Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 16 Dirumah revan


__ADS_3

Tiba-tiba Rika menemukan sesuatu ketika berada pada toko buku tersebut .Tampaklah Rika melihatnya tanpa mengedip sedikitpun


"Ya ampun lelaki itu. itukan yang kemarin Aku lihat waktu di gunung. Harus foto dulu nih orang untuk aku kasih lihat kepada Dita.". Ucap Rika.


Hasil foto yang telah di foto langsung dikirimkan kepada Dita melalui via WhatsApp. Dita yang sedang aktif mulai membuka foto tersebut. Nampak kagetlah dengan wajah yang tampan dan rupawan telah dilihatnya. Mirip sekali dengan orang yang dilihatnya waktu traveling kemarin.


"Dita kamu melihatkan ? Ingat tidak dengan foto siapa itu. Ayo tebak". Tanya Rika


"Ingat banget Rika dimana kamu ketemu sama orangnya?" Tanya Dita.


"Aku ketemu pas di toko buku yang juga menjual mainan anak anak didalam toko tersebut . Aku kaget bisa ketemu kembali . Waduh ganteng banget lagi". Sahut Rika dengan antusias


"Iya ganteng banget". Ucap Dita.


"Udah dulu yah aku cuman mau ngasih tahu tentang ini". Sahut Rika.


Rika berhenti menghubungi Dita melalui via WhatsApp.


"Rika kamu sedang apa?" Tanya Larissa.


"Aku hanya melihat mainan anak anak disini". Jawab Rika.


" Ayok kita ke kasir untuk membayar buku ini". Jawab Larissa .


Larissa pergi ke kasir dan membayar mainan . Larissa mendapat diskon dan hadiah mainan anak-anak karena berbelanja dengan yang ditargetkan. Tampaklah dari belakang Larissa mulai mengenali bentuk fisik seseorang . Tapi seseorang ini sedang bergandengan tangan dengan tuan Revan .


Pikir Larissa munkin hanya kebetulan saja .


"Orang yang fisiknya seperti tuan Revan juga banyak munkin aku salah lihat saja". Gumam dalam hati Larissa


Rika kaget dengan apa yang dilihatnya. Hatinya mulai kecewa. Ternyata orang yang dikagumi sudah beristri pikir Rika.


"Dasar lelaki dewasa sukanya sama yang body gol dan wanita cantik yang sepadan dengan dia". Ucap Rika dengan kecewa dalam hati .


Tampaklah dari dalam mobil tuan Revan melihat Larissa yang baru keluar dari toko buku. Larissa begitu cantik dengan polesan make up tipis dan seragam SMA nya tampak lebih anggun . Tuan Revan jadi teringat akibat insiden semalam ketika dari didalam mobil .


Pak Robi mulai melajukan mobilnya sebagai supir.


" Revan kenapa dari tadi aku bicara kamu tidak mendengar ucapan ku. Kenapa hanya menjawab iya atau tidak. Apa kamu sudah tidak sayang lagi dengan ku". Ucap Amira kekasih Revan selama setahun belakangan.


"Aku sedang sibuk Amira . Revan mulai memainkan tablet dan handphonenya untuk bekerja melalui email. Amira mulai merajuk dengan sikap Revan. Amira sibuk memainkan ponsel nya.


Revan tidak bisa konsentrasi akibat mengingat insiden kemarin pikirannya seketika kacau. Ditempat lain Rika memikirkan Revan. Rika pikir dengan polosnya jika Revan belum mempunyai istri. Nyatanya Revan telah memiliki seorang istri


"Larissa aku mau cerita mau dengar gak


apa?". Tanya Rika


"Apa?". Jawab Larissa.


"Pas kita waktu digulung. Aku lihat cowok dewasa ganteng banget. Aku ceritakan pada Dita".Ucap Rika.


"Lalu?". Tanya Larissa.


"Terus kami bertemu lagi pas


sedang menyusuri anak sungai. Aku memandangnya dengan penuh terpukau akan kelebihan fisiknya. Begitupun dengan Dita. Dita juga terpukau akan pesonanya". Sahut Rika.


"Terus ada apa lagi?". Tanya Larissa


"Ternyata aku tadi lihat lelaki itu ada pada toko mainan. Ternyata dia sudah beristri. Istrinya juga cantik dan bodynya mantep . Memang ya selera laki laki dewasa sukanya sama yang mantep di body dan cantik plus sepadan". Sahut Rika dengan ketus.

__ADS_1


"Emang kamu tahu dari mana kalau mereka sepadan?". Tanya Larissa


"Lihat saja perhiasan yang dikenakan perempuan itu. Aku sungguh melihatnya. Sangat mencolok dengan berlian yang ada pada jemari dan lehernya". Ucap Rika.


"Oh begitu". Sahut Larissa.


Larissa tidak memperdulikan perkataan Rika . Yang Larissa pikirkan hanyalah bekerja untuk mencari uang tambahan untuk biaya sekolahnya. Larissa dan Rika mulai melajukan kendaraanya. Tak terasa Larissa sampai didepan rumahnya .


"Terima kasih atas tumpangannya Rika". Ucap Larissa.


"Sama sama Larisa". Jawab Rika


Larissa mulai menuju rumahnya


"assalamualaikum ". Ucap Larissa


"Walaikumsalam". Eh anak Ayah udah pulang tumben sore di sekali pulangnya.


"Iyaa yah. Tadi Larissa mampir ke toko buku sebentar. Sahut Larissa.


" Baiklah kalau begitu kamu jangan lupa mandi dan beribadah". Ucap Ayah


" Baik ayah". Sahut Larissa


Larissa mulai mandi untuk membersihkan diri . Tak lupa Larissa beribadah kepada Tuhan . Larissa juga mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang . Larissa sangat lelah dengan aktifitas hari ini.


"Dua hari kemudian".


Tak terasa kini hari kedua Larissa mengajar les pribadi pada Yumna . Larissa sangat bersemangat dengan aktifitas sore hari ini.


Dirumah Revan Kurniawan Wijaya


Larissa dengan santai mengajar Yumna. Yumna dengan antusias dan semangat belajar dengan Larissa. Yumna justru sudah banyak mengetahui dunia pendidikan tingkat TK. Sekolah Yumna mengajarkan sangat baik dalam pembelajaran. Karena sekolah Yumna sekolah elit dan berkelas.


Sudah banyak lagu yang dinyanyikan Yumna. Tapi Yumna tidak kelelahan dengan tarikan suaranya. Sepertinya kepintaran dan suaranya bagusnya telah diwariskan oleh ibunya . Dinding rumah tidak ada terlihat foto ibu Yumna . Yang ada hanya foto keluarga dan beberapa lukisan hewan dan tumbuhan . Larissa melihat lihat dinding rumah . Nampak tak terlihat wajah mendiang almarhum ibu Yumna.


"Rumah sebesar ini tidak ada satupun gambar didinding almarhum ibu Yumna. Aku jadi penasaran dengan bentuk wajah dari almarhum ibu Yumna ". Gumam dalam hati Larissa.


"Ibu Guru". Ucap Yumna.


Suara itu membuyarkan penglihatan dinding yang dilihat Larissa .


"Iya Yumna ada apa?". Tanya Larissa


"Ibu guru tulisan ini sudah Yumna selesaikan coba lihat bagus kan tulisan Yumna?". Tanya Yumna


Larissa mulai melihat tulisan Yumna. tulisan yumna cukup bagus meski tidak tertata dengan rafi. Tapi masih bisa dibaca.


"Ibu guru ayok kita bernyanyi lagi" .Ajak Yumna


Larissa tersenyum dan mulai menilai tulisan dengan tiga bintang disampingnya tulisan Yumna. Yumna melihat gambaran bintang itu . Yumna nampak senang dengan gambaran bintang.


"Kenapa hanya tiga bintang ibu guru?". Tanya Yumna


"Agar kamu bisa rajin belajar lagi dalam menulis dengan baik dan benar plus rafi". Jawab Larissa


"Tapi tulisan Yumna sudah bagus". Sahut Yumna


"Iya cukup bagus Yumna. Ibu guru cuman kasih bintang tiga saja saat ini". Ucap Larissa.


" Bintang tiga itu seperti keluarga Yumna. Yumna, Mama, dan Papah. Tiga kan Ibu Guru bintangnya .

__ADS_1


Larissa menatap dengan iba terhadap Yumna. Yumna begitu polos berbicara dengan menjelaskan keluarganya. Meski tidak ada lagi mamanya Yumna . Tapi Yumna tidak kekurangan kasih sayang . Yumna dikelilingi oleh keluarga yang baik .


"Ohok ohok...ohok...".


Suara batuk Bu Najwa mengantarkan makanan dan minuman jamuan kepada Larissa.


"Silahkan diminum dan dimakan Ibu Larissa". Ucap Bu Najwa dengan wajah datar.


Larissa jadi sungkan untuk mengambilnya.


Yumna sudah mengambil biskuit ditangan kanannya.


"Ibu guru ayo makan biskuit ini". Ucap Yumna.


Larissa tersenyum. Tampaklah Yumna mulai memberikan satu biskuit untuk Larissa. Yumna mulai memasukan biskuit kemelut Larissa. Larissa membukakan mulutnya untuk suapan dari Yumna.


Nampak Yumna menyuapi ibu Larissa. Lirikan mata yumna sangat tajam kepada Larissa . Larissa merasakan kasih sayang anak muridnya ini. Larissa mulai mengusap kepala Yumna dan mendoakannya disana.


"Semoga engkau menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada orang tua, sukses dunia akhirat dan panjang umur Aamiin".


Kini pak Revan telah berada dibelakang Larissa sedari tadi. Aamiin ucap tuan Revan mengaminkan doa untuk putrinya.


Larissa berbalik dan nampak terkejut ketika tuan Revan sudah ada di belakangnya.


Papah ucap Yumna dengan semangat . Susu coklat yang penuh belepotan di sudut bibirnya menandakan betapa menikmatinya Yumna dengan hidangan yang telah disiapkan bu Najwa .


Dari sudut diding bu Najwa sedang memperhatikan Larissa, Tuan Revan, dan Yumna . Bu Najwa menggigit bibir bawahnya dengan wajah marah melihat pemandangan seperti ini.


"Papah mandi dulu nak papah habis pulang kerja ". Ucap Revan.


Revan berbicara kepada Yumna. Tak lupa pandanganya tidak luput dari gadgetnya.


Yumna mulai melingkarkan tangannya di kaki papahnya. Papahnya tidak bisa berjalan karena ulah Yumna dengan gemas.


"Papah Yumna mau ke mall".


Ucap Yumna


"Iya papah mandi dulu". Sahut Revan


"Yumna ayok kita belajar lagi. Sedikit lagi pembelajaran akan selesai". Ucap Larissa


Yumna dengan merajuk menjauh dari papahnya dan menuju ibu Larissa.


"Ibu guru Yumna mau ke mall. Ibu guru ikut ya" . Pinta Yumna mengajak Larissa


"Iya nanti kapan kapan ya yumna.


Sesekali Revan melirik kedekatan putrinya dengan bu Larissa. Paper bag itukan sama seperti yang aku datangi di toko buku siang tadi . Apa Larissa membeli buku di toko yang sama sepertiku siang tadi. Aku pikir aku hanya salah liat orang .Ternyata benar itu Larissa.


Tampaklah Larissa memberikan dua buku untuk Yumna . Ternyata benar yang aku lihat itu Larissa . Larissa yang baru dari toko buku.


Revan berlalu dari pandangan Yumna dan Larissa.


Larissa tidak berani melirik Revan . Larissa hanya memfokuskan pandangan dan mengajar kepada Yumna.


"Yumna kemarin sudah ibu kasih buku. Itu ibu membawakan buku lagi. Jadi buku ini sudah tidak dipelajari lagi. Minggu depan buku yang dipelajari ibu taruh di paper back dan disimpan yah Yumna. Kita belajar minggu depan".


" Siap bu guru". Ucap Yumna


Sebelum mengakhiri pembelajaran kita hari ini mari kita ucapkan Alhamdulillah.

__ADS_1


"Alhamdulillah ucap Yumna dengan semangat.


Yumna mulai membereskan buku buku di atas meja untuk ditaruh kepada tempatnya . Larissa mulai bersiap untuk beranjak pergi dan pulang menuju ke rumahnya.


__ADS_2