Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 36 LICIK


__ADS_3

Setelah mendapati gerbang yang di gembok, Danish sangat panik.ia pun langsung menghampiri Faishal dan memberitahukan semuanya. Beruntungnya Faishal mempunyai kunci cadangan yang sempat ia minta pada mang Tejo.


Akhirnya gerbangnya sudah terbuka dan Faishal segera memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah. Mereka berdua langsung berjalan bergegas untuk masuk ke dalam rumah. Mereka lebih terkejut saat membuka pintu yang tidak di kunci.


Faishal dan juga Danish langsung berlari kearah dalam dengan panik. mereka berpencar mencari keberadaan Rani, bi Tika dan mang Tejo. Faishal mengecek ke lantai dua. sedangkan Danish mengecek halaman lantai bawah dan halaman belakang.


Setelah berkeliling mencari keberadaan orang rumah. Mereka tak menemukan satu pun tanda mahluk hidup. akhirnya Faishal langsung menuruni tangga dan Danish sudah berada di bawah depan tangga.


" Gimana Dans, apa kau menemukan Rani dan yang lainnya" tanya faishal dengan wajah cemas.


" Gue udah nyari ke setiap ruangan, tapi gak ada. tinggal ruangan santai aja yang belum gue cek" jawab Danish sambil ngos-ngosan.


" Ya udah ayok kita cek, siapa tau mereka lagi nonton disana" ajak Danish.


Saat mereka melangkahkan kaki mereka menuju ruang santai. Mereka sangat terkejut dengan seorang wanita yang sedang asik nonton TV dan memakan cemilan, dengan keduanya kaki yang di taruh di atas meja. Danish yang merasa aneh dan jengkel melihatnya langsung berdiri di hadapan orang tersebut dan menatapnya dengan ekspresi marah.


" Heh, loe siapa berani2nya orang asing enak2kan duduk disini! . Siapa yang nyuruh loe makan serta minum?, terus dimana orang rumah? dan kenapa loe bisa masuk ke dalam" ucap Danish yang geram melihat tingkah laku wanita asing itu.


" A.. aku.. aku istrinya mas didi tukang kebun di rumah ini. Maaf karena sudah lancang mengambil makanan serta minuman nya" ucap wanita tersebut dengan nada sedih dan menundukan kepalanya.


" Lalu kemana semua orang yang ada dirumah ini " tanya Faishal dengan nada sedikit lembut.


" Anu tuan. saat kami datang kerumah ini, kami menemukan wanita tua sudah tergeletak di depan pintu. jadi mas Tejo serta suamiku membawanya kerumah sakit" jawab wanita itu.


" Apa?? apa yang terjadi dengan bibi" Tanya Faishal kaget.

__ADS_1


"Heh, kalau bicara tu jaga ya. bibi itu sudah kita anggap seperti ibu kami, asal kau tau aja kami sangat menghormatinya. Jadi kau jangan berbicara lancang terhadap nya. Ingat itu baik2! " Ucap Danish dengan Nada tinggi.


" Sudahlah hentikan Danish. Saat ini yang terpenting adalah menemui bibi" Ucap Faishal berusaha menenangkan kemarahan Danish.


" Lalu bibi di bawa kerumah sakit mana ya. kalo boleh tau mbak ini siapa? lalu untuk apa datang kesini" tanya Faishal dengan nada lembut.


" Perkenalkan nama saya Nina, saya disini disuruh bekerja oleh nyonya muda. Untuk bibi yang tadi, dia di bawa kerumah sakit umum" Jawab wanita yang bernama Nina tersebut.


" Ayok Danish kita pergi sekarang " Ajak Faishal kepada Danish.


Akhirnya Danish pun menyetujui ucapannya Faishal. Mereka pun pergi meninggalkan rumah dan juga Nina. Karena mereka sangat mengkhawatirkan keadaan bibi dan juga Rani yang masih belum mereka temukan.


Setelah menempuh jarak yang lumayan cukup jauh dari kawasan rumah Rani. Akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit. Faishal langsung memarkirkan mobilnya di tempat parkir. mereka bergegas menuju ke meja resepsionis dan menanyakan ruangan bi Tika.


" Bibi, gimana keadaan nya sekarang. Apa yang sebenarnya terjadi. Dimana Rani sekarang? " Tanya Danish setelah masuk kedalam ruangan rawat bi Tika.


" Den Danish, si bibi masih belum sadar dari tadi.Kata dokter dia baik2 saja. Hanya kelelahan dan syok saja, selebihnya dia baik2 aja" Jawab mang tejo.


" Sebenarnya apa yang sudah terjadi di rumah mang. Dan dimana Rani sekarang, apa dia baik2 saja. Soalnya dia gak masuk sekolah" Tanya Faishal pada mang Tejo.


" Mamang juga gak tau den. Tiba2 saja si bibi sudah tak sadarkan diri di depan pintu masuk. Tadi mamang mau ngajak masuk mang Didi sama istrinya. Setelah itu kami terkejut dengan yang kami lihat. Untuk neng Rani, dia belum pulang dari malam minggu. Mamang kira si neng Rani tidur di tempat aden." Jawab mang Tejo


" Memangnya neng Rani kenapa? apa terjadi sesuatu dengan nya. Dari kemarin malam mamang merasakan pirasat aneh tentang neng Rani. Terus mamang juga mimpi di datengin sama nyonya Delina. " ucap mang Tejo dengan raut wajah khawatir.


" Kami juga merasakan pirasat buruk tentang Rani mang. Sebenarnya pas malam minggu kita mau balik bareng ke rumah. Tapi di bengkel ada sedikit pekerjaan jadi kami izin buat nginap di bengkel. Dan Rani langsung pulang ke rumah. Terus aku kirim pesan sama beberapa kali mengontek no ponselnya gak terhubung. Aku kira dia gak sekolah hari ini lagi sakit. jadi kita minta izin ke guru buat ngecek keadaan nya" jawab Faishal.

__ADS_1


" Sebenarnya apa yang sudah terjadi" Batin Danish


" Sebaiknya Mang Didi pulang aja dulu. Soalnya mbak Nina dirumah sendirian" Ucap Danish pada mang Didi.


" Baik den. kalo gitu saya pamit dulu" Ucap mang Didi dan pergi ninggalin ruangan itu.


Setelah mang Didi benar-benar pergi ninggalin ruangan itu. Akhirnya Faishal dan juga Danish menceritakan sikap lancang nya istri mang Didi saat di rumah. Dia juga menyuruh mang Tejo untuk berhati-hati terhadap nya.


" Mang sebaiknya kita harus berhati2 sama mbak Nina. Masa tadi pas kita ke rumah dia malah asik makan2 sambil nonton TV udah kaya pemilik rumah aja" Ucap Danish kesal.


" Mamang juga merasa agak risih sama aneh sama mbak Nina. Tapi kalo mang Didi dia baik orang nya. makanya neng Rani nyuruh buat membawa istrinya sekalian buat kerja disana sambil membantu bibi biar gak kecapean" ucap mang Tejo.


" Ya udah, sekarang kita tungguin dulu bi Tika sampe dia sadar. Baru nanti kita cari keberadaan Rani" ucap Faishal.


Akhirnya mereka pun menunggu Bi Tika sadar. dan berbincang-bincang tentang keberadaan Rani.


Sementara di rumah, setelah kepergian Danish dan juga Faishal, Nina langsung membereskan bekas makanan dan minumannya. Dia merasa kesal karena sudah mengganggu kesenangan nya. setelah selesai membereskannya, Nina berniat mengecek setiap ruangan yang ada di dalam rumah.


Ia bahkan sangat kagum dengan isi dalam rumah ini. setelah mengecek semua ruangan ia sempat merasa kesal karena ada 2 ruangan yang terkunci. yang tak lain kamar Danish dan Faishal serta ruangan kerja Rani. Saat ini Nina sedang berada di depan kamar Rani. ia sangat senang karena ruangannya tidak terkunci.


Nina pun akhirnya memutuskan untuk masuk dan melihat isi dalam kamar tersebut. Setelah memasuki kamar tersebut, dia langsung tersenyum penuh kelicikan.


_________________________________________________


Tunggu kelanjutannya ya kak... 🙂

__ADS_1


__ADS_2