Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
bab 4


__ADS_3

Setelah menempuh waktu 30 menit dari rumah, kini Rani pun sampai di bengkel miliknya. Disana ada 4 orang pekerja dan ada juga Faishal. Dia yang sedang membongkar body motor, hasil dari balapan semalam. Rani pun keluar dari mobil setelah memarkirkan nya. Kemudian ia masuk kedalam bengkel dan menyapa para pekerjanya. Setelah itu ia menghampiri Faishal yang sedang pokus mencopot body motor nya.


“ Anteng amat loe bang sama tu motor, sampe gue Panggil-panggil loe dari tadi gak nyaut ” kata rani sambil mendekati Faishal.


“ Eh dek kapan loe dateng kok gue gak ngeliat loe ” ucap nya kaget.


“ Baru kok, makanya jangan terlalu pokus ama tu motor “ jawab Rani sambil cengengesan.


“ Ya udah gue mau keatas dulu, lu lanjutin aja tu bongkar motor ”


“ Iya, gue nanggung nih tinggal beberapa yang harus di copot. Entar gue nyusul loe ke atas “ ucap Faishal.


Lalu Rani pun melangkahkan kakinya menjauhi Faishal dan berjalan kearah lift. Ia pun menekan tombol lalu masuk ke dalam lift tersebut.setelah ia sampai di lantai ke tiga ia masuk kedalam ruangan lalu duduk di sofa lalu meletakan tasnya.


Kemudian Rani pun berjalan kearah kulkas dan mengambil air dingin dan menuangkan nya kedalam gelas lalu meminumnya. Rani pun menutup kulkas nya lalu berjalan ke arah sofa untuk duduk. Tak lupa ia menaruh minuman nya di atas meja.


Setelah itu Rani mengambil leptop yang ada dalam tasnya kemudian membukanya. Saat hari libur Rani memanfaat kan waktunya untuk mengecek beberapa dokumen dan laporan perusahaan nya. Ia pun Mengutak-atik laptopnya. Ia memeriksa dokumen yang yang dikirim oleh sekertarisnya dengan teliti.


Setelah selesai mengecek beberapa dokumen dan file perusahaan nya. Ia menutup leptopnya, lalu meregangkan tubuh yang sedari tadi tak berkutik dari depan leptop. Iya kemudian melihat jam tangannya 11:30, waktunya makan siang lagian dia juga sudah mulai merasa lapar.


Cklek... Suara pintu terbuka.


Disana ada Faishal yang sedang berjalan lalu menutup pintunya, kemudian ia duduk di kursi samping Rani.


“ Eh sorry ya gue baru selesai bongkar tu motor”.ucap Faishal.


“ Iya gapapa lagian gue juga baru selesai ngecek beberapa file dan dokumen yang dikirim sekertaris gue “ ucap Rani.


“ Eh dek gue laper nih pengen makan. Lagian ini juga udah waktunya makan siang ” kata Faishal.


“ Ya udah kita makan di Kafe aja. Sekalian makan bareng sama si Danish. Lagian gue juga mau ada yang gue bicarain sama pak Teo disana” ucap Rani sambil membereskan leptop dan menaruhnya kembali ke dalam tasnya.


“ Ya udah gue mau bersih bersih dulu, masa iya ke kafe dalam keadaan ke beginian. Tunggu gue sebentar ya ” ucap Faishal, sambil beranjak menuju kamarnya.

__ADS_1


30 menit kemudian.


“ Lama amat sih.. Loe mandi apa tenggelem hah “ cibir Rani mendengus kesal karena udah kelaparan.


“ Hehehe Maaf..maaf “ ucap Faishal sambil cengengesan tak bersalah.


Rani dan Faishal pun bergegas pergi menuju Kafe menggunakan mobil. Setelah menempuh jarak yang lumayan cukup jauh. Akhirnya mereka sampai di kafe milik Rani, disana sangat ramai oleh pengunjung karena memang hari weekend.


Rani pun bergegas masuk kedalam Kafe disusul Faishal. Rani pun mencari meja yang kosong diantara para pengunjung yang sedang menikmati suasana Kafe tersebut. Akhirnya Rani menemukan satu tempat yang berada di pojokan.


Rani pun bergegas berjalan kesana. Kemudian dia memanggil salah satu pelayan disana, iya menyuruh pelayan tersebut memanggil Danish. Dan akhirnya Danish pun datang menghampiri Rani yang tengah duduk di meja pojokkan.


“ Kemana si curut mesin. Tumben dia gak ikut “ tanya Danish ke Rani


“ Hahaha.. Dia lagi ke WC, gue udah laper pesenin makan yang biasa ya. Terus kita makan bareng “ balas Rani.


“ Ya udah loe tunggu bentar gue pesenin dulu, soalnya pengunjung disini lagi rame “ sambil beranjak pergi dari meja.


“ Iya sekalian bilang gue mau bicara sama pak Teo “ cegat Rani.


Disana Rani menunggu sambil memainkan ponselnya. Membuka sosial media dan memposting status.karena sudah bosan, ia pun memainkan game online hingga ia lupa sama sekitarnya.Tak lama kemudian pak Teo datang menghampiri Rani yang sibuk dengan ponsel nya.


“ selamat siang bu Rani “ sapa Teo.


“Oh.. Selamat siang Pak teo. Maaf saya terlalu pokus sama ponsel saya” ucap Rani lalu menaruh ponsel nya di atas meja.


Tanpa menunggu pertanyaan Rani, Teo pun menjelaskan keadaan kafe dan mengeluarkan dokumen yang akan di periksa oleh Rani. Setelah membaca dan membolak balik dokumen dokumen itu dan menandatangani beberapa dokumen yang lain. Kemudian ia menyerahkan kembali dokumen tersebut kepada Teo.


“ Saya sangat senang kafe ini semakin berkembang. Saya suka dengan cara kerja bapak “ ucap Rani sambil menjabat tangan pak Teo.


“ Terima kasih bu atas sanjungan nya” kata pak Teo sambil tersenyum.


“ Baik Pak, Terus tingkat kan lagi perkembangan kafe ini ” ucap Rani membalas senyuman teo.

__ADS_1


“ Baiklah bu saya pamit dulu “ ucap teo sambil berdiri.Di susul Rani yang berdiri dari duduknya.


“ Baiklah pak, terimakasih atas kerja sama nya “ ucap Rani sambil sedikit membungkukan kepalanya.


“ Sama sama bu “ ucap teo dan membalas bungkukan Rani.


Kemudian teo beranjak dari meja Rani dan berjalan menuju ruangan staf. Walau pun Rani masih muda, ia sangat profesional kalau menyangkut tentang pekerjaannya.


Rani pun kembali duduk, ia kembali memainkan ponselnya, dan melanjutkan game nya yang sempat tertunda. Belum juga iya akan membuka kembali game nya yang sempat berhenti tadi. Dua orang laki-laki yang tak lain Danish sama Faishal. Mereka menghampiri Rani dengan membawa minuman, disusul oleh 3 orang pelayan yang membawakan makanan.


Akhirnya Rani kembali menaruh ponselnya dan langsung memakan makanan yang ada di hadapan nya.Detelah menghabiskan semua makan nya. Rani merasa kekenyangan kemudian meyenderkan badan nya di kursi.


“ Bang, kayaknya gue butuh refresing deh “ ucap Rani membuka pembicaraan.


“ Emang loe mau refresing kemana? “ ucap Faishal.


“ Kayak nya gue pengen ketemu Emak sama bapak loe bang. Lagian gue juga udah kangen suasana kebun teh sama danau disana “ ucap Rani pada Danish.


“ Ya udah kapan kita berangkat. Jangan bilang kalo loe ngajak pergi pas sekolah, gue gak bisa ikut. Soalnya bentar lagi kita ujian kelulusan “ jawab Danish.


“ Iyaa gak bakalan, Gimana kalo nanti sore aja kita pergi.Jam 15:00 kita berangkat biar gak kemaleman di jalan “ ucap Rani.


“ Ya udah terserah loe aja dek. Kitamah ngikut kemana pun loe pergi “ jawab Danish.


“ Loe ikut juga kan bang Fa?“ Tanya Rani.


“ Ya pasti lah gue kan paling suka mancing “ jawabnya dengan semangat 45.


“ Alah loe bilang suka mancing, tapi pegang cacing aja loe ampe nangis “ ucap Danish sambil terkekeh.


Faishal pun hanya melipat tangan di dadanya dengan bibir yang yang mengerucut. ditambah ekspresi mukanya yang sangat kesal dengan ucapan Danish membuat nya sangat lucu.


Setelah menyelesaikan kan semua nya, mereka pun pergi untuk menyiapkan liburan ke kampung nya Danish. Sebenarnya bulan kemarin Rani juga memilih liburan ke rumah Faishal. Disana banyak sekali perkebunan sayur, ada sungai dan air terjunnya juga.

__ADS_1


Mereka pulang ke rumah rani, Rani menyiapkan pakaian dan semua kebutuhannya selama berada di kampung danish. Setelah selesai mereka menuju bengkel untuk mengambil beberpa baju kan keperluan Faishal sedangkan Danish ia hanya membaya baju nya saja. Kemudian ia berangkat menuju ke kampung Danish menggunakan mobil sport bermerek Land Rover Range.


__ADS_2