Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
Menuntut


__ADS_3

Faishal dan Danish hanya tersenyum mendengar gaya bicara Rani yang terkesan manja, Amira dan Nina yang mendengar ucapan Rani pun langsung tersenyum begitupun dengan Nanda.


" Ini, Abang udah beliin kamu makanan. Abang juga tadi sekalian ke supermarket yang ada di sini, kebetulan abang beli eskrim. Jadi cepatlah makan, biar tubuh mu tidak kurus seperti itu " ucap Faishal pada Rani.


mendengar ucapan Faishal membuat mata Rani berbinar, ia langsung mengeluarkan semua makanan yang ada dalam pelastik yang Faishal bawa. Akhirnya mereka semua langsung makan makanan yang sudah Faishal beli, beruntungnya tadi Faishal membeli makanan dalam jumlah yang sangat banyak.


Setelah selesai makan, akhirnya mereka kembali berbincang tentang apa yang terjadi disana. Rani juga mengutarakan apa yang ada dalam fikiran nya, ia akan kembali ke kota dengan kedua abangnya. Namun ia juga tidak akan pulang sendirian dari sana, ia sudah memutuskan untuk mengajak Nanda tinggal di rumahnya. Karena bagi Rani, Nanda adalah Satu-satunya keluarga kandung yang ia punya. Ia juga akan memperkerjakan Nanda di salah satu perusahaan yang ada di kota.


" Dek, gimana dengan acara lamaran serta pertunangan mu, apa kamu sudah benar-benar memutuskan nya dengan tepat " tanya Nanda kepada Rani.


Mendengar perkataan Nanda yang menyebutkan acara lamaran sekaligus tunangan membuat Danish dan Faishal terkejut. Mereka tidak mengetahui hal tersebut, bahkan Rani juga tidak memberi tahu mereka akan hal ini.


" Dek, apa yang Bang Nanda katakan, apa benar kamu mau melangsungkan acara lamaran. Kenapa tidak ngasih tau kami, jika kamu mau bertunangan disini. Lalu bagaimana sekolah mu " tanya Faishal dengan nada bicara yang sedikit kecewa.


" Benar dek, walau pun kami bukan keluarga kandung mu. Setidaknya kami juga ikut merundingkan masalah ini, kami sangat menyayangimu dan kami tidak ingin kau di khianati dan terluka oleh seseorang " ucap Danish dengan wajah marah. Ia sangat kecewa terhadap Rani yang tidak memberitahukan tentang acara lamarannya.


" Bang, lagian ini juga bukan kemauan ku. Aku di jodohkan oleh kakek nya Hanafi, bagaimana aku bisa menolak kemauan dari orang tua yang sudah baik menolongku dan memberiku tempat tinggal dan makan. Tapi melihat reaksi mereka tadi, aku benar-benar merasa kecewa. Bahkan aku sudah membela diri, tapi tetap saja mereka marah dan menyudutkan ku. Bahkan mereka menamparku, aku tidak merasa sakit akan hal itu. Namun perkataan mereka lah yang membuatku hati ku sangat sakit, apalagi ayah dan kakak kandung ku tidak bereaksi saat melihat anak nya tersiksa dan di pitnah. Aku merasa sangat marah dengan hal itu, aku juga merasa bahwa aku bukan anak yang baik dan hanya anak sial yang di buang oleh keluarganya sendiri " ucap Rani dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


Kini tangisan Rani pun pecah, ia tidak lagi mampu menahan deritanya selama ini, ia merasa bahwa dunia tidak adil kepadanya.


" Kenapa Tuhan tidak adil padaku, aku tidak butuh harta berlimpah dan tahta. Aku hanya butuh kasih sayang dari seorang ibu dan ayah. Aku ingin merasakan kembali, bagaimana bahagianya mendapatkan kasih sayang dari keluargaku. Aku.. " ucapan Rani terpotong, ia tak mampu lagi meneruskan Kata-katanya.


" Menangislah, keluarkan seluruh beban yang selama ini kau tanggung. Kakak memang tidak mengenalmu cukup lama, tapi kakak juga mengerti akan perasaan yang kamu rasakan saat ini " ucap amira pada Rani.


Kini amira Nina dan Rani tengah berpelukan, semua orang terhanyut dalam drama sedih yang tengah berlangsung di kamar itu. Bahkan para lelaki yang ada disana pun ikut terharu dan menitikan air mata, Sam juga terlihat menangis sampai-sampai ia juga mengeluarkan ingus. Semua orang yang ada disana jadi tertawa saat Sam mengeluarkan ingusnya dan mengelap nya dengan tissue.


" Kau ini jorok sekali Sam, keluarkan ingus mu itu di luar kamar " ucap dokter Thariq yang merasa jijik dengan ingus Sam.


" Sorry, lagian aku juga gak berniat buat bikin ini ingus. Tapi mendengar ucapan Nona Rani aku jadi terharu " jawab Sam.


" Preman juga punya hati kali bang, Abang kira preman berhati batu " jawab Danish sambil ketawa.


" Betul tuh Dek, lagian kalo hati aku batu. Aku tak bakalan hidup " ucap Sam.


Semua orang kembali ketawa mendengar percakapan mereka, bahkan Rani juga tidak lagi menangis dan tertawa melihat ekspresi Sam yang menurutnya lucu.

__ADS_1


πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€


Kini Rani dan kawan-kawan sekarang sedang berada di rumah Hanafi, ia akan menyelesaikan masalahnya dengan cepat. Karena ia harus pulang kembali ke kota, ia sudah cukup lama menghilang dari dunianya. Ia juga sudah merindukan keluarganya yang selama ini selalu menyertai Rani dalam kondisi apapun.


" Aku akan mengatakan sekali lagi, bahwa aku tak bersalah dalam hal ini. Aku bahkan orang yang paling di rugikan disini, dan karena kalian juga nama baik ku jadi tercemar " ucap Rani pada mereka semua.


" Jika kalian masih tidak mempercayai ku, aku punya bukti kuat disini " Rani segera meletakan surat dan ponsel Sam di meja ruang tamu tersebut.


Hanafi lalu membuka isi surat tersebut dan membacanya, lalu Sam membuka beberapa file rekaman saat ia sedang menelpin dengan Fatimah, ia juga membuka pesan dan galeri di hapenya.


Seluruh keluarga Hanafi bahkan ayah dan kakak Rani pun sangat terkejut dengan bukti yang Rani berikan. Bahkan kini wajah Rasyid sudah menunduk malu, akibat keluarganya Rani di lecehkan bahkan ia beberpa kali mendapatkan tamparan. Bukan hanya itu Rani bahkan di sebut sebagai wanita Murahan oleh anak dan cucu nya.


Rani segera angkat bicara sebelum mereka semua yang duluan berbicara padanya.


" Aku berteri makasih karena Tuhan telah menunjukan seperti apa kalian sebenarnya, dan aku jugA sadar diri, jika wanita seperti diriku itu sangat tidak pantas untuk tinggal di dalam lingkungan yang sangat suci ini. Oh ya satu lagi, Om Rahman tadi bilang jika diriku sudah menghabiskan uang mu saat mengobati ku. Kau bahkan menyebutkan jika aku telah menghabiskan puluhan juta karena kecelakaan itu, bukan begitu om " Tanya Rani pada Rahman.


Tanpa di sangka semua orang, Rani amplop coklat dari dalam Waishbag nya, Ia langsung mengeluarkan isi dari amplop tersebut, semua orang yang ada disana tercengan dengan isi yang di keluarkan oleh Rani dari amplop tersebut.

__ADS_1


" Ini aku akan mengganti seluruh biaya yang telah kau keluarkan untuk merawat ku pasca kecelakaan. Jika uang 100 jt ini masih kurang, aku akan transfer kembali kekurangannya. Tapi aku juga minta pertangung jawaban kalian, kalian harus mengganti setiap kerugian yang selama ini aku tangung. Apa kau bisa mengembalikan waktu ku yang sudah terbuang, apa kalian bisa mengganti setiap rasa sakit yang selama ini aku rasakan pasca operasi dan sadar dari koma. Apa kalian mampu menghilangkan bekas luka yang masih belum sembuh di seluruh badan ku, Apa kalian bisa mengganti harga diriku sebagai wanita yang sudah di rendahkan oleh kalian. Dan satu yang lebih penting, apa kalian sanggup mengganti nyawa yang dengan suka rela menyelamatkan dan menggantikan anak mu dari kecelakaan maut itu. Jawablah, apa kalian bisa mengganti semua itu" tanya Rani dengan gurat kemarahan tercetak jelas di wajahnya yang penuh luka lecet dan lebam.


__ADS_2