjasa dari perjalanan hidupnya.


"Oh Revan maafkan aku. Aku sungguh keterlaluan kepadamu", Gumam hati Amira merasa bersalah.


Padahal Revan telah lebih dulu melakukan penghianatan terhadapnya. Tapi Amira merasa bersalah akan perilakunya yang telah bermain api. Andai Amira mengetahui Revan yang lebih dulu Berhianat karena paksaan orang tua kepada Amira. Pasti Amira tidak akan mengenal Revan Lagi.


Richard mengurus pembayaran penangan rumah sakit Amira. Richard sangat perhatian terhadap Amira. Karena Amira tidak ada keluarga disini. Richard memberikan waktu luang untuk merawat Amira. Amira sangat terkesima akan perilaku Richard.


Richard mulai menghubungi ibunya .Karena dinegara Perancis Richard hanya hidup berdua dengan ibunya. Sudah hampir satu jam Richard berada di luar ruangan meninggalkan Amira yang tertidur karena efek obat.


Sudah berbagai macam hal Richard menjelaskan Keadaan Amira terhadap ibunyan. Ibu Richard yang seorang wanita sekaligus seorang ibu mengerti akan Perbuatan tidak baik dari putra dan seorang calon menantunya.

__ADS_1


Richard menutup telephone dan kembali kedalam ruangan untuk melihat Amira. Amira nampak tertidur karena kelelahan. Richard menggemgam tangan Amira dan ikut tertidur disamping Amira. Mereka berdua saling tertidur dan menguatkan keadaan satu sama lain. Hari ini telah berlalu ujian hidup Amira dan Richard


__ADS_2