
masih di Flashback ya...
" Dek maafkan Abang, Abang emang gak berguna. Abang gak bisa jaga kamu sama Mama, maafin Abang karena gak ada saat Mama dan kamu kesusahan maafin Abang dek, maafin abang... " terdengar suara lirih Fatih. Fatih yang langsung memeluk Rani. Melepas semua rasa kekecewaan nya, tak sadar ia pun menangis dalam pelukan itu.
Rani juga sangat bersedih, disaat ibunya sedang Sakit dan terbaring lemah di rumah sakit. Kakak nya sendiri tidak pernah menjenguk nya bahkan setelah perpisahan ayah dan ibunya mereka menjadi lost contact. Walau pun kakak nya sempat mengunjungi dirinya beberapa kali di Bandung,tapi entah mengapa sebelum Ibu nya mengalami sakit. Fatih tidak lagi mengunjunginya bahkan tidak menghubungi Rani sama sekali. Rani sangat sedih, ia menumpahkan semua rasa sedihnya dalam pelukan hangat sang kakak.
" Tidak bang Abang tidak salah, mungkin karena takdir kita memang harus terpisah seperti ini. Lagian Tuhan lebih sayang kepada Mama, dia mencabut setiap rasa sakit yang Mama rasakan dan sekarang menempatkan di sisinya " ucap Rani
" Dek tunggu sebentar ya, kakak akan nemuin Mama dulu " ucap Fatih. Ia pun melepaskan pelukannya serta mengusap air mata yang membasahi pipinya.
" Baiklah kak, aku akan menunggu di sana. Kaka segeralah temui Mama, mungkin dia akan senang kalo kakak mengunjunginya " ucap Rani dengan suara yang parau.
Fatih pun berjalan menyusul Ayah nya yang sudah terlebih dahulu berjalan ke pemakaman Ibu nya.
Namun saat rani akan berjalan menuju keluar area pemakaman tersebut, langkah nya terhenti saat sebuah tangan mencekal dan menghentikan langkah nya. Ia pun menoleh ke arah lengannya lalu melihat siapa yang sudah menghentikan tangan nya.
Tak disangka sangka, ternyata orang yang mencekal tangan nya adalah istri baru ayahnya. Rani pun hendak melepaskan tangan nya. Namun saat ia mencoba melepaskan tangan nya cekalan tangan istri baru ayahnya yang bernama Marina tersebut.
" Apa yang kau inginkan, belum puaskah kau setelah merenggut kebahagiaan keluarga ku. Apa lagi yang kau inginkan, kau bahkan sudah menghancurkan keluargaku dan kau adalah PENYEBAB kematian ibuku. Kau dengar itu! " ucap Rani dengan tegas dan raut wajah yang sudah memerah karena menahan marah.
Mendengar penuturan kata kata Rani, Marina pun hanya tersenyum dengan penuh kelicikan. Ia pun mendekatkan dirinya kepada Rani dan membisikan sesuatu serta memberikan ancaman kepada Rani.
" Heh anak sialan dengarkan ini, jangan harap kau bisa kembali lagi ke rumah Afnan. Kau adalah penghalang bagiku, seharusnya kau mati saja bersama ibu mu itu, untuk apa kau hidup di dunia ini " ucap Marina pada Rani.
Seketika tubuh Rani menegang dan bergetar mendengar kata kata licik dari mulut iblis bernama Marina.
" Emang apa yang ingin kau lakukan kepadaku, kalau aku balik lagi tinggal di rumah Afnan yang ada di Jakarta. Lagian ayah juga lebih menyayangi ku dibanding cewek pelakor kaya kau " ucap Rani
__ADS_1
" Kau dengar ini baik baik, aku gak akan pernah tinggal diam aku akan buat hidup mu sengsara melebihi Ibu mu sendiri camkan itu baik baik.." ancam Marina.
" Dan ya kita lihat siapa yang lebih disayangi ayah mu, kau atau aku dan ingat ini Baik-baik aku akan membalaskan dendam kepada keluarga Afnan dan akan menghancurkannya kau dengar". ucap Marina lagi.
Ia pun merasa puas dan tersenyuman dengan penuh kelicikan nya. Rani pun hendak berbalik dan menghampiri bi Tika yang tak jauh dari dan segera keluar dari area pemakaman serta menjauhi sang Ibu tiri yang sangat licik itu.
Namun saat Rani berjalan beberapa langkah terdengar suara jatuh. Ia pun hendak berbalik dan melihat ke arah sumber suara, ia terkejut melihat ibu tiri nya terduduk di tanah. Ia bahkan lebih terkejut sanggul rambutnya terbuka dan agak sedikit berantakan.
Akhhhh.. tolong.... teriak Marina minta tolong.
Saat Rani hendak mendekat, ayah nya Tiba-tiba muncul dan mendekati Marina. Lalu dia menanyakan keadaan nya.
Bi Tika pun segera mendekati Rani dan berdiri di samping Rani.
" Sayang kau tak apa apa?, kenapa kau bisa begini, apa yang telah kau lakukan " tanya Rudi ayah Rani.
Rani sangat terkejut mendengar kata kata Ibu tiri nya itu, bahkan dirinya lah yang sudah di ancam olehnya. Namun sekarang ia malah membalikan pakta, saat Rani akan membela dirinya dia melihat gurat wajah ayahnya yang sudah sangat sangat marah.
" Apa yang kau katakan, bukan kah kau tadi yang telah mengancamku. Kenapa kau malah membalikan paktanya " Bela Rani.
" Diam... kau " marah Rudi
" Ayah itu tidak benar. A.. aku.. aku bahkan tak mendorong nya ataupun menjambak rambutnya Ayah, dengarkan aku dia bahkan sudah mengancamku dan akan menghancurkan Ayah. Ayah percaya kan padaku ayah..." ucap Rani menjelaskan kepada ayahnya.
Plakkk.. Plakkk... Dua kali tamparan mendarat di pipi kanan Rani. Ia merasakan panas serta perih di bagian pipi kanan nya, ia juga merasa mulutnya asin karena sudut bibirnya berdarah.
" Apa yang kau lakukan pada ibu mu hah dasar anak kurang ajar, anak tak tau diri. Padahal Ibu mu sudah bicara baik baik padamu. Tapi lihatlah kelakuan mu, bahkan aku tak sudi mempunyai anak seperti mu dan mulai sekarang kau bukanlah anak ku dengar itu Baik-baik " ucap Rudi sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Rani. Ia bener benar sangat marah kepada Rani.
__ADS_1
" Tuan besar, Non Rani dia tidak mendorong nyonya. Dia juga tidak menjambak rambut Nyonya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, Nyonya tadi membuka sanggul nya sendiri lalu menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Non Rani bahkan tidak menyentuh nyonya besar " bela bi Tika
" Kau ini siapa ikut campur urusan ku, kau hanya pembantu dan kau gak berhak ikut campur urusan ku " teriak Rudi pada bi Tika.
Brukhh...sebuah pukulan mendarat di pipi kanan Rudi.
"Rani, apa yang kau lakukan, kenapa memukul Ayah" teriak Fatih.
" Hah.. kau juga bahkan membela wanita seperti dia, apa kau juga akan menyalahkan ku seperti dia hah " ucap Rani kasar pada kakak nya.
" Kenapa kau jadi seperti ini, hentikan lah kalau kau memang tak melakukannya kenapa kau tak menjelaskan nya dan jangan pakai kekerasan " ucap Fatih.
" Menjelaskan apa lagi, aku udah jelasin semua nya. Tapi apa? dia bahkan tak mendengarkan penjelasan ku, bahkan Bibi juga yang melihatnya malah dia menghina nya. Lalu aku harus apa " jawab Rani.
Fatih pun hanya terdiam, dia gak bisa lagi mengucapkan Kata-kata nya. Dia juga sudah kecewa dengan apa yang dilakukan pada Ayah nya.
" Sudah lah jika kalian lebih percaya terhadap wanita ****** ini silahkan, Aku tak akan melarangnya dan untuk kau, Aku bahkan bukanlah anak yang beruntung memiliki ayah seperti mu dengarkan itu dan mulai sekarang aku bukanlah anak dari Rudi Afnan karena bagiku dia sudah mati " ucap Rani dengan penuh penekanan.
" Rani jaga bicara mu " ucap Fatih.
" Terserah Abang, aku gak akan membencimu, Abang akan tetap menjadi abang kesayangan buat Rani dan sekarang kita benar benar harus berpisah. Selamat tinggal " ucap Rani.
" Awas aja kau anak sialan lihat lah aku bahkan tidak akan membiarkan kau hidup dengan tenang " gumam Marina dalam hatinya.
Rani pun pergi meninggalkan pemakaman tersebut dan bergegas pulang ke rumahnya.
Back again
__ADS_1