Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 47 BAHAGIA YANG TERLUPAKAN


__ADS_3

" Ada apa sayang, tumben sekali kau menelpon ku. Biasanya juga kalau kau ada perlu baru memanggilku. Atau kau sudah merindukan junior ku ini. Hahahaha" Ucap laki-laki misterius yang ada di sebrang telpon.


"Jaga ucapan mu, dasar laki-laki brengsek. Dan ya kau benar, aku ada pekerjaan untuk mu saat ini juga. Nanti akan ada 3 wanita yang keluar dari gerbang pesantren. Aku minta kau meleyapkan salah satu dari mereka. Apa kau sanggup" Ucap wanita yang Nelpon tersebut.


" Itu urusan gampang, tapi kau tau kan kalo semua itu gak geratis. Kau tau aku sudah sangat merindukan sarang junior ku ini. Sudah lama sekali aku tak mendengar suara erang*n mu sayang " Goda laki-laki tersebut.


" Persetan dengan dengan semua omongan mu. Kau memang laki-laki yang sangat brengsek Sam. Kau Mau tidak dengan pekerjaan ini" Ucapnya dengan nada tinggi.


"Hahahaha....Ayolah sayang, jika aku laki-laki brengsek. Setidaknya ada kamu sebagai wanita murahan, jadi kita sangat cocok bukan. Lagian mana mau Pak ustad itu sama wanita yang sudah jelas terbobol kaya kamu" Goda laki-laki yang di panggil Sam.


" Kau ini banyak bicara sekali, ya sudah kalo kau gak mau. Aku akan cari yang lain saja. BYE " Ucapnya hendak menutup telpon. Ia merasa kesal dengan ucapannya yang membawa2 nama Hanafi.


" Tu.. tunggu dulu. Baiklah aku akan melakukannya, Tapi aku tak mengetahui wanita yang mana yang harus aku lenyapkan. Dan kau harus ingat, setelah ini aku meminta jatah ku. Kali ini aku ingin melakukannya semalaman penuh dengan mu. Jadi Jangan marah dulu ya Fatimah sayang " Ucap Sam dengan penuh nafsu.


" Wanita itu memakai pakaian syar'i warna biru. ingat itu jangan sampai salah. Jika kau gagal melenyapkan nya, aku gak akan memberimu jatah. kau ingat itu" Ucap Fatimah dengan ketus.


" Baiklah sayang, aku akan menuruti semua keinginan mu. Demi tubuh molek mu dan bibir manismu itu.Sampai jumpa nanti malam Sayang. Muah " Ucap Sam sambil memberikan kecupan di akhir katanya.


" Setidaknya aku mendapat kepuasan dari Sam dan kemenangan atas kematian nya si Rani. Nikmatilah waktumu yang hanya tinggal beberapa menit lagi wanita pengganggu" Ucap Fatimah sambil tersenyum licik.


Who is Sam (Samisi)❓❓


Samsi atau yang lebih di kenal dengan sebutan Sam dia adalah preman yang menguasai kampung itu. Sebenarnya dia tinggal di kota, Namun beberapa tahun yang lalu ia memutuskan untuk tinggal di kampung halamannya.

__ADS_1


Saat ia sedang berkeliling kampung, ia tak sengaja bertemu dengan Fatimah. Menurutnya Fatimah adalah wanita paling cantik yang pernah ia temui di kampung itu. Hingga ia bertekad untuk mendapatkan nya.


Namun Saat ia akan mengutarakan niat baiknya, hal itu di tolak mentah-mentah oleh keluarga Fatimah. Karena sudah jelas, perbedaan Kasta yang sangat jauh berbeda antara mereka.


Ia akhirnya memanfaatkan Fatimah, disaat ia membutuhkan bantuan seperti saat ini. Ia akan meminta bayaran nya dengan menyetubuhi Fatimah. Namun sayangnya, saat pertama kali ia melakukannya. Fatimah sudah terlebih dahulu terbobol oleh orang lain selain Sam.


Strory off ▶


Rani dan kedua teman sekamarnya sedang berjalan kearah gerbang. Mereka sesekali bercanda, terlebih Rani dan Nina. Terkadang mereka lari2 tak jelas dan saling mengejar. Amira yang melihat tingkah kekanakan mereka berdua hanya bisa tersenyum dan menikmati tontonan yang sedang ada di hadapan pandangannya.


Rani tertawa dengan sangat riang, Berbeda dengan nya saat beberapa taun kebelakang. Dimana ia hanya menghabiskan waktu untuk bekerja, balapan, dan sekolah. Walau terkadang ia akan berlibur beberapa minggu sekali. itu pun hanya kerumah orang tua nya Danish atau Faishal.


Sipatnya yang pendiam, kasar, pemarah serta bermuka datar. Menjadikan Rani sangat di jauhi oleh siapapun. Bahkan tidak ada yang mau berdekatan dengan Rani. Berbeda dengan saat ini, ia sangatlah imut dengan balutan hijabnya. Serta tutur kata lemah lembut, dia banyak di kelilingi oleh orang yang ia sayang.


" Kamu ini ya, Bukan gitu maksud ku. Biasanya kan setiap seminggu sekali kang Thariq akan menjenguk dek Ani. Tapi tumben sekali minggu kemarin Gak datang kesini " Ucap Nina pada Rani.


" Tuh kan... cie.. cie.. Yang lagi kangen. Baru juga seminggu di tinggal, udah langsung kangen ajah. Ucap Rani dengan sedikit meledek Nina.


Nina memang sudah di tembak oleh dokter Thariq dua minggu kemarin. Dan untuk Amira, sebenarnya ia sudah menyukai Nanda sedari dulu. cuman karena ia malu untuk mengutarakan nya, cintanya pun hanya di pendam di hati nya saja. Tapi berkat Bantuan dari Rani. mereka langsung jadian seminggu lebih setelah kedatangan Rani.


" Ih, apa sih. Teh Mira bantuin atuh, masa teteh cuman diem aja sih " Gerutu Nina pada Amira.


" Lah mau bantuin gimana coba, kalau kamunya emang lagi kangen sama kang Thariq. hehehe" Amira malah balik menertawakan Nina.

__ADS_1


" Teteh sama de Ani mah sama saja" dengus Nina.


Kini mereka telah sampai di depan gerbang, sekarang mereka sedang berdiri di trotoar pinggir jalan. Rani dan juga Nina masih saja bercanda, padahal Amira sudah memarahi mereka untuk menghentikan tingkah kekanakan mereka.


" Kak ina, ayok kita balapan sampai ke sebrang sana. Siapa yang sampai duluan Nanti traktir beli eskrim. Gimana mau gak kak? " Tawar Rani pada Nina.


" Oke, siapa takut " Ucap Nina dengan semangat.


" Kalian ini, sudah hentikanlah bercandaan kalian. Kita lagi di dekat jalan raya, Bahaya tau gak" Amira mencoba mencegah kekonyolan yang akan di lakukan oleh kedua temannya tersebut.


Namun mereka berdua tak bergeming dengan omongan dan juga omelan dari Amira. Mereka telah siap siap untuk berlari ke arah sebrang jalan.


" Ayolah kak, entah mengapa hari ini aku sangat bahagia. Bisa tertawa lepas dan bermain, rasanya dulu aku tak pernah merasakan hal seperti ini " Ucap Rani dengan nada sedih namun bibirnya memaksakan untuk tersenyum.


Tak ada satu katapun yang terlontar dari mulut Amira dan Nina. Mereka hanya diam saat Rani berbicara, terbersit rasa bersalah di pikiran Amira. Namun ia tak bermaksud untuk menghentikan kesenangan Rani, hanya saja ia takut terjadi hal2 buruk kepadanya. Mengingat saat ini mereka sedang berdiri di pinggir jalan raya, yang notabe nya banyak kendaraan yang berlalu lalang.


" Ayok cepetan, katanya mau balapan lari sampai di sebrang. kok malah diem sih " Ucap Nina


" Hehehe " Rani hanya cengengesan.


" Aku duluan, Bye bye " ucap Rani saat berlari kearah sebrang. Ia merasa tak ada kendaraan yang lewat, jadi ia memutuskan lari duluan sebelum hitungannya di mulai.


" Hey, kau curang dek. Aku kan belum menghitung, kau sudah lari duluan " Ucap Nina berteriak kearah Rani.

__ADS_1


__ADS_2