
Waktu sudah menjelang sore. Namun Hanafi masih belum belum kembali. Nanda dan kedua orang tua hanafi pun sangat mencemaskan keadaan hanafi yang belum kunjung datang.
" umi, abi. Nanda minta ijin buat nyari keberadaan hanafi. soalnya ini udah mau magrib. aku khawatir sama dia soalnya dari pagi Nanda belum makan" ucap Nanda pada rahman dan juga maryam.
" baiklah nan, kamu hati hati ya. biar kami disini yang menjaga rani" jawab maryam.
" kalo begitu, Nanda pamit dulu ya umi, abi. assalamualaikum " ucap Nanda lalu menyalami kedua orang tua itu.
" waalaikumsalam. cepat kembali dan hati hati" jawab rahman.
" baik abi. "
Lalu Nanda pun bergegas pergi mencari keberadaan hanafi. ia berjalan di sepanjang koridor rumah sakit itu tak lupa juga ia mengedarkan pandangan nya untuk mencari keberadaan hanafi.
" apa hanafi pergi ke kafe ya, ya sudah biar aku pergi kesana buat nge cek keberadaan nya siapa tau dia ada disana" gumam Nanda.
Namun saat Nanda hendak meninggalkan rumah sakit hujan turun dengan sangat lebat. Dan terpaksa Nanda pun kembali lagi. saat ia berteduh di Koridor yang berdekatan dengan taman rumah sakit.
" aduh.. kenapa malah hujan sih, mana aku lupa gak bawa payung lagi" ucap Nanda yang merasa kesal.
Saat ia sedang duduk di kursi,tak sengaja ia mendengar ucapan suster yang lewat di tepat di depan nya. mereka sedang membicarakan seorang pemuda yang sedang duduk di taman, sedangkan ini tengah hujan.
" eh kamu tau gak ada pemuda ganteng loh sedang duduk di taman sana padahalkan ini hujan" ucap suster itu
"iya aku tau,tadi aku liat sendiri. dia gak mau pindah dari sana. padahal tadi udah di ajakin buat neduh sama salah satu perawat. tapi dia nya malah nolak pergi" ucap teman suster itu.
" apa mungkin dia habis di putusin, jadi dia galau. atau mungkin di tinggal pergi sama kekasihnya? hemmm... tapi kenapa dia diam di taman rumah sakit" ucap suster kebingungan.
" katanya sih pemuda ganteng itu datang sama cewek yang kecelakaan pas malem tadi itu loh" ucap temannya
__ADS_1
" apa mungkin dia pacarnya, lalu dia merasa terpukul melihat kondisinya. aku dengar dia koma" kata suster.
" mungkin bisa jadi. ya sudah aku mau ke ruangan mawar buat ngecek pasien. aku duluan ya" ucap temannya lalu pergi.
Mendengar percakapan itu Nanda terkejut. ia merasa kalau pemuda yang di omongin sama kedua suster itu adalah hanafi.ia semakin yakin saat mendengar seorang wanita kecelakaan di tengah malam.
" aku yakin... sepertinya yang suster itu omongin pasti si hanafi. aku harus pergi nge cek keadaan nya" gumam Nanda.
Ia pun bergegas berjalan menuju taman yang tak jauh dari lokasi ia duduk. Tapi sebelum pergi ke taman ia sempat meminjam payung ke salah satu perawat yang ada di sana.
Betapa kagetnya Nanda saat ia melihat sosok pemuda yang sudah dalam keadaan basah kuyup. ia pun segera membuka payungnya dan berjalan ke tengah taman.
"kau ini naf, ternyata kamu ada di sini " ucap Nanda dalam hatinya.
" Astagfirullah naf, kamu ngapain duduk disini. ayok kita neduh dulu hujannya nambah lebat nih" ajak Nanda pada hanafi.
" iya kamu mau nenangin pikiranmu gak papa. tapi jangan disini, entar yang jaga rani siapa kalo kamu sakit. dan lagi apa kamu gak malu di jadiin bahan tontonan dari tadi" ucap Nanda menyadarkan hanafi.
Hanafi pun mengangkat kepalanya dan mengedarkan pandangan nya yang sudah semakin berat. ia melihat banyak orang yang sedang melihat kearahnya.
" ayok cepet, apa kamu mau pulang dulu buat istirahat. entar aku hubungin umi sama abi, biar mereka yang jagain rani dulu" ucap Nanda.
" baiklah aku akan pulang dulu sebentar untuk mengganti pakaian ku." ucap hanafi
Mereka pun akhirnya pergi menuju ke apartemen milik hanafi menggunakan jasa taksi online karena hujan masih lebat.
Setelah menempuh waktu ±20 menit, akhirnya mereka sampai di apartemen. setelah itu mereka bergegas masuk ke dalam. hanafi pun segera membersihkan diri menuju kamarnya, sedangkan Nanda pergi kedapur untuk membuat teh hangat beserta mie instan.
" tuh minum dulu teh hangatnya. tadi juga aku sekalian masakin mie buat kamu naf. kamu kan dari pagi belum makan. ini udah sore kamu makan dulu" ucap Nanda yang duduk di bawah sofa sambil menonton TV.
__ADS_1
" makasih ya nan, maaf juga karena udah ngerepotin sama nyusahin kamu" ucap Hanafi
" gak gitu juga, kamu kan udah aku anggap sodaraku sendiri. jadi kalau ada apa2 aku pasti akan bantuin. lagian aku juga udah banyak hutang budi sama kamu, kalo gak ada kamu mungkin aku udah jadi gelandangan" ucap Nanda.
" sudah lah jangan di ungkit lagi tentang masa lalu. aku gak suka" jawab Hanafi.
Setelah hanafi selesai memakan mie instan nya. ia pun memutuskan untuk beristirahat sejenak karena badan nya terasa panas sekaligus pusing. Nanda pun juga memutuskan untuk beristirahat sebelum kembali berjaga di rumah sakit.
Tak terasa waktu sudah malam, lebih tepatnya jam 19:05. Nanda terbangun dari tidurnya, ia memeriksa ponsel miliknya, betapa terkejutnya saat melihat jam yang ada di layar ponselnya. ia juga melihat belasan panggilan tak terjawab dan juga beberapa SMS yang belum sempat ia buka.
akhirnya Nanda menelpon balik no tersebut.dan tak lupa membangunkan hanafi yang masih tertidur di atas sofa.
tut.... tut.... bunyi telpon yang berdering.
" hallo, assalamualaikum. maafin Nanda umi, tadi Nanda ketiduran dan baru bangun" ucap Nanda
" waalaikumsalam. iya gak papa nan, gimana hanafi nya udah ketemu. sekarang dia dimana? " tanya umi
" ada umi. hanafi juga baru bangun tidur, ya udah umi aku juga mau solat dulu. nanti kita balik lagi ke rumah sakit"
" ya udah. kalian hati hati ya nan. assalamu'alaikum"
"waalaikumsalam umi"
tut..
Setelah itu, Nanda bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri serta menunaikan solat. begitu pun dengan hanafi, ia segera mengambil air wudhu dan langsung melaksanakan kewajiban umat islam.
Setelah mereka selesai semua. mereka pun bergegas meninggalkan apartemen menuju ke rumah sakit menggunakan taksi. saat di perjalanan hanafi merasakan berat di bagian kepalanya. namun ia tidak menghiraukan rasa sakitnya.akhirnya mereka sampai juga di depan rumah sakit. mereka bergegas menuju ruangan melati untuk melihat kondisi Rani. akhirnya mereka telah sampai di depan ruangan rani, hanafi pun langsung masuk ke dalam ruangan tanpa menyapa kedua orang tuanya. ia merasa sangat mengkhawatirkan keadaan rani.
__ADS_1