Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 53 TIDAK KENAL


__ADS_3

Sementara di Puskesmas, sepeninggal kyai dan kedua orang tua Hanafi. Nanda, Amira dan Nina mereka segera bergegas masuk untuk melihat keadaan Rani. Mereka tak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu, baru mereka masuk.


Hanafi masih di posisi yang sama, ia masih duduk di samping brangkat tempat Rani berbaring. Ia juga tak pernah melepaskan pegangan tangan nya, seakan-akan takut kehilangan Rani.


" Naf, apa sudah ada tanda tanda dek Rani sadar " Tanya Nanda pada Hanafi.


" Belum, sampai saat ini masih belum sadarkan juga. Aku takut terjadi apa2 padanya. padahal ia juga belum sembuh total dari luka bekas kecelakaan kemarin " Ucap Hanafi dengan raut wajah sedih.


" Dek, bangun dong. Maafin ka ina ya, gara-gara kaka adek jadi kaya gini. Ayok bangun dek, nanti aku beliin eskrim deh kalau kamu bangun sekarang " Ucap Nina.


" Maafin aku kang Hanafi, aku gagal menjaga dek Ani " Ucap Amira pada HanafiHanafi dengan raut wajah sedih.


" Dek, bangun ya. Ayok kita pulang asrama, apa kamu betah di tempat kaya gini. Kamu Adek kakak yang paling kuat. Jangan begini ya, ayok bangun dek. " Ucap mira pada Rani.


" Tak apa dek, ini juga bagian dari ujian yang Alloh SWT berikan kepada Dek Rani dan kita. Sekarang kita do'ain saja biar dia cepet sadar dan segera pulih " Ucap Hanafi pada Amira.


Mereka masih tetap menunggu disana. Hingga tak terasa Suara kumandang Adzan maghrib sudah terdengar.Hanafi dan juga Nanda mereka menitipkan Rani kepada Amira dan juga Nina. Karena mereka akan pulang terlebih dahulu ke pesantren untuk melaksanakan solat magrib disana. Mereka juga memberitahukan bahwa mereka akan datang terlambat karena harus mengajar ngaji dulu di pesantren.


" Dek jika terjadi sesuatu nanti kabarin kang Hanafi atau Akang ya.Kita harus ngajar dulu para santri. paling telat jam 9 kami akan datang lagi kesini. kalian jaga dahulu dek Rani ya. Ingat kabari aku jika terjadi sesuatu " Ucap Nanda pada Amira dan Nina.


" Iya kang, biar Rani kita yang jaga. Akang berdua juga gak boleh tinggalin kewajiban di pesantren. Lagian harus ada yang bawain baju ganti dek Rani juga. Soalnya hijabnya sudah kena darah tadi " Jawab Amira.


" Ya sudah Nanti akang bawain baju ganti nya. kalo gitu akang pamit dulu, Assalamualaikum " Ucap Nanda sambil pergi keluar.

__ADS_1


" Waalaikumsalam. Hati2 di jalannya ya kang " Ucap Amira dan Nina berdua.


Karena mereka tak tahu harus berbuat apa, dan Rani juga masih belum sadar. Amira dan Nina memutuskan untuk membaca Ayat suci Al-Quran. Mereka berharap agar doa dan lantunan ayat yang mereka bacakan dapat membuat Rani sadar.


Hingga mereka hampir menyelesaikan surah yasin yang sedang mereka baca. Alloh mengabulkan apa yang mereka panjatkan dalam doa mereka.


Tubuh Rani seperti merespon lantunan bacaan alquran yang kakaknya baca.


Tangan Rani seketika bergerak, Nina yang tak sengaja melihat pergerakan di tangan Rani seketika terkejut. Ia langsung menghentikan bacaan nya dan berteriak. Amira yang duduk dekat nya pun terkejut saat ia mendengar teriakan Nina.


" Astaghfirullah dek, kamu ini jangan teriak2 atuh. Teteh kan lagi ngaji, lagian apa sih malah teriak kaya gitu" Marah Nya pada Nina. Ia segera menyudahi bacaan Al-Quran nya dan segera menyimpannya di tempat aman.


" Teh, doa kita dikabulkan sama Allah. Barusan ina lihat tangan dek Ani bergerak. Sepertinya Dia mulai sadar " Jawab Nina dengan gembira.


" Alhamdulillah ya Alloh. Dek kakak tau kamu memang anak yang kuat. Cepatlah sadar dek, bukalah matamu " Ucap Amira.


Tak lama kemudian kesadaran Rani mulai datang. ia sedikit demi sedikit membuka kelopak matanya dan menyesuaikan cahaya lampu yang terang menyorot kearahnya.


" Akh.. kenapa kepala gue sakit banget, ini dimana?. Perasaan gue lagi di jalan habis balik balapan. Dan ini kenapa Ada selang infus segala sih " Gumam Rani saat ia sudah sepenuhnya membuka matanya dan mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut ruangan tersebut.


" Teh, dek Rani sudah sadar teh. Alhamdulillah akhirnya doa kami sudah terkabul " Ucap Nina dengan sorot mata bahagia.


" Alhamdulillah ya Allah. Akhirnya Dek Rani sadar juga. Kita sampe khawatir terhadap kamu dek " Ucap Amira dengan perasaan yang di penuhi kebahagiaan.

__ADS_1


" Kalian siapa?. Sebenarnya apa yang sudah terjadi, Dimana aku sekarang ini " Tanya Rani pada kedua wanita yang ada di samping brangkarnya.Tidak lupa dengan ekspresi dingin dan datarnya.


" Akh... kenapa kepala gue sakit gini sih, perasaan gue baik2 aja pas udah balapan " gumam Rani.


Jangan tanyakan ekspresi kedua wanita yang saat ini berdiri di samping Rani. Mereka sangat terkejut saat mendengar ucapan dari Rani.


Tak lama kemudian dokter Thariq muncul dan tak lupa ia mengucapkan salam dulu sebelum masuk ke dalam.


" Assalamualaikum, dek gimana keadaan kamu. Tadi kakak dengar kamu masih belum sadar " Ucap dokter Thariq.


" Loe lagi tiba-tiba muncul, siapa sih kalian ini. Perasaan gue gak pernah melihat kalian. Sebenarnya apa yang sudah terjadi, kenapa kepala gue rasanya sakit ya. Dan kalo boleh tanya gue ada dimana sekarang " Tanya Rani panjang lebar, Ia mulai kembali mengingat masa lalu sebelum kecelakaan saat menolong hanafi. Begitu juga dengan sifat dan semua hal tentang dirinya sudah kembali sepenuhnya. Melupakan sifat ramah,lemah lembut nya, sopan dan juga periang.


Dokter Thariq yang mendengar kata2 Rani pun Spechless. Mereka bertiga syok saat melihat perubahan pada Rani. Yang lebih mencolok adalah gaya berbicaranya dan ekspresi wajahnya yang dingin dan datar.


" Heh, ngapain kalian malah bengong sih. Dari tadi gue tanya, kalian siapa? ". Ucap Rani yang sudah mulai kesal, karena tak dapat jawaban dari orang2 yang sedang berada di dekatnya.


Rani pun mencoba untuk bangkit untuk duduk. Ia juga memegangi bagian kepalanya yang masih terasa nyeri.


Akhirnya ketiga orang tersebut tersadar, mereka bener2 terkejut dengan perubahan Rani. Amira dan juga Nina bahkan terkejut dengan adanya dokter Thariq di sana.


" Kang Thariq kenapa akang sudah ada disini. Kapan akang sampe nya? ". Tanya Nina


" Sebenarnya dari tadi, cuman kalian nya aja yang gak jawab salam dari aku " Ucap dokter Thariq.

__ADS_1


Setelah ketiga orang tersebut berbincang, akhirnya mereka pokus pada Rani dan mulai menanyai tentang perubahan sikap setelah ia sadar. Dan berapa terkejutnya mereka saat mendengar bahwa Rani tidak mengenal mereka dan yang lebih parahnya ia tidak mengingat sedikitpun kejadian setelah ia mengalami kecelakaan saat menolong hanafi.


Lalu mereka pun mulai memberitahu tentang Rani selama beberapa bulan terakhir dan juga tentang acara lamaran sekaligus pertunangan nya besok lusa.


__ADS_2