Hakikat Cinta

Hakikat Cinta
BAB 35 CURIGA 2


__ADS_3

Saat Nanda akan melepaskan kalung tersebut, ia di kejutkan oleh seseorang yang memegang pundaknya dari arah belakang. Untuk sesaat ia langsung menghentikan kegiataan nya dan menoleh ke arah belakang untuk melihat orang yang telah mengagetkan nya.


" Dokter Thariq, kau bikin aku jantungan saja. Setidaknya ucapkan salam atau mengetuk pintu terlebih dahulu, agar aku enggak kaget seperti barusan " Ucap Nanda kesal karena dokter Thariq mengagetkan nya.


" Maaf, dari tadi aku udah ngucapin salam serta mengetuk pintu.Tapi tak kunjung ada jawaban, terus aku masuk dan melihat kamu sedang melamun.jadi aku pun langsung menepuk pundak kamu buat nyadarin dari lamunan tadi " Jawab dokter Thariq.Ia juga melihat tingkah laku aneh yang dilakukan oleh Nanda.


" Lalu apa yang kau lakukan pada pasien ku?. Apa kau berniat macam2 pada nya? " Introgasi dokter Thariq saat melihat tangan Nanda berada di dekat leher Rani.


" Ah... kau salah paham dokter, barusan aku mau membantu melepaskan kalung perak ini. Aku takut kalung ini mengganggu kondisi badan Rani, jadi aku memutuskan untuk melepasnya dan menyimpan kalung ini" Jawab Nanda memberi kan penjelasan pada dokter Thariq agar tak salah paham dengan nya.


" Oh.... aku kira kau berniat macam2 padanya. Untuk kalung itu kau ada benarnya, untuk saat ini mungkin ia tak boleh mengenakan aksesoris seperti itu " Ucap dokter Thariq membenarkan perkataan Nanda, karena melihat alat yang terpasang di tubuh Rani sangat banyak. ia merasa kalung tersebut bisa mengganggu kondisinya.


Akhirnya Nanda segera melepaskan kalung tersebut dengan sangat pelan dan hati2. Setelah benar2 terlepas,Nanda berniat akan menyimpan kalung tersebut lalu memberikannya pada Hanafi.


Namun ia sangat terkejut saat dokter Thariq mengatakan untuk menjaga kalung nya dengan baik dan ia juga berpesan agar tidak sampai menghilangkannya atau menyerahkan pada orang lain. Nanda pun langsung mengerti dan mengiyakan perkataan dokter Hanafi.


" Nanda, jika kamu mau menyimpan kalung itu simpanlah dengan baik dan jangan sampai hilang. Aku merasa kalau kalung itu sangat berarti bagi pasien ku ini. karena aku pernah melihat nya saat aku mengoperasi dia. Namun aku kehilangan kalung tersebut saat akan dikembalikan kemarin malam " Pesan dokter Thariq pada Nanda.


" Baiklah, Ku akan menjaga barang berharga miliknya ini. Aku akan menyerahkannya saat ia sudah sadar nanti" jawab Nanda.


" Ya sudah, biarkan aku memeriksa keadaan nya terlebih dahulu. Aku sangat khawatir dengan keadaan nya setelah kejadian malam kemarin" Ucap dokter Thariq dengan wajah yang begitu khawatir.

__ADS_1


Setelah itu Nanda memberikan ruang untuk dokter Thariq memerikasa keadaan Rani. ia sangat teliti mengecek keadaan nya Rani. Setelah selesai mengecek semunya, dokter Thariq kembali memberikan pesan pada Nanda untuk selalu menjaga nya.


" Nanda, untuk saat ini kau harus lebih waspada dan juga teliti saat menjaganya. jika cairan infus nya sudah mulai habis atau ada hal2 yang mengkhawatirkan segera tekan tombol merah yang ada di situ " Ucap dokter Thariq memberikan arahan lebih pada Nanda, ia juga menunjukan letak tombolnya.


" Baiklah dok. lalu bagaimana kondisinya sekarang, apa keadaannya sudah ada peningkatan? " Tanya Nanda pada dokter Thariq


" Untuk keadaan nya sudah agak membaik dan mengalami peningkatan. Namun ia masih dalam keadaan koma, untuk saat ini aku belum bisa memperkirakan kesadarannya. Namun melihat dari luka yang aku tidak yakin ia akan sadar dalam waktu satu bulan " Ucap dokter Thariq sambil melihat Rani.


" Separah itukah lukanya,kenapa diri ku merasa khawatir dengannya. Aku merasa ada ikatan seperti seorang kakak dan adik. sebenarnya siapa diri nya? " batin Nanda.


" Baiklah dok, aku akan selalu menjaga dan mengawasinya. Entah mengapa aku merasa ada perasaan ikatan persaudaraan antara kita. Kalau aku tahu tentang nya mungkin sekarang aku akan merasa sedikit tenang. begitu juga dengan Hanafi " Ucap Nanda, ia mengutarakan sedikit kegelisahan tentang perasaan nya pada dokter.


"Aku mengerti tentang semua kondisi yang kau alami. Begitu juga dengan Hanafi, dia pasti merasa tertekan dengan perasaan bersalah atas kejadian ini. Itu mengapa kemarin ia sampai menyiksa tubuhnya di bawah hujan dan menyebabkan kondisinya tubuhnya melemah dan pingsan" Jawab dokter Thariq


" Apakah kalian sudah mendapatkan petunjuk keluarganya. " tanya dokter Thariq sambil melihat kearah Nanda.


" Aku bahkan tak tahu namanya dok, aku baru mengetahui namanya dari cerita Hanafi. dia bahkan tak membawa barang2 atau identitasnya sendiri" ucap Nanda.


" Bukannya kemarin aku menyerahkan barang2 bawaan pasien? seperti tas Weishbag dan jaket kulit hitam. kalo di lihat dari penampilannya pertama kali, aku sedikit yakin kalo dia pasti dari kalangan orang kaya" Tebak dokter Thariq


" Tapi kalau dia anak orang kaya, kenapa sampai sekarang belum ada orang atau polisi untuk mencari keberadaan nya? " tanya Nanda penasaran.

__ADS_1


" Entahlah, semoga aja Alloh memberikan kesembuhan padanya dan segera di pertemukan dengan keluarganya" Ucap dokter Thariq.


" Kau memang benar dokter. Semoga saja dia cepat sembuh serta dipertemukan dengan keluarganya" ucap Nanda penuh harapan.


Setelah selesai berbincang2, dokter pun segera pamit pergi karena masih banyak pasien yang harus ia cek. Nanda juga langsung melanjutkan sarapan paginya yang sempat tertunda.


☀☀☀☀☀☀☀


Sementara di sekolah, Danish dan Faishal sedang belajar di kelasnya. Setelah Upacara bendera, mereka sempat mencari keberadaan Rani. Namun mereka tak kunjung menemukan keberadaan nya, padahal mereka sudah mencari ketempat biasa Rani datangi. Namun hasilnya nihil, mereka juga sudah menghubungi nomernya tapi gak bisa di hubungi sama sekali.


Akhirnya mereka memutuskan untuk izin pulang setelah jam istirahat, mereka akan meminta izin kepada wali kelas mereka untuk mencari Rani.


Setelah bel istirahat berbunyi, Faishal segera bergegas menuju kantor dan meminta izin kepada wali kelas dengan alasan keperluan keluarga. sedangkan Danish, ia membawa tas dan pergi duluan ke area parkir dan langsung masuk ke dalam mobil.


Setelah mendapatkan izin,Faishal segera melajukan mobil mereka menuju rumah Rani. Faishal merasa sangat khawatir dengan keadaan Rani. Entar kenapa dari semalam firasat buruk selalu mendatangi mereka. Seperti SMS perpisahan serta mimpi kecelakaan dan pembunuhan,semua itu menyangkut Rani.


Akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah nya. Namun ada yang aneh dengan keadaan disana.


" Loh, kemana mang Tejo. Biasanya kalo denger klakson mobil langsung bukain gerbang" tanya Faishal dengan penuh keheranan.


" Biar gue aja yang bukain gerbangnya. biar sekalian ngecek pos jaganya" ucap Danish yang lasung membuka pintu dan turun dari mobil.

__ADS_1


Danish pun segera membuka gerbang nya. Namun ia langsung merasa aneh, karena tidak biasa di gembok. Dia semakin mencemaskan keadaan orang rumah serta Rani.


__ADS_2