Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
CURIGA..


__ADS_3

Pagi hari di Rumah Sakit. Nanda sudah bangun sejak azan subuh, karena harus melaksanakan solat subuh dan pergi ke Mesjid.Setelah selesai melaksanakan solat, Nanda menyempatkan mampir keruangan rawat Hanafi.


Ia sangat khawatir terhadap kondisinya, setelah seharian duduk ditaman saat hujan dan kondisi perutnya yang belum di isi.Ditambah saat ia jatuh pingsan dan tak sadarkan diri setelah berteriak karena kondisi rani yang saat itu kembali kritis.


Tok.. tok..


" Assalamualaikum.. " ucap Nanda menyapa orang yang ada di dalam ruangan.


" Waalaikumsalam, masuk Nan " jawab Hanafi saat mendengar suara Nanda di balik pintu.


" Loh Nan, kamu habis dari mana?. kenapa Rani malah di tinggal sendirian. Gimana kalo dia kenapa2? " tanya Hanafi saat melihat Nanda masuk kedalam ruangannya.


" Oh, tadi aku habis solat subuh dari Mesjid. terus sekalian lewat sini buat lihat keadaan kamu Naf. Gak usah khawatir, dia baik2 saja kok. Gimana keadaan kamu sekarang?,dari semalam aku khawatir sama keadaan kamu gara2 kejadian kemarin." ucap Nanda menenangkan Hanafi serta menanyakan tentang keadaannya.


" Syukurlah kalo dia baik2 saja. Aku juga sudah merasa baikan sekarang. Mungkin karena efek dari gak makan serta kena hujan" ucap Hanafi.


" Sukurlah kalo kamu udah merasa baik. oh ya, umi sama abi kemana. Kenapa mereka gak ada disini? " tanya Nanda.


Pasalnya ia merasa heran saat Hanafi dirawat seperti ini mereka meninggalkannya sendiri. Biasanyakan mereka tak akan meninggalkan Hanafi saat sakit. Seperti kejadian tahun lalu, Hanafi dipaksa harus pulang kampung karena dia sakit.

__ADS_1


" Umi sama abi, mereka sedang keluar buat beli sarapan" jawab Hanafi


" Oh.. ya sudah kalo gitu aku tinggal dulu ya. Soalnya aku udah cukup lama ninggalin dia, takutnya dia kenapa2 lagi. Cepat sembuh nya mas bro, biar bisa jagain frinces nya...hehehe" ucap Nanda dengan memberikan semangat dan sedikit menggoda Hanafi.


" Iya. makasih ya Nan, kamu selalu ada buat ku. Walaupun orang tuaku kadang tak pernah mau mengerti tentang ku " ucap Hanafi sambil memberikan senyuman kepada Nanda.


" Santai aja kali Naf, kita kan udah jadi sodara. Jadi lain kali kalo kamu butuh tempat curhat aku juga bisa jadi Mamah Dedeh.. heheh.. Udah ah aku keluar dulu ya. Jangan lupa perbanyak istirahat biar bisa cepet ketemu frinces nya " ucap Nanda dengan sedikik bercanda dan menggoda lagi Hanafi.


" Iya.. mamah curhat dongss.... hehehe.Udah sana pergi jaga yang benar calonku, awas kalo diapa2in tanggung sendiri akibatnya nanti. Dan jangan terlalu dekat juga " ucap Hanafi membalas candaan Nanda dan tertawa sambil menahan malu nya.


" Cie.. yang bilang calon. terus yang di sana mau di kemanain? apa buat Abang Nanda aja. Tenang urusan buat jagain dan ngurusin calon adek ipar serahin aja sama abang ganteng Nanda. Hahaha.. ya udah aku pergi dulu ya, Assalamu'alaikum " ucap Nanda yang masih kecil dan pergi meninggalkan ruangan Hanafi.


" Ganteng dari Hongkong, ya udah sana jangan pergi kemana2 jagain calon ku ya. Wa'alaikumsalam" ucap Hanafi sambil sedikit teriak karena nanda sudah di luar ruangan nya. Dia juga masih menahan senyuman nya karena malu dengan ucapannya tadi.


" Eh Nanda, kamu mau kemana? " tanya maryam saat melihat Nanda berjalan ke arah nya.


" Assalamu'alaikum Umi, abi. Ini aku mau jalan dulu sebentar keluar. Tadi aku habis dari mesjid terus jenguk dulu Hanafi sebentar setelah itu aku jalan kesini" sapa Nanda sambil menyalami mereka secara bergantian.


" Oh.. Hanafi udah bangun ya. Ya udah ayo kita sarapan bareng, Ini umi udah beliin makanan buat kalian sarapan " ucap Maryam sambil memperlihatkan plastik yang dia tenteng.

__ADS_1


"Makasih umi, tadi Nanda udah sarapan. Ya udah Nanda pamit dulu ya umi, Nanda mau jalan dulu sebentar sebelum balik ke kamar Rani" ucap Nanda berbohong tentang sarapannya.Lalu menyalami lagi kedua orang tua itu.


" Beneran nih gak sarapan bareng dulu. Ya udah hati hati ya Nan" ucap Maryam


" Siap umi, pamit dulu ya umi Assalamu'alaikum abi sama umi" ucap Nanda sambil tersenyum.


" Wa'alaikumsalam " ucap mereka berdua.


Setelah sedikit berbincang dengan kedua orang tua Hanafi. Nanda segera melangkahkan kaki nya menuju pinggir jalan di depan rumah sakit. Sekarang ia sedang berada di jalan trotoar. Ia segera membeli bubur ayam dan berbagai macam gorengan buat sarapan serta cemilan nanti di ruangan rani.


Setelah di rasa cukup, Nanda pun segera kembali ke rumah sakit untuk menjaga rani. Namun sebelum pergi ia melihat penjual batagor serta cilok. ia pun langsung membelinya, setelah itu ia langsung bergegas menuju rumah sakit kembali. karena gak enak kalo ninggalin rani sendiri dalam kondisinya. Ia sudah menenteng banyak makanan di tangan nya.


" Akhirnya dapet juga batagor sama cilok, udah kangen sama makanan ini, jadi ingat ibu sama bapak kalo melihat makanan ini. Beliau sangat menyukainya " gumam Nanda sambil memandang plastik belanjaan yang ia bawa.


Saat ia sampai di depan ruangan VIP rani, ia sangat terkejut melihat seseorang yang sedang duduk sera berbicara dengan rani. Padahal saat itu rani sedang dalam keadaan koma. Nanda pun memutuskan untuk tidak masuk dulu kedalam dan memperhatikan nya dari balik kaca kecil yang ada di pintu tersebut. Ia pun mendengarkan ucapan orang tersebut dari balik pintu yang sedikit terbuka dan suara yang terdengar ajak kurang jelas.


Saat ia mendengarkan ucapan orang tersebut, Nanda sangat terkejut. Ia juga melihat orang tersebut memakaikan kalung pada rani. Nanda pun sedikit melamun dan memikirkan kata2 orang tersebut. Namun sedetik kemudian ia tersadar saat ada suara langkah kaki mendekat kearahnya. ia segera bersembunyi dan melihat orang yang keluar dari dalam ruangan rani. Ia sangat kesal tidak bisa melihat wajahnya karena dia memakai tupluk hodienya. Namun ia sangat yakin kalau orang tersebut seorang laki-laki.


Setelah laki-laki tersebut pergi, Nanda segera masuk kedalam. Tak lupa ia menaruh belanjaan nya diatas meja. Setelah itu ia melihat keadaan Rani. Ia merasa tenang setelah melihat keadaan nya. Namun mata nya langsung terpokus pada benda asing yang tak lain adalah kalung yang dipasangkan oleh pria asing tadi.

__ADS_1


Nanda menyentuh kalung tersebut dan melihat dengan teliti. Namun ia merasa tidak ada yang aneh dengannya. hanya kalung perak biasa yang memiliki bentuk liontin seperti empat daun semanggi.Nanda merasa curiga dengan orang tersebut. dan ia berpikir untuk melepas kalung tersebut.


Saat ia akan melepaskan kalung tersebut. Nanda sangat terkejut saat sebuah tangan hinggap di atas pundaknya.


__ADS_2