
Setelah mendengar kabar dari Hanafi. Kedua orang tua dan juga kakek Hanafi pun sudah datang ke Puskesmas. Mereka sangat terkejut saat mendapatkan telpon dan mendengar bahwa Rani, mengalami kecelakaan di jalan depan pesantren.
" Nak, gimana keadaan calon mantu umi. Kenapa dia bisa mengalami kecelakaan ". Tanya Maryam pada Hanafi.
" Umi tenanglah dulu, dek Rani pasti akan baik2 saja. Kalo untuk penyebab dek Rani kecelakaan, Hanafi juga belum tau umi. Karena Hanafi sedang tidak di tempat kejadian ". Jawab nya dengan raut wajah sedih.
" Kakek, umi dan abi duduklah dulu. Kalian tenanglah, dek Rani sekarang lagi di periksa sama dokter ". Ucap Nanda sambil bangkit dari kursi dan mempersilahkan ketiga parubaya tersebut untuk duduk.
Tak lama kemudian Amira dan juga Nina keluar dari dalam. Mereka sedikit terkejut dengan kedatangan Kiayi Rasyid Abdullah beserta kedua orang tua Hanafi. Mereka segera menyalami ketiga parubaya tersebut secara bergantian.
Hingga percakapan mereka pun berlangsung. Rasyid menanyakan penyebab Rani kecelakaan kepada kedua gadis tersebut. Mereka pun akhirnya menceritakan Tentang semua kejadian kecelakaan itu.
" Nak, saya mau tanya. Kenapa adik Rani bisa mengalami kecelakaan. Dan kalian mau kemana sampai harus keluar dari lingkungan pesantren ". Tanya Rasyid dengan sopan dan lembut.p
" Abdi yuhunkeun di hapunten pak Kiyai, gara-gara kecerobohan saya Rani jadi mengalami hal seperti ini. Kalau saja saya teh enggak mengiyakan ajakan dek Rani. Mungkin kejadian ini teh tidak akan terjadi ".Ucap Nina pada kiayi Rasyid. Ia menundukan kepalanya, ia berusaha menahan air matanya agar tak jatuh. Ia juga merasa sangat takut, karena harus berhadapan langsung dengan sesepuh kiayi atau pemimpin pesantren tersebut.
" Sudah lah Nak, kakek ini tak akan marah padamu. Jangan merasa takut kepadaku, mungkin ini sudah takdir Alloh dan semata-mata ini ujian yang Alloh berikan untuk nak Rani. Kita doakan dia agar dia baik2 saja ". Ucap Rasyid
__ADS_1
Mendengar hal itu, Nina sangat mengagumi kebaikan dari sesepuh kiayi tersebut. Bagaimana tidak, di pesantren dia terkenal dengan orang yang sangat keras terhadap santri/wati, penuh dengan kedisiplinan dan menjungjung tinggi tatakrama. Membuat semua penghuni pesantren takut jika berhadapan dengan pak kiayi tersebut.
Tak lama kemudian Dokter yang bertugas di puskesmas kampung tersebut keluar dari dalam ruangannya. Dia menghampiri orang-orang yang sedang menunggu kabar tentang pasien yang ia tangani barusan.
" Assalamualaikum Pak Kyai, gimana kabar Kyai. Tumben anda datang kesini. Ada yang bisa saya bantu " Sapa dokter tersebut. Memang kiayi Rasyid Abdullah sudah terkenal di desa tersebut. Hingga seluruh masyarakat menghormati beliau, karena keluarga beliau adalah tokoh pemuka agama yang sangat di hormati dan di segani oleh seluruh masyarakat di desa tersebut.
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah atas izin Allah saya masih di berikan umur panjang dan kesehatan sampai saat ini. Saya kesini mau jenguk cucu saya, tadi saya mendengar kabar bahwa dia mengalami musibah kecelakaan " Ucap nya
" Jadi gadis yang tadi itu cucu pak kyai, untungnya luka yang ada di kepalanya tidak terlalu dalam. Mungkin karena dia juga mengalami syok, jadi ia tak sadarkan diri " Jawab dokter tersebut.
" Apa dia Baik2 saja dok, lalu bisakah kami melihatnya sekarang " Tanya Hanafi.
" Benar dok, beberapa bulan yang lalu ia mengalami kecelakaan dan sempat koma beberapa bulan " Jawab Nanda.
Dokter yang mendengar nya pun sempat kaget. Ia pun menyarankan untuk membawa Rani ke rumah sakit besar saat ia sudah sadar, untuk mengecek kondisi kepalanya. karena Puskesmas tersebut tidak menyediakan alat-alat yang mampu untuk menangani masalah serius seperti itu.
Nanda juga memberitahu keluarga Hanafi bahwa dokter Thariq sedang dalam perjalanan kesana. Saat ia memberitahukan tentang kecelakaan Rani kepada dokter Thariq. Ia langsung meminta izin untuk pergi, tak lupa ia juga membawa peralatan kedokterannya yang ia butuhkan untuk mengurus Rani.
__ADS_1
Saat mendengar Nanda menyebut tentang dokter Thariq, Hanafi merasa keberatan termasuk maryam dan juga Rahman. Karena tanpa persetujuan dari mereka Nanda memanggil Thariq, karena mereka merasa sungkan dan takut mengganggu pekerjaan nya. Walau pun mereka adalah keluarga, namun hal itu tak ada sangkut paut nya dengan Rani.
Namun dengan tenang Nanda berbicara dengan mereka, dan Kyai Rasyid pun membela pendapat dari Nanda. Nanda kembali memberi pengertian kepada mereka, bahwa dokter Thariq lebih mengetahui kondisi Rani karena ia pernah menangani nya saat ia mengalami kecelakaan dulu.
Perlahan mereka mulai memahami dan menuruti semua pendapat Nanda. Namun di balik itu semua, Hanafi masih memikirkan adanya hal janggal dari Nanda. Sudah lama semenjak Rani tinggal di pesantren nya ia mencurigai Nanda. Karena semenjak kedatangan Rani, Nanda seperti menjaga jarak dengan Hanafi. Dari itulah ia semakin curiga dengan Nanda.
Hanafi ia juga sempat berpikir jika Nanda sedang mendekatkan Dokter Thariq kepada Rani. Dilihat dari kunjungan yang sering di lakukan oleh Dokter Thariq, walau pun mereka adalah keluarga. Tapi ia hampir setiap minggu selalu berkunjung ke pesantren hanya untuk melihat keadaan Rani.Karena hal itu lah ia mencurigai Nanda dan juga dokter Thariq.
⏮ ⏯ FLASHBACK....
Suatu hari, Hanafi sedang mencari keberadaan Rani. Ada sesuatu yang perlu ia bicarakan tentang acara lamaran untuk nya, yang akan di adakan tak lama lagi. Saat ia sedang mencari keberadaan Rani, Ia tak sengaja berpapasan dengan Nanda. Saat itu lah ia menanyakan keberadaan Rani kepadanya, namun saat bertanya Nanda menjawab tidak mengetahui nya dan ia juga tak melihat keberadaan nya. Lalu Nanda pun segera berpamitan kepada Hanafi untuk pergi.
Saat Nanda berjalan menjauhi Hanafi, ponsel yang ada di saku baju koko nya berdering menandakan adanya panggilan masuk. Ia pun mengangkatnya dan berbicara, setelah bercakap-cakap ia pun segera mematikan ponselnya dan menaruhnya kembali di saku baju koko nya. Ia pun segera melangkahkan kaki nya dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Melihat Nanda yang menunjukan gelagaj yang mencurigakan. Hanafi ia diam2 mengikuti kemana Nanda pergi. Ia sangat terkejut saat mengikuti Nanda yang pergi kearah gudang yang terletak di belakang madrasah tempat ia mengajar para santri.
Ia terus mengikutinya dan sesekali bersembunyi saat Nanda menoleh kearah belakang. Namun beberapa menit kemudian, ia di kejutkan dengan melihat sosok yang saat ini ia cari. Ia bahkan lebih terkejut saat melihat orang yang duduk di sampingnya. Mereka tak lain adalah Rani dan Dokter Thariq, mereka memang sedang duduk di bangku panjang di bawah pohon.
__ADS_1
Gudang tersebut memang terletak di bagian belakang pesantren dan langsung berhadapan langsung dengan kebun sayur-sayuran yang di kelola oleh pesantrennya. Hanafi pun segera bersembunyi di samping gudang tersebut agar tidak terlihat, dan dari jarak tersebut pula ia mampu mendengarkan dengan jelas percakapan mereka.