Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 65 Bahagia dan Harmonis


__ADS_3

Kini ketiga wanita itu tengah berjalan melewati lorong Asrama. Rani masih berjalan dengan di bantu oleh kedua kakaknya, di sepanjang jalan mereka berbincang dan tertawa.


" Dek, teteh gak nyangka loh kamu hebat banget berkelahi. Bahkan kang Nanda sama mang Sam aja langsung teler lawan satu preman. Tapi kamu lawan mereka berempat masih kelihatan bugar kaya gini, kamu minum obat kuat ya " ucap Amira, ia merasa takjub dengan adiknya tersebut.


" Kakak kira aku pasutri yang baru nikah, pake minum obat kuat segala " jawab Rani sambil ketawa terkekeh mendengar perkataan kakaknya.


" Eh, tapi bener loh Dek. kamu emang kaya orang yang habis minum obat kuat, lihatlah muka sama tangan mu penuh lebam dan lecet. Tapi Dek Ani masih bisa bangkit sama jalan, coba kalo aku, pasti udah pingsan dari tadi. hehehe " ucap Nina sambil ikut tertawa.


" Apa sih kak Ina ini, Ada-ada saja " Rani juga ikut tertawa. Walau pun perutnya masih merasa sakit akibat pukulan dari para preman, tapi ia masih tetap bisa tertawa dan tersenyum di depan kakaknya.


" Eh, emang dek Ina udah liat seperti apa orang yang minum obat kuat " Tanya Amira penasaran.


" Udah ah kak, malu tau. Entar ada yang salah paham lagi Gara-gara ngomongin obat kuat. Lagian aku tuh udah biasa dari dulu suka berantem pas belum ketemu sama orang sini ( maksudnya keluarga Hanafi), jadi bukan karena aku minum obat kuat " ucap Rani.


Mereka pun terus berbincang dan tertawa dan sejenak melupakan kejadian yang terjadi beberapa waktu kebelakang. Tak terasa kini mereka sampai di depan kamar mereka, namun betapa terkejutnya Nina dan Rani yang melihat banyak laki-laki di dalam kamar mereka. Nina dan Amira sempat ragu untuk masuk dan malah mematung di depan lawang pintu.


" Loh kok pada matung di situ sih, ayok masuk kasian tuh Dek Rani harus berdiri Lama-lama " ucap Nanda.

__ADS_1


Ketiga wanita itu pun mulai masuk dan duduk di sebelah kanan tempat dek Rani tidur. mereka mulai duduk, dan menatap laki-laki yang berada disana. Seingat mereka, laki-laki di larang untuk masuk ke asrama cewek. Tapi sekarang mereka malah dengan santainya duduk dan menatap ketiga gadis tersebut.


Laki-laki tersebut tak lain adalah Nanda, Sam, Dokter Thariq dan Danish. Sedangkan Faishal ia tak ada disana, entah kemana dia pergi menghilang dari kamar itu. Dan untuk orang yang menonton kejadian tadi, mereka sudah bubar dan kembali ke rutinitas seperti biasa. Walau keadaan masih belum tenang akibat kerusuhan yang di buat oleh para preman, tapi setidaknya pihak berwajib sudah menangani hal tersebut.


Kini Rani bergerak mendekati Danish yang duduk tak jauh dari nya, ia sangat merindukan pelukan dari Abang nya tersebut.


Danish yang merasa kesal karena ia di tinggal saat menghajar preman yang akan menikam Rani pun luluh, perasaan nya kali ini tak dapat menahan rasa rindu saat kehilangan orang yang paling ia sayangi dan cintai. Seketika Danish langsung memeluk erat Rani dan melepaskan seluruh kegelisahan yang selama ini ia rasakan.


" Dek maafkan Abang yang yang gagal menjagamu. Aku merasa gagal sebagai seorang kakak, aku merasa hati ku sangat sakit setelah kau hilang. Sekali lagi maafkan Abang dek, aku sangat merindukan ku " ucap Danish saat dirinya memeluk Rani.


" Tidak, ini bukan salah siapapun. Mungkin Alloh sudah menakdirkan hidupku seperti ini, lagian aku senang karena aku bisa bertemu Satu-satunya keluargaku disini dan aku juga mendapat keluarga baru selama disini " ucap Rani dengan tersenyum.


" Perasaan aku bang Danish sama bang Faishal tambah ganteng sama gagah deh. Apa selama Rani tinggal kalian udah punya gebetan nih " goda Rani pada Danish.


" Kau ini, Dari lahir kita mah memang ganteng atuh Dek, cuman kamu nya aja yang telat sadar sama kegantengan Abang " Ucap Danish sambil memngusap sambutnya dengan gaya so cool.


" kau ini, masih so kegantengan. Di puji dikit aja langsung narsis nya selangit " ucap Rani sambil mengacak rambut Danish.

__ADS_1


Mereka yang ada diruangan tersebut pun hanya tersenyum melihat interaksi antara Danish dan Rani yang sangat bahagia dan terlihat harmonis.


" Oh ya, kenalin ini Abang aku yang pernah aku ceritain sama kalian pas di Puskesmas. Dan yang satu lagi yang tadi pakai jas. Dan bang Dans kenalin, ini kakak perempuan ku namanya Amira dan Nina, Kalo yang itu kak Nanda, aku baru mengetahui kalau dia ternyata keluarga kandungku Satu-satunya dan putra mendiang tante Melisa. Dan itu, dia adalah kakak sekaligus dokter ganteng yang telah mengobati dan merawat ku saat aku terbaring koma pasca kecelakaan. Dan untuk yang itu, Dia adalah Sam dia teman baruku. Kita baru ketemu tadi subuh dan sekarang menjadi teman sekaligus rekan kerja " ucap Rani panjang lebar pada kakaknya.


Danish sangat terkejut mendengar Rani kecelakaan dan sampai ia koma. Namun ia pun segera memperkenalkan ulang dirinya, karena tadi ia sempat berbicara saat Rani sedang mandi. Sebenarnya ia ingin menanyakan penyebab ia sampai mengalami kecelakaan.


" Bang Fa kok gak ada, dia kemana Bang? " tanya Rani. Ia masih setia bersender di dada bidang nya Danish.


" Oh tadi dia minta izin buat keluar sebentar, tapi sampai sekarang belum nongol juga " jawab Danish.


" Emmm, mau kemana bang Fa ya " gumam Rani.


" Ka Nanda sama Sam, kalian gak terluka parah kan. kalo kalian terluka parah biar aku bawa kalian kerumah sakit " ucap Rani dengan raut wajah khawatir. Ia sampe melupakan mereka berdua yang telah membantunya berkelahi tadi.


" Kita gak papa kok dek, lagian seharusnya kami yang mengkhawatirkan kamu dek. Kamu melawan mereka berempat sendirian, sedangkan kita saja sudah kewalahan ngelawan satu dari mereka " ucap Nanda sambil tersenyum.


Terlihat di sudut bibir dan kedua pipinya di penuhi lebam akibat berkelahi tadi, begitu pun dengan Sam.

__ADS_1


Tak lama kemudian Faishal muncul dengan membawa beberapa plastik besar makanan di tangan kiri dan kanan nya. Ia pun segera masuk dan duduk di dekat Danish, karena di sebelah Rani ada amira dan juga Nina.


" Bang Fa dari mana aja, kenapa gak bilang kalo mau keluar. Aku kan bisa titip beli eskrim " Gerutu Rani pada Faishal. Entah kenapa ia sangat ingin makan eskrim setelah berkelahi.


__ADS_2