
Amira yang terbangun dari tidur mulai merasakan tidak enak badan. Amira memesan obat dan tespek melalui ojek online.Rasa aneh mulai menggerogoti tubuhnya.
Sudah telat haid selama tiga minggu ini membuat Amira mulai khawatir. Akan dirinya Hamil? Hanya Amira yang akan mengetahui hal demikian
" Apakah aku hamil atau tidak enak badan saja Ya? ", Gumam hati amira mulai berbicara.
Amira menepis pikiran buruknya. Seketika dia berpikir positif akan dirinya pasti baik-baik saja. Waktu telah berlalu dengan sempurna kini malam yang menyambut Amira dengan penuh tanda tanya.
Tok,,, Tok,,,, Tok,,,, Tok,,,,.
Ketukan pintu mulai beradu. Amira tidak mendengar ketukan pintu tersebut. Seseorang mulai menekan bel beberapa kali.
Teng nong,,,, Teng Nong,,,,
Suara bel mulai berbunyi. Namun tak juga didengar oleh Amira. Nampaklah bunyi telepon yang mulai berbunyi. Amira yang tersadarkan akan lamunannya mulai membuka handphone. Dari notifikasi handphone Amira ternyata dari ojek online.
Ojek online telah membawakan barang pesanan Amira. Amira mulai menuruni anak tangga untuk membukakan pintu. Ternyata sekarang ojek online telah berada tepat di depan pintu apartemen Amira. Amira mengambil dan membayarnya barang pesannya.
Amira mulai meminum obat serta mengistirahatkan tubuh diatas sofa. Sudah banyak Amira tertidur dan masih saja rasa lelah menyelimuti tubuhnya. Badannya tidak demam karena panas. Tapi dirinya ingin selalu mual dan berasa pusing.
Ada apakah gerangan dengan diri Amira? Hanya Amira yang dapat mengetahui hal tersebut. Di lain tempat Revan dan Larissa telah berada di kamar yang sama. Revan memanjakan Amira dengan mengangkat tubuhnya ala breeder style.
Revan Sudah lama tidak menggauli tubuh indah Larissa. Kini Revan mulai meminta jatah akan dirinya. Revan mulai metakkan tubuh indah sang istri di atas ranjang.Satu persatu pakaian Larissa mulai dibuka Revan secara perlahan.
Revan membuka dengan penuh kelembutan dan perlahaan. Bibir Larissa dan Revan mulai beradu sampai keleher hingga ke bagian dua benda kenyal yang selalu di inginkan oleh Revan. Revan sudah merasakan panas ditubuhnya ingin rasanya Revan cepat mrlalukan aktifitas selanjutnya
Ketika Revan ingin beraktifitas untuk menuju segitiga bermuda.Hal itu justru dihentikan oleh Larissa seketika.
__ADS_1
"Maafkan Aku Mas. Aku sedang kedatangan tamu bulanan". Suara itu menghentikan aktifitas Revan seketika.
Tiba-tiba kedua bola mata Revan terbelalak dengan mendengar ucapan dari kedatangan tamu yang baru diucapkan Larissa.
Apalah daya hal yang dikehendaki oleh Revan Justru tak dapat kesampaian malam ini.
Larissa menyelimuti tubuhnya kembali .Revan mulai memasang pakaianya kembali. Mereka berdua saling beradu pandang dan saling kecewa karena keadaan. Larissa diam-diam juga menginginkan belaian mesra dari sang suami.
Sudah lama Larissa tidak merasakan hal itu. Begitupun dengan Revan yang sudah lama tidak merasakan Indah tubuh Sang istri. Apalah daya dari kedua pasangan suami istri yang tidak mendapatkan nikmatnya surga duniawi.
sayang suara itu ditujukan untuk Larissa Iya ada apa tanya Larissa kepada rekan
"Ayah satu minggu lagi akan melangsungkan pernikahan kita dengan megah. Ayah sudah mengurusnya dengan bawahannya. Jadi persiapkanlah dirimu".
Deg,,, Suara jantung Larissa mulai terkejut atas perkataan Revan. Revan tidak pernah membicarakan tentang pernikahan megah di antara mereka berdua. Revan pun terkejut mendapatkan kabar hal ini dari ayahnya. Begitupun dengan Larissa yang baru dikabarinya.
Sayang,,,, Sayang,,, Sayang,,,.
Suara Revan tak terdengar oleh Larissa. Larissa mulai menggoyangkan tubuh Larissam Larissa tersdarkan dari lamunannya.
"Kenapa mendadak sekali? Kenapa tidak memberitahu aku jauh-jauh harisayang? Aku sungguh terkejut akan ucapanmu?" Sahut Larissa dengan penuh kebingungan.
Hal apakah nanti akan dilakukan Larissa. Larissa bahkan bingung dengan keadaan.
"Sudahlah kamu siapkan diri saja. Semua sudah diatur. Semoga acara kita lancar. lagi pula kan ini acara kita juga. Hal ini untuk pernikahan kita secara sah dimata negara. Tidak hanya dimata agama saja ". Ucap Revan dengan mengelus bahu dan memeluk Larissa dengan erat.
Revan mulai jatuh hati terhadap Larissa secara perlahan. Karena berhari-hari Revan yang kesehariannya selalu di hiasi oleh kehadiran Larissa. Larissa membalas pelukan Revan. Mereka saling berpelukan satu sama lain diatas ranjang yang sama. Revan dan Larissa mulai memejamkan matanya.
__ADS_1
Dilain tempat Amira masih dengan keadaan yang sama. Amira mulai mengambil sehelai roti dan satu buah apel dari dalam kulkas .Amira mengganjal perut dengan sehelai roti dengan selai kacang dan coklat.
Secara perlahan Amira memotong buah apel untuk d makanya.
"Ah ". Suara amira kesakitan. Amira terluka karena mata pisau melukai jemari telunjuknya. Amira menghisap jari telunjuk tersebut. Lagi-lagi amira mengingat buah pisang milik Richard yang selalu diperlakukanya dengan demikian
Lagi-lagi bayangan Richard selalu ada disetiap aktifitasnya. Amira mulai memakan roti dan buah apel secara perlahan. Keadaan tubuh Amira sedikit membaik ketika Amira telah makan malam dengan menu seadanya.
Amira mulai merebahkan tubuhnya diatas sofa dan menonton Televisi disana. Amira melihat tayangan Richard yang sedang memperagakan busana dengan penuh indah dan ketampanan Richard membuat Amira mabuk kepayah karena pesona yang ditunjukan Richard.
Banyak para gadis muda yang menggilai Richard. Tapi Richard memilih Amira untuk menikmati tubuhnya. Para Fans mulai berbondang-bondong untuk meminta tanda tangan Richard sebagai kenang-kenangan. Hal ini justru membuat Amira merasa cemburu.
Entah karena rasa takut kehilangan atau justru. Justru apa ya? Ayo tebak deh para pembaca setia Author.
Entah cemburu atau karena urusan perut hal ini membuat Amira menghubungi Richard. Amira mengetikan pesan singkat untuk berucap. Jika diartikan dalam bahasa indonesia seperti ini.
"Kamu jangan nakal ya". Pesan singkat dari Amira untuk Richard mulai terkirim. Richard yang kebetulan sedang online langsung membalas pesan dari Amira. Nampaklah Emoticon love dan berpelukan selayaknya pasangan kekasih yang tidak ingin terpisah.
Hal ini digambarkan oleh Amira jika Richard juga sangat menjaga perasaan dan dirinya untuk Amira. Bisa dilihat dari perilaku Richard yang selalu mengutamakan Amira dimanapun berada .Bahkan ketika lagi bertemu Fans yang lagi live ditayangan televisi Richard langsung membalas pesan Amira dengan cepat.
Entah karena dari awal percintaan memang seperti ini .Tapi Amira sangat yakin jika hati dan raga Richard hanya untuk Amira seorang. Akankah hal ini akan terjadi dengan sesuai kenyataan yang dipikirkan Amira? Atau justru hal ini hanya babak baru dari hubungan Richard dan Amira.
Bukankah setiap laki-laki yang jatuh hati kepada wanita pasti awal-awalnya selalu mengutamakan incarannya. Apakah Richard juga sama seperti laki-laki brengsek lainya?
Ketika manis sepah dibuang begitulah perumpamaandari istilah.
Tubuh Amira mulai lelah Amira mulai merebahkan tubuh untuk menuju atas ranjang. Disana dia mulai emmejamkan kedua matanya untuk menikmati tidur malam yang indahm Seindah hubungan awal amtara Amira dan Richard.
__ADS_1