Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 18 Pertemun Dimool


__ADS_3

Dilain tempat Revan sedang memikirkan Larissa. Revan mulai jatuh hati terhadap kedekatan putrinya dengan Larissa . Larissa sangat cantik dan anggun akan penampilan memukau ini. Sungguh membuat hati Revan jatuh hati pada Larissa ketika sedang memandangnya. Pikiran Revan akhir-akhir ini terus tertuju pada Larissa. Apakah Revan jatuh cinta. Hanya hati Revan yang bisa menjawabnya.


"Sayang- sayang".Ucap Amira memanggil Revan dengan penuh lembut dan manja dari dalam mobil.


Suara itu membuyarkan pikiran Revan kepada Larissa


"Kenapa kamu sayang?". Ucap Amira


"Aku ada pikiran masalah kerjaan sedikit". Jawab Revan berbohong.


"Oh kerjaan awas kamu memikirkan yang lain selain diriku . Tapi kamu ini memikirkan kerjaan atau kerjaan sih? . Terus aku juga perlu perhatian kamu sayang". Ucap Amira dengan ketus dan menggulung-gulung rambutnya yang panjang dengan jari telunjuk.


"Minggu depan aku transfer uang untuk membeli tas kamu .Kemarin kamu mau tas kan?". Sahut Revan.


Amira mulai melingkarkan lengannya dan bermanja kepada Revan.Pemandangan ini membuat hati bu Najwa kecewa.


" Awas kalian. Akan aku pisahkan suatu hari nanti". Ucap Bu Najwa dalam hati .


Yumna mulai tertidur dipangkuan Bu Najwa.


Pak Robi kini mulai melajukan Mobilnya. Disepanjang jalan, Revan hanya memandang semesta alam dari balik jendela kaca mobil. Amira mulai tertidur di bahunya Revan. Bu Najwa begitu geram melihat pemandangan ini.


Sekarang Revan sedang memikirkan Larissa.


Gadis kecil itu sungguh menari-nari dalam pikiran Revan .


" Sungguh cantik sekali wanita ini ". Gumam hati Revan berbicara.


Perasaan mulai menyukai Larissa sudah mulai bersemi di jiwa Revan. Tak terasa pikiran itu menghantarkan Amira hingga akhirnya sampailah di depan rumahnya.


"Sayang -Sayang bangun. Sayang kamu sudah sampai di depan rumah".Ucap Revan.

__ADS_1


Revan mulai menggoyang-goyangkan tubuh Amira. Tapi, Amira tidak mau bangun dari tidurnya. Hingga akhirnya Revan mengecup mesra kening Amira. Amira pun terbangun seketika.


"Sayang kamu nakal di hadapan mereka jangan seperti ini. Aku malu". Ucap Amira dengan manja. Revan pun tertawa dan tersenyum tipis akan perilakunya Amira


Bu Najwa makin cemburu akan perilaku Pak Revan terhadap Amira. Amira pun mulai menuruni mobil. Tidak lupa Amira berpelukan dan bersalaman tangan kepada Revan.


'Bye ,,,Bye.


Lambaian tangan Amira terhadap Revan. Kini Pak Robi mulai melajukan mobilnya untuk menuju pulang ke rumah. Disepanjang jalan Revan nampak gelisah. Hatinya bergemuruh untuk memikirkan Larissa. Tapi di satu sisi lain Revan memikirkan untuk memutuskan Amira secara baik-baik. Karena Ibunya Revan tidak menyetujui hubungan Amira dan Revan.


Tibalah saatnya Revan sampai di halaman rumah. Dibarisan kedua Revan mulai membuka pintu untuk turun. Diikuti oleh barisan ketiga oleh Bu Najwa. Bu Najwa meminta tolong untuk Mas Revan memangku Yumna yang sedang tertidur pulas. Revan pun mengambil alih asuhan untuk mengambil Yumna dari dari Bu Najwa


Yumna tertidur pulas Di pangkuan Papahnya. Ketika, Bu Najwa ingin turun dari mobil. Tiba-tiba kaki Bu Najwa mulai terjatuh tepat di bahunya Revan. Spontan Revan terkejut dan memeluk Bu Najwa dari arah samping. Bu Najwa tersenyum penuh dengan kemenangan dan mengambil kesempatan untuk mencium aroma tubuhnya Revan.


"Ini sungguh segar. Aku sangat menyukai aroma parfum ini. Detak jantung ini seakan milikku". Ucap Bu Najwa dalam hati.


"Kamu tidak apa-apa?". Tanya Pak Revan.


"Iya tidak apa". Jawab Revan.


Revan pun tersenyum dan berlalu dari pandangan bu Najwa. Pak Revan hanya menganggap hal itu biasa saja. Tapi di hatinya Bun Najwa. Bu Najwa begitu kegirangan akan suatu kejadian yang tidak terduga yang telah terjadi diantara Bu Najwa dan Revan. Lagi-lagi bayang-bayang itu menghantui pikiran Bu Najwa . Bu Najwa sangat senang akan insiden tersebut.


Ketika Bu Najwa sedang berada di kamar Yumna. Bu Najwa terus memikirkan hal itu hingga akhirnya bayangan itu membuat Bu Najwa ikut tertidur di samping Yumna yang telah lebih dulu berada di kamarnya.


Kini Revan telah berada di kamarnya. Revan mulai memeriksa email untuk melihat pekerjaan yang telah dikirimkan oleh sekretarisnya. Ternyata tidak banyak pekerjaan untuk hari ini. Revan memutuskan untuk mengerjakannya Di kantor besok. Revan pun mulai memikirkan Larissa. Ada rasa detak jantung yang berlebih ketika, melihat Larissa.


Sungguh begitu Anggun dan cantik Larissa. Larissa juga sangat mudah akrab dengan Yumna. Seketika terlintas pikiran Revan untuk berpikir meminang Larissa. Walaupun perbedaan usia diantara mereka Mungkin jauh. Tapi hal ini tidak akan menyurutkan semangat Revan dalam pikiran konyol tersebut. Revan jadi teringat Larissa pada saat bertemu di sebuah toko buku.


Lalu bertemu Larissa kembali disebuah mall. bertemu secara terus di rumah untuk meles Yumna . Karena bayang-bayang itu sungguh menghantui Revan hingga akhirnya Revan pun tertidur dalam bayangannya.


Pagi hari kini Revan telah bersiap untuk pergi menuju kantor. Tak lupa Revan mengantar anak kesayangannya untuk pergi bersekolah seperti biasa. Revan Yumna dan Bu Najwa serta pak Robi berada dalam satu mobil Di setiap pagi Untuk mengantarkan Yumna sekolah. Yumna begitu senang bersekolah untuk bertemu teman-teman . Di sepanjang jalan Revan hanya melihat pemandangan semesta alam dari balik jendela kaca dalam mobil.

__ADS_1


Tak disangka Yumna mulai berbicara


" Papah Yumna mau ke mall sama ibu guru boleh nggak? Papah Yumna Habis belajar les pergi ke mall yah papah?" Ucap Yumna.


Pertanyaan itu sontak membuat terkejut hati Bun Najwa. Tidak disangka anak usia lima tahun tersebut memikirkan ibu guru yang baru dikenalnya dua minggu lalu. Namun terlihat sangat akrab terhadap Yumna . Bu Najwa memikirkan cara untuk menyingkirkan Larissa. Karena dia tidak ingin bersaing dengan wanita seperti itu.


Revan tersenyum dengan penuh kemenangan


"Iya nanti kapan-kapan Boleh ngajak ibu guru untuk pergi ke mall bersama Yumna. Memang Yumna mau ke mall Mengajak ibu guru untuk apa?" Tanya Pak Revan.


" Papah Yumna ke mall bersama ibu guru mau ajak jalan-jalan di mall. Mall itu enak sekali. Banyak makanan, mainan,barang-barang lucu. Yumna senang berjalan-jalan bersama ibu guru nanti .Boleh tidak papah?". Tanya Yumna.


"Kenapa tidak sama Bu Najwa saja?". Tanya Revan.


"Yumna kalau sama Bu Najwa, Yumna sudah sering. Yumna juga ingin berbagi kebahagiaan bersama ibu guru. Yumna boleh ya Papa ajak Ibu guru nanti?" . Ucap Yumna


dengan penuh rengek .


Papanya pun menganggukkan kepala untuk menandakan persetujuan. Jika nanti Larissa akan diajaknya pergi ke mall bersama -sama.


Bu Najwa mulai semakin tidak enak hati mendengar pernyataan Yumna dan pemandangan berbicara ayah dan anak tersebut .


"Secepatnya akan aku singkirkan Ibu Larissa ini. Sungguh mengganggu sekali Bu Larissa itu. Mudah akrab dengan anak kecil. Aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi terus-menerus. Lihat saja kamu Larissa. Cepat atau lambat kamu akan tersingkir dariku. Ingat itu ". Ucap Bu Najwa dalam hati.


" Terima Kasih Papah. Yumna senang sekali papah membolehkan Ibu guru untuk pergi ke mall bersama Yumna. Papah boleh ikut juga ya. Biar kita rame-rame ada nenek ada Bu Najwa ada papa dan ada pak Robi Yang menyetir mobil Yumna" . Ucap Yumna dengan antusias.


Tingkah laku Yumna sangat menggemaskan ketika mendeskripsikan semua yang diinginkannya. Anak kecil lima tahun ini sungguh pemurah hatinya. Yumna ingin berbagi kebahagiaan terhadap sesama.


Revan memang tidak mengenal Larissa. Secara latar belakang hingga akhirnya Revan memutuskan untuk memberi pekerjaan kepada seseorang agar mengetahui latar belakang dari Larissa.


Dari dalam mobil Yumna terlihat sangat senang hatinya bersorak gembira untuk mengajak Ibu guru pergi ke mall bersama keluarganya. Yumna terlalu senang akan hari ini. Yumna di sepanjang jalan menggambarkan kebahagiaan dengan terus bernyanyi lagu anak anak. Sungguh menggemaskan akan perilaku Yumna hari ini

__ADS_1


__ADS_2