Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
Last episode


__ADS_3

Terlihat seorang wanita tengah pokus menatap layar monitor di depannya, ia begitu cekatan Mengutak-atik tombol keyboard. Hingga sebuah ketukan di pintunya mengalihkan perhatiannya ke arah yang lain.


" Masuklah " ucap wanita yang sedang duduk di meja kerjanya.


Cklek.. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita yang berjalan menghampirinya.


" Selamat sore Bu, saya kesini cuma mau mengingatkan kalau ibu harus mendatangi pesta pernikahan " ucap nya dengan sopan, ia tak lain adalah sang Sekertaris perusahaan tersebut.


" Akhh.. hampir aku lupa lagi, Terima kasih sudah mengingatkan aku. Aku sebentar lagi akan selesai " jawab wanita tersebut.


" Baiklah, saya permisi untuk keluar dulu bu" pamit dang Sekertaris.


" Oh ya jangan lupa nanti datang ke pesta nya ya, sampaikan berita ini pada karyawan yang lain. Aku mengundang mereka untuk hadir juga di pesta pernikahan kakak ku " ucap nya lagi.


" Baik bu " jawabnya sambil mengangguk, ia lekas pergi keluar ruangan dan menyampaikan pesan dari bos nya tersebut.


πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€πŸƒπŸ€


Sementara dilain tempat, seorang pemuda tengah di sibukan dengan memilih setelan baju yang akan ia kenakan di pesta nanti malam. dia tampak sangat tampan dan gagah dengan penampilannya saat ini. Di umur yang sudah menginjak 25 thn ia terlihat sangat dewasa dengan sikap dan juga kepribadiannya.


" Mbak bungkus yang ini di bungkus ya, dan untuk yang lainnya juga sama. Saya akan membayar nya terlebih dahulu di kasir " ucap pemuda tersebut dengan sangat sopan.


" Baik tuan, Kira-kira ada yang lain lagi tuan? "tanya pelayan butik tersebut dengan santun.


" Tidak ada mbak sudah cukup segitu dulu "


" Baiklah tuan "

__ADS_1


Pemuda tersebut lekas membayar semua belanjaan nya, dan segera meninggalkan butik tersebut.


πŸ€πŸ’«πŸ€πŸ’«πŸ€πŸ’«


Malam pun telah tiba, tepatnya di hotel Delina yang memiliki rating 5 tersebut. Kini sudah ramai dengan para tamu undangan dari berbagai kalangan. Bahkan para pemilik perusahaan dan juga beberapa pejabat ikut serta dalam acara teesebut.


Lampu yang sengaja di buat agak sedikit temaram , membuat kesan pesta tersebut terkesan sangat mewah dan menawan. Hingga seorang MC yang sudah memulai acaranya, mengalihkan pandangan semua tamu tertuju padanya.


" Hallo selamat malam Tuan dan Nyonya sekalian, selamat datang di acara resepsi pernikahan Tuan Thariq firmansyah dengan Nona muda Nina. Berikan tepuk tangan meriah untuk mereka " sambut MC nya.


Para pengunjung memberikan tepuk tangan dan membuat suasana tersebut begitu meriah. Hingga tak lama kemudian, seorang wanita dengan gaun yang sangat indah dan elegan berjalan memasuki gedung tersebut. Semua mata tertuju pada sosok wanita cantik kan anggun yang baru memasuki ruangan pesta tersebut. Ia berjalan menuju meja khusus tamu kehormatan, disana sudah ada Nanda dengan sang istri yang tak lain adalah Amira. Kedua Abangnya Faishal dan Danish, mereka bersama pasangan mereka sendiri. ia kemudian duduk di antara Danish dan juga Faishal.


" Adek gue tambah cantik aja nih, tapi sayang nya masih jomblo " tawa Faishal.


Semua orang yang ada di meja tersebut tersenyum mendengar ucapan Faishal. Wanita itu tak lain adalah Rani, ia memang sangat terlihat anggun dan cantik sekarang. Ia sudah meninggalkan sifat Bar-bar dan urakan nya, ia sekarang menjelma menjadi sosok wanita karir yang di gilak oleh setiap Laki-laki. Sudah banyak pengusaha muda dan juga anak para pengusaha yang berusaha dekat dengannya, bahkan ada juga yang Terang-terangan melamar Adri. Namun semua itu di tolak nya dengan sopan, ia memberikan alasan jika dirinya masih pokus pada karir nya.


Adri mendekat kearah Nanda dan mencium pipinya, kemudian ia beralih ke Amira dan melakukan hal yang sama.


" Ponakan Aunty cantik sekali, sini Aunty cium Nisa dulu " Rani mencium wajah Nisa dan mencubit kedua pipi gembulnya.


" Anty muka Nica cadi banyak tiptik anty, cangan banyak kis kis nya " marah Nisa sambil menggembungkan kedua pipinya.


Semua orang yang duduk di meja itu tertawa mendengar ucapan Nisa yang sangat imut dan cadel juga.


" Hahaha enggak sayang, lipstik Aunty gak nempel di wajah Nisa oke" Rani tertawa dengan kepolosan Nisa. Rani juga sangat menyayangi keponakan nya tersebut.


Adri berjalan kearah Danish, ia menyapa Rere pacar dari Danish dan Cipika-cipiki. Setelah selesai ia kemudian mencium pipi Danish, begitu pun sebaliknya Danish mencium kening Rani. setelah itu Rani menyapa kekasih Faishal dan melakukan hal yang sama seperti Rere, Namanya adalah Syifa. Rani melawati Faishal dan langsung saja duduk di samping nya.

__ADS_1


" Oh ayolah dek, mereka dikasih ciuman sedangkan gue gak dapet. Loe gak adil tau " Faishal cemberut karena tak dapat ciuman dari Rani.


" Salah sendiri tadi ngatain aku " dengus Rani.


" Maafin Abang ya princess, Abang janji deh gak bakal ngatain kaya tadi lagi. Jadi kiss ya " bujuk Faishal, dengan wajah memelas.


Semua orang yang melihat itu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan Faishal. Tapi mereka sangat senang, karena dengan seperti itu, kasih sayang terjalin dan terikat dengan kuat.


" Baiklah, tapi janji ya gak ngatain gitu lagi " ucap Rani sambil mencium pipi Faishal yang langsung di balas okeh Faishal.


" Oke oke " jawab Faishal.


Sang MC melanjutkan sesi acara tersebut, sudah ada beberapa sambutan dan hal-hal lainnya. Rani merasa bosan, lalu ia ijin sebentar ke toilet untuk buang air kecil. setelah ia sampai di toilet, ia segera masuk kedalam kubikel toilet tersebut. Saat adri telah selesai dan sedang mencuci tangannya di wastafel. Ia kemudian berjalan untuk keluar dari dalam toilet itu, namun naas nya sepatu heels yang ia kenakan terpeleset karena lantainya sedikit basah. Alhasil adri kehilangan keseimbangan dan ia terjatuh.


" Akhhh... " pekik Rani dengan keras.


Namun sedetik kemudian, ia langsung sadar jika ia tidak merasakan sakit di bagian tubuhnya. Ia kemudian Meraba-raba tempat ia jatuh, Namun betara terkejutnya ia malah meraba pakaian dan sebuah dada bidang. Rani langsung membuka kedua matanya dan melihat sekitarnya.


" Maaf aku tak sengaja " cicit Rani pada orang yang menolongnya.


" Apa kau terluka, ada yang sakit kah " tanya orang yang tersebut.


" Aku Baik-baik saja, sekali lagi terimakasih tuan " ucap Rani sambil menunduk.


Rani kemudian pergi dari sana dan meninggalkan orang yang menolongnya karena merasa malu. mungkin sekarang wajahnya sedang blusing karena kejadian tersebut. Rani meraba dadanya yang sedang berdetak tak karuan, Namun ia sadar jika kalung yang selama ini ia pakai tak ada. Kemudian Rani kembali ke toilet untuk mencari kalung berharga miliknya.


Saat Rani memasuki toilet, ia langsung saja mengedarkan pandangannya dan mencari kalung tersebut di setiap sudut toilet tersebut. Namun sangat di sayangkan Rani tak dapat menemukan kalung tersebut. Ia menangis sambil berjongkok di sudut toilet tersebut, barang berharga yang selama ini ia jaga kini hilang Gara-gara kecerobohan dirinya. Barang itu lah Satu-satu nya untuk menemukan cinta pertama dan sang pangeran kecilnya.

__ADS_1


" Nona apa yang sudah terjadi, akh.. apa kalung ini milik mu " ucap seorang pria yang tak lain orang yang menolong Rani tadi.


Rani mendongkak kan pandangannya dan melihat kearah sumber suara, ia kemudian melihat kalung yang ia cari saat ini menggantung tepat di depan matanya.


__ADS_2