Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
bab 6


__ADS_3

Udara sejuk khas pedesaan, dan masih agak sedikit berkabut walaupun jam sudah menunjukan pukul 07:15. Rani sangat menikmati suasana nya di tambah dengan singkong goreng dan teh manis hangat.[ Nikmat Tuhan mana yang engkau dustakan ] rasanya sangat menyenangkan.


Tak lama kemudian ibu memanggil untuk sarapan. Disana sudah tersaji makanan yang sangat menggiurkan. Menu sarapan nya ada gurame goreng, tempe dan tahu goreng, sayur sop, ada sambal terasi dan yang terakhir kerupuk udang. Rani pun segera menyantap makanan dengan lahap, begitu pun dengan yang lain nya. Tak lupa di tengah tengah makan mereka menyelilipkan senda gurau membuat suasana terasa begitu hangat. Rani pun dengan cepat menyelesaikan makan nya.


Saat sarapan selesai, Rani pun membantu membereskan meja makan. Setelah itu ia duduk di ruang keluarga sambil berbincang bincang.


“ Bang fans, kapan kita pergi jalan jalan. Gue udah gak sabar pengen poto poto ” ucap Rani merasa bersemangat.


“ Sekarang aja lah, biar gak terlalu panas “ ucap Faishal.


“ Ya udah lagian sorenya juga udah harus balik lagi, besok sekolah kan “ jawab Danish.


“ Ya udah aku mau siap siap dulu “ ucap Rani sambil beranjak menuju kamar.


“ Gue juga mau nyiapin cemilan sama tikar lipatnya” ucap Danish.


“ Gue bantuin ya “ Faishal menyusul Danish.


Mereka pun menyiapkan keperluan jalan jalan mereka. Setelah selesai dan mengecek takutnya ada barang yang ketinggalan. Setelah dirasa komplit semua, mereka pamit pada orang tua Danish dan bergegas menuju danau kecil yang ada di tengah kebun teh.


Mereka lebih memilih berjalan karena tempatnya yang gak terlalu jauh dari rumah Danish. Di sepanjang jalan, mereka mengabadikan nya dengan berpoto. Tak lupa mereka bercanda layaknya adik kakak.


" Bang ayok kita selfi dulu, buat kenang kenangan" ucap Rani dengan manja.


" Mau selfi gimana, orang tangan kita penuh sama barang bawaan. Kamu enak cuman bawa tas sama kamera aja " ucap Faishal kesal.


" Taruh dulu kek, masa gitu aja gak bisa " kesal Rani.


" Ya udah sini biar kita selfi dulu " kata Faishal sambil menurunkan barang bawaan nya, lalu ia mengambil ponsel yang ada di saku celana nya. Faishal juga gak bisa nolak kemauan dari adiknya tersebut. Ditambah sikap manjanya yang membuat ia semakin gemas.

__ADS_1


Setelah mengambil beberapa poto, Rani pun terlihat ceria kembali. Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.


Tak terasa mereka sudah sampai di tengah perkebunan teh. Mereka pun berselfi ria di dekat tepi danau. Setelah itu Danish dan Faishal membuka tikar lipat lalu menggelar nya di atas rumput yang masih basah oleh embun padahal kabutnya sudah menghilang dan cahaya matahari sudah nampak.


Rani pun menghampiri kedua laki laki tersebut. Dia langsung mendudukan dirinya di atas tikar lalu mengambil cemilan dari dalam kantong plastik yang sudah di bawa dari rumah. Mereka bercanda sambil sambil saling lempar dengan cemilan mereka.


" Bang Fa tangkap ya, tapi tangkap ya langsung pake mulut " ucap Rani sambil bersiap melemparkan cilan ke arah Faishal.


" Akhhh... loe mah gak jago ngelempar nya " ucap faishal yang kesal karena cemilan yang Rani lempar kena matanya.


" Hahaha maaf,,maaf tadi gak sengaja. Udah ah bosen nih. maen yuk " ucap Rani sambil ketawa. ia pun mencubit tangan Faishal dan Danish.


" Akhhh... apa apaan sih loe kurang kerjaan ya " ucap Danish kesal.


" kalo berani tangkap dong " ucap Rani sambil menjulurkan lidahnya.


Akhirnya Faishal dan Danish bangkit lalu mengejar Rani. mereka bergantian menggelitkki Rani. ia pun memelas minta ampun karena gak tahan.


Tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 11: 15, mereka pun memutuskan balik kerumah. Mereka membereskan tikar lalu memasukan sampah untuk di kumpukannya lalu nanti di buang di tempat sampah. Mereka berjalan menuju rumah.


Saat perjalanan pulang mereka sempat berpapasan dengan tukang bakso cuangki. Mereka pun memutuskan untuk membelinya dan makan di pinggir jalan. Kali ini danish uang membayarnya. Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan nya menuju rumah.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Akhirnya mereka sampai di rumah, kemudian meletakan bawaan mereka dan langsung masuk ke kamar masing masing.


Setelah selesai membersihkan diri. Kemudian Rani membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia memainkan ponsel nya kemudian ia tertidur karena kelelahan.


Sementara di luar kamar Rani mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ibu menyiapkan makanan untuk makan siang, Ayah dan Danish mereka sibuk mempacking Oleh-oleh yang sempat ibu siapkan sebelum Rani datang. Sedangkan Faishal membereskan pakaian miliknya.


Setelah menyelesaikan kegiatan mereka,akhirnya mereka pun melaksanakan makan siang. Begitupun dengan Rani yang sudah di bangunkan dari tidur siangnya. Rani terlihat sangat lesu, akibat jalan kaki dan Panas-panasan.

__ADS_1


“ Neng, apa eneng sakit. Itu wajah nya teh meni pucet. Apa nginep lagi aja di sini semalam lagi, besok baru pulang ke kotanya “ ucap ibu, dengan raut wajah khawatir.


“ Iya dek, wajah loe pucat gitu. Kita nginap semalam lagi aja, besok kita balik “ ucap Danish.


“ Iya dek, kita juga bisa ijin kok. Toh juga Cuma sehari besok doang. Ya kan Dans ” Timpal Faishal melihat lalu menaikan satu alisnya ke Danish.


“ Gak usah, kita balik hari ini ajah. Lagian gue juga Cuma kecapean doang gara2 jalan kaki sama kepanasan tadi “ ucap Rani dengan nada meyakinkan mereka.


“ Ya udah, kalo itu mau kamu “ ucap Danish


Mereka pun melanjutkan makan siang nya.


Setelah selesai dengan makan siang. Rani bergegas menuju kamar untuk membereskan pakaian dan peralatan yang ia bawa, lalu ia memasukan nya dengan disusun rapi ke dalam koper. Setelah itu dia mengambil sepatu sneakers dan jaket hoodie warna hitam lalu memakainya. Ia pun meraih string bag nya. Kemudian memeriksa semua bawaan nya. Dirasa sudah tak ada lagi yang ketinggalan ia pun keluar dari kamar berjalan sambil membawa kopernya ke teras rumah. Disana mereka sudah kumpul. Ayah membantu memasukan koper yang di bawa Rani. Kemudian mereka berpamitan untuk pulang.


“ Hati hati di jalan na nya, dan bawa mobil nya jangan ngebut. Bapak do’ain semoga lancar dan selamat sampe tujuan “ ucap bapak Danish sambil menepuk-nepuk pelan pundak Danish.


“ Iya pak, nanti oge hati hati. Minta doa nya we “ sambil ketawa ketawa.


“ Neng hati hati ya, ibu mah Cuma pesen jaga kesehatan eneng dan titip Danish. Kalo bandel eneng marahin aja, Sering-sering juga dateng ke sini “ ucap sang ibu dengan raut wajah sedih namun berusaha tersenyum.


“ Iya bu, ibu sama bapak juga jaga kesehatan jangan terlalu maksain ke kebun. Iya bu, Danish juga enggak bandel kok selama di sana “ kata Rani sambil memeluk ibu Danish.


“ Ya udah aku pamit dulu ya pak, bu. Awas jaga kesehatan nya ya “ ucap Rani sambil menyium telapak tangan orang tua Danish secara bergantian.


Rani, Danish dan Faishal pun masuk ke dalam mobil. Tak lupa mereka melambaikan tangan dan membunyikan klakson mobilnya sebelum pergi.


“ Akhh, rasanya aku senang sekali bisa menikmati liburan kali ini “ ucap Rani yang duduk di jok belakang.


Sedangkan Danish menyetir mobil dan Faishal ada di samping nya. Danish pun hanya tersenyum melihat Rani dari kaca spion. kebahagiaan yang tergambar jelas di wajah Rani.

__ADS_1


“ Aku sangat senang jika melihat mu tersenyum seperti itu princess ku “ ucap Danish dalam hatinya. Ia hanya bisa tersenyum melihat Rani bahagia.


__ADS_2