Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
Bab 18


__ADS_3

Tak terasa matahari pun sudah terbit dan mulai menampakan cahayanya. Namun ketiga manusia itu masih sibuk dengan dunia mimpi mereka dalam tidurnya masing-masing.


Hoammm...


" Ah... rasanya badan ku pegal semua " Rani menggeliat kan tubuhnya di atas sofa.


Dia masih belum sadar kalau ia tertidur di sofa.


" Hah...apa ini, kenapa kaki ku terasa aneh, kenapa ada bulunya. Perasaanku di kamar gak ada boneka " batin Rani. Ia masih memejamkan mata nya saat kaki nya berada di atas kepala Danish.


Rani mulai menggerakan kaki nya di atas wajah Danish dan meraba nya, sontak sang empunya pun terasa terganggu. Terlebih wajah nya dan kepalanya seperti di tindih oleh sesuatu.


Danish pun sontak sangat kaget, saat kaki Rani berada di atas dahi nya. Ia segera menyingkirkan kaki nya dengan membantingkannya ke bawah. Rani pun sangat terkejut karena kakinya di banting secara Tiba-tiba. Karena ia masih belum sepenuhnya sadar, badannya pun ikut tertarik dan akhirnya jatuh ke bawah sofa.


Brukkh...


"Awww, siapa sih yang udah nge banting kaki gue. gak sopan banget sih " ucap Rani kesal sambil mengelus bokongnya


" Justru yang gak sopan itu elo, loe gak sadar apa kaki loe di taroh di muka gue " ucap Danish marah.


" Setidaknya loe gak usah nge banting kaki gue juga kali, lagian gue juga gak sengaja dan siapa suruh juga loe tidur di bawah gue hah " balas Rani


" Dasar emaknya macan, padahal dia yang salah tapi dia juga yang marah.. huh dasar " gumam Danish.


" Apa loe bilang gue emaknya macan, secara gue itu cantik kaya gini loe bilang macan dasar curut sialan " balas Rani.


" Akhh, rasanya badan ku sakit semua. Ditambah kakiku udah kebas dan kesemutan entah yang keberapa puluh kalinya " ucap Faishal sambil menggeliat kan tubuhnya.


" Apa loe bilang gue curut, awas aja nanti pembalasan gue emak macan " jawab Danish


" Udah gak usah berantem, kita harus sekolah entar kesiangan " ucap Faishal sambil menguap dan meregangkan tubuhnya.

__ADS_1


" Ini rasain pembalasan dari gue " ucap Rani sambil melempar bungkusan cemilan yang ada di atas meja.


Ia kemudian bangun dan mengambil HP di atas meja. ia menghidupkan layar ponselnya dan melihat jam menunjukan angka 06:35. Ia pun sangat kaget dan buru buru pergi ke dalam kamarnya.


" Akhhhh, matilah aku hari ini kesiangan lagi " Rani yang berteriak saat melihat jam yang ada di layar ponselnya.


" Emang jam berapa Dek? " tanya Faishal.


" Ini udah mau jam tujuh bang ".


Mereka pun segera memasuki kamarnya dan bersiap untuk berangkat sekolah. Setelah mereka membersihkan badan dan memakai seragam dan sepatu sekolah. Mereka akhirnya keluar dan bergegas turun menggunakan lift menuju bawah. Mereka langsung masuk ke garasi dan membawa kendaraan mereka masing-masing.


Setelah menempuh perjalanan menuju ke sekolah, akhirnya Rani sampai di depan gerbang sekolah. Disana sudah ada Adit yang menunggu siswa yang datang telat. Rani pun segera membuka penutup helm nya dan meminta agar gerbang sekolah segera di bukakan.


" Dit buka dong gerbang nya, sorry gue bangun nya kesiangan jadi datang nya telat deh " ucap Rani yang masih memakai helm.


" Ya udah loe masuk, Tapi jangan kemana mana dulu. entar gue mau kasih loe hukuman karena elo udah telat dateng kesekolah " ucap Adit.


" Gila loe dek, bawa motor udah kaya angin lewat ajah. Gue mau ngejar loe aja ampe takut " ucap Danish yang membuka helm.


" Iya loe gak nungguin kita, tega bener loe dek sama abang " ucap Faishal yang turun dari boncengan motor Danish.


" Ya, siapa suruh kalian bawa motor nya kaya siput. Udah tau kita kesiangan masih aja santuy " timpal Rani.


" Ya udah terserah loe aja deh " ucap Danish.


" Oy udah diskusinya, cepet kumpul di lapangan" ucap Adit yang menghampiri mereka.


" Iya sabar dulu kek, orang lagi ngerapihin dulu motor " ucap Faishal.


Akhirnya mereka kumpul di lapangan, seperti yang telah dikatakan oleh Adit.Tak lama datang lah seorang siswa yang mengendarai mobil sport hitam tadi ikut bergabung dengan mereka. Ia sangat berbeda dengan kedua abang nya, penampilannya yang sedikit terlihat culun. rambut klimis nya di tambah kaca mata dan baju yang rapi.

__ADS_1


" Dia ini keliatan seperti culun, tapi dia bawa mobil sport. Apa dia anak orang kaya " batin Rani saat melihat cowok tersebut.


" Jadi kalian akan gue kasih hukuman, buat Kak Danish sama ka Faishal, kaka di tugas ini bersihin seluruh area lapangan depan sekolah. Dan untuk kamu Rani dan cowok disamping Rani kalian bersihin Halaman belakang sekolah dan awas kalo kalian sampe kabur. Karena nanti hukumannya akan bertambah sudah jelas" ucap Adit menjelaskan


" Iya.. iya.. bawel amat sih " ucap Rani ketus.


" Ya udah kalian kerjakan sekarang, nanti aku akan mengawasi kalian " ucap Adit lalu pergi meninggalkan mereka.


Rani pun bergegas menuju ke halaman belakang. tak lupa ia mampir ke gudang untuk mengambil alat kebersihan. Ia pun langsung membersihkan halaman belakang dan tidak memperdulikan anak cowok yang sedang menjalani hukuman sama sepertinya.


Bahkan Rani pun tidak sedikitpun berbicara padanya. Saat semua nya sudah selesai Rani segera pergi dan meninggalkan anak itu. Rani pun bergegas menuju ke kantin untuk sarapan dan sekalian membeli minuman di kantin. ia segera memesan Bakso dan es teh manis.


Tak lama kemudian Pesanan nya sudah datang. dikantin sangat sepi karena sudah masuk jam pelajaran nya. saat Rani menyantap semangkok baksonya dari kejauhan terlihat seseorang yang datang menghampirinya dan tak lain dia adalah Adit. Dia pasti akan menyusulnya ke kantin. karena tadi aku langsung pergi.


" Ran loe malah enak enakan duduk makan disini, cepet masuk kelas " ucap Adit datang menghampiri Rani


" Iya nanti aja, nanggung gue lagi sarapan dulu " ucap Rani dingin.


" Ya udah cepetan, gue tungguin takut loe kabur " ucap Adit


" Terserah " ucap Rani.


Setelah menghabiskan makanan dan minuman nya ia langsung sung bangkit dari sana tak lupa membayar bakso dan minuman nya. Rani pun berjalan menuju kelas dan memulai mengikuti pelajaran seperti biasanya.


T**eng.. teng.. teng.. teng**...


Bel sekolah pun berbunyi Rani segera mengemas alat tulisnya kedalam tas. Lalu ia berjalan keluar kelas dan bergegas menuju ke parkiran, Tak lupa ia memakai sweater hitam nya. Ia kemudian memakai helm fullface dan menaiki motornya. Rani segera menghidupkan motornya dan melajukan motor sport itu Ke luar dari gerbang sekolah.


Setelah menempuh waktu 30 menit lebih, ia pun sampai di depan rumahnya. Rani pun membunyikan klakson motornya dan mang Tejo pun langsung membukakan gerbang nya. Rani segera melajukan motornya dan langsung memasukannya ke dalam garasi.


Setelah itu Rani masuk kedalam rumah nya, tak lupa menyapa bi Tika dan ia segera menuju kamarnya untuk mandi dan istirahat.

__ADS_1


__ADS_2