Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 58 HEBOH


__ADS_3

Azan subuh kini sudah berkumandang, semua penghuni pesantren berbondong-bondong ke mesjid untuk melaksanakan ibadah secara berjama'ah.


" Dek Bangun, kita solat berjamaah bareng yuk, itu udah Azan. Ayok " Ajak Amira pada Rani.


Amira sudah bangun lebih awal sebelum Adzan, lalu ia langsung membangunkan Nina dan terakhir Rani. Karena membangunkan Rani agak sulit di waktu subuh, Jadi Amira selalu membangunkan Rani sebelum adzan berkumandang. Tapi pada akhirnya Rani selalu saja bangun saat adzan nya selesai.


" Dek, kamu mah susah amat di bangunin deh. Perasaan kita dari sebelum subuh tadi, bangunin kamu tetep aja kita selalu telat " Ucap Nina saat melihat ke arah Rani yang lagi menguap.


" Hehehe.. maaf lagi " Ucap Rani sambil nyengir.


" Udah ah, Ayok kita berangkat ke mesjid. Kamu dek cuci muka sama sikat giginya sekalian di mesjid aja. Ini udah telat, nanti kita ketinggalan berjama'ah " Ucap Amira pada Rani.


Rani pun segera mengambil Mukena nya, tak lupa ia membawa sikat giginya. Mereka segera berangkat ke mesjid, tak lupa mereka mengambil wudhu dulu sebelum masuk ke mesjid.


Setelah melaksanakan Solat berjama'ah, mereka segera pamit untuk kembali ke asrama sebelum melakukan aktivitasnya. Jadwal mengaji pun di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu malam dan Pagi.


Untuk yang mengaji malam dari sehabis solat isya sampai jam 10 malam. dan untuk yang pagi hari biasanya dari sehabis solat subuh sampai jam 7 pagi. Dan untuk hari ini Rani dan kedua kakak sekamarnya tersebut mendapatkan jadwal mengaji malam.


" Kak, aku pergi dulu sebentar ya. Aku gak bakalan lama kok " Ucap Rani kepada kedua kakaknya.


" Dek, biar kakak ikut ya sama kamu " Ucap Amira, ia sangat cemas serta mengkhawatirkan tentang Rani. Apalagi ia acara lamaran serta pertunangannya tinggal menghitung jam.


" Gak usah kak, lagian aku gak lama kok. Tenang aja lagian aku juga gak bakalan kabur, aku bukan tipe orang yang mudah melupakan janji namun aku juga benci pada orang yang mengganggu ku. termasuk orang yang melukai kepercayaan yang sudah ku berikan " Ucap Rani.


Kini perasaan Amira bertambah khawatir setelah Rani berbicara kepadanya. Entah mengapa ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.

__ADS_1


" Baiklah, tapi kamu jangan lama2 ya, ingat kamu harus kembali dengan cepat " Ucap Nina.


" Baiklah teteh cantik ku, aku janji gak bakalan lama. Kalo begitu aku pamit dulu, Assalamualaikum " Pamit Rani pada kedua kakaknya.


" Waalaikumsalam, hati2 dek " Ucap Amira dan nina.


Mereka pun kini sudah berpisah dan pergi kelain arah yang berbeda.


" teh mira kenapa sih dari tadi ina perhatiin teteh seperti gelisah gitu? " Tanya Nina pada Amira.


" Iya, entah kenapa teteh merasa gelisah, saat dek Ani ingin pergi. Teteh merasakan pirasat buruk akan terjadi " Ucap Amira


" Teteh jangan ngomong gitu ah, gak baik. Teteh perbanyak istighfar aja, do'ain biar acara nya dek ani berjalan lancar tanpa hambatan " Ucap Nina mencoba menenangkan Amira yang sedang gelisah.


Akhirnya mereka berdua telah sampai di depan kamar mereka. Mereka pun segera masuk kedalam kamar untuk merapikan serta membersihkan kamar mereka sebelum melakukan aktivitas rutin nya.


" Kenapa aku merasa seperti dijebak ya. Bagaimana kak Hanafi minta bertemu di tempat seperti ini. Perasaan semalam aku sudah bener benar membaca surat itu dan mengikutinya. Tapi mana mungkin kak Hanafi menyuruhku ke tempat seperti ini. Sebaiknya aku bergegas pergi dari sini saja " pikir Rani.


Namun saat ia akan melangkah pergi dari tempat itu, seseorang telah membekap Rani dari belakang. Rani tak mengingat apa pun setelah itu, karena orang tersebut memakai cairan membuat seseorang yang menghirupnya akan jatuh tak sadarkan diri.


Orang tersebut membawa Rani kedalam gudang, lalu ia mengikat kedua tangannya Rani. Setelah itu ia mengambil ponsel yang ada disaku jaketnya. lalu ia pun segera mencari kontak di hapenya dan segera menghubungi Nomor tersebut.


Tut.. tut.. tut...


Nada panggilan tersambung, hingga tak lama kemudian suara seseorang yang di panggil terdengar dari ponsel tersebut.

__ADS_1


" Hallo, gimana apa rencana nya berhasil? " tanya nya.


" Beres sayang, rencana mu selesai sekarang. Lalu aku harus bagaimana sekarang apa aku biarkan dia sendirian disini " Tanya pelaku tersebut.


" Kau buat dia seolah-olah sudah di perkosa, tapi kau jangan sampai menyentuhnya. cukup kau robek saja pakaian yang dia pakai. dan jangan sampai kau tinggalkan dia sendirian sebelum aku menyuruhmu untuk pergi " Ucapnya dengan Nada tinggi.


" Lalu kenapa aku tak boleh menyentuhnya, setidaknya ia lebih cantik dari pada dirimu" Ucapnya


" Kau, apakah kemarin malam kau belum puas setelah meniduri ku dan menghujani ku dengan air **** mu itu. Dasar laki-laki brengsek sialan " Marah Wanita tersebut.


" Apakah kau merasa cemburu padanya, baiklah kau tenang saja aku tak akan menyentuhnya. Hanya saja aku akan sedikit merombak pakaian penampilan penampilannya sedikit " Ucap nya


" Ya sudah aku harus ke rumah Hanafi dulu, aku harus membantu disana. bye " Ucap nya sambil menutup telpon nya secara sepihak.


" Huh, dasar cewek menyebalkan. Kalau saja aku tak mencintaimu, mungkin saat ini kau sudah tinggal nama saja" Ucap orang tersebut dengan geram. Kemudian ia menaruh ponselnya kedalam saku jaket nya.


Ia kemudian memandangi Rani yang sedang tak sadarkan diri tersebut dengan tatapan bingung.


" Sebenarnya aku tak pernah berbuat masalah pada orang lain, kecuali orang tersebut mengganggu kehidupanku. Karena aku sudah berjanji pada ibuku untuk berubah dan berhenti mengacaukan serta menyusahkan hidup orang lain " Ucap nya pada Rani.


" Aku berjanji ini yang terakhir kalinya, maaf kan aku mungkin ini akan sedikit sakit. Aku berjanji setelah ini aku akan berubah. Maafkan aku gadis manis " Ucapnya sambil tersenyum menyeringai.


πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€


Kini sudah jam tujuh pagi, para kerabat dari keluarga ayah dan juga ibunya Hanafi sudah mulai berdatangan. Mereka dengan sengaja mengundang semua kerabat untuk menyaksikan hari bahagia putranya. Namun ada juga beberapa kerabat yang memang sudah meminta maaf, tak bisa hadir karena ada halangan.

__ADS_1


Kini dua mobil sport mewah tengah memasuki pelataran pesantren. Gara-gara kedatangan mobil yang sangat jarang bahkan gak pernah ada di kampung tersebut, membuat seisi pesantren di buat heboh. Bagaimana tidak mobil sport bermerek RANGE ROVER dan BMW I8. para santri/wati mulai berdatangan untuk melihat orang yang mengemudikan mobil tersebut.


Hanafi dan Rahman yang penasaran dengan beberapa berita heboh di pesantren segera pergi datang ke depan pesantren. Maryam pun ijin pamit untuk mengikuti kemana pergi nya suami serta anaknya tersebut.


__ADS_2