Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
bab 9


__ADS_3

________________________________________________


Dunia terasa hening, hati ku terasa sangat menyakitkan. Mereka dengan seenaknya mengatakan bahwa diri ku tak di didik oleh orang tua ku. Kenapa semua orang selalu merutuki diriku.apa yang salah dari ku..


________________________________________________


Rani yang mendengar kata kata tersebut sangan marah. Bahkan orang yang melontarkan nya tak lain adalah seorang guru. Tak wajar bila seorang guru mengatakan hal seperti itu.


Tak lama kemudian Rani dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan tangan Faishal yang mencoba menahan nya. Ia bahkan sudah tidak peduli dengan orang di sekitarnya. Bahkan guru guru yang melihat kejadian tesebut,di buat terkejut oleh kata kata yang di ucapkan Guru BK tersebut.


Rani sudah sangat marah ia tak bisa lagi menahan emosinya. Secepat kilat ia melepaskan diri dan melepaskan amarahnya.


Bakhhh... Brughhh.....


Rani melesatkan 2 pukulan di pipi guru tersebut. Dia terhuyung karena mendapat dua pukulan mentah sekaligus. Kemudian dia pun jatuh tersungkur dan menahan sakitnya pukulan dari Rani.


Adit yang menyaksikan nya di buat melongo. Faishal dan Danish pun sangat terkejut melihat kejadian itu. Murid yang melihatnya pun meringis, bahkan ada yang kasihan dengan Rani dan ada juga yang menghujatnya. Guru guru pun di buat tercengang, di tambah kepala sekolah yang melintas dan melihat kejadian tersebut di buat kaget. Mereka sangat terkejut dengan kejadian ini.


“ Apa ini yang di sebut seorang guru. Dia bahkan mempertanyakan didikan kedua orang tuaku. Dia yang tidak bertanya permasalahan nya. Dia juga mengatakan bahwa aku tidak di didik dengar benar oleh kedua orang tua ku, apa ini yang di sebut guru? . Apa aku salah dengan datang terlambat, karena aku sedang tak enak badan. Aku bahkan sudah memaksakan diriku untuk ikut ulangan harian Pagi ini. ". Rani berteriak dengan keras.


Ia bahkan sudah berusaha menahan air mata nya, namun tetap tak bisa. Ia pun tersenyum kecut yang menampilkan darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


“ Kenapa kalian diam saja?. Berikan aku jawaban nya!!!. Jangan hanya diam “ ucap Rani. Tangisan pun memecah suara suara yang sedah berbisik membicarakan Rani. Suasana menjadi hening, tersirat rasa iba yang sangat mendalam atas kejadian tadi.

__ADS_1


Akhirnya guru guru membantu dengan membawa guru BK dan kembali ke kantor. Sedangkan Rani dia berjalan dan di bantu oleh Danish dan Faishal. Semua murid di bubarkan dan diperintah kan untuk masuk kelas. Rani dan Adit di bawa ke UKS untuk di obati. Sedangkan Danish dan Faishal meminta izin ke guru untuk menemani Rani.


Mereka memberi tahu bahwa mereka lah keluarga terdekatnya. Dan guru pun mengijinkan karena guru tersebut dan guru guru yang lain sudah mengetahui kondisi Rani.


Dan untuk Guru BK dia diminta ke ruangan kepala sekolah untuk dimintai keterangan.


Adit dia tidak pergi ke UKS dia lebih memilih pergi ke ruangan OSIS. Terbersit dalam pikiran Adit bahwa ia sangat menyesal atas perkataan nya pada Rani. Ia pun akan meminta maaf atas perbuatannya. Dia juga sempat kesal dengan perkataan guru BK tersebut. Adit bahkan merasa mulai menyukai dan sangat penasaran dengan Rani. Di tambah dengan keberaniannya saat memukul guru dan kekuatan saat ia berkelahi membuat Adit semakin penasaran dan bikin dia tersenyum sendiri.


Keadaan di uks, disana Rani duduk di brangkar. Tak lama kemudian faishal dan danish pun masuk kedalam UKS. Mereka menghampiri Rani dengan penampilan nya yang sudah berantakan. Faishal kemudian meletakan ransel nya di dekat Rani.


Faishal pun mencoba mengambil kotak P3K yang ada disana dan menyerah kan pada Danish. Danish pun mengambil kotak yang diberikan faishal kemudian duduk di samping Rani, lalu mulai mengobati lukanya. Sedangkan Faishal dia duduk di kursi dengan posisi menghadap ke arah Rani dan Faishal.


“ Loe ini ya, gue kan udah nyuruh loe buat istirahat. Kenapa masih ngeyel sih” ucap Danish tiba-tiba.


“ Loe tahan ya, ini Cuma perih sebentar “ Danish pun membersihkan luka dan bekas darah yang sudah mengering di sudut bibirnya.


“ Dek, loe gak sakit ya. Itu polkadot di muka loe banyak bener” kata Faishal sambil sesekali meringis.


“ Gue lebih sakit saat orang lain menjelekan nama orang tua gue, mereka memang benar gue gak pernah dapat didikan dari ayah gue. Tapi setidaknya gue juga tau mana yang baik dan hal yang bakal ngerugiin buat hidup gue karna ibu gue udah ngajarin itu semua. “ ucap Rani yang masih menahan emosinya.


“ Dan ya kenapa gue masuk, karna hari ini ada ulangan harian pelajaran biologi, dan gue gak mau ketinggalan. Jadi gue maksain buat pergi ke sekolah “ ucap Rani menjelaskan.


“ Ya udah gue mau istirahat dulu, loe balik aja ke kelas loe sana. Lagian gue gak papa sendiri juga “

__ADS_1


Rani pun melepas sepatunya, lalu berbaring bi atas brangkar. Iya memejamkan matanya, tapi itu semua pura-pura. Ia hanya ingin sendiri, ia mengintip dari balik lengan nya untuk memastikan kedua taman sekaligus kakak nya nya itu pergi.


“ Ya udah kita balik ke kelas dulu ya, loe jangan kemana-mana dulu. Istirahat aja” ucap Danish sambil mengelus kepala Rani lalu bangkit dan berjalan keluar.


“ Bener kata si Danish, lagian loe itu masih demam. Nanti kalo perlu apa apa SMS aja. Biar aku bantuin “ ucap Faishal yang memegang dahi Rani lalu beranjak pergi.


Mereka pun pergi meninggalkan Rani di UKS, Karena mereka juga harus belajar. Rani masih menutupi kedua mata dengan lengan nya, dalam pikiran nya masih terngiang-ngiang perkataan Adit sama guru BK. Perkataan mereka seakan berputar putar dalam ingatannya.


“ Kenapa Tuhan, kau selalu membuatku terluka, kau sudah mengambil ibuku. Kenapa kau tak ambil diriku juga “.


Rani merasakan sesak di dadanya, hatinya sangat sakit. Ia hanya bisa menangis dalam diam. Tak terasa bulir bening jatuh di kedua sudut matanya.


“ Ka Fatih, kau kemana? Aku sudah gak kuat lagi. Kau bahkan meninggalkan aku dan lebih memilih untuk bersama dengan ******** itu.”


“ Kau bahkan tau dia yang telah menyebabkan ibu meninggal “


“ apakah kau puas, melihat anak mu hancur... Gue benci loe ********... Dasar ********.. “


Rani hanya bisa melupakan semuanya dengan diam. Dia hanya bisa teriak dalam hatinya menahan semua beban dan rasa sakit sendiri. Dan entah sampai kapan ia mampu bertahan.


_________________________________________________


Tunggu kelanjutan nya ya.. 😊

__ADS_1


jangan lupa kritik dan saran nya.☝


semangat untuk para Author 🙂👍


__ADS_2