
Saat Rani sudah membayar belanjaan nya, ia pun segera keluar dan berjalan ke arah motornya. Namun saat ia hendak memakai helm, ia melihat Hanafi sedang berjongkok di tengah jalan. Dari arah kanan sebuah mobil sedang berwarna hitam melaju kencang ke arahnya Hanafi.
" Oh shitt.." umpat Rani seketika.
" Kenapa dia malah jongkok di situ sih, apa dia mau bunuh diri hah" ucap Rani. Ia begitu marah pada orang yang baru saja ia kenal beberapa menit yang lalu dan sekarang nyawa nya sedang dalam bahaya.
Seketika Rani menjatuhkan helm dan belanjaan nya. Ia berlari ke arah Hanafi, saat ia sudah dekat dengan nya dengan sekuat tenaga Rani mendorong tubuh Hanafi ke pinggir jalan.
Brukkk....suara mobil yang menghantam sesuatu.
" Akhhh... " pekik Rani.
"Astaghfirullah.." ucap Hanafi yang kaget saat ada orang yang mendorong tubuhnya, sehingga tubuhnya berguling menuju pinggir jalan. Ia pun melihat kucing yang ada dalam pelukannya dan selamat.
Namun ia sangat kaget mendengar suara hantaman benda keras. Saat berbalik seseorang telah tergeletak bersimbah darah di tengah jalan itu. Mobil sedang itu langsung pergi meninggal kan tempat kejadian.
Hanafi pun menghampiri orang yang telah menyelamatkan nya, dari kecelakaan maut. Ia sangat terkejut saat melihat orang yang tergeletak tak berdaya di atas aspal dan bersimbah darah.
" Rani.. " ucapnya, ia pun terkejut.
"Tolong.. tolong.. ada yang kecelakaan.. tolong saya " teriak Hanafi. Ia begitu terkejut ternyata wanita yang baru saja ia kenal menyelamatkan hidup nya dari kecelakaan maut.
Pelayan mini market dan beberapa orang yang nongkrong di daerah itu membantunya dengan memanggil Ambulance.
Tak butuh waktu lama, mobil Ambulance pun sudah datang. Warga yang ada di sana pun bergegas mengangkat tubuh Rani ke atas brangkar yang ada di dalam Ambulance. Tak lupa Hanafi pun ikut masuk ke dalam Ambulance dan segera membawa Rani ke rumah sakit terdekat.
Tak jauh dari sana ada seorang Laki-laki memperhatikan kejadian yang barusan terjadi, dia pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Hallo. selamat malam nyonya " ucap laki Laki-laki itu.
" Selamat malam, gimana apakah rencana yang sudah aku perintahkan berhasil? " tanya wanita di sebrang telpon itu.
" Untuk rencananya sudah beres nyonya. Kemungkinan selamat juga sangat tipis, tapi ada seorang pemuda yang menolong nya " ucap Laki-laki minterius itu.
__ADS_1
" baiklah ini adalah kabar yang sangat menggembirakan, untuk pemuda itu Biarkan saja dia dan sekarang aku sudah melepaskan kamu dari tugas yang sudah aku berikan" ucap wanita itu dengan sangat senang.
" Baik lah nyonya kalau gitu saya tutup dulu telpon nya".
T**ut.. tut.. tut**... bunyi telpon terputus.
" Akhirnya kau mati juga penghalang ku, sekarang semua kekayaan ini akan menjadi milik ku. hahahaha..... " ucap wanita itu. Ia tertawa sangat keras atas kemenangan yang ia Tunggu-tunggu sejak lama.
Sementara Ambulance yang membawa Rani sudah sampai di rumah sakit. Para perawat segera menghampiri Ambulance dan mengangkat tubuh Rani yang sudah bersimbah darah. Mereka pun meletakan tubuhnya di atas brangkar dan mendorong menuju UGD. Hanafi pun ikut mendorong brangkar tersebut, hingga ia di berhentikan oleh seorang perawat karena dilarang untuk memasuki ruangan operasi. Lampu indikasi di atas pintu ruangan itu pun sudah menyala menandakan tengah berlangsungnya operasi. Hanafi duduk di kursi tunggu, depan ruangan tersebut.
Satu jam telah berlalu, namun belum ada indikasi bahwa operasi nya selesai. Sudah ada beberapa perawat yang sedari tadi keluar masuk ruangan. Namun saat Hanafi tanya mereka tak menjawab nya. hal itu membuat hati Hanafi gelisah, ia sangat kebingungan dengan keadaan nya. Hingga seorang perawat datang menghampirinya.
" Permisi pak, apa Bapak keluarga pasien yang sedang menjalani operasi " tanya Suster itu.
Hanafi sangat bimbang, dia bahkan tidak mengenal Rani dan tidak mengetahui keluarganya. Ditambah ponsel Rani juga hancur di lintas oleh mobil yang menabrak nya.
" Iya Sus, saya adalah calon suami nya. kenapa ya Sus " jawab Hanafi pada Suster itu.
" Baiklah Sus, terimakasih karena sudah memberi tahu informasi nya " ucap Hanafi.
" Oh ya pak, sekalian saya obati dulu luka luka bapak ini. Mari saya bantu " ucap Suster itu
" Baik lah Sus"
Namun saat Hanafi hendak pergi meninggalkan tempat itu. Seorang suster memanggil dengan membawa beberapa barang yang ia ambil di ruang operasi.
" Permisi pak, apa bapak keluarga dari korban kecelakaan tadi" ucap Suster yang baru keluar ruangan operasi.
" I. . iya dok, ada apa ya dok. Apa pasien nya baik baik saja" tanya Hanafi gugup
" Untuk pasien saya belum bisa jawab, tapi saya membahayakan pakaian dan barang yang pasien kenakan" ucap Suster tersebut.
" Baik lah Sus, terimakasih banyak " ucap Hanafi lalu mengambil barang yang suster itu berikan.
__ADS_1
Hanafi pun bergegas membawa barang barang milik Rani dan segera mengobati luka lecet di tangan nya. Setelah itu ia bergegas mendatangi meja Administrasi dan segera meminta pormulir untuk mengisi data data Rani.
" Permisi bu, saya keluarga pasien yang mengalami kecelakaan" ucap Hanafi pada wanita yang ada di meja itu.
" Oh.. tunggu sebentar ya pak, saya ambilkan dulu pormulir nya. " ucap wanita itu dan dia segera mencari kertas nya.
" Ini pak untuk pormulir nya dan silahkan bapak isi data data pasien nya secara lengkap " ucap wanita tersebut.
Hanafi semakin bingung dia bahkan tidak mengetahui tentang Rani sedikit pun.
" Ya sudah lah biar aku isi nama nya saja dan untuk alamat nya aku gunain alamat rumah ku saja" batin Hanafi.
Ia pun segera mengisi nya dan menyerahkan kembali kertas pormulir itu, setelah menyelesaikan semuanya. Ia segera kembali ke tempat ia menunggu tadi.
" Ya Alloh, ini sudah 3 jam. Tapi belum ada tanda tanda oprasinya selesai, selamatkan lah Rani" ucap Hanafi dalam hatinya.
Dret.. Dret.. Dret...suara ponsel bergetar dalam saku celana Hanafi.
" Hallo, assalamu'alaikum" sapa Hanafi
" Wa'alaikumsalam, Hanafi kenapa kamu belum pulang juga. Apa kamu baik baik saja" ucap teman Hanafi di sebrang telpon.
" Maaf aku sampe lupa buat ngabarin kamu nan, saat ini aku lagi di rumah sakit. Aku juga lupa mau ngasih tau abi, aku minta tolong kamu kabarin abi ya aku sedang di rumah sakit XXX. " ucap Hanafi kepada teman nya yang bernama Nanda.
" Astaghfirullah hal adzim, kamu kenapa Naf, kamu gak kenapa napa kan " tanya Nanda.
"Alhamdulillah aku gak papa, ya udah nanti aku ceritain. Kamu ke sini aja sekalian bawain baju ganti buat aku" ucap Hanafi.
" Ya udah aku mau ngabarin dulu Abi. Assalamu'alaikum "
" Waalaikumsalam.. "
T**ut**.. sambungan telpon sudah di matikan.
__ADS_1