
Tak lama kemudian Rani tertidur dalam posisi duduk tegak. Ia sangat kelelahan setelah jalan jalan nya siang tadi. Ia bahkan sempat beberapa kali bergumam.
Saat di tengah perjalanan, hujan sangat lebat mengguyur sangat deras. Danish pun menurunkan kecepatan mobilnya dan lebih hati hati melajukan mobilnya, karena jarak pandang yang terganggu kabut akibat hujan lebat.
Sementara di jok belakang. Rani masih tertidur dalam posisi duduk, beberapa kali ia juga sempat menggigil kedinginan. Faishal yang menyadari itu memberi tahukan pada Danish dan berniat untuk bergantian menyetir mobil.
“ Eh.. Dans loe pindah aja kebelakang, kita gantian aja bawa mobilnya. Lagian loe kan pasti kecapean juga “ ucap Faishal pada Danish.
“ Ya elah. Gak papa kali, lagian gue juga udah bisa bawa mobil jarak jauh. Jadi loe tenang aja gak usah kawatir “ jawab Faishal yang tak ngerti masud perkataan danish.
“ Cia elah. Bukan gitu juga coyy, tapi loe denger gak si, dari tadi si adek tuh menggigil. Jadi loe pindah aja kebelakang biar gue gantiin loe bawa mobilnya “ ucap Faishal menjelaskan perkataan nya.
“ Lah kok gue **** ya, gak bisa denger tu frinces gue. Pantas tadi gue perhatiin dia, dia bergumam gak jelas juga “ sanggah Danish membetulkan perkataan Faishal.
“ Ya udah cepetan kita gantian, loe berhentiin dulu” ucap Faishal.
“ Iya tunggu sebentar gue pinggirin dulu ni mobil “ kata Danish. Sambil mencari tempat untuk berhenti.
Ahirnya Danish pun menepikan mobilnya, ia pun membuka pintu mobilnya dan berjalan menuju ke jok penumpang. Disana ia langsung duduk mendekati Rani, ia mencoba membantu menyandarkan kepala Rani ke dada bidang nya kemudian memeluknya dengan erat. Danish pun sempat merasakan Rani beberapa kali menggigil. Ia menaruh punggung tangan di dahi Rani.
“ Fa, kayak nya si frinces demam deh. Gue udah priksa pake tangan gue. Tubuh nya panas banget “ ucap Danish memberitahu Faishal.
“ Ya terus kita harus gimana nih hujan lebat bener deh gue heran. Ya udah loe jagain aja tu adek gue
“ jawab Faishal.
Ahirnya Danish membuka jaketnya, lalu menidurkan Rani di atas paha nya. ia menyelimutkan jaket nya ke atas tubuh Rani. Ia langsung memegang tangan Rani dan menggosok kan nya diantara kedua tangan Danish. Faishal yang dari tadi melihat kelakuan Danish dari kaca spion hanya tersenyum dengan senang. Ia kemudian kembali pokus pada jalan yang masih di guyur hujan.
Faishal sebernarnya sudah lama tau bahwa Danish menyukai Rani. Ia bahkan pernah bercerita pada Faishal bahwa ia menyayangi Rani lebih dari sekedar kakak dan adik. Faishal pun hanya bisa menyimpan rahasia tersebut. Karena ia telah menganggap Danish sebagai sodaranya dan Rani adalah adik yang paling ia sayangi dan yang paling ingin ia jaga.
__ADS_1
Hujan yang mengguyur perjalanan mereka pun tak kunjung reda,Malah semakin deras. Jam menunjukan pukul enam lewat tiga puluh. Hari ini terasa berjalan begitu lambat. Karena hujan deras yang menjadi hambatan kepulangan mereka.
Setelah menempuh perjalanan yang lama dan sangat melelahkan.
Akhirnya mobil mereka tiba di rumah Rani. Faishal pun menyalakan Klakson mobil, ia melihat mang Tejo membukakan gerbang sambil memakai payung. Kemudian Faishal pun memasukan mobil ke dalam garasi karena hujan yang tak kunjung reda. Mereka sampai dirumah jam tujuh lewat. Faishal pun turun dari mobil, ia kemudian membukakan pintu mobil bagian penumpang.
Disana Danish pun turun lalu menggendong Rani dalam pangkuan nya. Ia kemudian membawa nya kedalam rumah. Disana sudah ada bi Tika yang sedang menunggu. Danish pun bergegas menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Rani. Ia membaringkan tubuh Rani di kasur lalu menyelimuti tubuhnya.
Sedangkan bi Tika dan Faishal ia sibuk menurunkan koper dan oleh oleh yang di berikan oleh ibu Danish. setelah membawa masuk semua barang bawaan. Faishal duduk di kursi ruang keluarga. Sedangkan bi Tika mengambilkan teh hangat ke dapur.
Danish pun ia menemui Faishal di ruang keluarga. Dia memberi tahu untuk menginap dirumah itu. Karena ia tak mungkin meninggalkan Rani yang sedang sakit. Faishal pun mengerti dia juga gak akan ninggalin adik kesayangan nya dalam kondisi sakit. Danish pun meninggalkan Faishal dan berjalan ke dapur Untuk mengambil air hangat. Ia pun ijin ke bi Tika untuk membuat air hangat untuk mengompres Rani. Bi Tika pun tersenyum lalu membantu menyiapkan nya.
Setelah selesai Danish pun bergegas menuju kamar Rani. Ia pun segera mengambil handuk handuk kecil lalu di masukan kedalam wadah yang diisi air hangat, kudian memeras nya lalu menaruhnya di dahi Rani. Ia melakukan nya secara berulang-ulang setelah handuknya agak mengering.
Ia kemudian memeriksa suhu tubuh Rani dengan memegang bagian leher dan tangan nya. Ia merasakan tidak ada perubahan, suhu tubuh Rani masih tetap panas.
Kemudian ia beranjak dari sana, dan bergegas menuju dapur. Di sana ada Faishal yang tengah melangsungkan makan di meja makan. Danish pun melangkah kan kakinya menuju dapur tanpa menegur Faishal.
Setelah selesai menyiapkan bahan nya bi Tika pun pamit masuk ke dalam kamar nya untuk istirahat.
“ Oh iya Den, Aden kalo udah selesai masak bangunin aja Bibi. Nanti biar Bibi yang beresin “ ucap bi Tika.
“ Iya bi nanti saya kasih tau. Ya udah Bibi istirahat aja, Bibi juga pasti cape kan “ ucap Danish.
“ Iya ini Bibi mau istirahat, Aden juga jangan terlalu malam. Iastirahatlah kamarnya sudah Bibi rapihin. Jangan terlalu malam nanti malah Aden lagi yang sakit “ kata bi Tika sambil melenggang pergi menuju kamarnya.
“ Baik bi makasih “ ucap Faishal secara Tiba-tiba datang ke dapur membawa piring bekas ia makan.
Danish pun terkejut dengan kedatangan Faishal yang tiba-tiba menyahut perkataan Bibi.
__ADS_1
“ Loe kaya setan aja, perasaan tadi loe lagi makan. Udah nongol disini aja, maen serobot lagi “ ucap Danish sewot.
“ Hehehe, Iya.. Iya.. maaf. “ Faishal pun hanya cengengesan melihat ucapan Danish yang sewot.
Faishal pun berjalan melalui Danish yang masih berkomat kamit gak jelas. Ia menaruh piring bekas makan nya di atas wastafel. Saat hendak meninggalkan dapur. Danish di buat geram, ia pun kembali ke mode sewot nya.
“ Eh curut, Kalo habis makan tu bersihin sendiri. Kebiasaan loe ya. Lama-lama gue kesel juga. “ ucap Danish sambil marah.
“ Kan tadi kata bi Tika, biar bi Tika aja yang beresin “ jawab Faishal tak bersalah.
*T**aakkk*...
“ Eh... Iya.. Iya. Gue cuci sekarang. Dasar “ rituk Faishal karena kesal.
“ Apa..? Masih mau..? “ tanya Danish sambil ngangkat centong buat ngaduk bubur.
“ Gila loe woy, loe kira pala gue batok kelapa apa.? Seenak loe aja, maen ketok ketok kepala gue “ ucap Faishal.
Danish hanya diam, dia lebih pokus pada bubur nya ketimbang dengerin ocehan tu curut bangke.
“ Tuh udah gue selesaiin Dah ah.. Gue mau mandi gue juga udah ngantuk, besok upacara “ ucap Faishal pergi meninggalkan Danish yang masih setia mengaduk buburnya.
" Ya sudah loe duluan aja istirahat, nanti gue nyusul " kata Danish.
_________________________________________________
jangan lupa untuk meninggalkan saran ya kakak👌.
berikan juga vote, rating, like, dan love love nya..👍
__ADS_1
semangat untuk semua Author😊💪