
" lalu apa hubungan nya dengan mu dan kejadian ini. lalu apa yang terjadi dengan nya sampai keadaan nya menjadi seperti ini. apa... " ucap Nanda terpotong karena ia memikirkan apa yang terjadi dengan hanafi ada hubungan nya dengan wanita ini.
" pasti kau sedang berpikir kejadian ku ada kaitannya dengan rani iya kan" tebak hanafi. dan itu membuat Nanda terkejut mendengar ucapan hanafi tiba-tiba yang sama persis seperti pemikirannya.
" kau memang benar. dia ada hubungan nya dengan kecelakaan yang aku alami " ucap hanafi.
"sebaiknya kita berbicara di luar. karena aku akan semakin sesak saat melihat nya dalam keadaan seperti ini" ucap hanafi.
Nanda pun merasa kasihan dan tak tega melihat kondisi rani yang tergeletak tak berdaya di atas brangkar itu. akhirnya mereka berjalan keluar ruangan tak lupa menutup kembali pintu ruangan itu.
" coba sekarang kamu ceritain dari awal. sampai kejadian perkara ini" ucap Nanda yang sudah mendudukan tubuhnya di atas kursi tunggu rumah sakit. begitu pun dengan hanafi, ia pun turut mendudukan tubuhnya di samping Nanda.
" sebenarnya aku juga masih belum percaya akan kejadian ini semua. aku merasa kejadian ini terlalu singkat dan sangat cepat " tutur hanafi gelisah.
"kamu yang sabar, karena Alloh selalu melindungi hamba nya" ucap nanda. ia pun merangkul pundak sahabatnya dengan memberikan kekuatan untuk menghadapinya.
hanafi pun mulai tenang dengan segala macam pikiran yang sudah menyerang kepalanya. ia sangat senang sahabat nya selalu ada disaat ia sedang membutuhkan nya.
" sebenarnya aku sama wanita itu.. maksudku, rani. kami baru saja saling kenal " ucap hanafi sambil memberitahukan siapa rani dan apa hubungannya dengan tragedi itu.
__ADS_1
" lalu kenapa dia bisa terbaring disana, dan apa hubungan nya dengan kejadian yang kamu alami naf. " pertanyaan yang entah sudah berapa kali di lontarkan oleh Nanda. ia semakin bingung dengan ucapan hanafi. entah itu ia baru kenal wanita dengan nama rani, atau darah yang ada di bajunya serta kejadian kecelakaan yang masih belum jelas dan belum Nanda pahami.
" dengarkan aku baik baik " ucap hanafi dengan wajah sendu.
" tadi saat aku berada di mini market aku tak sengaja menabrak seseorang" ucap hanafi
" lalu, apa hubungan nya kamu menabrak orang dengan kejadian kecelakaan mu " ucap Nanda yang sudah kesal dengan cerita hanafi yang berbelit-belit.
" dengarkan cerita ku dulu. jangan asal potong saat orang berbicara " ucap hanafi kesal
" baiklah.. maaf. sudah lanjutkan lagi ceritanya " ucap Nanda pasrah.
" jadi, pas aku habis bayar belanjaan di kasir aku mau balik keluar. namun siapa sangka ternyata aku tak sengaja menabrak orang yang ada di depan ku. otomatis aku langsung kaget dan menjatuhkan belanjaan ku. singkat cerita.. aku sama orang itu kenalan. dan orang yang bertamrakan dengan ku itu adalah rani. wanita yang sedang terbaring kritis di ruangan itu" ucap hanafi. ia berhenti untuk sedikit mengambil nafas saat ia bicara lalu melanjutkannya lagi.
saat aku sedang memeluk anak kucing itu dan hendak bangkit untuk pergi. tba tiba saja dari arah belakang ada yang mendorong tubuhku. hingga aku pun terpental dan berguling kearah bahu jalan. saat itu aku sadar, aku langsung melihat anak kucing yang aku peluk baik baik saja.
Namun sebelum aku berbalik terdengar suara hantaman benda keras. aku pun segera membalikan tubuh dan mengarahkan pandangan ku ke arah sumber suara.aku sangat terkejut saat melihat ada orang Yang terkapar tak jauh dari posisiku. aku langsung berjalan menghampiri dan melihat kondisi nya. a.. aku.. aku melihat nya sudah.... " cerita panjang hanafi terpotong karena sudah tak kuara menahan sesak yang sedari tadi ia tahan. walaupun ia seorang laki-laki, ia juga memiliki sisi rapuh sama seperti perempuan.
" baiklah.. kau tak perlu menceritakan nya lagi. aku sudah paham sekarang.mungkin Alloh mempertemukan kalian dengan jalan seperti ini. dan tetap lah bersabar serta bertawakal padanya. sesungguhnya ia tak akan memberikan ujian yang akan melampaui batasan umat nya. ucap Nanda menenangkan keadaan hanafi.
__ADS_1
" ya udah. lebih baik kita beristirahat aja di mesjid. lagian sebentar lagi mau azan subuh" ucap Nanda mengajak hanafi.
" apakah rani akan baik baik saja jika kita tinggal? " tanya hanafi pada Nanda.
" percayakan semuanya pada Alloh. karena Alloh akan senantiasa melindungi hambanya. lagian di sini juga ada perawat yang senantiasa mengecek keadaan pasien. " ucap Nanda.
mereka pun segera beranjak dari sana dan pergi menuju ke mesjid yang ada di rumah sakit itu.
πππππππ
sementara di lain tempat. tepat nya di sebuah bangunan rumah yang sangat mewah nan megah. seorang laki-laki yang mengendarai motor terlihat masuk kedalam pekarangan rumahnya. setelah melewati gerbang yang sudah di bukakan oleh security. dia pun langsung menaruh motor nya di garasi dan ia bergegas masuk kedalam rumah. saat ia berjalan di ruang tengah dan hendak berjalan ke kamar. tiba tiba terdengar suara yang terdengar sangat nyaring di ruangan itu. ia pun menghentikan langkahnya. ia pun langsung mengedarkan pandangan nya mencari cari sumber suara. hingga akhirnya sosok itu bangkit dari sofa yang ada di ruang keluarga. karena pencahayaan nya yang sengaja di buat redup, membuat suasana semakin dingin.
" kau habis dari mana hah..! kau tau ini sudah jam berapa? " ucap seorang pria yang berjalan kearah nya.
" aku habis main dari rumah temen. tadi ketiduran pas aku bangun ternyata udah jam tiga. jadi aku putusin buat balik " jawab nya santai.
" kau ini. setidaknya ubahlah sikap mu ini. jangan buat papa sama bunda khawatir. dari sore mereka menghubungi no mu tapi gak aktif " ucap nya dengan nada khawatir.
" buat apa mereka menghubungiku. aku pikir mereka sudah lupa kalo mereka punya anak. lagian HP ku juga habis baterai dan lupa gak di charger " jawab nya membela.
__ADS_1
"dengerin abang. bukannya mereka gak sayang sama kita. mereka juga sedang mencari uang untuk kita. untuk biaya hidup kita. mereka juga sangat merindukan kita disana. abang kan sudah beberapa kali ngomong sama kamu" ucap nya menenangkan sangat adik.
" terserah mereka bang. aku sudah tak perduli lagi" jawabnya acuh lalu bergegas berjalan meninggalkan kakak nya di ruang tengah.