
Hanafi sangat gusar menunggu hasil oprasi nya, dia juga sedang menanti kedatangan sahabat nya. Tak lama kemudian lampu indikasi yang ada di atas pintu itu pun mati dan itu menandakan bahwa oprasinya berjalan lancar.
Hanafi segera bangkit dan menunggu salah satu dokter keluar. Hingga tak lama kemudian seorang pria yang mengenakan baju khas orang yang melakukan operasi keluar dari dalam ruangan itu. Hanafi pun segera mendekati nya dan menanyakan keadaan Rani.
"Dok bagaimana keadaan pasien nya dok, apa dia baik baik saja? " tanya Hanafi.
" Kalo boleh tau, anda ini siapanya pasien ya? " tanya balik dokter pada Hanafi.
Hanafi sangat kebingungan dengan pertanyaan dokter tersebut. Ia sangat bimbang dengan keadaan nya sekarang. Ia bahkan tidak mengenal siapa Rani, namun disisi lain Rani sudah menyelamatkan nyawanya dengan menggantikan dirinya di tabrak oleh mobil itu.
" Sa.. saya.. saya adalah calon suami nya dok, jadi gimana dengan keadaan calon istri saya dok. Apa dia baik baik saja? " ucap Hanafi setelah memikirkan ucapan nya matang matang.
" Baiklah kalo gitu, silahkan bapak ikut ke ruangan saya sebentar" ucap Dokter tersebut.
" Baiklah dok" ucap Hanafi.
Mereka pun berjalan beriringan menuju ruangan dokter tersebut. Setelah sampai ke ruangan itu, sang dokter meminta ijin untuk mengganti pakaian nya.
Tak lama kemudian dokter itu pun sudah kembali dengan menggunakan setelan dengan jas putih rapih beserta stetoskop yang menggantung di leher nya.
" Pertama tama perkenalkan dulu, namaku Thariq firmansyah. Bapak bisa panggil saya Thariq"ucap Dokter tersebut sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman.
" Saya Hanafi Rasyid Abdullah, Dokter jangan panggil aku dengan sebutan bapak. Karena aku belum terlalu tua dengan panggilan itu, Dokter bisa manggil aku Hanafi saja" ucap Hanafi dengan membalas jabatan tangan dokter Thariq.
"Mendengar namamu sepertinya aku mengenal seseorang, apa kau anak dari paman Rahman syauki abdullah" ucap dokter Thariq.
" Benar beliau adalah abi ku, apakan anda mengenal beliau" tanya Hanafi yang sedikit kebingungan.
__ADS_1
" Ah.. ternyata benar dugaan ku, kau memang anak nya paman. Aku memang mengenal beliau, karena ibu ku adalah kakak dari ayah kamu. Tapi sekarang ibuku sudah meninggal" ucap dokter Thariq dengan raut wajah sedih.
" Innalillahi aku turut berduka dok. Aku juga baru mengetahui nya, kalau dokter ternyata kakak sepupu ku " ucap Hanafi.
" Sudah lah nanti kita bahas lagi masalah keluarga kita. Sekarang yang lebih penting adalah gadis yang tadi, atau calon istrimu itu " ucap Dokter Thariq menghentikan pembicaraan masalah keluarga mereka.
" Baik lah dok " ucap Thariq sambil mengangguk tanda paham.
" Kamu jangan panggil aku dokter, panggil aku Abang aja. Lagian kita masih sodara dan ya aku mau bertanya bagaimana wanita itu bisa mengalami hal itu " ucap Dokter Thariq dengan penuh tanya.
" Iya bang, jadi cerita nya tadi aku mau nyelamatin kucing yang ada di tengah jalan. Saat aku jongkok dan memeluk kucing itu, Tiba-tiba saja ada orang yang mendorong ku dari belakang, hingga aku terpental dan berguling. Untung nya kucing yang ada di dalam pelukan ku selamat. Tapi.. " ucapan Hanafi terpotong. Ia merasa sedih mengingat kondisi Rani yang telah bersimbah darah.
" Kamu tenang kan diri mu dulu. Ini, minumlah dulu " ucap Dokter Thariq sambil memberikan segelas air.
Thariq pun menenangkan dirinya dan mengambil gelas yang di sodorkan padanya. Lalu meneguk air di dalam gelas tersebut, setelah dirasa cukup tenang. Ia pun segera melanjutkan ceritanya dan menanyakan kembali keadaan rani.
" Jadi begitu ya ceritanya apakah keluarga nya sudah mengetahui tentang ini " tanya Dokter Thariq.
"A.. aku belum sempat menghubunginya" ucap Hanafi gugup, karena bingung ia tak tahu tentang keluarga Rani.
" Apakah dia baik baik saja bang" tanya Hanafi cemas.
" Sebenarnya ada kabar buruk tentang pasien ini. Dia sudah kehilangan banyak darah dan untungnya stok darah yang sama masih tersedia banyak di rumah sakit ini. Tapi.. " ucap Dokter Thariq terpotong tak tega meneruskan ucapan nya.
" Tapi apa bang, apa yang terjadi pada Rani. katakan padaku " ucap Hanafi dengan raut wajah ketakutan.
" Pasien ini mengalami luka yang sangat serius di bagian kepalanya dan menyebabkan pendarahan di kepalanya dan ada beberapa tulang rusuk yang patah. Tulang di bagian lengan kiri dan kaki kanan nya retak dan juga luka lecet di sekujur tubuh terutama kaki. Untuk saat ini pasien sedang mengalami masa kritis" ucap Dokter Thariq memberikan penjelasan keadaan Rani pada Hanafi.
__ADS_1
Hanafi yang mendengar penuturan nya Dokter Thariq sangat terpukul. Ia bahkan merasa takut dan sangat bersalah pada rani.
" Apakah dia bisa sembuh" tanya Hanafi pada dokter Thariq.
" Untuk itu aku gak bisa jawab, karena melihat keadaan dan kondisi Rani saat ini biasanya hanya memiliki kemungkinan kecil bisa bertahan. Tapi kita tidak boleh menyerah dan putus asa, karena Alloh lebih berkuasa dibanding segalanya. Jadi kita memohon dan berdoa kepadanya agar dia cepat melewati masa kritisnya dan segera sadar" ucap Dokter Thariq mencoba memberi pengertian pada Hanafi.
" Abang benar, kita hanya bisa berdoa memohon kesembuhan untuk Rani" ucap Hanafi dengan wajah lesu nya.
Tak lama seorang Perawat mengetuk pintu ruangan Dokter Thariq.
Tok.. tok.. tok... suara pintu yang di ketuk.
" Permisi dok, selamat malam" ucap Suster itu dengan sopan.
" Selamat malam juga, ada perlu apa Sus, apa ada yang perlu aku bantu " tanya Dokter Thariq.
" Saya mau ngasih tau bahwa Pasien yang tadi di operasi sudah di pindah kan ke ruangan khusus" ucap suster itu.
" Baiklah terimakasih informasinya, nanti Saya akan lihat perkembangan nya kesana" ucap dokter Thariq.
" Iya dok sama sama, kalo gitu saya permisi undur diri dokter" ucap suster itu lalu pergi keluar ruangan dan meninggalkan dokter dan juga Hanafi.
" Baiklah bang, terimakasih telah membantu ku dan juga menyelamatkan rani. Aku akan pergi melihat keadaan nya sekarang" ucap Hanafi yang segera bangkit dari duduk nya dan diikuti Dokter Thariq.
" Itu sudah kewajiban seorang Dokter untuk membantu pasien dan kamu jangan pernah sungkan untuk bertanya atau meminta bantuan ku saat kau kesusahan" ucap Dokter Thariq.
" Baiklah bang, sekali lagi aku ucapkan Terima kasih untuk semuanya" ucap Hanafi lalu menjabat tangan Dokter Thariq.
__ADS_1