Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 56 GENIT 2


__ADS_3

Waktu semakin berjalan, kini rani tengah merasa gelisah. Ia mencoba untuk tetap tenang dengan membaringkan tubuhnya. Namun tetap saja fikirannya sedang kacau tak karuan.


" Dek Ngapain sih kamu ini, dari tadi kakak perhatiin kamu kaya cacing kepanasan aja. Guling sana guling sini, Apa kamu tak merasa pusing " Tanya Nina kepada Rani. Ia sudah pusing melihat tingkah aneh Rani sejak balik dari solat isya berjamaah dari mesjid.


" Kak, aku harus bagaimana, gimana dengan lamaran serta pertunangan besok. Aku bahkan tidak menyukai kak hanafi, aku sudah berjanji dan akan selalu mencintai serta menunggu orang yang sudah memberiku kalung ini " Ucap Rani dengan nada khawatir.


" Entahlah dek, kakak juga merasa bingung saat ini. karena kang hanafi juga sangat mencintai mu dek. Bahkan pak kyai pun sangat menyayangi mu " Ucap Amira.


" Lalu bagaimana dengan keluargaku, bahkan mereka belum aku kasih kabar tentang keberadaan ku. aku sangat yakin mereka pasti sedang mencari ku, lalu apa yang aku lakukan disini. Aku malah akan menikah dengan pria yang bahkan aku tak mengenalnya " Ucap Rani.


" Maaf kan kakak dek, Gara-gara kakak kamu tidak jadi pulang ke keluarga mu " Ucap Amira dengan Wajah sedih.


⏮ ⏸ FLASHBACK.....


Setelah Rani membereskan semua barang nya dan membayar ke tempat administrasi. Ia hendak langsung pulang kerumahnya. Ia sangat merindukan serta mengkhawatirkan kedua abangnya yang sudah lama Rani tinggal.


Terlebih Rani juga mengkhawatirkan kondisi bi tika yang sudah semakin tua dan lemah. Membuat Rani segera ingin pulang kerumahnya, karena ia yakin bi tika akan syok setelah mengetahui bahwa dirinya menghilang.


" Kak, aku akan segera kembali kesini setelah aku pulang ke kota. Aku sudah mengkhawatirkan orang rumah setelah kepergian ku " Ucap Rani dengan raut wajah sedih seakan enggan untuk di tinggal pergi.


Kini Rani sudah tidak berbicara kasar lagi karena permintaan dari kedua kakak perempuannya dan juga Nanda. Rani pun menuruti semua kemauan dari mereka, karena Rani juga harus mulai mengubah dirinya untuk menjadi lebih baik.


" Loh dek, kakak kira kamu akan balik sama kita ke pesantren " Ucap Nanda.

__ADS_1


" Mungkin kapan2 aku akan kembali kesini lagi. aku berjanji tidak akan melupakan apa yang kalian telah lakukan kepadaku " Ucap Rani kembali meyakinkan mereka dengan ucapannya.


Saat ini Rani sedang tidak mengingat tentang lamaran dan cinta nya Hanafi. Jadi ia berpikir bahwa mereka menahan nya karena mereka tak ingin berpisah dari nya.


" Dek, maafkan kakak yang telah menghalangi kepulangan mu. Tapi kakak cuman mau mengingatkan mu, apa kamu sudah lupa dengan acara lamaran keluarga kang hanafi besok lusa " Ucap Amira dengan nada getir.


Deg.. Tiba-tiba tubuh Rani mematung, Ia bahkan melupakan hal penting saat dirinya kehilangan ingatan. Ia melupakan Hanafi yang selama ini selalu mendampinginya disaat ia tak berdaya. ia juga kembali mengingat ungkapan rasa suka dan kasih sayang yang selalu di ungkapkan kepadanya saat di rumah sakit kota. Kenangan2 tersebut seperti layar film yang berubah-ubah melintas di fikirannya.


" Dek, apa kau baik-baik saja. Maafkan kakak karena telah lancang menghentikan kepulangan mu " Ucap Amira sambil menangis dan mendekatkan dirinya kepada Rani.


" Baiklah kak, aku akan pulang bersama kalian " Ucap Rani pada Amira dan yang lainnya. ia pun terpaksa tersenyum, kemudian merangkul tubuh Amira yang sedang menangis.


⏸ BACK AGAIN...


Rani bangun dari kasurnya, dan mengubah posisinya menjadi duduk dengan posisi menyender ke dinding. Ia beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Amira dan juga Nina terlihat sedih melihat adik nya tersebut. Mereka tak bisa melakukan apapun untuk membantu Rani dalam masalah nya. Mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk adiknya tersebut.


" Apa yang harus aku lakukan saat ini. Bagaimana bisa aku melupakan bocah tampan yang sudah memberinya kalung semanggi ini. Apa jangan2 dia sudah punya gebetan atau enggak dia sudah punya tunangan atau jangan2 dia juga udah nikah duluan.. Akhhhh... Jangan kakak ganteng " Batin Rani. Ia hanya menghenbuskan nafas kasarnya beberapa kali, dengan wajah lesu nya.


" Dek, kenapa kamu gak hubungin aja keluarga dek ani. Dan beritahu mereka kalau kabar kamu sekarang baik2 aja" Ucap Amira


" Bener tuh dek, sekalian bilang juga kalo dek ani mau tunangan sama pak ustad Hanafi " timpal Nina.

__ADS_1


" Iya juga ya, siapa tau mereka bisa di andalkan disini. Kalo bisa sih mereka gagalin acara tunangan ini " Gumam Rani.


" Gimana dek dengan saran yang kita berikan tadi " tanya Amira.


" Baiklah kak, bolehkah aku pinjam ponsel kakak buat ngehubungi kakak aku. Nanti janji deh aku ganti pulsa kakak " Ucap Rani sambil tersenyum.


" Gak usah di ganti juga gak papa, lagian masih ada gratisan nelpon kok " Ucap Amira, Lalu ia menyerahkan ponsel android versi lama kepada Rani.


" Ya udah, aku keluar dulu ya kak. Kalo ada yang nyariin bilang aja aku lagi ngadem di taman biasa " Ucap Rani pada kedua kakak nya tersebut.


Rani segera berjalan keluar kamarnya dan hendak pergi ke taman tempat ia biasa duduk santai. ia sedikit buru2 hingga ia lupa untuk berpamitan bahkan tak mengucapkan salam pada kedua kakak nya tersebut.


" Waalaikumsalam " Ucap kedua kakak nya dengan kompak.


Rani yang yang sudah mau menutup pintu pun kembali membuka nya dengan lebar. Lalu dengan cengirannya ia memberikan salam serta berpamitan kepada kedua kakak nya tersebut.


" Hehehe.. Assalamu'alaikum, Adek pamit ke taman dulu ya teteh teteh cantik. dadah.. " Ucap Rani dengan gaya centil sambil mengedipkan sebelah matanya. Tak lupa ia juga melambaikan tangan pada kedua kakak nya tersebut.


Amira dan Nina hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rani yang barusan. Setelah Rani benar-benar pergi, mereka langsung tertawa lepas. Karena tingkah konyol dan centil Rani kepada mereka.


" Teh, padahal nya kemarin malam teh dek ani bikin Ina merinding. Gara-gara nada bicara sama sikap nya yang berubah jadi kasar sama ketus " Ucap Nina pada Amira.


" Iya teteh juga pengen ketawa jadinya, dia pinter banget ngerubah ekspresi sama gaya bicara nya. Tapi teteh seneng kalo dek Ani bisa seceria seperti sebelum ingatannya kembali " Jawab Amira.

__ADS_1


" Iya teh kita mah do'ain aja, biar dek Ani benar-benar bisa berubah seperti sekarang. Dan semoga Ajah dia teh bisa berdamai sama masa lalu nya " Ucap Nina.


Mereka pun lanjut berbincang-bincang mengenai acara yang akan di adakan besok.


__ADS_2