Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 57 PIRASAT 2


__ADS_3

Rani sedang berjalan menuju taman yang biasa ia duduk2 santai disana ketika sore hari.Lalu ia duduk di atas kursi kayu.


Rani menengok ke kanan serta kiri, untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar obrolannya. Dirasa tak ada orang lain, Rani segera memnyalakan ponselnya. Lalu ia menekan no di layar ponselnya yang agak sedikit sudah buram karena sudah lama dan juga sering ke gesek2. Menjadikan layar ponselnya tersebut penuh dengan garet garet halus.


Tut... tut... tut...


Nada panggilan yang tersambung, Rani mendekatkan ponsel itu ke telinganya. Sebenarnya ia merasakan jantungnya sedang maraton. Bagaimana tidak, dirinya yang sudah menghilang tanpa jejak selama hampir 6 bulan. Tiba-tiba muncul dengan kabar ia akan melangsungkan lamaran sekaligus tunangannya besok.


" Hallo, ini dengan siapa ya? " Ucap seorang laki-laki di sebrang telpon.


Dada Rani semakin bergemuruh, rasanya ia ingin sekali meluapkan apa yang ia rasakan selama ini. Tak sadar Rani menangis, ia sadar bahwa dirinya sangat lemah kali ini. Ingin rasanya ia Memeluk laki-laki yang ada di sebrang telpon tersebut. Kedua sosok yang selama ini Rani rindukan keberadaan nya.


" Hallo, apa ada orang di sebrang sana. Kalo gak ada perlu aku akan menutup telponnya " Ucap laki-laki tersebut.


" Siapa sih kurang kerjaan banget. Orang lagi sibuk juga ganggu orang aja " Cuman Nya di sebrang sana.


Rani pun kembali tersadar dari lamunannya, Ia kemudian membuka suara nya dan menghapus air mata yang membasahi pipinya tersebut.


"Ha.. Hallo. A.. apa kabar " Ucap Rani terbata2, ia merasa bingung Harus ngomong apa saat ini.


" K.. k.. kau. " Ucap laki-laki tersebut sambil terbata2. Ia merasa kaget saat mendengar Rani berbicara.


"Bang Fa, D.. D.. dia masih hidup.Adik Kesayangan kita masih hidup bang. dia menelpon ku " Teriak laki-laki tersebut. Dia tak lain adalah Danish, ia juga menyebut Faishal dengan panggilan abang. Karena semenjak Rani menghilang Faishal lah yang memimpin rumah tersebut, karena dia yang paling tua umurnya dan juga paling bijaksana.


" Apa..? Benarkah, sini gue pinjem hape loe. gue mau ngomong sama dia " Ucap Faishal yang langsung beranjak dari kursinya dan merebut ponsel yang ada di genggaman Danish.

__ADS_1


Faishal Berjalan ke arah sofa dan mendudukan tubuhnya. Danish juga menyusul Faishal dan duduk di sebelahnya. Faishal langsung saja menekan tombol speaker agar suara Rani terdengar jelas dan keras.


" Assalamu'alaikum Bang, Gimana kabar kalian berdua " Ucap Rani, ia mencoba menahan air matanya setelah sekian bulan tak bertemu dan bercengkrama dengan kedua orang yang sudah mengisi hari2nya.


" Waalaikumsalam dek,Raga kita baik baik saja. Tapi hati dan pikiran kami sedang tak baik. Tapi setelah mendengar suara mu, kami merasa sangat baik dek" Ucap Faishal dengan Nada sedih.


Rani yang mendengar perkataannya hanya bisa diam. Ia sudah tak kuasa menahan air matanya, bahkan kini ia sudah menangis sambil sesegukan. Untung nya tak ada orang disana kecuali Rani.


" Hallo dek, Apa kamu baik baik saja disana, Gimana kabar mu sekarang, lalu kemana saja kamu selama iini? Tanya Danish


" Alhamdulillah bang aku sangat baik baik saja. Belum saat nya aku menceritakan semuanya, nanti jika waktunya tiba aku akan memberitahu kalian " Ucap Rani.


" Dek kamu sedang ada dimana sekarang. Kami bahkan mencarimu di sepanjang kota ini. Bahkan pihak sekolah dan si ketos Adit juga ikut mencari keberadaan kamu dek. Bahkan kamu sudah kami laporkan ke kantor polisi " Jelas Faishal pada Rani


Rani kembali tertegun saat mendengar perkataan dari hanafi. Ia tidak menyangka jika kedua kakak angkatnya tersebut bisa bertindak sejauh itu.


" Ngapain dek kamu bisa sampe nyangkut di pesantren. Apa adek abang sekarang sudah menjadi Ukhty dan apa kau tak kangen kenakalan kita dulu" Ucap Danish berniat menggoda Rani.


" Kau ini, seharusnya kita senang sama bangga kepadanya kalau dia mau berubah " Ucap Faishal sambil menoyor kepala Danish.


" Ampun bang, Aku kan cuma mau menggoda adek ku ini. dia juga gak marah kok, kenapa kau jadi yang menoyor kepalaku " Ucap Danish sambil mengelus puncak kepalanya.


Rani tersenyum mendengar obrolan kedua abangnya tersebut. Rasanya ia begitu merindukan suasana bersama dengan kedua abangnya.


" Yah seperti itu lah sekarang ini bang. lagian aku juga mulai menyukai penampilanku saat ini. Jika kalian nanti bertemu dengan ku pasti kalian gak bakalan kenal sama aku " Ucap Rani pada kedua abangnya tersebut.

__ADS_1


" Jadi kapan kamu pulang kesini dek, abang sudah pusing ngurusin kerjaan kamu ini " Tanya Faishal.


" Benar tuh dek, Aku aja sampe teler gara2 ngurusin perusahaan kamu yang banyaknya minta ampun. Tapi abang salut sama kamu dek, Kamu bisa mengurus perusahaan yang banyak seperti sendirian " Ucap Danish memuji Rani.


" Ya kan, Aku juga gak bekerja sendirian. aku juga sering di bantu sama orang kepercayaan ku. Lalu gimana kabar perusahaan ku, apa baik2 saja selama aku tinggal? " Tanya Rani.


" Untuk perusahaan Utama dan cabang-cabang nya sekarang masih stabil dek, tapi kata bu Anissa semenjak kamu menghilang. Perusahaan gak ngalamin kenaikan " Ucap Faishal.


" Baiklah Nanti jika aku sudah pulang aku akan mengurusnya kembali. oh ya bang, gimana pihak sekolah menanggapi hilangnya diriku, apa mereka sudah mengeluarkan aku " Tanya Rani pada mereka.


" Sepertinya sih begitu dek, Tapi kan kamu bisa melanjutkan home schooling. Jadi kamu tenang aja" Ucap Faishal.


" Begitu ya, bang aku harus pamit dulu. Gak enak sama yang lain ini sudah malam. aku harus segera balik ke asrama " Ucap Rani


" Biasanya juga tidur jam tiga dek " Jawab Danish. ia kembali mendapatkan hadiah toyoran dari Faishal di kepalanya.


" Ya sudah dek, kamu juga jaga kesehatan mu ya, makan makanan yang bergizi dan ber vitamin. Awas aja kalo pas ketemu kamu jadi kurus. Ingat jaga diri baik2 oke " Ucap Faishal pada Rani.


" Siap abang abang kesayangan ku. Oh ya titip salam sama bibi dan yang lainnya ya. kalo gitu adek pamit dulu ya bang. Assalamu'alaikum " Ucap Rani mengakhirinya.


" Iya, udah pasti kalo itu mah. Walaikumsalam dek jaga diri baik2 oke " Ucap Faishal dan Danish bersamaan.


Saat Rani hendak pergi dari sana, ia merasakan ada seseorang yang sedang memperhataikannya. dia segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


saat Rani sampai di depan pintu kamarnya, ia merasa ada yang mengikuti dirinya.

__ADS_1


" Kok perasaan aku sangat aneh gini ya. pirasat buruk apa ini. kenapa dari tadi serasa ada yang memperhatikan ku " Ucap Rani dalam hatinya.


Saat ia hendak membuka pintu seorang santriwati mendekati Rani dan memberikan sebuah amplop putih. setelah itu santriwati tersebut pergi meninggalkan dirinya.


__ADS_2