Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku

Guru Bimbel Itu Ibu Sambungku
Bab 61. Rencana Hidup


__ADS_3

Pagi hari telah menyapa mereka berdua. Larissa bangun lebih pagi dan minta diantar untuk pulang ke rumah orang tuanya. Revan telah berada dari dalam kantor. Di sana langkah kaki Tuan Azka mulai perlahan mendekati ruangan Revan.


Tuan Azka menghampiri Revan. Ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Tuan Azka terhadap Putra semata wayangnya.


"Revan,,,,". Suara ingin menyapa Revan di pagi hari. Revan yang telah menikmati secangkir kopi mulai membalikkan tubuhnya dan melihat ayah yang datang ke ruangannya.


Revan yang melihat Ayahnya mulai menghampiri dan menyalami serta memeluk erat sang Ayah


"Ayah apa kabar ayah?".Revan mulai bertanya kabar keadaan sang Ayah tercinta.


"Alhamdulillah baik". Sahut ayah dengan semangat di pagi hari.


"Bagaimana keadaan putriku Ayah?. Sudah hampir dua bulan aku tidak menemuinya. Aku merindukan nya". Tanya Revan kepada sang Ayah.


"Dia baik-baik saja. Dia bahkan nyaris tidak mempertanyakan keberadaan mu. Banyak orang rumah yang menemaninya. Ayah menambah banyak memperkerjakan orang rumah agar putrimu tidak jenuh?". Sahut Ayah terhadap Revan.


"Wah syukurlah kalau begitu". Ucap Revan


"Bagaimana keadaan istrimu? Sudah hampir dua bulan kalian bersama. Apakah ada tanda-tanda kehamilan istrimu?" Tanya ayah dengan menaikkan alisnya.


Ingin Revan berkata jujur jika Larissa menggunakan Pil KB tanpa kesepakatan mereka berdua. Tapi hal itu pasti membuat ayah kecewa. Hingga akhirnya Revan menjawab.


"Sampai hari ini belum ayah. Kami belum tergesa-gesa untuk mendapatkan momongan juga". Sahut Revan dengan santai.


Ayah yang memaklumi jawaban dari Revan hanya dapat menganggukkan kepala sebagi tanda mengerti.


"Oh iya Revan kedatangan ayah kemari ingin memberitahukan satu hal". Ucap Ayah dengan Lantang.


"Apa itu ayah". Tanya Revan.


"Ayah akan melangsungkan resepsi pernikahan kalian berdua dengan megah. Ayah ingin membuat acara yang sudah ayah dan ibu rangkai bersama.Waktunya tinggal satu minggu lagi. Semua acara sudah ditangani oleh orang bawahan ayah jadi kamu tinggal mempersiapkan diri saja". Ucap Ayah menjelaskan.


"Mengapa secepat ini? Kenapa harus dengan megah? Bagaimana perasaan Amira?". Gumam Hati Revan.


"Revan,,,". Suara Lantang ayah menghentikan lamunan Revan.


"Iya ayah????". Sahut Revan.

__ADS_1


"Sedang kenapa kamu? Apakah kamu merasa keberatan akan hal ini?". Tanya Ayah


"Tidak ayah. Kami akan menyiapkan diri". Sahut Revan terhadap Ayahnya.


"Baiklah kalau begitu. Ayah akan bekerja kembali. Ditunggu waktu kamu untuk kedepannya". Ucap Ayah terhadap Revan.


Ayah mulai meninggalkan ruangan Revan.


Revan mulai berpikir harus dnegan cara apa menjelaskan kepada Amira. Perasaan bercampur aduk akan semua ini.


Disudut lain Amira sedang asik bermesraan dengan Richard. Lagi- lagi Amira terpesona dengan Richard. Hari ini sudah hari kesekian kebersamaan diantara mereka.


Dering,,, Dering,,, Dering,,,.


Suara telephone Richard mulai berbunyi. Hal ini menjadikan aktifitas Richard terhenti akan bermesraan dengan Amira. Amira hanya menunggu Richard yang sedang asik bertelepon nan dengan orang lain menggunakan bahasa Rusia.


Richard adalah orang campuran. Ayahnya seorang warga negara Rusia. Sedangkan ibunya warga negara Perancis. Hidup Richard menetap hampir lima tahun d Prancis setelah perceraian dari kedua orang tuanya. Richard yang berbahasa Rusia membuat Amira tidak mengerti dengan maksud dan tujuannya.


Richard mulai kembali keatas ranjang dan meminta izin untuk pergi lebih awal. Amira yang mulai mengerti dengan aktifitas Richard hanya dapat mengangguk sebagai tanda mengiyakan akan kepergian sang kekasih.


Amira akhir-akhir ini sering merasa pusing lelah dan mual .Dia merasa tidak enak badan dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang kembali untuk beristirahat.


Bahkan untuk mengabari Larissa melalui telephone pun tidak sempat dilakukanya. Tidak ada notifikasi dari Revan di handphone Larissa. Larissa mulai merebahkan dirinya kembali diatas ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya kembali.


Revan yang telah selesai meeting mulai menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan menjemput Larissa. Revan sengaja tidak mengabari Larissa seharian karena ingin membuatnya merasa tenang tanpa dirinya.


Revan mulai melajukan mobilnya.


waktu sangat sempurna untuk berlalu.


Tak terasa perjalanan Revan telah sampai didepan teras rumah Larissa. Revan mulai menjemput Larissa. Larissa yang tertidur karena kelelahan mulai dibangunkan oleh ibunya.


"Nak bangun suamimu telah datang". Suara itu mulai membangunkan Larissa. Ibu menggoyang-goyangkan tubuh Larissa dengan Keras agar Larissa bisa terbangun.


Ibu mulai keluar kamar Larissa. Revan mulai mengetuk pintu rumah.


"Assalamualaikum". Revan mengucapkan salam ketika memasuki Rumah Tak lupa Revan menyalami tangan sang ibu mertua.

__ADS_1


"Walaikusalam" Sahut Ibu.


Ibu dan Revan saling tersenyum satu sama lain. Revan mulai dipersilahkan duduk untuk menunggu Larissa.


"Enggak menginap dulu hari ini nak?". Tanya ibu kepada Revan yang baru datang.


"Tidak ibu. Besok Revan ada kerjaan lagi nanti lain kali saja". Sahut Revan dengan Lembut.


Larissa yang baru terbangun dari tidurnya mulai keluar kamar karena telah dibangunkan ibu. Revan mulai berpamitan kepada Ibu Larissa untuk meminta izin pulang kerumah bersama Larissa.


Kepergiaan mereka diantarkan oleh ibu Larissa. Karena ayahnya Larissa sedang tidur dan mengistirahatkan tubuhnya.


Revan membukakan pintu mobil untuk Larissa. Mereka pulang bersama menyusuri padatnya perjalanan mobil diwaktu senja.


Tidak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Revan mulai menyetel Tv dari dalam mobilnya. Iklan yang sedang mempromosikan model cantik si Amira terpampang nyata dari layang Tv didalam mobil Revan. Lagi-lagi perasaan Larissa mulai teriris karena melihat Amira dari dalam layar Tv.


Ingin rasanya Larissa menghentikan tayangan tersebut. Tapi apalah daya Larissa hanya menumpang didalam mobil tersebut. Tak terasa kini mereka telah sampai didepan rumah. Larissa mulai menuruni mobil dan memasuki rumah .Revan telah lebih dulu memasuki rumah.


Ketika Larissa ingin membuka pintu kamar sebelah. Revan mulai menggenggam tangan Larissa untuk tidak tidur disana. Tangan Larissa digenggam lembut oleh Revan .Revan sangat menatap wajah cantik milik Larissa .Tidak ada pembicaraan mereka berdua.


Hanya bahasa tubuh yang mampu mengisyarakatkan akan perdamaian diantara mereka berdua. Larissa yang menuju kamar yang sama hanya terduduk di tepi ranjang. Perut Larissa mulai lapar. Suara itu mulai terdengar sama-samar.


"Apa kamu lapar?". Tanya Revan terhadap Larissa.


Larissa hanya dapat menganggukkan kepala sebagai tanda iya karena perutnya benar-benar lapar.


Lagi-lagi Larissa tidak ingin bicara terhadap Revan.


Revan yang mengerti keadaan Larissa hanya dapat memesan makanan dari aplikasi ojek online. Revan memesan nasi goreng sebagi menu makan malam diantara mereka berdua. Revan mengerti keadaan Larissa yang merajuk karena perilakunya saat disekolah.


Revan mulai menggenggam tangan Larissa dan memeluknya. Banyak kata kata mesra yang curahkannya terhadap Larissa. Padahal lelaki itu tidak pernah memperlakukan Larissa dengan demikian. Ucapan Mesra itu sangat indah didengar oleh telinga. Secara perlahan perasaan Larissa mulai luluh kepada Revan.


Revan benar-benar menyihir Larissa dengan kata-kata yang indah dan romantis. Sudah hampir lima belas menit berlalu Larissa mendengar bel rumah berbunyi ternyata Ojek online yang membawakan mereka makanan.


Larissa pergi ke dapur untuk mengambil dua piring.


Mereka makan bersama dengan penuh kedamaian. Larissa makan dengan sedikit belepotan. Ada butiran nasi disudut bibirnya Revan mengambilkan butiran nasi tersebut dan mengusap pelan bibir larissa. Sudah lama Revan tidak memainkannya.

__ADS_1


Pikiran mesum Revan mulai terlintas .Revan menyeringai senyum yang seakan ingin menerkam mangsanya. Larissa yang tidak suka dengan Perilaku Revan mulai menepiskan tangan suaminya. Malam berlalu dengan sempurna karena indahnya kedamaian diantara mereka berdua.


__ADS_2