Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 9 Kesedihan Hati


__ADS_3

Makan malam bersama telah dimulai. Lauk seadanya tapi,keluarga lengkap dan utuh tak lupa akan syukur Larissa yang telah diucapkan Larissa dengan sepenuh jiwa dan raga.


Larissa menatap dengan penuh iba akan keadaan fisik ayah. Ayah tidak sesehat dulu . Kini beliau dalam keadaan stroke hati ini rasa teriris melihat semua. Kini hanya ibulah yang menjadi tulang punggung sepenuhnya .Ibu menjadi buruh lepas panggilan yang bekerja kemana-mana membantu pekerjaan rumah tangga yang memerlukan jasanya. Tapi diriku akan terus bertekad untuk bisa mandiri dengan pekerjaan yang akan aku lakoni dengan sepenuh hati dan jiwa.


Gemuruh semangat di dada tidak sabar akan bekerja.


Flashback on,,,,,.


Tepatnya kurang lebih tiga bulan yang lalu.


Suatu ketika ayah sudah mulai sakit. Ayah pada saat itu sudah mulai sakit tekanan darah tinggi. Terkadang sakit kepala bagian belakang kambuh .Tapi terkadang tidak. Silih hilang berganti menyerang setiap saat.


Hingga akhirnya ayah ingin mandi untuk membersihkan diri dan ambruk disana. Ayah sudah tidak sadarkan diri. Aku ketuk pintu kamar mandi tidak ada suara disana. Padahal aku lihat ayah baru saja memasuki kamar mandi. Ku panggil berkali kali tidak ada jawaban dan aku panggil ibu. Ibu berusaha mendobrak sekuat tenaga pintu. Secara bergantian kami berdua mendobraknya. Tampak jelaslah ayah tersungkur tepat diatas lantai disana. Ayah,,,,, Ucapku lirih.


Dirumah sakit ayah ditolong oleh tim medis. Banyak peralatan pemasangan alat yang menyertai raga ayah. Aku hanya bisa terdiam sendiri meratapi hidup dan aku lihat ibu sedang menangis tersedu sendu. Aku mulai memeluk ibu, Ibu dan aku mulai berpelukan.


Hampir satu jam lebih berlalu ibu tidak bisa diam gelisah melanda jiwa. Ibu mondar mandir di depan ruangan. perasaan takut, kecewa hancur semua menjadi satu.


"Keluarga pasien.." Hingga akhirnya suara itu menghentikan rasa cemas didalam dada.


" Iya saya". Sahut ibu


"Silahkan masuk dan temui pasien bu. Jangan lupa urus administrasi nya". Ucap perawat


"Suara perawat meminta uang. Ibu tidak banyak cukup uang kas. Ibu berpikir akan menjual sawah dan ladang perkebunan untuk biaya perawatan ayah. Ibu pergi berlalu dan melihat keadaan ayah biarlah beberapa aset ku jual untuk kesehatan belahan jiwa ucap ibu lirih dalam hati"!.


" Sayang jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa merawat anak kita satu satunya sendirian. Aku akan menjaga mu sekuat kuatnya aku. Tapi tolong sadar dan sehatlah kembali". Ucap Ibu


Suara Ibu membuat ku menangis. Ibu tulus sekali dengan ayah bahkan dalam keadaan susah seperti sakit seperti ini Ibu masih mau menemani dan merawat ayah.

__ADS_1


"Sayang cepat bangun aku rindu dengan belaian dan mendengar ceritamu setiap hari ku". Ucap ibu dengan kesedihan.


Aku tersungkur dan terduduk dilantai hatiku terasa teriris. Aku tidak bisa seperti ini. Aku harus bangkit. Suara tangisan Ibuku membuat aku tidak berdaya.Rasanya duniaku sedang dalam badai besar.


" Ayah,,,,". Ucapku lirih


Ibu yang kini menjadi buruh lepas membulatkan tekad aku untuk bisa bekerja paruh waktu. Satu sisi aku niatkan untuk sekolah tapi disisi lain aku niatkan untuk membantu kedua orang tua ku.


Malam kini mulai semakin larut. Aku menatap semesta dari balik jendela. Aku pandang kini langit mulai menghitam. Angin berhembus dengan penuh kasar. Sambaran kilat mulai dimana-mana. Menandakan akan turun hujan.


Tik,,,, Tik,,,,, Tik.


Rintik hujan mulai turun membawa suasana ku menjadi ngantuk untuk menghadapi semesta. Aku memutuskan untuk tidur berisitirahat karena seharian sudah beraktifitas yang sangat melelahkan.


Aku mulai lelah dan tertidur.


Aku lihat dimeja makan ada tudung makan berwarna biru. Kubuka tudung makan ini. Hanya ada beberapa helai roti dan susu coklat. Ku pergunakanlah untuk makan pagi ku. Ku panggang roti itu dengan susu coklat di sebuah teflon. Tak lupa aku taburi atasnya dengan gula putih agar terlihat nikmat.


Wangi aroma roti panggang ku telah tercium nikmat. Perutku meronta-ronta untuk minta isi. Roti panggang ku siap untuk disantap. Ku ambil piring untuk roti panggang ku. Roti panggang siap dihidangkan. Ku ambil segelas air putih untuk minuman. Aku mulai memakan.


Sarapan Larissa telah usai. Larissa siap-siap untuk pergi berangkat sekolah. Tak lupa sebelum berangkat sekolah larissa berpamitan lebih dulu dengan orang tua. Ayah Larissa telah menjadi penunggu setia dalam rumah. Ibu Larissa sudah pagi-pagi sekali berangkat berkerja. Karena, dikampung sebelah lagi ada hajatan. Larissa berlalu dengan menggunakan sepeda motor metik untuk menuju sekolah.


Disepanjang jalan, Larissa disuguhkan dengan pemandangan alam yang masih asri. Tampaklah pesawahan yang masih membentang jauh milik saudagar kaya Haji mansyur pemilik dari sawah ini.


Tak terasa Larissa telah sampai di pintu gerbang sekolah. Larissa mulai memarkirkan sepeda motor metiknya. Adit dan Larissa bertemu diparkiran sekolah .Adit menyapa Larissa.


" Selamat pagi Larissa".


Dengan senyum khas dari Adit. Karena, Adit adalah siswa yang murah senyum.

__ADS_1


"Eh Adit selamat pagi. Akhirnya kamu sekolah juga". Sahut Larissa


" Ayok kita masuk kelas". Ajak Adit.


Disepanjang jalan Adit tampaklah bingung. Tidak biasanya para cewek-cewek menatapnya sinis. Sedari di parkiran hingga akhirnya menuju ruang kelas. Wajah cewek-cewek tampak sinis dan berbisik seakan menghakimi Adit.


Adit merasa ada yang janggal. Biasanya Adit jika lewat lorong kelas selalu disapa oleh cewe-cewe sekolah . Bahkan untuk tersenyumlah kepada mereka Adit dibalas tatapan datar oleh mereka. Hingga akhirnya Adit telah sampai dikelas.


Adit yang biasa dikelas selalu semangat kini mulai bingung. Bahkan sifat Dita yang biasa semangat ketika menyambut Adit lebih memilih diam.


"Hay semua " Sapa Adit terhadap Dita, Rika dan Diva.


"Hay" Sahut Diva dan Rika.


Dita berpura-pura tidak mendengar dan tidak melihat . Dita sedang asik dengan buku yang dia baca dan headset di telinga yang lagi asik mendengarkan musik.


"Gak kerasa beberapa hari ini kamu gak sekolah Adit". Ucap Diva


"Iya Diva. Aku ada musibah soalnya". jawab Adit


"Hah musibah . Maksudnya?" Tanya Rika


"Nanti aku ceritakan jika sudah sampai kantin saja". Sahut Adit .


"Kamu udah tahu belum berita hari kemarin, dan hari ini?" Ucap Larissa dengan penuh pertanyaan.


"Emang ada apa Larissa? Tanya Adit .


"Anak-anak melihat vidio kamu dirumah sakit sedang asik mengobrol dan tertawa lepas. Tak lupa foto kamu juga sedang mendorong kursi roda. Tepat tangan kiri mu menyentuh bahu wanita ini. Ini aku tunjukkin". Larissa Mulai menunjukan Handphone kepada Adit

__ADS_1


__ADS_2