
Rani pun segera mengajak kedua kakak nya itu menuju ke ruangan kerjanya. Tak lupa rani juga menyuruh bi Tika untuk membuat kan minuman hangat dan membawakan makanan yang di bawa oleh kakak nya tersebut ke ruang kerjanya.
Cklek... Pintu ruang kerja Rani pun sudah terbuka. Ia segera masuk kedalam ruangan nya, tak lupa kedua kakak nya juga ikut masuk ke dalam.
Disana Rani segera menghidupkan sebuah benda kotak kecil yang ia taruh di tengah meja kaca, tak lama munculah sebuah hologram berbentuk 2 gedung yang sangat bagus dan menarik.
" Wih gambar apaan ini dek, keren bener " ucap Danish. Ia berjalan mendekati meja tersebut.
" Ini adalah gambar hologram perusahaan yang sekarang lagi gue bangun. Gue udah ngerancang nya cukup lama. Jadi sekarang gue butuh bantuan loe berdua " ucap Rani sedikit memberi penjelasan pada mereka.
" Jadi kita sekarang gue harus bantuin loe gimana " tanya Faishal.
" Entar gue bakal jelasin lagi masalah tujuan perusahaan ini. Sekarang kalian duduk lah dulu di kursi meja kerja kalian " ucap Rani
Danish dan Faishal pun segera berjalan dan mengambil kursi untuk duduk di meja kerja yang sudah berdampingan dengan meja rani. Tak lupa Rani mengambil leptop yang ada di laci, lalu ia memberikan satu persatu leptop tersebut pada kakak nya.
Dengan cekatan dan tanpa perintah Danish dan juga Faishal langsung membuka leptop nya dan segera menghidupkannya. Di sana mereka membaca seluruh data yang sudah rani siapkan dan dengan cermat serta telaten Rani menjelaskan nya dengan sangat rinci dan teliti.
" Jadi gue sekarang udah ngerancang satu jenis Games Mobile berbasis online dan di sini loe berdua gabung sama gue buat nyelesaiin rancangan yang udah gue buat" ucap Rani.
" Jadi kita sekarang harus ngapain dek. " ucap Danish yang sibuk mengotak atik leptop di hadapan nya.
" Untuk sekarang mungkin bantuin gue buat designernya, terutama menentukan desain tokoh tokoh yang akan terlibat game yang sudah gue rancang ini. Sebenarnya sih gue udah ngerancang sendiri beberapa karakter, dan kalian tinggal sempurna ini aja " ucap Rani.
" Baiklah mari kita bekerja. semangat " ucap Danish dan Faishal secara bersamaan.
__ADS_1
Tok.. tok.. tok... suara pintu yang di ketuk.
Tak lama bi Tika muncul dengan membawa nampan, Rani langsung menyuruh bi Tika untuk menaruh nya di atas meja depan sofa. Setelah itu bi Tika pamit keluar.
Mereka begitu pokus dengan layar leptop nya masing-masing. Rani juga kembali pokus ke layar monitor nya.
Tak terasa mereka sudah berkutat dengan leptop lebih dari 2 jam. Bahkan mereka belum menyelesaikan desain untuk game yang sedang Rani ciptakan.
Rani bahkan sudah beberapa kali meregangkan otot otot tubuhnya yang sudah menegang. Begitupun dengan kakak nya, mereka nampak kelelahan dengan pekerjaan baru mereka.
Akhirnya Rani memutuskan untuk menghentikan kegiatan nya tersebut dan berjalan kearah sofa. Ia segera memakan makanan yang di bawa bi tika. Tak lupa ia juga meminum teh hijau tawar yang sudah mulai mendingin. Tak lama Danish dan Faishal juga menghentikan kegiatan mereka dan segera mengakhiri nya. Mereka berjalan ke arah sofa dan duduk di samping Rani.
" Dek, emang nya kapan pembangunan perusahaan loe selesai di bangun nya " tanya Faishal pada Rani. Tak lupa ia juga meminum teh dan memakan martabak nya yang sudah dingin.
" Terus loe udah ngerekrut pekerja baru buat kerja di perusahaan baru elo dek " tanya Danish.
" Untuk masalah itu gue udah yakin bakal masukin loe berdua sebagai anggota terpenting di perusahaan dan untuk pemegang perusahaan. Gue udah dapet seseorang untuk menjadi CEO di perusahaan tersebut " jelas Rani.
" Terus tim perancang game nya gimana dek, apa loe juga bakal terjun langsung ke perusahaan baru loe " ucap Faishal.
" Nah untuk itu, gue jelas bakal terlibat langsung sama perusahaan ini. Walaupun nantinya bakal sedikit ganggu pelajaran tapi itu bukan masalah besar. Karena gue mau gue sendiri yang menyelesaikan rancangan ini "
" Ya udah terserah loe aja deh, gue mah ngikut baik nya aja " ucap Faishal
" Iya dek, gue juga sama deh kayak yang di omongin sama si Faishal " ucap Danish.
__ADS_1
" Ngomong-ngomong peresmian perusahaan nya gimana dek. Apa loe bakal ngundang keluarga loe untuk datang?" tanya Danish
" Entah lah, gue belum kepikiran sampe sesitu sih. Lagian masih lama juga, perusahaan nya bakal rampung bulan depan jadi untuk itu nanti gue pikir pikir lagi " jawab Rani.
Sebenarnya Rani sangat ingin sekali mengundang ayah dan juga kakak nya. Tapi Rani sangat benci terhadap Ibu tirinya. Bahkan pernah membuat Rani di marahi dan di tampar oleh ayah nya gara gara Ibu tiri nya itu.
Flashback...
" Ibu jangan tinggalin Rani bu, kenapa Rani tega ninggalin Rani sendirian. Rani sayang sama Mama kenapa Mama tega ninggalin Rani, huhuhu.... " isak tangis Rani pecah saat melihat Ibu nya sudah terbaring di bawah gundukan tanah yang masih baru dengan taburan bunga di atasnya.
" Non sudah ya, ayok kita pulang. Doa in aja supaya almarhumah nyonya Delina tenang disana. Bibi ada disini, Bibi bakal nemenin Non sampai kapan pun. Lagian Bibi juga udah nganggap Non sebagai putri Bibi sendiri, kalo Non begini terus nanti almarhumah Nyonya bakal sedih melihat Non nangis terus. Ayok kita pulang " ucap bi Tika berusaha menenangkan Rani. Dia juga sangat merasa sedih karena Nyonya nya meninggal dunia.
Kini di pemakaman itu hanya ada Rani, bi Tika, dan mang Tejo. sedangkan Danish dan Faishal sedang berada di kampung halaman mereka, jadi mereka belum sempat datang kesana untuk melayat. Dan untuk orang yang melayat, mereka sudah pulang ke rumah masing-masing. Rani masih tak percaya Ibu nya meninggalkan nya sendiri. Ia bahkan bingung mau tinggal sama siapa, ia pun berpikir untuk balik ke jakarta dan tinggal bersama ayah beserta kakaknya. Namun niat nya ia urungkan karena tak mungkin ia akan tinggal sama istri baru ayah nya itu.
Akhirnya Rani memutuskan untuk pulang, ia pun bangkit dengan bantuan bi Tika. Ia digandeng oleh bi tika menuju ke dalam mobil milik ibunya, tak lupa mang Tejo juga sudah menunggu disana.
Namun saat Rani berjalan tak jauh dari makam ibunya, ia melihat ayah dan kakak nya datang menuju ke arah nya. Tak lupa juga dengan istri barunya itu. Mereka datang untuk melayat walau sudah terlambat, namun setidak nya mereka ingin menemui untuk terakhir kalinya.
Note :
Mohon maaf ya ka karena akhir akhir ini jarang update. karena kemaren cerita yang udah aku ketik ke reset semua. jadi sekarang aku lagi nulis ulang sekaligus mikir ulang lagi.🙏
mohon pengertiannya🙂
Terimakasih sudah membaca. jangan lupa untuk meninggalkan jejak nya ya 😉👍
__ADS_1