Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
Penghalang


__ADS_3

Semua orang yang ada disana sangat terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Sam. Apalagi Fatimah, dia sudah terlihat gelisah dengan raut wajahnya yang pucat. Namun keluarga Hanafi tidak percaya begitu saja dengan cerita yang di ucapkan Sam. Hanafi juga tidak mempercayai omongan Sam, karena ia sudah mengenal Fatimah sudah sangat lama.


Namun berbeda dengan Nanda dan juga kedua kakak perempuannya Rani. Mereka yakin dengan apa yang sudah di ceritakan Sam, karena mereka sendiri sudah menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri. Bagaimana Fatimah berusaha mencelakai Rani, bahkan hal tersebut sudah terjadi berulang kali. Dan untuk Hanafi, ia memang tak pernah tahu apa penyebab Rani selalu mengalami hal na'as setelah masuk ke pesantren.


" Kang, jangan percaya sama omongannya dia. Dia sengaja bersengkokol dengan wanita murah*n ini. Bahkan mereka bertiga juga sudah terlibat untuk melindungi kebusukan wanita murah*an ini Kang " ucap Fatimah pada Hanafi, ia sedang berusaha mempengaruhi pikiran Hanafi agar tak percaya dengan cerita Sam.


Tak jauh dari sana, Kedua orang tua Fatimah melihat kerumunan yang sedang heboh. Namun pandangan mereka tertuju pada Sam, Rani dan juga Fatimah. Ayah Fatimah pun sedikit takut dengan keadaan anaknya, lalu ia pun menghubungi orang suruhannya untuk datang kesana.Ia meminta untuk membereskan orang yang sudah mempermalukan anaknya tersebut, bahkan ia juga meminta untuk meleyapkan Rani.


Rani yang sudah tak tahan dengan omongan Fatimah, ia mendekati nya dan langsung saja menampar pipinya dengan keras. Ia juga menarik hijab Fatimah dengan paksa, sehingga menampilkan leher jenjangnya yang sudah di penuhi tanda bercin*a.


" Kalian lihatlah dengan mata kalian, wanita yang menurut kalian suci. Dan wanita yang sangat mencintai PAK USTADZ HANAFI, dia bahkan sudah menikmati bagaimana rasanya bercinta. Aku bahkan yang di sebut wanita murah*n dan jalan*g tidak pernah melakukan hal seperti ini. Jadi apa yang kalian sebut sebagai definisi wanita suci, hah " ucap Rani dengan menekan beberapa kata. Ia sangat muak dengan mereka yang tak pernah mendengar dan mencari kebenaran masalahnya terlebih dahulu.


Semua orang yang disana sangat terkejut saat melihat sebuah fakta yang baru. Kini semua santri/wati mulai membicarakan kejelekan Fatimah. Hanafi pun merasa sangat malu saat Rani membawa-bawa namanya dengan Keadaan Fatimah.


Kedua orang tua Fatimah pun sangat syok dan langsung mendekati anaknya.


" Apa yang telah kau lakukan pada anak ku hah. Kau akan menerima akibatnya, karena sudah mempermalukan keluargaku dan juga anak kesayanganku " ucap ayah Fatimah. Ia begitu marah kepada Rani, karena sudah membuat malu anaknya.

__ADS_1


Kini Fatimah sedang menangis di pelukan ibunya, ia tak menyangka jika Rani bisa melakukan hal itu kepadanya. Selama ini dia mengira jika Rani adalah wanita lemah dan mudah untuk di tindas. Namun sekarang ia sangat menyesal karena berurusan dengan nya.


" Ayah lakukan sesuatu, aku sangat malu saat ini. Dia sudah berani mempermalukan anakmu ini di depan orang yang sudah aku cintai sejak kecil. Karena dia juga aku tak mendapatkan cinta kang Hanafi, Ayah lenyapkan saja wanita itu " ucap Fatimah sambil menunjuk kearah Rani.


" Kau tenang saja, aku tak akan membiarkan orang yang sudah membuat malu keluargaku hidup dengan tenang. Aku sudah memanggil orang suruhan ku untuk segera melenyapkan wanita dan laki-laki ******** itu " ucap Ayah Fatimah sambil mengelus rambut anaknya tersebut.


Tak lama kemudian, datanglah preman dengan tubuh yang lumayan berisi tapi pendek, ada juga yang bertubuh tinggi tapi tubuhnya sangat kurus. Mereka berjumlah 4 orang, penampilan mereka sangat menyeramkan menurut orang selain Rani.


Semua orang pun memilih pergi meninggalkan tempat tersebut, begitupun dengan keluarga Hanafi dan keluarga Rudy. Rani pun menyuruh ketiga kakaknya untuk menjauh dan tidak ikut campur urusannya kali ini. Namun Nanda menolak, ia akan menjaga Rani, karena saat ini hanya dialah keluarga yang ia punya.


Ke 4 preman tersebut langsung mendekati Ayah Fatimah, untuk menanyakan apa yang harus mereka lakukan di sana. Setelah mendengar ucapan dari Ayah Fatimah, mereka langsung mendekat kearah Rani.


Rani yang merasa jijik dengan ucapan preman tersebut hanya tersenyum dengan memberikan ejekan pada preman itu.


" Eh, loe kira gue mau apa sama orang burik penuh daki kaya loe. **** aja mikir dua kali buat deketin loe pada " jawab Rani, Ia sengaja mengejek para preman tersebut.


" Nona, kok malah ngejek mereka sih. Mereka tuh lebih kuat dibanding aku Non, jadi lebih baik kita kabur aja. Dari pada kita habis di kroyok mereka " bisik Sam pada Rani.

__ADS_1


" Apa, loe gak malu Sam sama tato yang ada di tubuh loe. Sama mereka aja takut, gak sadar diri padahal loe sendiri preman " ucap Rani Mencibir perkataan Sam.


Karena kesal Rani telah mengejek mereka dan malah dengan santai bermain Bisik-bisikan dengan Sam. Seketika mereka langsung marah dan segera menyerang ke arah Rani dan kawan-kawan.


" Dasar wanita murah*n, sini kamu biar aku robek mulut jelek mu itu " Ucap salah satu preman sambil menghampiri Rani.


" Heran gue, kenapa sih di kampung ini seneng bener nyebut gue cewek murah*n. Emang sesuci apa sih wanita-wanita yang ada disini, sampe wanita kaya gue di panggil seperti itu mulu " ucap Rani.


" Diam loe, dasar tak berguna " ucap preman tersebut sambil mengarahkan kepalan tangannya ke wajah Rani.


Rani yang melihat serangan tersebut menghindar, dan ia menyerang balik dengan memberikan sebuah tendang keras di bagian rusuk preman tersebut. Karena tendangan Rani cukup keras, preman tersebut jatuh tersungkur di tanah.


Melihat kawannya tergeletak di tanah, mereka langsung menyerah secara bersamaan kearah Rani. Namun Sam dan juga Nanda tidak tinggal diam, mereka ikut membantu menghajar para preman tersebut.


Perkelahian pun tak terelakkan lagi, mereka kini tengah melancarkan pukulannya ke Masing-masing lawannya. Terlihat Nanda sudah kelelahan dengan wajah yang sudah babak belur. Sam juga terlihat sedikit kerepotan saat melawan preman yang bertubuh gempal, berbeda dengan Rani. Ia sangat bersemangat karena sudah lama tidak berkelahi, terlihat dari wajah preman yang sudah bonyok dan juga mimisan.


Perkelahian tersebut berlangsung cukup lama, tak ada yang berniat menolong Rani. mereka enggan terlibat dengan para Preman-preman tersebut.

__ADS_1


" Pah lakukan lah sesuatu, papa lihat adik Fatih sudah penuh luka. Apa papah tidak tegak melihat darah daging papa terluka seperti itu " ucap Fatih dengan wajah khawatir melihat kearah Rani.


__ADS_2