
Hanafi sangat syok dengan apa yang ia lihat di ponselnya. Wanita yang selama ini ia jaga dan begitu ia cintai, kini benar-benar sudah menghancurkan perasaan serta kepercayaan terhadapnya. ia tidak menyangka jika cinta pertama nya di hianati begitu saja.
Sedangkan Rahman ia sudah sangat marah, terlihat dari wajah nya yang sudah memerah. Ia juga beberapa kali mengumpat kasar karena hal tersebut mempermalukan nama keluarganya. Tak lupa, Maryam juga menjadi sasaran atas kemarahan suaminya tersebut.
Bahkan Maryam kini tengah menangis, setelah melihat vidio yang melakukan hal tak senonoh tersebut. Ia juga sangat menyesal karena selalu melindungi serta telah mempercayai nya begitu saja. Dan yang lebih menyesal lagi, ia juga berani menentang ucapan suaminya tersebut.
" Kau lihat Maryam, aku bahkan selalu memberitahukan pada mu bahwa wanita tersebut bukanlah wanita baik2. Aku bahkan sudah tidak menyetujui hal ini dari dulu. dan lihatlah hasil yang selalu kau lindungi dan kau puji2 tersebut. dia bahkan sudah mempermalukan Nama keluarga ku. Jika aku bertemu dengan wanita itu, akan ku bunuh dia " marah Rahman dengan menggebu-gebu.
" Ayah, hentikanlah. Mungkin ini adalah kesalah pahaman kita saja. Bagaimana kalau yang di vidio tersebut orang lain " Ucap Hanafi mencoba menenangkan ayahnya yang sudah sangat marah besar. Sebenarnya ia juga sangat kalut dengan perasaan nya sendiri. Bahkan ia yang seharusnya marah dan benci sera merasa menyesal dengan semua itu.
" Diam kau, kalau saja kau dan kakek mu itu tidak ngotot. Mungkin nama keluarga kita akan baik2 saja. Sekarang kita harus mencari wanita jalan*g itu, dia yang sudah berani mempermalukan keluargaku " Ucapnya dengan penuh emosi.
Seluruh isi pesantren kini tengah di hebohkan dengan berita seorang pelac*r yang tak lain adalah Rani. Hingga kabar tersebut terdengar oleh dokter Thariq. Ia sangat terkejut mendengar kabar tentang Rani yang sudah Berzina dengan seorang laki-laki. Ia kemudian menghubungi Nina untuk menanyakan kebenarannya. Namun sayang Nomer yang ia hubungi tidak ada jawaban.
ππππππ
Sedangkan di tempat lain, kini Nanda, Amira dan juga Nina tengah sibuk mencari keberadaan Rani. Nanda mengetahui hilangnya Rani adalah dari pesan yang Amira kirim saat Nanda berbincang dengan Fatih di depan kelas mengajarnya. Karena hal tersebut, Nanda segera pamit dan menemui Amira dan menanyakan keberadaan Rani.
Setelah mendengar apa yang di ceritakan Amira dan Nina. mereka mencari di setiap tempat yang biasa mereka datangi. Hingga sebuah panggilan menghentikan langkahnya dan segera menerima panggilan tersebut.
__ADS_1
" Hallo, Waalaikumsalam. Ada apa menelpon ku, aku sedang mencari keberadaan dek Rani. Dia sudah menghilang sejak tadi subuh, dan kami belum menemukannya " Ucap Nanda menjawab telpon tersebut.
" ... "
" Apa, benarkah. Aku kesana sekarang juga. tolong jaga dek Rani, jangan sampai mereka menghakiminya " Ucap Nanda dengan wajah tegang dan pucat.
".... "
" Baiklah aku akan secepatnya kesana. Assalamualaikum " Nanda segera mematikan telpon dan segera pergi ketempat orang yang menelpon.
Nanda memberitahu kepada Amira dan juga Nina tentang Rani, setelah mendengar dari orang yang menelponnya yang tak lain adalah dokter Thariq. Mereka bertambah khawatir saat mendengar kabar tentang Rani.
Rani berdiri di tengah dengan wajah pucat serta kucel dan tampak jelas di pipinya bekas air mata yang sudah mengering. Seluruh keluarga Hanafi dan kakeknya ada jelas di hadapan Rani. Bahkan Rudy sangat syok dan wajahnya sudah merah padam menahan amarah saat melihat orang yang ada di hadapannya. Fatih pun merasa sangat kecewa saat melihat wanita yang tak lain adiknya sendiri. Ia bahkan sudah mengepalkan kedua tangannya saat melihat kondisi Rani.
Namun di balik itu semua ada sosok yang sedang tertawa puas melihat keadaan Rani. Ia sangat puas dengan apa yang ia lihat dihadapannya.
" Akhirnya apa yang aku inginkan telah tercapai, selamat menikmati hidup menyedihkan mu jal*ng " gumamnya dalam hati. Ia pun tersenyum puas dengan apa yang ia harapkan.
Kini Maryam tengah berjalan mendekati Rani, ia merasa dirinya telah direndahkan oleh orang yang ada di hadapannya. Maryam berada di depan Rani, ia sudah berusaha menahan rasa kesal dan marahnya.
__ADS_1
" Kenapa kau melakukan hal ini, apa kau tak tahu malu. aku bahkan sudah merawat serta membawamu untuk tinggal disini. Dan apa yang kau lakukan pada kami, kau membuat nama keluargaku malu dengan apa yang kau lakukan " tanya Maryam pada Rani.
" Umy, Aku tidak melakukan apapun. Aku hanya dijebak umy, Aku bersumpah umy bahwa aku memang tidak pernah melakukan apa apa dengan nya " Bela Rani pada Maryam.
Saat Rani berniat untuk memegang tangan Maryam, seketika tangannya langsung di hempaskan dengan keras. Lalu tanpa di duga sebuah tamparan yang amat keras mendarat di pipi kiri Rani.
" Jangan pernah menyentuh ku, aku bahkan tak sudi bersentuhan dengan wanita pelac*r seperti mu. Mungkin kecelakaan waktu itu juga kau lah yang telah merencanakannya dan menjebak anak ku agar terjerat akal busuk mu itu " Ucap Maryam pada Rani dengan penuh penekanan.
" Umy, apa yang umy katakan. Bahkan aku tak pernah merencanakan hal itu. Aku di jebak umy saat ini ada yang menjebak ku. Aku tau siapa orangnya. Dia melakukan hal seperti ini karena dia sangat menginginkan Kak Hanafi. Umy percayalah padaku " Ucap Rani terus membela.
" Diam kau, kau tak pantas untuk menyebutku dengan sebutan umy. Dan wanita sepertimu tak pantas di untuk membela atau pun ada yang membela " Ucap Maryam marah.
" Apa yang telah umy, bagaimana jika umy sendiri yang berada di posisiku. Apa Umy tak akan membela diri umy sendiri, bukankah umy lebih tau dan lebih mengenal agama dari ku. Setidaknya umy tau mana yang benar dan mana yang tidak " Jawab Rani dengan nada yang perlahan agak meninggi.
Hingga tak lama setelah Rani berbicara hal tersebut, kini sebuah tamparan yang sangat keras mendarat di pipi kanan Rani. Bahkan sangat terlihat dengan jelas lebam biru di pipinya tersebut. sudut bibir Rani juga terlihat mengeluarkan darah, ia juga hampir oleng dan jatuh.
Amira, Nanda dan Nina yang melihat hal tersebut kaget. mereka bertiga berteriak memanggil Nama Rani saat melihat Rani terluka.Bahkan dari tadi Nina dan juga Amira menangis melihat Rani di tampar dan tak ada yang mendengarkan penjelasan darinya. Namun kali ini mereka ingin berlari kearah Rani.dan memberikan pembelaan serta perlindungan terhadapnya.
Namun langkah mereka terhenti saat tangan Rani memberikan code untuk tidak mendekati dan mencampuri nya saat ini. Melihat hal tersebut membuat dada mereka sesak dengan melihat siksaan yang di berikan pada Rani. Bahkan tak ada yang mendengarkan penjelasannya sedikitpun dari Rani. Hal itu membuat Amira dan Nina juga merasa kesal serta marah terhadap keluarga Hanafi.
__ADS_1