
Fatih merasa sangat kasihan melihat adiknya yang tengah melawan para preman. Ia juga merasa sedih dan sakit hati saat melihat adiknya di tampar beberapa kali di depan matanya. Fatih merasa gagal untuk menjaga adik semata wayangnya. Namun kali ini dia tak mau lagi mengalami penyesalan yang kedua kalinya.
" Pah, lakukan lah sesuatu. Apa kau tak kasihan melihat anak mu di permalukan dan sekarang sedang bertarung melawan preman. Apa Papa masih tidak menyesali ucapan di masa lalu kepada dek Rani " Fatih berkata dengan marah dan keras pada ayahnya. Ia sudah merasa cukup selama ini Papa nya selalu melarang dirinya untuk tidak menemui lagi Rani.
Keluarga Hanafi yang mendengar perkataan Fatih pun terkejut. Apalagi Rahman, ia sangat terkejut saat mendengar bahwa wanita yang selalu ia remehkan dan selalu ia hujat adalah anak dari pengusaha terkenal Rudy Afnan. Terbersit dalam hatinya rasa penyesalan dengan apa yang sudah ia lakukan dan katakan selama ini. Hanafi juga sangat terkejut, saat mengetahui jika Rani adalah sepupu nya sendiri. Namun keterkejutan mereka, langsung patah oleh perkataan dari ayah kandung Rani sendiri.
" Sudahlah, biarkan anak sialan itu mati saja sekalian. Dia sudah membuat namaku malu karena punya anak tak berguna seperti dia. Dan kau Fatih, jangan ikut campur urusan orang lain. Ingatlah kau adalah penerus Afnan grup, jika kau berurusan dengan mereka, nanti nama baik mu akan tercemar " ucap Rudy pada Fatih.
Bagaikan di sambar petir di siang bolong, Fatih dan juga keluarga Hanafi tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Ayah kandung Rani sekalipun tak mau menolong bahkan mengurus permadalah yang menyangkut putrinya tersebut. Sungguh fakta yang sangat ironis di kalangan orang kaya, demi Nama baik dan juga tahta. Mereka sampai melupakan darah daging mereka sendiri.
" Aku kira kau sudah menyesal dengan apa yang telah kau perbuat pada putrimu, darah daging mu sendiri. Apa kau bahagia dengan melihat anak mu sendiri yang tengah menderita dan berjuang hidup di depan matamu. Apa kau masih layak di sebut seorang ayah, Maafkan aku, aku sebagai kakak nya tau mau menerima tahta yang kau Sebut-sebut itu. Aku bahkan sangat menyesal selama ini aku tak pernah memperdulikan sodara dan adik kesayangan ku Satu-satunya " Ucap Fatih dengan nada bicara sedikit kasar karena ia sedang merasa marah.
__ADS_1
Fatih pun segera berjalan menuju kearah Rani, ia sudah merasa sangat menyesal karena gagal melindungi adik semata wayangnya. Namun saat hendak mendekat kearah Rani. Langkahnya terhenti saat pandangannya teralihkan pada dua mobil sport yang di Gadang-gadang mobil termahal di dunia.
Perhatian semua orang kini teralihkan pada dua mobil yang baru memasuki gerbang pesantren. Rani dan preman- preman tersebut tidak bergeming, mereka masih terus berkelahi dan saling melancarkan pukulan mereka. Kini dua orang pemuda keluar dari mobil nya Masing-masing. Semua orang yang ada disana pun bertanya-tanya melihat kedatangan orang-orang kaya yang secara mendadak ke pesantren mereka. Bahkan mereka berpikir masalah Rani saja masih belum kelar dan sekarang datang hal mengejutkan lainnya.
Terlihat seorang pemuda berpenampilan sangat Rapi dengan setelan Jas hitam dan kemeja biru nya keluar dari mobil Lamborghini Aventador. Ia juga mengenakan sepatu kulit yang membuat ia semakin terlihat gagah dan tampan. Disusul dengan seorang pemuda yang tak kalah tampan, ia berpakaian casual dengan celana jeans rapids yang memperlihatkan lututnya. Ia juga memakai kaos putih yang di padu padan kan dengan kemeja kotak-kotak. Tak lupa mereka berdua mengenakan kacamata, yang membuat mereka berdua terlihat semakin keren. Laki-laki yang memakai pakaian casual keluar dari dalam mobil Ferrari La Ferarri Aperta, mobil dengan harga selangit. Semua orang yang ada disana sangat takjub kecuali Rani, para preman, Nanda dan juga Sam.
Kedua laki-laki tersebut langsung berlari kearah Rani, Mereka sangat terkejut saat melihat Rani tengah berkelahi tanpa ada yang membantunya. Padahal disana bayak laki-laki dan mereka malah menjadikan perkelahian Rani sebagai tontonan mereka. Saat kedua pemuda tersebut tengah mendekat, preman yang tengah berkelehi dengan Rani lengah.
Tanpa di sadari Rani, dari arah belakang ada yang memegang pisau dan hendak menikam Rani dari belakang. Namun sebelum hal itu terjadi, preman tersebut sudah terlempar dan jatuh ke tanah akibat tendangan dari pemuda yang memakai pakaian casual. Sedangkan Rani, ia masih saja membabi buta menghajar preman yang ada di hadapannya.
Preman tersebut sudah kehilangan kesadarannya, wajahnya pun sudah penuh dengan lebam dan luka lecet akibat pukulan yang secara Terus-terusan Rani lancarkan kepadanya. Namun dari arah samping tubuh Rani, ada seseorang yang langsung memeluknya. Orang tersebut tak lain adalah pemuda yang memakai jas hitam, Ia sedang mencoba menenangkan Rani yang sedang kehilangan kendali. Sedangkan pemuda satunya lagi, ia sibuk menghajar preman yang akan menikam Rani dari belakang.
__ADS_1
Rani pun sangat marah karena ada orang yang berani menghalangi nya. Ia pun mencoba berontak dan melontarkan Kata-kata yang cukup kasar pada pemuda yang memeluknya
" Minggir loe, gue lagi bikin perhitungan sama orang yang sudah berani nantang gue. Lepasin tangan loe, gak " ucap Rani dengan nada keras dan mengancam.
Semua Orang yang menyaksikan hal mengejutkan yang terjadi barusan pun di buat tercengang. Mereka juga tidak percaya saat melihat salah satu pemuda tersebut memeluk Rani. Hingga ucapan Rani membuat mereka merasa takut untuk berurusan dengannya setelah mendengar ancaman yang di ucapkan Rani.
" Apa ini sambutan Loe saat ketemu abang loe sendiri. Apa sebegitu tak merindukan kami hingga loe ngusir gue " Ucap pemuda berjas tersebut. Dia tak lain adalah Faishal dan yang memakai baju kemeja kotak-kotak adalah Danish.
" Bang Fa maafkan aku, aku tak bermaksud mengusir mu. Maafkan adik mu ini bang " ucap Rani dengan nada parau, ia sudah sangat lelah karena menghadapi 4 preman. Nada bicara Rani pun sudah mulai sopan tidak menggunakan loe ggue dan tidak kasar.
" Tidak, seharusnya Abang yang meminta maaf. Abang sudah gagal menjaga mu dek, maafkan bang Fa sama bang Dans mu " Faishal semakin mengeratkan pelukannya.
__ADS_1