Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
bab 3


__ADS_3

Dret....dret.... Ponsel Rani yang bergetar tanda adanya panggilan masuk.


Rani yang masih tertidur pun terganggu karena mendengar ponselnya berbunyi. Namun karena dia masih mengantuk, ia langsung meraih ponselnya yang berada diatas nakas samping tempat tidurnya dengan mata yang masih terpejam. Ia kemudian mengangkat panggilan tersebut. Maklum semalam iya baru tertidur jam setengah 3.


“ Hallo, siapa sih yang menelpon pagi pagi buta kaya gini. Gak ada kerjaan apa. Mengganggu orang tidur aja“ kesal Rani yang masih memejamkan matanya.


Orang yang ada di ujung telpon sana pun hanya ketawa cekikikan pelan. Namun masih terdengar oleh Rani.


“ Heh. kau ini sudah tak waras hah. Udah mengganggu tidur orang kini kau malah ketawa tak jelas “ omel Rani yang sudah mulai terganggu tidur nyenyak nya.


Akhirnya penelpon itu angkat suara,dan ia pun berencana menjahili Rani.


“ Heh dek, loe bilang jam 12 siang pagi-pagi buta. Loe hidup di belahan dunia mana? “ tanya laki-laki disebrang telpon sambil ketawa kecil namun Rani tak mendengarnya.


Ya orang yang menelpon Rani tak lain adalah Danish. Dia akan memberi tahu bahwa dirinya akan pergi ke Kafe . Karena hari ini hari sabtu dan biasanya akan banyak pelanggan yang berkunjung.


Dan ternyata benar saja ulah jahil Danish pun berhasil, ia membuat Rani terkejut.

__ADS_1


“ Apa....??? “ Rani terkejut mendengar ucapan Danish. Ia langsung terbangun dan membelalak kan kedua matanya. Ia kemudian melihat jam weker digital yang ada di atas nakas menunjukan angka 07:15.


"Shittt...." umpat Rani kesal pada Danish.


Namun sebelum Rani mengomel, Danish pun langsung bicara dan memberi tahu Rani.


“ Gue mau ke Kafe, kalo loe butuh sesuatu telpon aja, aku akan membantu Pak Teo disana hari ini pasti banyak pelanggan. Dan ya cepat lah bangun “ ucap Danish panjang lebar lalu menutup telponnya langsung.


“ Cekk, sialan kau Danish. Kau mengerjai ku, awas aja kau kalau ketemu, akan aku habisi kau “ umpat Rani sambil berteriak dan mengacak acak rambutnya sendiri. Kemudian melempar ponselnya sembarang di kasur.


Rani kemudian membantingkan tubuhnya sendiri ke kasur dan menutupnya dengan selimut. Ia mencoba memejamkan mata dan kembali melanjutkan tidurnya. Namun sekeras apapun ia mencobanya, tetap saja gagal. Ia sangat prustasi karena tidur nyenyak nya terganggu.


Setelah selesai dengan kegiatan di kamarnya. Ia pun beranjak keluar kamar menuju ke meja makan. Karena ia merasa lapar semalam ia tak jadi memakan makanan yang ia beli, karena sudah terlalu malam.


“ Pagi bi “ sapa Rani kepada bi Tika. Kemudian dia duduk si salah satu kursi di meja makan.


“ Pagi neng, udah bangun “ kata bi Tika sambil merapikan wadah yang barusan ia cuci.

__ADS_1


“ Maaf neng, Bibi enggak bangunin Eneng. Soalnya takut eneng masih kecapean. “


“ Iya bi gak papa “ ucap Rani sambil tersenyum.


Kemudian bi Tika mengambil jus jeruk dari dalam kulkas lalu menuangkan nya kedalam gelas. Kemudian memberikan nya pada Rani. Lalu bi Tika pun mengambil lauk makan yang semalam Rani beli namun ia panaskan kembali. Tak lama kemudian makanan sudah terhidang di atas meja makan.


“ Sini bi kita makan sarapan bareng, ayok bi aku udah laper. “ ucap Rani dengan semangat nya.


“ Tapi neng bibi belum selesai beresin dapur.” Ucap bi Tika.


“ Gak ada Tapi-tapia, ayok cepetan bi aku udah gak tahan laper pengen makan “ kata Rani sambil nyuruh bibi duduk.


Sebenarnya Rani selalu makan bareng bersama bi Tika setelah ibunya meninggal. Bi Tika juga sudah menganggap Rani seperti anaknya sendiri. Ditambah bi Tika adalah seorang janda, setelah di ceraikan suaminya dengan alasan bi Tika mandul. Bi tika sangat baik kepada Rani bahkan sering memberi nasihat. Sekarang bi Tika sudah berumur sekitar 45 tahunan.


Setelah selesai makan Rani pun bergegas menuju kamar. Namun sebelum itu Rani menyuruh Bibi untuk mengatakan pada mang Tejo untuk menyiapkan mobil karena dia akan pergi ke bengkel. Setelah itu Rani bergegas menuju ke dalam kamar, kemudian mulai merapikan rambutnya, dengan menguncir setengah bagian atas rambutnya lalu menata poni nya. Tak lupa ia memakai liptint dan sedikit olesan bedak. Lalu ia memakai hoodie warna abu dan sepatu sneakers tak lupa ia membawa string bag dan dompet nya.


Lalu ia keluar dari kamarnya dan berjalan kearah ruang kerjanya. Di sana berjejer rapi rak buku di kedua sisi dindingnya. Lalu ada sebuah meja kerja yang dekat samping jendela. Lalu ia pun menghampiri meja kerjanya yang dipenuhi oleh tumpukan berkas berkas penting dari perusahaan nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Rani pun mengambil leptop lalu di masukannya ke dalam tas. Ia pun berjalan ke bawah lalu berpamitan pada bi Tika. Ia berjalan keluar rumahnya, disana sudah terparkir mobil sport warna merah miliknya.


Kemudian ia melajukan mobilnya menuju keluar dari halaman rumahnya tak lupa membunyikan klakson mobilnya sebelum pergi keluar gerbang. Setelah berada di jalan raya, Rani pun segera menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di bengkel.


__ADS_2