Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 32 MASA KRITIS


__ADS_3

Hanafi sangat sedih melihat rani yang masih belum memperlihatkan perkembangan nya. ia duduk di kursi samping ranjang rani. sesekali hanafi mengelus tangan rani dan mengajaknya berbicara.


" hey, kenapa kau belum bangun juga. kau tahu saat awal pertemuan kita. kau sangat manis sekali, senyuman mu itu selalu saja memenuhi pikiranku.a.. aku minta maaf, karena diriku kau jadi seperti ini. andai saja aku lebih memperhatikan sekitar. mungkin kejadian itu tidak akan pernah terjadi. terimakasih. aku berhutang nyawa untuk mu" ucap hanafi dengan wajah sendu dan sedikit pucat.


Ia sudah tidak tahan dengan semua beban yang ada dipikirannya. tak jauh dari Hanafi, tepatnya di pintu ruangan itu. rahman dan juga maryam melihat kesedihan hanafi. mereka berniat untuk mendekatinya namun rahman mengurungkan nya dan lebih memberi ruang buat hanafi dan juga rani.


Akhirnya rahman dan juga maryam pergi kembali ke luar ruangan. tak lama kemudian dokter thariq datang beserta dengan adiknya. disana mereka berbincang dan saling menanyakan kabar.


" assalamualaikum paman, apa kabar. sudah lama sekali kita tidak bertemu dan malah di pertemukan disini" ucap dokter Thariq sambil menyalami kedua orang tua tersebut secara bergantian.


" waalaikumsalam nak. ya Alloh kamu ternyata sudah jadi dokter ya. dulu kamu masih anak SMA, sekarang kamu sudah mencapai impian mu jadi dokter. pasti Alm. ibumu sangat bangga padamu nak" ucap rahman.


" akh paman bisa aja, jangan terlalu memuji lu paman itu tidak baik... hehehe" ucap Thariq tertawa sambil bercanda.


" oh iya ini siapa. kok ganteng banget nak" tanya maryam setelah melihat kearah adik Thariq.


" oh. perkenalkan bibi, paman ini adik saya. dulu dia memang agak pemalu dan pendiam. jadi banyak keluarga yang tak tahu kalo dia adik saya" ucap Thariq menjelaskan.


" lihatlah umi. bibir sama matanya sangat lah mirip dengan Alm. ibunya" ucap rahman.


" iya abi, perkenalkan nak saya maryam dahlan panggil saja bibi maryam. dan ini adalah suami bibi Rahman syauki abdullah, kamu panggil dia paman rahman. beliau ini adalah adik dari Alm. ibu kamu" ucap maryam menjelaskan.


" iya bibi. bibi bisa panggil aku haikal saja bi" ucap haikal sambil menyalami mereka secara bergantian.


cklek.. tiba tiba pintu terbuka.


" dokter.. dokter... tolong rani dok. dia mengalami kejang kejang, tolong selamatkan dia dok" ucap hanafi yang tiba2 keluar dari dalam ruangan dengan wajah pucat pasi.


Semua orang yang ada disana kaget dan langsung berdiri. dokter Thariq pun segera memasuki ruangan dan tak lupa menyuruh yang lain untuk memanggil suster. namun saat yang lain hendak melihat kedalam. tiba2 hanafi terjatuh dan membuat kondisi disana semakin panik.


" hanafi, kamu kenapa nak. ya Alloh kenapa dengan anak hamba" ucap maryam yang sedang memeluk hanafi yang sudah tak sadarkan diri di atas lantai.


" suster tolong anak saya Sus. cepatlah tolong anak saya"teriak rahman

__ADS_1


Sedangkan di dalam ruangan dokter Thariq sedang memeriksa rani. begitu pun dengan haikal, ia sangat penasaran dengan wajah rani yang selama ini ia cari dan juga ia sangat khawatir akan dirinya yang sedang terluka.


" haikal kamu keluar dulu, biarkan kakak dan suster yang akan menangani rani. kamu keluarlah" ucap Thariq pada haikal.


" baiklah kak. kak aku mohon selamatkan lah rani. aku mohon kak" ucap haikal. ia pun segera keluar ruangan dengan berbagai fakta yang sangat mengejutkannya.


"dok.denyut jantung nya semakin melemah, kondisinya juga semakin kritis" ucap suster yang sedang membantu Thariq.


"tenanglah.dia pasti akan selamat. ambilkan aku alat pemacu jantung sekarang" ucap Thariq


tak lama kemudian suster mengambil alat tersebut dan langsung memberikannya kepada dokter thariq.


" baiklah kita mulai.. 1..2..3..." ucap Thariq memberikan aba2.


" detak jantungnya masih menurun dok "


" baiklah akan ku ulangi lagi. "


tit.. tit.. tit..tit...


" sukurlah ia sudah melewati masa kritisnya. sekarang kita hanya tinggal menunggunya untuk sadar dari koma nya" ucap dokter.


akhirnya suster dan dokter Thariq pun keluar dari ruangan itu. dokter Thariq sangat kelelahan terlihat jelas dari keringat yang mengucur deras di dahi nya


" kak bagaimana keadaan rani sekarang. apa dia baik baik saja" tanya haikal pada sangat kakak.


" kamu tenanglah, dia baik baik saja. kalau kau mau pulang pulang lah saja dan jangan pergi keluyuran. pulanglah kerumah" ucap dokter Thariq.


" lalu siapa yang akan menjaga rani disini. paman sama bibi mereka sedang di ruangan bang hanafi dia sedang dirawat juga" ucap haikal.


" dek, kamu gak usah khawatir. biar abang aja yang jagain rani" ucap nanda.


" gimana keadaan rani sekarang bang " tanya nanda pada thariq.

__ADS_1


" dia sudah melewati masa kritisnya. namun ia tetap masih koma, jadi kita hanya menunggu nya untuk kesadarannya " ucap Thariq.


" bang pindahkan saja rani keruangan VIP, biar kita juga sedikit leluasa buat menjaganya " ucap nanda.


" baiklah untuk itu, biar aku urus. kau memang benar, dalam kondisinya sekarang ini dia harus diawasi. karena sangat rentan baginya dalam kondisinya seperti saat ini" ucap Thariq


" gimana keadaan hanafi, apa dia baik2 saja" tanya Thariq.


" dia sedang di rawat. mungkin dia kecapean karena tadi dia duduk di taman saat hujan lebat. mungkin efek dari kehujanan itu yang membuat dia jatuh pingsan " ucap nanda.


" baiklah kalo begitu saya permisi dulu. karena ada jadwal pemeriksaan pasien di ruangan lain" ucap Thariq


dokter Thariq pun bergegas pergi meninggalkan nanda. begitu pun dengan haikal, ia juga pamit untuk segera pulang. karena besok ia harus pergi kesekolah.


saat haikal sampai dirumahnya, ia masih membayangkan wajah rani yang sempat ia lihat saat masuk kedalam ruangan tadi.


Ia merasakan sangat tidak asing dengan wajahnya. ia merasa sering melihat rani. namun karena beberapa luka gores di pipinya serta perban yang menutupi wajahnya membuat rani menjadi tidak dikenalinya.akhirnya ia pun segera beristirahat setelah membersihkan badannya dulu.


Sementara di rumah rani. bi tika yang sedang duduk di meja makan terkejut melihat kedatangan rani. ia nampak sangat berbeda dengan wajah pucat dan pakaian nya yang sangat lusuh.


" eh neng rani, wajah neng rani kenapa. apa neng rani sedang sakit.neng rani gak papa kan" tanya bi tika yang sudah menghampiri rani. ia pun sempat megang tangan rani yang sudah sangat pucat.


" astagfirullah hal adzim. neng rani kenapa tangan neng rani dingin. neng rani gak kenapa napa kan" tanya bi tika yang sudah sangat khawatir saatengetahui kondisi rani yang sudah tidak baik2 saja.


" rani gak papa bi. rani hanya kedinginan saja, rani lagi merindukan mama. tak lama lagi rani bakalan ketemu sama mama bi " ucap rani sambil memberikan senyuman.


" neng rani jangan ngomong gitu akh gak baik. neng rani do'ain aja biar mama tenang di alam sana. ya sudah neng rani istirahat aja, biar bibi buatin bubur sama susu hangat ya" ucap bi tika pada rani.


_________________________________________________


maafin aku nya ya kak. ceritanya agak sedikit gaje😄


jangan kapok buat bacanya ya kak. 😁

__ADS_1


tunggu kelanjutannya.. 👍


jangan lupa tinggalin jejak kalian


__ADS_2