Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
Marah


__ADS_3

" maaf nan.karena aku gak nyaut saat kamu panggil" ucap hanafi bersalah. ia kemudian mengusap wajahnya kasar.


" makanya jangan bengong mulu. lagian rani juga gak bakalan kemana-mana " ucap Nanda bercanda.


" kamu ini nan. sudah akh jangan buat hanafi marah. nanti kamu habis lagi di cemplungin ke kolam ikan" ucap umi pada Nanda. untuk menghentikan candaan nya.


" maaf umi " ucap Nanda.


" eh umi, abi. kalian kapan datangnya. kok hanafi gak liat umi sama abi tadi " ucap hanafi pada kedua orang tuanya. hanafi pun bergegas mendekati orang tuanya dan segera menyalami mereka secara bergantian.


"kan aku tadi udah bilang jangan bengong mulu. kamu lihat sendirikan kalo umi sama abi tadi berdiri disini. dan kamu malas asik termenung kaya tadi " ucap Nanda menegur kembali hanafi. ia juga sempat menertawakan sahabat yang sudah di anggap nya sodara itu.


hanafi pun merasa jengkel dengan Nanda.


" bisa bisa nya dia nyerocos kaya toa mesjid. dia mah mana tau perasaan yang sedang aku rasain sekarang. coba aja kalo dia yang ada di posisi ku saat ini " gerutu hanafi, ia sangat kesal dengan ucapan nya terlebih itu dihadapan umi dan abi. dia juga malah ketawa mengejek nya.


" kamu ini naf ada ada aja " ucap umi sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.


" oh ya gimana keadaan kamu? apa kamu baik2 aja. terus gimana keadaan orang yang sudah nolong kamu " ucap rahman, abi hanafi.


" hanafi baik baik aja abi. cuma sedikit lecet aja di tangan sama lutut. itu juga udah di obatin sama suster di sini" ucap hanafi pada abinya.


" terus gimana keadaan orang yang udah nyelamatin kamu. siapa tadi nan namanya, ran.. ran.. " ucap rahman yang lupa dengan nama orang yang Nanda sebutin.


"namanya rani abi" ucap Nanda memotong ucapan rahman.


" kayak nya dia masih belum ada perubahan dia masih koma. terus kata dokter dia juga masih dalam kondisi kritis aby." ucap hanafi dengan wajah sendu.

__ADS_1


rahman mengerti dengan keadaan putranya itu. ia merasakan bahwa hanafi sangat terpukul dengan kejadian yang menimpanya.


" ya udah kamu yang sabar aja, jangan lupa do'ain dia agar cepet sembuh. " ucap abi sambil menepum pundak anaknya untuk memberikan ketenangan.


" naf, apa kamu sudah ngehubungi keluarganya" tanya umi pada hanafi


" aku gak tau tentang rani bu, bahkan hanafi baru mengenalnya dan malah kejadian nya seperti ini " ucap hanafi.


" ya udah kamu tenangin aja diri kamu aja dulu. setelah itu umin dan abi akan bantu cari keluarga nya nanti setelah dia sadar" ucap umi sambil menenangkan hanafi.


" umi sama abi duduk aja dulu disini" ucap Nanda menawarkan.


" umi sama abi mau lihat dulu keadaan rani. apakan sudah bisa melihatnya sekarang" tanya umi


" bisa umi, umi sama abi tinggal masuk aja ke dalam. lagian di dalam sudah gak ada fasien lagi selain rani" ucap hanafi


saat rahman dan juga istrinya sampai di ujung ruangan ia begitu terkejut melihat kondisi rani. kepala dan beberapa bagian badan di balut dengan perban tak lupa juga dengan alat alat medis menempel sempurna di badan rani.


istri rahman atau maryam sangat terpukul melihat rani. ia tidak menyangka saat mendengar cerita dari Nanda dengan melihat langsung kondisi keadaan rani. ia menangis dan tak lupa rahman berusaha menenangkan istrinya tersebut. ia merasa bersalah sekaligus berhutang nyawa pada rani. ia bahkan tidak membayangkan bagaimana jika hanafi lah yang berada di posisinya sekarang. atau mungkin hanafi sudah meninggal. ia bahkan akan merasa sangat terpukul karena hanafi adalah anak satu satunya.


" abi bagaimana perasaan keluarga mereka setelah melihat anaknya dalam kondisi seperti ini" ucap maryam yang masih menangis.


" abi juga tidak tahu umi. abi juga merasa sangat terpukul melihat kondisinya seperti ini" jawab rahman.


" umi sangat merasa bersalah kepada keluarganya. umi juga sudah berhutang nyawa terhadap nya. bagaimana pun dia sudah menyelamatkan hanafi putra kita abi.. hiks..hiks".ucap maryam sambil menangis tak kuasa menahan perasaan nya.


" sudahlah umi, mungkin ini sudah takdir dari Alloh. kita hanya bisa mendoakan nya untuk kesadaran serta kesembuhan nya" ucap rahman.

__ADS_1


" abi bagaimana jika hanafi yang ada di posisinya sekarang.atau dia sudah.. " ucap maryam terpotong


" hentikan umi. jangan berbicara seperti itu. kita sangat berterima kasih kepada nya karena mau menolong hanafi. abi juga akan berusaha mencari keluarganya. dan abi akan mengganti semua biaya perawatan serta ganti rugi pada keluarganya" ucap rahman


" apa yang abi katakan. bagaimana abi ngomong seperti itu.sudah lah.. umi sudah tak kuasa jika terus berada disini. lebih baik kita keluar" ucap maryam.


tak lama kemudian mereka memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. karena mereka sudah tak kuasa melihat keadaannya rani. namun saat mereka berbalik dan baru berjalan 3 langkah hanafi ternyata sudah dari tadi berada di belakang mereka.


hanafi bahkan merasa sangat kacau sekarang. ditambah dengan omongan yang baru saja ia dengar dan tak lain adalah abinya sendiri. ia bahkan tak menyangka jika abinya mengatakan hal itu. hanafi segera mendahului kedua orang tuanya untuk keluar dari dalam ruangan.


" nak, dengarkan dulu penjelasan dari abi. jangan salah paham dulu dengan yang abi ucapkan" ucap rahman saat melihat hanafi berbalik berjalan keluar ruangan.


" abi jelasin kepada hanafi. jangan buat dia semakin hancur abi. umi takut dengan keadaan hanafi abi" ucap maryam.


akhirnya rahman berjalan menyusul hanafi keluar ruangan. begitu pun dengan maryam ia juga beda di belakang suaminya. namun saat keluar ruangan hanya ada Nanda yang lagi duduk sendiri di kursi tunggu.


" nan, apa kamu liat hanafi. dia pergi kemana? " tanya rahman


" tadi hanafi pergi, katanya dia ada sedikit keperluan. kayaknya penting sih abi soalnya dia tadi berlari" ucap nanda.


" abi. ini salah abi, hanafi pasti salah paham dengan ucapan abi tadi" ucap maryam


" memangnya hanafi kenapa umi. apa dia baik baik aja" tanya Nanda penasaran.


" enggak papa nan, cuman ada sedikit kesalah pahaman tadi saat di dalam" ucap rahman


" sekarang aku mengerti kenapa hanafi sampai lari meninggalkan ruangan ini. padahal ia tak ingin jauh2 dari ruangan ini" ucap Nanda dalam hati.

__ADS_1


ia sudah merasakan ini. sangat aneh tiba2 hanafi keluar dari ruangan dan berlari meninggalkan rani. ia sangat sadar dengan hanafi, bahkan semalam ia tak mau mendengarkannya untuk pergi beristirahat di mesjid. untungnya ia berhasil membujuk dan ia menyetujuinya.


__ADS_2