
" Astagfirullah gue kira loe hantu, ngapain loe diem di depan gue. Kurang kerjaan aja " ucap Rani kesal.
" Eh tumben gue istighfar, biasa nya juga cuman kata anjing ******* yang muncul duluan, apa jiwa gue udah insyaf ya " batin Rani.
" Makanya jangan maen game mulu jadi gak nyadarkan kalo ada orang di depan loe yang ngajak loe ngomong " jawabnya kesal.
" Oh.. " ucap Rani datar
"Anjing dia cuman bilang oh doang, gue yang harusnya kesel dan dia malah bersikap kek gitu dasar. Kalo bukan cewe udah gue habisin loe " batin cowok tersebut. Dia bahkan hanya bisa mengerti kesal dalam hatinya.
" Loe masih inget gue kan, waktu itu yang bikin janji sama loe " ucap nya
" Emang kapan gue pernah janjian sama loe, lagian gue juga gak kenal sama loe terus gue juga gak pernah ketemu sama loe " ucap Rani dengan wajah dingin dan santai nya.
" ******* mih cewe, udah bikin iblis dalam jiwa gue berontak pengen keluar. Ni cewek terbuat dari apa sih. " cowok itu hanya bisa ngebatin.
Cowok yang ada di hadapan Rani tak lain adalah Haikal. Cowok yang seminggu lalu menjadi lawan balapan Rani dan juga udah buat janji sama Rani untuk balapan lagi.
" Heh, kalo loe mau bengong jangan disini ngalangin pandangan gue. minggir sana " ucap Rani
"Huh, terserah loe aja lah cape jue ngomong sama loe. Kaya ngomong sama Jin.. GAK JELAS " ucap Haikal yang sudah kesal.
" Eh loe bilang gue Jin, berani sekali loe ngehina gue sampe bilang gue Jin " jawab Rani yang udah kepancing emosinya.
Melihat Rani yang udah meluap-lupa dan siap meletus Danish pun datang dan segera menenangkan Rani.
" Girls, bentar lagi balapan nya mau dimulai. Loe Siap-siap ya. " ucap Danish berusaha mengalihkan Rani.
" Iya ini gue juga udah siap siap " ucap Rani.
" Huh Bisa-bisa nya dia tak mengubah ekspresi dingin nya padahal tadi dia lagi marah. Dasar cewek Jin, gak jelas hadeh kenapa gue malah kesal sendiri. Bisa bisa gue mati ngebatin gara gara ni cewek.. akhhhhh... sialan" gerutu Haikal dalam hatinya.
" Kenapa lagi loe, minggir gue mau Siap-siap. Loe ngalangin jalan gue " ucap Rani
__ADS_1
" Sombong sekali kau ini, lihat saja nanti aku akan mengalahkan mu " ucap Haikal dengan nada kesal dan menantang Rani.
" Emang siapa yang takut sama loe, coba aja kalahin gue kalo loe mampu " jawab Rani dingin. " minggir loe gue mau lewat " ucap nya lagi
Rani pun segera melajukan motor menuju ke arah garis star, tak lupa Danish dan Faishal pun berada di samping Rani.
" Dek semangat ya ini kan yang terakhir kalinya. buat kita" ucap Danish.
" Iya, itu mah selalu. Lagian siapa bilang ini yang terakhir " ucap Rani dengan nada datar
" Dek. Hati-hati ya jangan sampe lengah, gak menang juga gak papa. Tapi kalo bisa mah sih harus menang, malu entar sama gelar loe yang pindah sama orang lain " ucap Faishal
" Iya santai aja kali bang, kan gue yang balapan " ucap Rani.
" Lah bukannya waktu itu loe ngomong yang terakhir dek" tanya Danish.
" Kan gue udah nyebut terakhir sebelum ujian, ya kalo setelah ujian mah bebas. Lagian kan lumayan hadiah taruhannya" ucap Rani
" Oh iya juga sih hehehe" Danish hanya garuk garuk kepala nya yang tidak gatal.
Di samping Rani sudah ada 3 pembalap yang sudah bersiap untuk mengikuti balapan. Seorang wanita sexy berjalan ke depan para pembalap dengan membawa pistol.
" Sudah siap semua".. ucap wanita tersebut
suara motor yang saling sahut menyahut pun menggema di jalan tersebut. Suara teriakan para pendukung pun tak lebih menggema dari deruan suara mesin motor.
Dorrr...... saat pelatuk di tarik dan timah panas meluncur ke atas langit, menandakan balapan nya sudah di mulai.
Wush... wush... wush.. suara motor yang melesat menjauhi garis star dan melawan arah angin. Suasana yang begitu dingin dan sunyi nya Kota Bandung telah terpecah oleh suara deruan mesin motor yang sedang balapan.
Mereka saling menyalip dan mendahului. begitupun dengan Rani, ia menunjukan skill yang ia punya saat ia berada jauh di belakang. Karena dua pembalap yang ada di depan tak memberikan celah untuk mendahuluinya.
Saat garis finish sudah kelihatan, Rani dengan skill riders nya melewati kedua pembalap yang sudah menghalanginya. Tak lupa ia juga mendahului salah satu pembalap yang berada di depannya.
__ADS_1
Ckiettt... suara ban motor dan aspal yang saling bergesekan.
Akhirnya Rani yang memenangkan kan balapan nya. Danish dan Faishal pun menghampiri motor rani dan memberikan ucapan selamat atas kemenangan nya.
Tak lupa para pembalap lain juga memberikan ucapan atas kemenangan nya. Rani pun menerima uang taruhan nya. Nilai uang untuk taruhan balapan kini sangat pantastis yaitu senilai 100 jt. ya karena para pemain nya adalah orang kaya semua.
Setelah mendapatkan hadiah nya Rani bergegas untuk pulang kerumah nya, begitupun dengan danish dan faishal. Mereka sudah meminta ijin untuk pulang ke tempat bengkel nya dan tidur disana semalam Rani pun mengijinkannya.
Namun saat di perjalanan rani berhenti berhenti di salah satu mini market yang masih buka. Rani pun segera masuk ke dalam dan tak lupa membuka maskernya di dalam supermarket Rani tak sengaja menyenggol seseorang Laki-laki.
Brukkk...
" Maaf gue gak sengaja udah nyenggol loe" ucap Rani dingin
" Hemm.. kamu gak papa kan? " ucap Laki-laki tersebut.
" Enggak kok, gue gak papa. sekali lagi gue minta maaf " ucap Rani memandang wajah Laki-laki itu.
" Iya Sama-sama lagian gue juga gak papa kok. Kenalin nama ku Hanafi " ucap Laki-laki bernama Hanafi itu dia juga mengulurkan tangan nya untuk berkenalan.
Rani termenung saat melihat uluran tangan Laki-laki itu.
" Loe bisa panggil gue Rani " ucap Rani.
" Senang berkenalan dengan mu, ya udah aku duluan ya " ucap Hanafi.
" Iya Hati-hati hati " ucap Rani sambil tersenyum. dan Hanafiah pun membalas senyuman nya lalu menghilang di balik pintu.
" Eh kok dada gue Deg-degan ya, tadi juga gue senyum sama dia. Tumben banget gue... akkkhhh... " Rani Menjerit-jerit dalam hati nya.
" Mbak, ada yang bisa saya bantu" ucap Pelayan yang ada di meja kasir yang melihat Rani termenung.
" Akh sa.. saya, enggak mas saya mau cari barang yang aku butuhin dulu " ucap Rani salah tingkah.
__ADS_1
" Iya mbak, silahkan " kata Pelayan tersebut.
" *****.. gue malah bengong lagi. kan malu sama pelayan itu. hah.... gara-gara cowo itu " gerutu Rani. ia pun segera mengambil beberapa cemilan dan segera membayar nya ke kasir