
Hanafi berjalan dengan gontai menyusuri lorong rumah sakit. Ia begitu terpukul mendengar pernyataan Dokter Thariq saat di ruangan nya. Ia sangat tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Jam sudah menunjukan pukul 12 : 15, Rumah Sakit sudah mulai sepi. Hanafi juga sudah melihat keadaan Rani. Ia merasa sangat sedih melihat Rani yang baru saja ia kenal terkapar di atas brangkar dengan berbagai macam alat medis menempel di tubuh nya.
Hanafi pun memutuskan untuk pergi ke luar dan berjalan kearah mushola. Disana ia pun melaksanakan solat malam dan berdoa untuk kesembuhan terutama kesadaran Rani.
Saat Hanafi duduk di kursi tunggu yang berada di luar ruangan tempat di rawat Rani. Ponsel yang berada dalam saku celananya pun bergetar tanda panggilan masuk. Hanafi pun segera merogoh saku nya dan mengangkat telpon nya.
" Hallo Assalamu'alaikum Naf, ini aku udah ada di depan Rumah Sakit. Kamu dimana sekarang " tanya orang yang ada di sebrang telpon.
" Kamu langsung kesini aja, aku sekarang sedang ada di depan ruangan melati no 3 " ucap Hanafi sambil memberikan petunjuk keberadaan nya.
" Ya udah sekarang aku kesana, aku tutup dulu ya telpon nya. Assalamu'alaikum " ucap nya
" Iya Nan,Waalaikumsalam " jawab Hanafi lalu mematikan telpon nya.
Tak lama kemudian, teman Hanafi sampai di depan ruangan melati dan langsung memanggil Hanafi yang saat itu sedang duduk termenung.
Hanafi yang mendengar namanya di panggil. Ia pun segera menoleh kearah sumber suara dan segera bangun dari duduk nya. Dan ia segera menghampiri temannya.
Akhirnya Hanafi berjalan dan duduk kembali di kursi yang tadi. Ia pun berbincang bincang dengan teman dekat nya itu.
" Eh kamu ini, kalo manggil tu pelan pelan. Ini Rumah Sakit bukan stadion jadi gak perlu sampe teriak segala, entar malah di usir sama suster yang jaga di sini. " ucap Hanafi yang sedang menghampiri temannya yang bernama Nanda.
__ADS_1
" Iya,aku minta maaf. Soalnya tadi aku udah gak sabaran pengen liat keadaan kamu, eh ternyata kamunya baik baik aja" ucap Nanda.
" Iya alhamdulillah aku mah baik baik aja, cuman luka lecet doang di tangan sama di kaki" ucap Hanafi pada Nanda.
" Sukur kalo kamu baik baik aja mah, terus aku juga udah ngabarin orang rumah tadi. Abi sama Umi juga kaget denger berita kamu kecelakaan. Mereka bakal dateng besok, soalnya nanggung katanya udah malem" ucap Nanda.
" Iya gak papa, makasih ya udah bantuin aku ngabarin Umi sama Abi"
" Gak perlu bilang makasih juga, lagian aku juga bukan orang lain." ucap Nanda
" Oh ya ini pesenan kamu yang tadi, sana kamu ganti dulu. Baju kamu penuh darah tuh" ucap Nanda yang langsung menyuruh Hanafi untuk mengganti pakaian nya yang telah kotor oleh noda darah.
" Iya kamu tunggu sebentar ya, aku mau ganti dulu pakaian ini" jawab ha5nafi lalu mengambil plastik yang berisi pakaian yang Nanda bawa.
" Perasaan ku tadi Hanafi cuman nyebut luka lecet doang, tapi kenapa bajunya penuh sama noda darah. Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan Hanafi, apa ada yang belum ia ceritakan padaku. Sepertinya aku harus menanyakan nya langsung kepada hanafi, aku takut akan ada hal hal yang tidak ia harapkan" gumam Nanda yang masih di penuhi tanda tanya dengan keadaan Hanafi. Ia sangat lah bingung sekaligus kaget karena menerima berita ini secara tiba-tiba. Ditambah melihat keanehan dari Hanafi.
" Hey ternyata malah bengong, pantas saja dari tadi aku panggil kamu gak nyaut nyaut. Mikirin apa sih Nan, jangan bilang kamu mikirin si Fatimah ya?.. apa kamu kangen sama dia? " ucap Hanafi sambil menepuk pundaknya Nanda dan membuat yang punya tubuhnya kaget.
" Apa sih lagian kamu gak mikir, situasi kayak gini masih bisa bercanda. Lagian ya, siapa juga yang kangen si Fatimah. Lagian dia itu cinta mati sama kamu" ucap Nanda kesal saat sahabatnya itu mengagetkan dia.
" Maaf lagian itu juga bukan semuanya kesalahan ku, kamu sendiri yang bengong dan gak nyaut saat aku panggil tadi" ucap Hanafi
" Gue lagi mikirin ucapan kamu Naf, kamu ngomong bahwa kamu cuman mendapatkan luka lecet doang. Tapi dari tadi aku merhatiin pakain yang kamu pakai penuh sama noda darah, aku agak bingung dan lagi mikir sebenarnya apa yang udah terjadi sama kamu " ucap Nanda panjang lebar menjelaskan kegelisahan yang sedari tadi ia rasakan.
__ADS_1
" Jadi itu Nan yang buat kamu bengong, kamu emang bener. Ada beberapa hal yang aku belum ceritain sama kamu" ucap Hanafi jujur
" Apa!.. sebenarnya apa yang udah terjadi Naf. coba kamu jelasin sama aku semuanya,apa yang sebenarnya terjadi sama kamu dan kabar kecelakaan yang mendadak ini" ucap Nanda penasaran.
" Sebelum aku ceritain semuanya, lebih baik kau ikut aku dulu. Aku akan menunjukan sesuatu padamu nan" ucap Hanafi.
Ia pun bangkit dari kursi besi yang ia duduki, begitupun Nanda ia juga mengikuti Hanafi berdiri. Mereka berjalan mendekati ruangan yang ada di depan mereka, Hanafi dan juga Nanda mulai masuk dan keruangan itu. Disana terdapat 4 ranjang yang di beri skat sama tirai. 3 diantara 4 ranjang tersebut sedang kosong.
Begitu masuk ke dalam ruangan itu, terasa mencekam dengan bunyi alat pendeteksi denyutan jantung begitu terdengar nyaring di telinga. Mata mereka memfokuskan kearah sebuah ranjang, mereka melihat sosok pasien yang terkapar di atas ranjang brangkar dengan berbagai alat medis menempel di badannya.
Nanda yang merasa kebingungan dengan yang ia lihat dan juga karena ia tak mengetahui siapa yang tengah terbaring dengan segala macam alat menempel di badan nya. Serta balutan perban yang terlihat jelas di tubuhnya. Ia juga sempat melihat kearah wajah serta dada orang yang yang terbaring tersebut dan ia menyimpulkan bahwa yang sedang terbaring di sana adalah wanita.
" Sebenarnya apa yang sudah terjadi Naf dan juga siapa dia, aku semakin bingung dengan kejadian ini" ucap Nanda membuka suaranya. Karena ia sudah pusing sendiri dengan keadaan yang terjadi secara Tiba-tiba.
" Baiklah aku akan memberitahu mu Nan. pertama tama orang yang sedang terbaring ini bernama Rani. aku baru mengenalnya tak lama sebelum kecelakaan" ucap Hanafi. Nanda pun belum puas dengan jawaban yang hanafi berikan.
_________________________________________________
Hai para readers.. bagaimana dengan ceritanya..?
semangat ya membacanya.. ✊
jangan lupa untuk vote, like serta komen ya
__ADS_1
agar author lebih semangat dalam berkarya nya😘👍