Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 42 GAMERS


__ADS_3

Untuk sekarang ini, Hanafi sangatlah kesal. Belum juga reda dengan kekesalan terhadap kekalahan dalam bermain game nya. Sekarang melihat Rani semakin genit kepada laki2 lain.


" Ya sudah kalo gitu, nanti kalo kamu udah di izinin pulang. Aku akan langsung mengikatmu, biar kamu gak genit sama laki2 lain. Termasuk sama Nanda juga". Hanafi yang kesal dan berteriak melepaskan kekesalannya terhadap sikap Rani.


Semua orang yang disana sontak terkejut dengan suara Hanafi yang cukup keras. wajah mereka terlihat cengo dan menatap ke arah Hanafi. Mereka tidak menyangka jika seorang Hanafi yang di nilai sangat alim dan religius bisa bersikap demikian.Ia sangat berubah saat Rani sadar, sepertinya tingkah konyol nya ikut nular sama Hanafi.


Namun semenit kemudian dokter Thariq dan juga Nanda tertawa terbahak-bahak dengan apa yang mereka dengar.Wajah Hanafi langsung berubah drastis, dari yang wajah amarahnya ke wajah yang sudah bersemu merah karena malu. Begitu pun dengan Rani, Dari awalnya terlihat riang dengan bibir yang selalu tersenyum. Kini sudah berubah menjadi kusut dengan bibir mengkrucut, saat mendengar ucapan Hanafi. dengan ekspresi Yang di perlihatkan Rani, menambah gelak tawa diantara kedua pria yang tak henti2nya menertawai mereka ( Hanafi dan Rani).


" kakak hentikanlah tawa kalian, gak lucu tau. Dan pak dokter ganteng juga kenapa malah ikut2an sih " Rani menatap kesal wajah Nanda dan dokter Thariq secara bersamaan.


" Dan untuk kau, seenak jidat benjolan telor puyuh jenong mu ajah main ikat-ikat. Emangnya kambing apa pake di iket segala " Ucap Rani marah pada Hanafi.


Merasa di panggil dengan jidat telor puyuh jenong, Hanafi segera memegang dahinya. Emang benar kalo jidatnya jenong dan terlihat menonjol. Tapi ia baru kali ini yang menyebut jidatnya jenong kaya telur puyuh. Ia merasa malu dan menutupi jidatnya dengan kedua telapak tangannya.


Sedangkan Nanda dan dokter Thariq yang tadinya sudah berhenti tertawa dan lebih menahan tawanya karena takut di marahi oleh Rani lagi. Seketika langsung pecah lagi, mereka tak dapat menahan tawanya karena tingkah dan ucapan konyol yang Rani lontarkan. Terlebih kelakuan Hanafi yang secara repleks menutup dani nya membuat yakin ucapan Rani dan semakin membuat mereka tertawa terpingkal2.


" Bukan itu maksudku Ran,bukan berarti aku akan mengikatmu seperti kambing. Aku kan sudah mengatakan padamu seminggu yang lalu bahwa aku menyukaimu. Dan aku tidak suka saat kamu genit sama laki2, karena menurut agama itu sangat di larang. Jadi aku memutuskan untuk mengikatmu dengan pertunangan yang akan di lakukan saat kamu sudah di perbolehkan pulang " jelas Hanafi.


" Dan ya, jangan bawa2 dahi ku. memang ini sudah seperti ini dari sana nya " Hanafi mengeluh dengan ucapan Rani.


" M.. ma.. maafkan aku, aku gak bermaksud untuk mengatakan itu. Tapi itu repleks keluar sendiri dari mulutku,jadi maafkan aku. Lain kali kalo mau bicara penting itu serius, jangan berbelit-belit. Aku gak suka dengan orang yang berbicara ber belit2 " wajah Rani menunduk ia sangat menyesali ucapanya yang tadi.


" Sudah lah hentikan perdebatan konyol kalian " Ucap Nanda yang memegangi perutnya karena tertawa terlalu lama dan menyebabkan bagian perutnya sakit.

__ADS_1


Dokter Thariq juga memutuskan duduk karena tak kuat menahan sakit di bagian perutnya akibat tertawa terlalu lama.


" Pak dokter, bukannya bapak kesini mau meriksa keadaan aku ya. Ayok cepat periksa, jangan terlalu lama disini. Nanti pasien nya banyak yang protes gara2 pak dokternya gak meriksa mereka " Ucap Rani membuyarkan keadaan yang sedikit kaku.


Dokter Thariq segera bangkit dari duduknya dan menghampiri ranjang tempat Rani. Dan mulai memeriksa keadaan Rani beserta cairan infus nya.


" Sebenarnya aku datang kesini cuman mau ngasih kabar, bahwa mulai minggu depan kamu sudah di perbolehkan pulang. Dan untuk kondisi mu sekarang sudah semakin baik, hanya tinggal memulihkan luka dalam nya saja. Jadi mulai sekarang jaga kondisi mu, dan makanlah makanan yang banyak nutrisi dan protein yang mempercepat masa penyembuhan mu." Ucap dokter Thariq dengan senyuman yang melengkung namun ada gurat kesedihan yang tercetak di wajahnya.


" Benarkan pak dokter, aku sangat senang. Tapi, aku gak bisa ketemu lagi sama pak dokter ganteng ku. Gimana kalo aku kangen sama pak dokter ganteng? " Tanya Rani dengan wajah senang, namun sedetik kemudian berubah menjadi sedih.


" Tak apa lain kali kita bisa ketemu lagi sebagai seorang adik dan kakak " Dokter Thariq tersenyum dan tangannya mengelus pelan kepala Rani.


" Aku pegang janji pak dokter. Entah mengapa aku juga merasa kalau kita akan menjadi seorang adik kakak, benarkan kak Hanafi ".Tanya Rani pada Hanafi membuat wajahnya kembali memerah.


Hanafi merasa senang dengan ucapan Rani. Sebenarnya Rani belum mengetahui bahwa dokter Hanafi adalah kakak sepupunya. Dan perkataan Rani ucapkan membuat ia semakin senang dan serasa di kasih lampu hijau.


Disisi lain dokter Thariq hanya tersenyum kecut, mendengar ucapan Rani. Sedangkan Nanda melihat raut wajah dokter Thariq hanya kebingungan. Karena ucapan serta ekspresi nya sangat bertentangan.


" Syukur lah kalo kamu sudah di ijinkan pulang. aku sangat senang mendengarnya ".Ucap Nanda sambil tersenyum ke arah Rani.


Setelah berbincang cukup lama, dokter Thariq pun ijin untuk pergi karena masih banyak pasien yang harus ia cek.


" Ya sudah, saya mau pamit pergi dulu. Masih banyak pasien yang harus saya cek. Kalo begitu saya permisi dulu " Ucap dokter Thariq. ia pun berjalan ke arah pintu dan menghilang setelah keluar dari pintu tersebut.

__ADS_1


"Sampai jumpa kembali pak dokter, dan jangan lupa semangat ya " Teriak Rani sebelum dokter Thariq benar-benar menghilang di balik pintu.


Nanda hanya tersenyum melihat tingkah Rani. Ia tidak pernah merasakan ruangan tersebut sepi. Karena sifat periang serta kekonyolan nya Rani membuat ruangan tersebut terasa hangat.


" Ka, Rani boleh pinjam HP nya sebentar gak. rasanya aku hosan, ditambah chanel televisi nya pada jelek. Gak ada film yang bagus sama sekali " Ucap Rani sambil melihat kearah Nanda.


" Boleh kok, ini ambilah. Emang kamu mau ngapain, di HP kakak kan gak ada apa-apa " jawab Nanda sambil menaruh ponsel nya di samping Rani.


" Tapi aplikasi game ada kan? " Tanya Rani.


" Ada kalo kamu mau main game, tinggal mainin ajah "


Rani sangat senang mendengar ada game di ponselnya. Sekarang ia merasa sangat bersemangat untuk memainkan game nya tersebut. Namun seketika raut wajah nya berubah saat setelah membuka aplikasi game nya tersebut.


" Hahahaha.... kak, kok pringkat kakak masih Gold sih.Kaya bocil aja, mainin game yang kaya ginian aja gak bisa." Ejek Rani sambil tertawa.


" Masa sih, padahal kakak udah ngusahain buat naik Rank. Tapi kayanya susah, dapet booyah ajah udah seneng kok " Jawab Nanda.


" Ya sudah biar aku naikin Rank punya kakak. biar gak kaya bocil lagi" Rani segera mengoperasikan game tersebut.


" Dek, emang kamu bisa main game cuma satu tangan doang. Jangan.. jangan.. jangan, entar tangan kamu kenapa2 lagi, kan ribet urusannya. " Nanda hendak merebut ponsel nya yang ada di tangan Rani.


" Iya, kamu ini jangan bandel. Entar kalo tangannya sakit gimana, harusnya kamu itu istirahat, gak boleh banyak bergerak dulu" Ucap Hanafi

__ADS_1


" Issh.. lagian ya jari nya bisa di gerakin kok. lagian gak terlalu sakit, dan aku juga udah bosen cuman duduk, makan, lalu tidur. Terus aja seperti itu, kan bosen " Sergah Rani kesal.


Akhirnya mereka hanya pasrah dan menuruti kemauan Rani. Karena mereka sendiri sudah merasa jenuh berdiam diri mulu di dalam ruangan.


__ADS_2