Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 50 KESALAH PAHAMAN


__ADS_3

MASIH FLASHBACK YA..


Hanafi pun segera bersembunyi di samping gudang tersebut agar tidak terlihat, dan dari jarak tersebut pula, ia mampu mendengarkan dengan jelas percakapan mereka. ia juga dapat melihat Rani dan dokter Thariq dengan sangat jelas dari sini.


Sebenarnya Hanafi sangat tahu apa yang ia lakukan adalah hal dosa. Menguping percapakan orang lain secara bersembunyi-sembunyi adalah perbuatan yang dilarang oleh agama. Namun ia sangat penasaran dengan kecurigaan yang ia duga kepada Nanda.


Saat tadi ia menanyakan keberadaan Rani kepada Nanda, dan ia menjawab tidak mengetahui serta tak bertemu dengannya. Namun sekarang ia melihat dengan jelas, dengan kedua matanya ia melihat Nanda menemui Rani. Yang jelas2 ia menyebutkan tidak tahu saat Hanafi bertanya kepadanya tadi.


Hanafi terbelalak saat melihat dokter Thariq tersenyum hangat kepada Rani dengan sebelah tangannya yang mengelus elus kepala Rani. Ia juga tak percaya melihat Rani membalas senyumannya. Namun yang membuat Hanafi geram adalah perlakuan dokter Thariq yang notabe nya adalah kakak sepupunya terhadap Calon istrinya tersebut, mereka dengan asik duduk berdua dan berdekatan.


Ia juga Merasa sangat kesal kepada calon istri nya itu, karena ia tak menolak perlakuan kakak sepupunya tersebut, dan justru ia malah menikmatinya. Menurutnya Rani harusnya menolak hal tersebut, karena ia tahu bahwa dokter Thariq bukanlah muhrimnya. Sudah sangat jelas hal itu yang selalu di ajarkan di pesantren, bahkan untuk saling berpandangan terlalu lama dengan lawan jenis aja tidak di perbolehkan.


Hanafi walau pun ia seorang Ustadz muda yang sangat patuh terhadap agamanya dan menjungjung tinggi nilai-nilai keagamaan yang ia pelajari. Dan Ia juga sangat di segani oleh Para pengurus pesantren dan juga seluruh santri/wati karena kecerdasan serta ahlak nya yang terpuji. Namun di sisi lain Ia juga seorang manusia, ia juga memiliki amarah dalam dirinya. Walau pun ia tak pernah menunjukan nya pada orang lain alias di pendam sendiri. Hanafi, ia juga bisa merasakan rasa cemburu, terlebih itu kepada calon istri nya.


Hanafi kembali di buat kesal, bahkan saat ini ia merasa ingin sekali meluapkan amarahnya saat mendengarkan percakapan mereka yang di selingi tawa dari keduanya.


" Pak dokter ganteng, kenapa selalu datang kesini setiap minggu. Apa itu tidak mengganggu pekerjaan pak dokter di sana. Bukankah seorang dokter harus menjaga pasien nya ya. Kenapa malah kesini?? ". Tanya Rani kepada dokter Thariq.

__ADS_1


" Kenapa memangnya, apakah ada larangan jika aku datang kesini untuk menemui orang yang paling aku sayangi. Lagian Aku juga tidak akan pergi jika sedang bertugas. Kecuali memang ada hal darurat, dan itu pun aku harus meminta izin kepala Kepala pemimpin rumah sakit itu. Jadi jangan khawatir ya kesayangan Kakak " Ucap dokter Thariq sambil mengelus kepala Rani. Maksud dokter Thariq orang yang paling ia sayangi itu adalah Kakek nya sendiri.


Mendengar perkataan dokter Thariq, Hanafi merasa cemburu dan sangat marah. Ia kemudian meninggalkan tempat tersebut dengan rasa kesal. Ia bahkan tidak mendengarkan dan tidak melihat Fakta di balik itu semua.


" Ohh.. jadi begitu ya, Syukurlah jika begitu " Ucap Rani. Namun sedetik kemudian Rani baru sadar dengan kalimat terakhir yang dokter Thariq ucapkan.


" Ihh.. apa sih pak dokter ini. Masa Rani di panggil kesayangan sih, Nanti ada yang salah paham loh. Jangan gitu akh " Ucap Rani sambil memukul pelan lengan atas dokter Thariq.


" Iya ADIK kesayangan kakak maksudnya, jadi jangan panggil aku pak dokter lagi,karena aku belum setua yang kamu lihat. panggil aja kakak tampan ya " Ucap dokter Thariq kepada Rani, tak lupa dengan gaya nya yang sok cool.


Amira yang ada disana pun hanya tersenyum malu, terlihat dari pipinya yang sudah merah merona begitu pun dengan Nanda. Karena mereka memang sudah menjalani ta'arufan.


" Kok gitu sih, ya sudah kakak gak bakalan beli'in kamu coklat dan eskrim lagi mulai sekarang " Ucap dokter Thariq memalingkan wajahnya.


" Eh... Kok gitu sih, jangan dong. Ya udah mulai sekarang Rani bakal panggil pak dokter dengan sebutan kakak tampan. Jadi beli' in Rani coklat ya" Pinta Rani kepada dokter Thariq.


" Hehehe.. gitu dong, anak manis harus nurut oke. Padahal kan tadi aku cuman iseng doang. hehehe" Tawa dokter Thariq.

__ADS_1


" Ih.. kok gitu sih, bohong itu dosa tau. Rani gak mau manggil kakak tampan lagi, kepada pak dokter ganteng " Rajuk Rani pada dokter Thariq, karena ia merasa di bohongi olehnya.


" Yah kok marah sih, jangan gitu dong. Maafin kakak ya, Nanti janji deh akan traktir eskrim, sama dek Rani dan semua santri yang ada disini ". Bujuk dokter Thariq.


Melihat Candaan dan pertengkaran kecil diantara Rani dan dokter Thariq,membuat orang yang ada disana tersenyum bahkan ada yang sampai tertawa kecil saat melihat tingkah konyol yang dilakukan Rani. orang2 yang ada disana Bahagia saat melihat kedekatan dokter Thariq dan juga Rani yang sudah seperti adik kakak.


Sebenarnya, disana tidak hanya ada Rani, dokter Thariq dan juga Nanda saja. Disana juga ada Amira dan juga Nina.Ada beberapa santri dan Santriwati juga yang ikut bergabung, sekedar beristirahat dan juga saling berkenalan hingga bercakap-cakap. Namun kebanyakan dari mereka hanya sebagai pendengar dan juga penonton saja. Dan Hanafi tidak melihat mereka semua karena bangku yang mereka duduki berada di balik dinding gudang tersebut. Jadi Hanafi hanya bisa melihat Rani dan juga dokter Thariq berdua saja.


Karena kebetulan Jadwal mereka yang harus mengecek dan membersihkan perkebunan. Dan hari itu memang jadwal dokter Thariq untuk mengunjungi kakek nya. Karena ia meminta izin pada kakeknya untuk merawat dirinya, walaupun ia tidak bisa tinggal disana karena pekerjaannya. Untuk itulah setiap seminggu sekali ia datang dengan membawa peralatan medisnya, hanya untuk mengecek kakeknya tersebut. Alhasil, kakeknya sekarang terlihat sangat sehat karena perawatan intensif yang dilakukan dokter Thariq. Dan hal itu, hanya Dokter Thariq, Nanda dan juga kakek nya yang mengetahui hal tersebut.


Karena jika ia memberi tahu paman rahman dan juga Hanafi. Ia takut menyinggung perasaan mereka. Karena perbedaan yang sangat jauh tentang kondisi kesehatan kakek nya saat ia di rawat oleh nya dan saat di rawat oleh keluarga Hanafi. Hal itu sangat jelas berbeda, karena pada dasarnya dokter Thariq memang seorang profesor dan juga doktor yang sangat berbakat di usianya yang masih terbilang sangat muda.


Berbeda dengan Paman Rahmannya, Ia hanya sekedar memeriksakan nya di Puskesmas kampung tersebut. Yang bisa di katakan jauh dari fasilitas lengkap dan obat obatan yang hanya mengandalkan pemberian dari pemerintah, itu pun sangat jarang ada kualitas obat yang bagus. Pamannya tersebut sangatlah gila harta, untuk itulah ia tidak tertarik menjadi seorang ustadz ataupun penerus pesantren, ia lebih memilih menjadi pengusaha di bidang perkebunan di sana.


Sedangkan dokter Thariq, ia seorang dokter handal dan sudah terpercaya dengan gelar Fropesor dan doktor. Dengan keahliannya di bidang tersebut, membuat sangat kakek mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam kesehatannya. Karena obat obatan yang ia berikan memang berkualitas tinggi dibandingkan obat yang ada di puskesmas kampung tersebut.


▶ FLASHBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2