Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
Bab 14


__ADS_3

Rani merendam tubuhnya dalam air hangat, terlintas dalam pikirannya apa yang telah Adit katakan saat di sekolah. Ia bahkan belum pernah pacaran sama sekali, karena ia hanya dekat dengan kakak kandungnya. Namun karena masalah orang tua nya ia harus berpisah dan tak pernah bertemu lagi. namun saat Rani pindah ke bandung ia bertemu Danish dan Faishal. mereka pun sudah Rani anggap sebagai kakak nya.


Walau mereka bukan kakak kandung, tapi Rani menyayangi dan menghormati sama seperti kakak kandungnya. kecuali saat ia masih kecil, ia masih ingat betul dengan seorang anak laki-laki yang sudah menolongnya dan memberikan kalung ber liontin 4 daun semanggi.


Flashback..


Saat itu Rani sedang bersepeda dengan kakak nya, namun saat itu Rani melihat penjual es krim dan kakak nya pergi untuk membelikannya es krim. Ia pun bermain sepeda sendirian, hingga tak sadar kalo Rani sudah jauh dari kakak nya. Ia pun tak sengaja menabrak batu lalu sepeda yang ia kemudikan oleng dan jatuh.


Braakkk...


" Aduhh....Kenapa sih tu batunya diem di tengah jalan, kan ngalangin jalan " omel Rani pada Batu itu.


" Kamu gak papa, sini aku bantuin " ucap seorang anak laki-laki


Seorang anak laki laki yang menghampiri dan menolong Rani.


" Makanya bawa sepeda tuh hati hati. biar gak celaka " ucap anak laki-laki itu. Ia pun mengangkat sepedanya dan menjauhkan nya dari Rani.


" Bukan aku kak yang salah, tapi batu itu yang salah. dia malah diam di tengah jalan " ucap Rani menunjuk kan batu yang Rani tabrak. ia pun dengan nada polosnya menyalahkan batu tersebut yang menyebabkan dia jatuh.


" Kamu ini lucu sekali, masa iya batu nya yang salahin " ucap anak tersebut dan menertawakan nya.


" Ya siapa suruh batu itu diam di tengah jalan " ucap Rani tak mau kalah.


" Udah coba aku lihat luka di lutut mu!, apa gak sakit? " tanya nya.


" Oh... enggak kok, kata bang Fatih aku tuh harus kuat gak boleh cengeng " kata Rani sambil tersenyum.


" Ya udah abang kamu kemana, kok malah main sendirian " tanya nya.


" Nah itu dia yang aku takutin, aku takut abang aku marah. soalnya tadi aku gak minta ijin dulu saat dia beli es krim " ucap Rani cemas.


Bagi nya anak laki-laki ini sangat tampan dan lucu. senyuman nya juga imut.


" Nih buat kamu " anak tersebut memberikan sebuah barang pada Rani

__ADS_1


" Wah cantik sekali, kenapa kamu kasih ke aku " Rani pun tersenyum senang dan tertawa.


" Itu buat kamu karena kamu nya lucu dan imut juga.. jadi gemesin " ucap anak tersebut sambil mencubit pipi Rani sambil tertawa.


" Nanti aku sudah dewasa, aku mau nikah sama kakak aja. Kakak mau kan " tanya Rani dengan polosnya.


" Iya, kalo kamu udah dewasa kita pasti akan bertemu dan menikah. Kakak janji " jawab anak laki-laki tersebut sambil tersenyum.


Rani pun sangat bahagia dan tertawa dengan senang melihat kalung yang dikasih anak tersebut. Ia terus memperhatikan kalung dengan liontin nya berbentuk 4 daun semanggi berwarna hijau dan silver. Rani pun berterima kasih padanya dan mereka pun tertawa.


Saat Rani ingin bertanya nama nya. kakaknya datang menghampiri Rani dengan berlari dan menghampirinya. Tiba-tiba Rani menjadi cemas dan ketakutan akan di marahi kakak nya.


" Dek.. kamu gak papa kan, mana yang sakit?. kakak kan tadi udah bilang tunggu disana dan jangan pergi kemana-mana sebelum kakak balik. " ucap Fatih sambil ngos-ngosan karena capek berlari mencari keberadaan Rani.


" A.. aku.. aku gak papa bang, cuman lecet di lutut dan sedikit berdarah " ucap Rani dengan gugup. ia takut di marahi kakaknya karena tak mendengarkan nasehat kakaknya tadi.


" Ya udah ayok bangun, biar abang yang gendong kamu " ucap Fatih, lalu membantu Rani untuk bangun dan naik di punggung nya.


" Dek makasih ya udah bantuin Rani, kami permisi pulang dulu. udah sore takut di cariin ayah. kamu hati hati juga ya " ucap Fatih pada anak laki-laki itu.


" Jadi nama mu Rani ya, hemmm... kamu cantik sekali. Kita akan bertemu kembali dan kau sekarang adalah miliku" batin anak tersebut.


Sebelum pergi meninggalkan anak tersebut. Rani menengok kebelakang dan melambai kan tangan sambil tersenyum.


" kak Terima kasih ya udah nolongin aku, ingatlah kau sudah berjanji padaku kita akan jumpa kembali " ucap Rani melambaikan tangan nya sambil tersenyum.


" Iya sama-sama cantik, sampai jumpa kembali nanti " ucap anak itu dan membalas lambaian tangan Rani lalu tersenyum.


Back again.....


Rani merasakan tubuhnya sudah bergetar kedinginan. tak terasa ia sudah berendam dalam bathup selama lebih dari satu jam. Ia terlalu hanyut dalam bayangan cinta pertamanya saat ia masih kecil, wajahnya yang sudah mulai memucat. Ia pun mulai tersadar dan beranjak dari sana dan memakai handuk serta berjalan ke arah walkin kloset ia memakai baju santainya lalu keluar kamar.


Ia mendudukan tubuhnya di depan cermin.


Rani melihat wajahnya dengan banyak luka lebam. Ia pun mengoleskan obat cream di atas luka nya tersebut. Setelah itu ia mengeringkan dan menyisir rambutnya. Setelah selesai dengan kegiatan rutin nya ia keluar dari kamar disana sudah ada Danish yang sedang duduk santai sambil melihat TV.

__ADS_1


Rani pun berjalan mendekati Danish dan duduk di samping nya. Ia menyandarkan tubuhnya di sopa.


“ Loe kapan baliknya bang dan kemana bang Fa, kok gak ada “ ucap Rani sambil mencari keberadaan Faishal.


“ Baru kok, Dia lagi keluar dulu cari makan” ucap datar Danish.


“ Tumben dia kek gini. Apa ada yang salah ya sama omongan gue “ batin Rani.


“ Oh..pantesan baru balik Mandi sana bang, badan loe bau keringat “ ucap Rani dengan nada meledek, padahal ia bercanda.


“ Kalo bau gak usah deket deket. Duduknya jauhan aja “ ucap Danish kesal.


" Loh kok sikap loe jadi beda gini sih. orang gue bercanda juga " ucap yang udah kesel.


" Tau ah males gue debat sama loe, gue mau mandi dulu. Lu tunggu aja abang kesayangan loe si Faishal. “ ucap Danish lalu pergi ke kamar meninggalkan Rani sendiri yangkebingungan dan otak nya yang penuh dengan pertanyaan.


Rani yang kebingungan dengan perubahan sikap danish secara tiba-tiba hanya bisa diam. Dia menatap kepergian Danish yang menghilang di balik pintu kamarnya. Rani pun mengalihkan pandangan nya menuju TV yang menyala.


Ia kemudian mengganti chanel tontonannya karena sudah bosan dengan sinetron percintaan mulu. Karena bagi Rani film itu terlalu lebay, isi nya paling orang yang debat terus putus lalu balikan lagi.cuman itu itu mulu gak ada perubahan. Ia kemudian menggantikan nya dengan chanel kartun favoritnya Yaitu Marsa and the Bear.


Karena Ia mulai bosan Dan Danish juga tak yang kunjung keluar dari kamarnya. Ia pun mengambil ponsel nya yang ada di atas meja. Ia pun membuka HP nya lalu membuka email dan membalasnya. kemudian ia memainkan game online kesukaan nya.. Saat ia sedang asik main. dan ia sedang pokus mencari keberadaan musuh nya, karena tinggal mengalahkan satu musuh lagi.


Duarrrr....


" Eh *****.. mooduar... " kaget Rani.


" Jhahaha.. apa Ran.. coba lu ulang lagi " Danish tertawa keras mendengar ucapan Rani.


Rani pun terkejut dan melihat ke arah sumber suara. Ia melihat Faishal yang membawa banyak kantong kresek berisi makanan. Rani pun menatapnya dengan tatapan yang tajam nya. Ia menatap nya dengan penuh kekesalan. Ia kembali melihat ponselnya dan ternyata permainan nya kalah.


_________________________________________________


selamat menjalankan ibadah puasa😇🙏


semangat terus author...

__ADS_1


jangan lupa vote nya 👆👍


__ADS_2