Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 29


__ADS_3

saat ia hendak menaiki tangga. pandangan nya terkunci pada benda berwarna silver yang tergeletak di atas nakas samping tangga. ia pun menghampiri nakas tersebut dan mengambil dan melihat nya. untuk sekejap ia merasakan senang melihat benda yang selama ini ia rindukan.terlihat jelas dari raut wajah dan kedua sudut bibir yang terangkat. ia bahkan tak mengalihkan pandangan nya dari benda tersebut.hingga ia pun sadar dari lamunan nya saat ada tangan yang mendarat di pundak nya.


" ocil...kau ini kenapa? kenapa malah bengong liatin kalung itu. memang ada yang aneh sama kalung itu " tanya abang nya.


" akh... enggak bang, oh ya. ini kalung punya siapa" tanya orang yang di panggil ocil.


" tadi abang habis operasi pasien kecelakaan. terus gak sengaja kalung itu terpisah dari barang barang lain milik pasien " ucap orang tersebut. yang tak lain adalah dokter thariq.


" apa..??kecelakaan!!!. bagaimana bisa kecelakaan bang. terus bang keadaannya dia gimana sekarang" tanya ocil dengan raut wajah khawatir.


" keadaannya dia sekarang sangatlah kritis. dia juga menderita luka cukup serius di bagian kepalanya. menurut diagnosa ku kalau pun ia selamat dari masa kritisnya, dia akan kehilangan seluruh ingatan di masa lalu nya" ucap thariq memberitahu penjelasannya.


"a.. apa.. dia kritis. dia juga akan hilang ingatan" gumam orang yang bernama panggilan ocil tersebut.


" dan kau tau fakta yang lebih miris. dia adalah calon istri dari anak paman rahman, yang tak lain adalah adik dari almarhum ibu" ucap thariq.


( ibu kandung mereka sudah meninggal dan ayah dokter thariq memutuskan untuk menikah lagi dan menetap di luar negeri karena harus mengurus perusahaan nya.)


" apa..!. rani akan menikah. secepat itu kau melupakan ku gadis nakal. padalah perasaan ku baru kemarin kita ketemu dan aku ingat saat kau asik mengomeli batu yang yang ada ditengah jalan hingga membuat mu terjatuh dari sepeda. padahal aku belum memenuhi janji ku. aku bahkan sedang mencari mu dan menanti pertemuan kita. aku sangat mencintai mu gadis nakal ku. aku sangat merindukan mu.. " ucap nya dalam hati.


" oh ya. sini aku ambil kalung nya, besok aku akan kasih sama hanafi" ucap sang kakak meminta kalung nya di balikan.


" kak. emang dia dirawat di rumah sakit mana. dan ruangan apa? "tanya ocil penasaran.


" tumben kamu nanyain orang lain. biasanya juga cuek, bahkan abang sendiri sakit pun gak pernah di urus" ucap thariq kesal

__ADS_1


"emm... anu aku... " ucap nya sambil gelagapan karena ia sadar kalo dirinya sudah bertingkah aneh.


" kau ini.... dia di rumah sakit tempat abang kerja. dia dirawat di ruangan melati. kalo kau mau menjenguknya besok aja " ucap sang kakak sambil mengelus kepala adiknya tersebut.


" kenapa perasaan ku tentang rani gak enak ya. ya Alloh lindungilah gadis nakal ku " ucap nya dalam hati.


" ya sudah abang mau istirahat dulu. kamu juga cepet istirahat. jangan gadang mulu" ucap thariq sambil pergi meninggalkan adiknya nya yang masih melamun. tak lupa ia juga mengambil kalung yang ada di tangan adiknya dan membawa masuk ke kamar, karena besok akan di kembalikan pada pasien nya.


" hey.. jangan ngelamun mulu. entar kesambet hantu baru tau rasa loh" ucap thariq yang sudah sampai di depan kamarnya.


" eh bang, kalung nya kemana. abang ambil kalung itu ya. " ucap ocil yang sadar dari lamunan nya dan melihat kalung yang ia pegang sudah menghilang.


" ia besok abang mau balikin ke orang yang punya nya" jawab thariq dari dalam kamar.


" akh... kenapa jadi begini sih.. Tuhan kenapa kau mempertemukan kami dengan cara seperti ini " ucap orang yang bernama panggilan ocil itu.


"ya sudah lah. besok aku harus memastikan keadaan nya. lagian aku juga sudah sangat rindu dengan nya, setelah bertahun tahun mencari dan menunggu. akhirnya Tuhan mempertemukan kita. " ucap nya dalam hati.


ia pun bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat. tak lupa ia membersihkan badannya terlebih dahulu.


➡🕣➡🕣➡🕣


jam sudah menunjukan pukul 8 pagi. keadaan rani masih belum membaik. ia masih berada di ambang hidup dan mati. karena luka yang ia derita sangatlah serius dan saat ini rani masih belum melewati masa kritisnya.


sementara hanafi dan juga Nanda mereka sedang duduk menunggu di luar ruangan. mereka juga belum sempat membeli sarapan karena mereka sedang menunggu keluarga hanafi datang.

__ADS_1


" naf. abi kayak nya udah sampai. mereka sedang di depan rumah sakit? kamu mau ikut gak nemuin mereka? " tanya Nanda pada hanafi.


" kamu aja lah yang nemuin abi. aku mau jaga rani disini.sekalian aja sama beli sarapan sekalian. " ucap hanafi.


" baiklah. biar aku saja yang temui abi dulu. ya udah kamu tunggu ya" ucap Nanda pada hanafi.


" iya. Terima kasih nan. kamu selalu ada disaat aku kesusahan" ucap hanafi dengan wajah sendu.


" kamu jangan ngomong kaya gitu. aku udah anggap kamu seperti sodara aku sendiri. sudah sewajarnya seorang sodara saling membantu dan melindungi. iya kan.." ucap Nanda sambil tersenyum dan menepuk pundak hanafi untuk memberikan suport.


" ya sudah. aku mau keluar dulu. kasian abi sama umi sudah menunggu lama " ucap nanda yang dibalas anggukan oleh hanafi.


ia pun bangkit dari sana dan beranjak pergi meninggalkan hanafi menuju ke luar rumah sakit.


" ya Alloh. kenapa kau memberikan cobaan yang berat pada hamba mu ini. aku merasa bersalah pada keluarga rani. aku bahkan tak mengenalnya" ucap hanafi dalam hatinya. ia sangat sedih sekaligus merasa tertekan di waktu yang bersamaan.


" kenapa wajah mu selalu melintas di pikiran ku. terlebih senyuman mu yang telah menggetarkan hati ku " gumam nya. hanafi terus saja melamun kan wajah cantik rani saat pertemuan tak di sengaja itu.


ia baru menyadari perasaan nya kepada rani. hatinya terasa berdegup kencang di saat mengingat ingat bayangan rani. hingga tak sadar sudut bibir nya terangkat melukiskan senyuman kebahagiaan.dan raut wajah yang tadi nya terlihat muram pun kembali terlihat berseri. Namun untuk ke seperkian detik, seketika perasaan nya hancur dan mengembalikan raut wajah suramnya lagi. ia mengingat ingat kembali saat ia melihat rani tergeletak tak berdaya dengan darah yang mengucur di kepalanya. ia merasa terluka dengan kejadian ini.


plak... Nanda memukul bahu hanafi, karena ia tidak mendengar panggilan nya


" astaghfirullahalazim... " ucap hanafi yang kaget saat mendapat pukulan di bahunya.


" kamu ini naf. dari tadi aku panggil gak nyaut nyaut. jangan bengong mulu makanya. entar kesambet lagi " ucap Nanda bercanda, ia sangat tahu bahwa hanafi sedang merasa kacau. setelah kejadian kecelakaan semalam. ia juga sempat memergoki nya melamun dengan tatapan kosong saat ia sedang beristirahat di mesjid.

__ADS_1


__ADS_2