
"Hey kau melamun terus, dari tadi kita ngobrol panjang lebar dan loe malah asik sama hayalan loe itu " ucap Danish dengan menepuk pundak Rani.
" Ah, apa ? jadi tadi kita sampe mana ngobrolnya " jawab Rani seketika.
"Huh... entah apa yang merasuki mu dek " Danish hanya bisa menepuk jidat nya dan menghembuskan nafas nya secara kasar.
" Dek sebenarnya apa yang udah loe pikirin, kalo loe ada masalah cerita sama kita. Mungkin nanti kita bisa bantuin loe untuk mencari jalan keluarnya" ucap Faishal.
" Emmm tak apa bang, aku baik baik saja kok gak ada masalah apapun " jawab Rani sambil tersenyum.
" Ya udah kalo gitu, lain kali kalo ada masalah atau butuh bantuan bilang aja pada kami " ucap Faishal.
" Iya bang, ya udah sekarang istirahat aja. Ini juga udah hampir tengah malam besok sekolah, entar kesiangan lagi kaya kemaren " ucap Rani.
Rani pun bangkit dan berjalan ke arah meja kerjanya. Ia mengambil ponselnya lalu berjalan ke arah pintu.
" Kalian gak mau tidur atau mau ngerjain lagi desain buat Game itu " tanya Rani sambil membuka pintu dan hendak keluar.
" Emang nya kita robot apa, robot aja ada istirahatnya, masa kita gak boleh tidur " ucap Danish.
" Ya udah cepet kalo gitu " ucap Rani
Mereka pun segera bangkit dari sofa dan berjalan mengikuti Rani, mereka pun segera menuju kamar Masing-masing dan segera istirahat.
D**ret.. dret..dret**....suara jam weker berbunyi dan menunjukan pukul 05:30.
__ADS_1
"Hoammm..... perasaan baru aja aku tertidur. sekarang udah harus bangun aja " gumam Rani.
Ia segera bergegas masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah dirasa cukup Rani segera memakai handuk dan berjalan menuju ke dalam walk in closet. Ia segera memakai baju seragam sekolah nya, lalu bergegas keluar dari kamar mandi. Ia pun segera mengeringkan rambut nya dan bergegas untuk turun dan segera sarapan.
" Pagi bi, duo Abang kemana bi. Mereka belum turun ya" tanya Rani.
" Kayak nya sih Non belum, entar Bibi bangunin dulu " jawab bi Tika
" Ga usah bi, biar aku saja yang bangunin mereka " Rani pun berjalan kearah kamar Danish dan Faishal.
" Ternyata masih belum bangun ya, hahaha.. biar gue kerjain aja sekalian " gumam Rani sambil tersenyum licik.
" Gempa... Gempa.. woy ada gempa, cepet selamet in diri ada gempa " teriak Rani sambil melompat lompat di atas kasur tempat tidur nya. dan menyebabkan tempat tidur itu jadi bergoyang
Danish dan Faishal yang masih terlelap pun terkejut mendengar ada orang yang berteriak gempa. Ditambah lagi dengan tempat tidur yang mereka pakai berguncang. Sontak mereka bangun dan kocar kacir mencari tempat untuk berlindung.
" Tolong... Ema.. Abah.. tolong Faishal..Allohuakbar.. tolongg... " ucap histeris Faishal yang melakukan hal sama seperti Danish.
Rani yang melihat ekspresi mereka pun tertawa terbahak bahak sambil memegangi perutnya. ia bahkan belum turun dari atas ranjang dan masih setia berdiri sambil menertawakan Danish dan Faishal yang sedang berlindung di bawah meja.
bi Tika yang mendengar suara gaduh dari kamar Danish dan Faishal pun tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Karena bi Tika sudah lama tak merasakan kehangatan rumah ini sejak lama dan hanya di hiasi oleh kesepian. Ditambah Rani juga pendiam dan sering bersikap dingin. Akhirnya bi Tika merasa tenang dengan kehadiran 2 orang laki-laki yang membuat rumah ini semakin hangat dan ramai.
" Hahaha... muka loe berdua ***** lucu, apalagi tingkah loe saat berteriak. Hahaha sumpah kocak banget Pagi-pagi " ucap Rani sambil tertawa lepas.
Danish dan Faishal yang merasa bahwa mereka di kerjai pun merasa kesal, ditambah mereka juga terganggu dengan mimpi dan tidur nyenyak mereka.
__ADS_1
" Puas loe ya ngetawain kita.." ucap kesal Faishal.
" Puas loe udah ngancurin mimpi indah sama tidur nyenyak kita" tempat Danish.
" Hehehe.. maaf.. maaf.. habis kalian susah banget di bangunin. Ini udah siang buruan kalian beres beres, entar kesiangan sekolah " ucap Rani sambil turun dari ranjang.
" Cepetan gue tungguin di meja makan jangan pake lama. Gue kasih waktu 15 menit harus sudah selesai semua " ucap Rani dengan wajah datar dan nada dingin nya. Ia pun berjalan ke luar kamar dan bergegas pergi menuju meja makan.
" Huh, dia yang udah ngejahilin kita dia juga yang nggak sama kita. " gerutu Danish.
" Ya udah cepetan loe duluan mandi, entar dia tambah marah lagi. Biar gue yang rapihin tempat tidur " ucap Faishal.
Setelah mereka membersihkan diri secara bergantian, mereka pun langsung memakai seragam nya dan segera menyusul ke meja makan untuk sarapan. Di sana Rani sudah menunggu untuk makan, mereka pun duduk di kursi mereka. Tak lupa bi Tika dan juga mang Tejo di ajak sarapan bareng sama Rani. Mereka melangsungkan sarapan dengan sangat hidmat hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
Setelah selesai Rani pun bergegas untuk menghindari tas serta sepatu ke atas, lalu berjalan ke arah garasi untuk mengambil motornya. Ia pun segera melajukan motornya keluar dari pekarangan rumah nya. Tak lupa ia membunyikan klason pada mang Tejo dan langsung melesatkan motornya menuju ke sekolah.
Rani ia mengikuti pelajaran seperti biasanya, dengan kegiatan yang selalu ia lakukan sendiri. Begitulah setiap harinya, malam nya Rani di habiskan untuk mengerjakan proyek Game Mobile rancangan nya. Ia sangat sibuk mengurus perusahaan, mengerjakan proyek nya serta menyempat kan untuk belajar pelajaran sekolah.
Danish dan Faishal juga mereka lebih pokus belajar walau sesekali mereka akan membantu Rani mengerjakan proyek nya.
Tak terasa malam ini adalah malam minggu. sesuai dengan janji Rani, ini adalah balapan terakhir sebelum ujian nya. Danish, Faishal dan Rani sudah berada di jalan XXX dan berkumpul dengan beberapa anggota geng motor. Tak lupa ia juga sudah memakai masker untuk menutupi wajah nya agar tidak ada yang mengetahui identitas asli nya.
Saat Rani sedang sibuk memainkan Game online kesukaan nya, seorang laki-laki datang menghampiri Rani. Namun ia tak menyadarinya, ia tengah sibuk dengan ambisi nya untuk mengalahkan musuh dan mendapat kan Booyah.
" Hey... loe masih inget kan sama janji loe ke gue " ucap Laki-laki itu kepada Rani. Namun Rani masih sibuk dengan gamenya, apalagi sekarang tinggal satu musuh lagi dan ia sedang mencari keberadaan nya, ditambah zona aman nya semakin menyusut..
__ADS_1
" Huh... dasar dari tadi gue nanya gak di jawab. Pantes dia nya lagi maen game" ucap Laki-laki itu kesal.
" Damn..... akhirnya gue booyah juga, memang Kelly gue jago nya apalagi yang mainin nya " gumam Rani sambil tertawa dan memuji dirinya sendiri.