
Sementara di kediaman Rani, semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Kedua orang tua Danish dan juga Faishal Datang ke kota setelah mendengar kabar bahwa Rani menghilang. Mereka langsung datang ke kota dan tinggal di kediaman Rani.
Setelah bi Tika sadar, ia menceritakan apa yang di lihat dan di alami olehnya pada waktu itu. Ia juga menceritakan pesan yang di ucapkan Rani serta nyonya Delina. Saat itu lah Danish dan juga Faishal menghubungi kedua orang tua nya untuk datang ke kota karena masalah tersebut.
" Assalamualaikum " Ucap Danish dan Faishal secara bersamaan saat membuka pintu utama.
" Waalaikumsalam " Ucap orang Rumah.
" Gimana udah ada perkembangan belum? terus kata polisi gimana? apa mereka udah menemukan keberadaan si eneng " Tanya Bi Tika pada Danish dan juga Faishal.
" Dans, Gimana si neng Rani nya udah ketemu belum " Tanya ibu Danish saat melihat Faishal dan juga Danish baru datang.
Danish dan juga Faishal menggelengkan kepala .mereka baru saja sampai setelah mencari cari keberadaan Rani si setiap sudut kota bandung. Mereka merasa sangat lelah, tapi pikiran mereka lebih lelah karena Rani sangat adik belum juga di temukan.
Mereka menghempaskan Tubuh mereka ke sofa karena sudah seharian mereka mencari keberadaan Rani Namun belum membuahkan hasil.Orang tua mereka juga sangat sedih atas hilangnya Rani. Apalagi setelah semua hal yang Rani berikan untuk mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka. Bahkan hutang budi mereka tak akan pernah lunas jika di bayar dengan uang sekalipun. Kasih sayang yang terjalin antara mereka sudah seperti ikatan darah.
" Den, sekarang istirahat dulu. Aden mau minum apa? biar bibi buatin " Tanya bi Tika pada Danish dan Faishal.
__ADS_1
" Tak apa bi, bibi duduk ajah. Lagian bibi harus banyak istirahat, nanti kalo bibi kecapean lagi terus sakit,Dia pasti bakal ngomelin kita lagi " Ucap Danish sambil membayangkan Rani yang sedang marah.
" Danish benar bi, sebaiknya bibi istirahat. Untuk pencarian Rani, esok kita akan teruskan lagi. Kita gak boleh nyerah, dia adalah kesayangan kita. Kita gak mau kehilangan dia" Ucap Faishal dengan wajah sendu.
" Baiklah, bibi mau istirahat dulu. Aden jangan lupa makan, bibi udah siapin di meja makan. Kalian jaga kesehatan juga, nanti kalo kalian sakit siapa yang bakalan berantem sama neng Rani " Ucap bi tika sambil tersenyum, mengingat tingkah mereka kalo lagi berantem.
" Saya permisi untuk istirahat dulu " pamit bi tika sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut.
" Ya sudah, sebaiknya yang lain juga beristirahat saja. ini sudah malam, kita juga mau beristirahat " ucap Danish sambil beranjak pergi menuju kamar. Begitu juga dengan Faishal, ia menyusul kepergian Danish karena ia sudah tak nyaman dengan tubuh yang terasa lengket oleh keringat.
Setelah Faishal dan Danish membersihkan diri mereka secara bergantian. Mereka segera mengisi perut yang kosong karena sejak balik dari sekolah, mereka langsung mencari keberadaan Rani dan gak sempat untuk makan siang.
Walau pun mereka sekarang yang memantau semua perusahaan milik Rani. mereka tidak terlalu kesusahan karena Rani sudah memiliki banyak orang kepercayaan nya di tiap cabang perusahaan yang ia miliki. contohnya seperti Anissa tangan kanan sekaligus sekertaris yang menangani kantor pusat DELINA COMPANY. Anissa juga sudah di anggap sebagai kakak oleh Rani, karena ia juga tahu perjuangan Rani dalam mendirikan perusahaan di usianya yang masih muda.
Danish dan juga Faishal duduk di kursi di meja kerja masing-masing. Tatapan mereka selalu menuju meja kosong yang berada di dekat jendela. Wajah mereka kembali sendu, mengingat orang yang mereka sayangi.
" Walau raga loe gak ada disini, gue ngerasa kalo loe selalu disamping kita dek. Gimana keadaan loe saat ini? kenapa sih loe seneng bener maen petak umpet!. Setidaknya loe akhiri permainan ini, Gue gak tahan kalo berjauhan sama loe dek. Gue rindu senyuman loe, disaat loe marah dan berantem sama gue. Gue Rindu dengan apa yang biasa kita lakuin bersama. Gue janji kalo loe minta di gendong lagi gue bakal nurutin semua kemauan loe. Tolonglah balik sekarang" Danish bergumam namun masih bisa terdengar oleh Faishal.
__ADS_1
Matanya menatap layar monitor yang bergambar dirinya dan Faishal yang tengah menggandeng Rani yang berada di tengah2 dengan wajah yang tersenyum. Seketika Cairan bening jatuh dari sudut mata menuruni pipi Danish. Tangannya meremas rambut dengan kuat, ia merasa sangat prustasi dengan hilangnya orang yang pernah membuatnya jatuh cinta tersebut.
Faishal sangat mengerti dengan perasaan Danish. Ia juga sedang mengalami hal yang sama dengan nya, ia merasa sangat kehilangan adik kesayangannya. Tak terasa Danish pun menitikan air matanya, ia merasa kecewa terhadap dirinya sendiri karena gagal menjaga Rani.
" Maafkan aku ma, aku telah gagal menjaga nya. Aku memang bukan kakak yang baik, sekarang ia menghilang dari pandanganku dan juga genggaman ku. Dek, maafin bang Fa.Cepatlah pulang, apa kau tak kasihan sama bibi, ia sangat sedih atas kepergian mu. Kau lihatlah sekarang Danish sangat cengeng, ia selalu menangis setelah kau menghilang. Apa kau tak merindukan Emak sama Abah?. Mereka jauh2 dateng dari desa buat ketemu sama anak kesayangannya. Bukankah kamu selalu bilang rindu pada mereka. Cepatlah pulang dek " Faishal menenggelamkan wajahnya dalam lipatan tangan di atas meja.
Untuk beberapa hari kebelakang ruang kerja tersebut telah di penuhi oleh suasana yang sangat dingin serta menyedihkan. Untuk saat ini tidak ada lagi perbincangan. Danish dan juga Faishal sudah tenggelam dalam kesedihannya. Mereka berdua menumpahkan rada kecewa dan kesedihannya dengan menangis dalam diam. Setelah mereka merasa lelah, akhirnya mereka tidur terlelap dalam kesedihannya.
πππππππ
Sementara di lain ruangan, seorang wanita tengah bersiap siap keluar dari dalam kamarnya. Ia akan pergi ke kamar utama yang ada dilantai dua. Semenjak ia memasuki kamar tersebut, ia semakin sering pergi ke sana. Ia menghabiskan waktu merawat kulit nya dengan menggunakan skincare yang ada di dalam kamar tersebut.
" Akhirnya sampai juga, Untung udah pada tertidur semua" gumamnya sambil berdiri tepat di depan pintu kamar.
Ia pun memasuki kamar tersebut dan melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan di sana. Namun malam ini ia memeriksa laci-laci dan juga lemari. Ia memeriksa nya dengan sangat baik, dengan matanya yang jeli mencari barang2 berharga milik orang yang punya kamar tersebut.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan. Ia segera keluar dari kamar tersebut dan pergi menuju kamarnya sendiri.
__ADS_1
________________________________________________
Tunggu kelanjutannya ya Kak... π