Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 62 Flashback


__ADS_3

Rani merasa dirinya mendapatkan dorongan untuk segera membongkar semua kejahatan yang selama ini ia alami. Ia sudah merasa cukup sabar dan sangat muak dengan drama yang sedang terjadi, padahal ia sendiri yang ikut memainkan drama nya.


" Kakak tenang saja, aku tak apa. Lagian aku juga sudah muak bersandiwara di depan kalian. Aku ingin segera membongkar dalang dari semua kejadian yang selalu membuatku tersakiti. Lagian hal ini juga menguntungkan ku, Aku jadi mengenal siapa keluarga Calon tunanganku. Lagian ya, aku tuh masih sekolah dan pengen ngelanjutin kuliah juga. Jadi aku malah bersyukur acara ini batal " Rani pun berterus terang dengan perasaan senangnya, karena acara lamaran sekaligus tunangannya batal.


Nanda, Amira dan Nina. Mereka terkejut saat mendengar perkataan Rani, ternyata ia sedang melakukan sandiwara di depan semua orang. Mereka tak menyangka jika Rani dapat melakukan hal tersebut dengan sangat baik. Bahkan perlakuan Sam sama Rani pun terlihat seperti bukan sandiwara semata.


" Jadi dek, kamu cuma pura-pura bersalah di depan mereka. Lalu apa yang terjadi dengan pakaian serta luka yang ada ditangan mu. Dan kau lihat di leher laki-laki itu penuh dengan tanda bercinta " tanya Nina dengan penasaran.


Sam yang merasa dirinya di sebut pun akhirnya ia angkat bicara, ia menceritakan kejadian saat ia berada di gudang bersama Rani. Hingga Fatimah datang dengan beberapa santri untuk menggerebek gudang tersebut.


⏮ ⏸ Flashback...


Saat itu Sam di kasih tau oleh Fatimah untuk menjalankan misi terakhir untuknya. Dan Sam hanya menuruti semua keinginan dari Fatimah, karena ia sudah benar-benar buta dengan jatuh cinta kepadanya. Sam tidak sadar selama ini dia hanya di manfaatkan oleh Fatimah, walaupun ia sering memberikan jatah tubuhnya kepada Sam.


Subuh itu Sam sudah berada di dekat gudang ia sedang menunggu kedatangan wanita yang Fatimah ceritakan. Hingga tak lama kemudian ada suara orang yang sedang berjalan, ia pun segera bertindak. Saat itu Sam sudah memegang sapu tangan yang di beri cairan khusus dan segera membekap Rani, karena ia hendak pergi dari sana.


Sam pun menyeretnya tubuh Rani yang sudah tak bergerak kedalam gudang dan segera mengikat kedua tangannya. Setelah itu Sam segera menghubungi Fatimah di luar gudang dan ia bertanya hal apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


Setelah selesai menelponnya, Sam segera kembali kedalam gudang. Ia lalu mendekati tubuh Rani, saat sam menatap wajahnya Rani. Ia merasa kasihan pada Rani.Ia kemudian memandangi Rani yang sedang tak sadarkan diri tersebut dengan tatapan bingung.


" Sebenarnya aku tak pernah berbuat masalah pada orang lain, kecuali orang tersebut mengganggu kehidupanku. Karena aku sudah berjanji pada ibuku untuk berubah dan berhenti mengacaukan serta menyusahkan hidup orang lain " Ucap nya pada Rani.


" Aku berjanji ini yang terakhir kalinya, maaf kan aku mungkin ini akan sedikit sakit. Aku berjanji setelah ini aku akan berubah. Maafkan aku gadis manis " Ucapnya sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Namun belum sempat ia menyentuh baju Rani, mata Rani langsung terbuka dan menatap tajam kearah Sam. Sam pun yang melihat hal tersebut kaget dan menjauhkan dirinya, ia bahkan sedikit takut dan ngeri saat Rani menatap tajam kearahnya.


" Ba.. ba.. ba.. bagaimana dia bisa sadar dengan cepat, bukankah aku sudah memberikan obat bius di kain sapu tangannya. Apa jangan jangan dia hantu, jadi gak mempan di bius " ucap Sam sambil ketakutan.


" Eh burik, jaga ya mulut loe. Enak bener bacotan mu hah, loe kira gue hantu apa. Dasar si burik " ucap Rani meledek Sam dengan sebutan burik. Karena lengannya di penuhi tato dan ada juga di bagian leher serta tato alami yang baru di buat.


" wah kamu berani ya ngehina saya. Kamu tahu siapa saya, Saya adalah Sam preman di kampung ini. Apa kau tidak takut hah " Ancam Sam pada Rani, ia sangat kesal jika dirinya di panggil burik.


" Eh mas burik, mau loe preman ke mau loe gangster gue gak peduli. Loe tau gue anak sma, gue gak suka jika ada yang berurusan dengan gue, karena gue bakal bunuh tu orang yang udah bikin gue susah " ucap Rani dengan keras.


" Emang cewek kampung kaya kamu ini bisa apa, udah punya tubuh kecil kaya gini aja songong " Sam pun kembali meremehkan Rani.


Karena sudah bosan melayani Sam Rani bangkit dari duduknya dan berdiri. Ia lalu memegang cerurit yang tergeletak tak jauh darinya. Rani kemudian memukul kursi papan yang udah reyot hingga terbelah.


" Ba.. bagaimana bisa, bukankah aku sudah mengikat mu " Ucap Sam terbata-bata.


Rani memang pura-pura tak sadarkan diri saat di bius oleh Sam, karena Rani dengan sangat tenang menahan nafasnya agar tidak terpengaruh obat bius tersebut. Dan saat Rani di ikat, ia melihat ada lembaran besi tipis menyender di dekatnya. Ia pun dengan cepat mengarahkan tali yang mengikat tangannya ke ujung beri tersebut dan menggesekannya hingga putus.


Lalu Rani berjalan mendekati Sam yang tengah menelpon, ia mendengar semua percakapannya Sam dengan Fatimah, Rani pun tersenyum saat mendengar ucapan Sam pada Fatimah.


" Kau jala*g kampung, berani sekali bermain dengan ku. Kau salah sudah bermain api dengan ku, baiklah aku akan mengikuti permainan mu. Tapi jika aku sudah bosan, jangan harap kau bisa lepas dari genggamanku. Fatimah "gumam Rani sambil menyeringai buas.


Rani pun segera kembali ke posisi semula, terdengar Sam sudah selesai dan menghampirinya. Ia juga dapat mendengar ucapan Sam yang terdengar kasihan. Rani juga berpikir jika Sam orang yang baik, hanya saja lingkungan yang membuat Sam seperti itu.

__ADS_1


" Aku Akan memberikan kesempatan untuk menepati janji pada ibumu, aku memiliki sebuah Bar di jakarta, jika kau mau, kau bisa kerja di klub ku. Nanti aku akan menyuruh Jack untuk menerima mu kerja disana. dan kau tenang saja,untuk tempat tinggal aku sudah menyiapkan mes untuk para pekerja. Tapi itu semua tidak lah gratis, kau harus membantu rencanaku dengan bersandiwara dan memberikan semua bukti kejahatan Fatimah padaku. Gimana apa kau mau menerima tawaran ku " Ucap Rani dengan wajah serius.


" Apakah kau bisa di percaya, bagaimana dengan Fatimah. Aku sangat mencintainya, bahkan aku selalu membantu rencana liciknya hanya untuk dekat dengannya " Ucap Sam


" Kau tenang saja, Nanti aku akan memberikan mu sedikit uang untuk makan dan ongkos pergi ke jakarta. Dan untuk wanita jala*g itu, kau jangan pikirkan dia, dia juga pasti akan meninggalkan mu dan menikah dengan Hanafi. Jadi kau jangan terlalu berharap. " Ucap Rani.


" Mana mau pak ustad dengan wanita yang sudah tak perawan, bahkan saat aku jebol dia untuk pertama kali, dia sudah tidak lagi perawan. Baiklah aku akan menerima tawaran mu. emmm anu, apa aku bisa tau nama mu nona " Ucap Sam.


" panggil aja Rani " Jawab nya.


" Hemmm... menarik, ternyata Fatimah adalah wanita liar penggila se*s, ini adalah bukti yang lumayan kuat " Gumam Rani dalam hatinya.


" Baiklah non Rani, nama ku Samiri tapi sering di panggil Sam. Biar keren sedikit " Ucapnya dengan cengengesan.


" Baiklah Sam, aku akan menyobek lengan bajuku dan sedikit memberikan goresan kecil di lenganku. biar terkesan nyata pas kita bersandiwara, kau bantu aku buat bikin bajuku kotor. Apa kau punya air, aku akan membuat membuat air mata palsu " Ucap Rani


" Apa tangan mu tak apa nona kau lukai seperti itu. Kalau jadi aku, aku sangat sayang dengan kulit mulus dan putih seperti mu. Aku bahkan sangat menyesal saat memasang tato " Ucap sam


" Luka kecil seperti ini tidak berarti bagi ku, karena aku sangat sering berantem dan berakhir bonyok " ucap Rani sambil tertawa.


Setelah memakeover penampilannya, Rani sangat senang dan ia kembali menampilkan seringaian liciknya.


Setelah menunggu lama, akhirnya yang di tunggu pun tiba. Fatimah dan beberapa santri datang ke gudang tersebut dan menyeret paksa mereka berdua.

__ADS_1


⏸ Back again...


__ADS_2